Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 39


__ADS_3

Malam hari, entah ada angin apa, Bu Suci makan malam bersama kedua putranya juga Mona menantunya.


Usai makan, mereka masih duduk diruang makan, sebenarnya Mona sudah tidak betah berada disitu, namun atas permintaan Adrian, akhirnya dia menurutinya.


“Kebetulan,, semua ada disini, ada yang mau mama sampaikan, tapi sebelumnya mama mau tanya pada Kevin, gimana keadaan perusahaan selama kamu disini?”


Sontak Adrian terkejut mendengar pertanyaan mamanya itu, dia tidak menyangka mamanya akan bertanya seperti itu hingga dia merasa tidak dipercaya


“Ma,, kok mama nanya nya ke Kevin sih ? Yang jadi direkturnya kan aku, selama ini aku yang pegang perusahaan, kenapa baru beberapa minggu Kevin disini mama nanya soal perusahaan ke Kevin? jadi selama ini aku gak dianggap ? Jadi berasa sedang di audit di perusahaan sendiri” Ucap Adrian


“Selama ini mama tidak pernah ikut campur soal perusahaan, mau sebesar apa keuntungan dan kerugian yang didapat, mama percayakan sepenuhnya pada kamu, tapi seiring berjalannya waktu mama melihat terlalu banyak permasalahan yang dialami perusahaan, baik itu masalah financial maupun management yang mama rasa semakin amburadul, mungkin kamu membutuhkan partner dalam mejalankan perusahaan yang sudah besar ini, hingga mama meminta Kevin pulang membantu kamu”


“Apa saja yang udah disampaikan Kevin ke mama soal perusahaan? Dia tau apa ? Baru juga beberapa minggu disini, udah berasa paling jago ngurus perusahaan, apa karena dia lulusan luar negeri atau apa karena dia sudah berhasil membangun perusahaannya sendiri hingga mama menganggap aku gagal ? Ingat ma, perusahaan nya juga masih baru, jadi itu belum bisa jadi patokan buat menilai berhasilnya seseorang ma”


Mendengar ucapan Adrian, Mona sedikit kaget, dia tidak menyangka kalau ternyata Kevin sudah memiliki perusahaan sendiri di London.


“Wow... hebat juga si Kevin, masih muda sudah bisa membangun perusahaan sendiri, di negeri orang pula,,hmmm...” gumam hati Mona yang memilih menjadi pendengar yang budiman.


“Mama bukan menilai kamu gagal, mama cuma merasa kamu butuh partner dalam menjalankan perusahaan, tapi kalian ini kan bersaudara hanya dua orang, gak ada salahnya kalian bekerja sama dalam menjalankan perusahaan yang sudah susah payah didirikan papa kalian, jatuh bangunnya papa dalam mendirikan perusahaan ini membuat mama sedih jika perusahaan ini harus berakhir sampai disini, padahal mama punya dua anak yang cerdas dan mama yakin keduanya memiliki kemampuan, alangkah baiknya kalau kedua kemampuan itu disatukan menjadi satu kekuatan, kalau kalian berdua merasa memiliki tanggung jawab atas perusahaan ini, mudah - mudahan kita bisa bangkit lagi, jangan egois, Fikrikan nasib puluhan karyawan yang akan menjadi pengangguran seandainya perusahaan kita colaps, bagaimana nasib keluarga mereka yang sudah menggantungkan harapannya” Ucap mama mencoba membuka fikiran kedua putranya itu.


“Apa..?? Colaps ? Tidak..tidak... itu tidak boleh terjadi, bagaimana bisa perusahaan sebesar ini bisa colaps, jadi bagaimana rencanaku yang akan keliling dunia bersama teman - teman sosialita,, tidak..tidak... ini tidak boleh terjadi” Mona berkata - kata dalam hati.


“Besok mama akan kekantor, untuk mengumumkan pada seluruh karyawan bahwa Kevin akan bekerja diperusahaan, besok pagi kamu atur waktu meeting” perintah Suci pada Adrian.


Selama ini memang dia tidak pernah menanyakan keadaan Perusahaan pada Adrian, tapi tanpa sepengetahuan Adrian, Suci selalu menanyakan keadaan perusahaan pada Hendra manager bagian keuangan, dari situ lah Suci tau kalau perusahaan mengalami masalah keuangan yang cukup serius, hingga dia memutuskan meminta Kevin pulang ke Indonesia.


Kevin memilih diam, tidak banyak komentar, Karena dia yakin saat ini Adrian pasti sangat membencinya, dia pasti menganggap Kevin lah penyebab mama berlaku seperti ini, padahal Kevin belum ada melaporkan apapun pda mamanya, dia hanya berhubungan dengan Hendra sang manager keuangan.


“Baiklah untuk masalah perusahaan sudah, kali ini mama mau menyampaikan hal yang gak kalah penting” Suci menarik nafas sejenak, kemudian berucap kembali


“Mama juga sudah memutuskan untuk melamar Joelene untuk Kevin, selama ini mama menyerahkan sepenuhnya pada kalian, soal apapun itu, tapi kali ini izinkan mama untuk mengutarakan keinginan mama, mama ingin Joelene menjadi menantu mama, selama ini mama gak pernah meminta apapun dari kalian, tapi kali ini, mama mohon agar Kevin mau mengabulkan keinginan mama”


Sontak Kevin terkejut mendengar ucapan mama


“kenapa secara tiba - tiba mama berlaku seperti ini, apa yang sudah terjadi ?” Ucap Kevin


“Tidak ada yang terjadi, hanya saja mama ingin kamu segera menikah dan memiliki pasangan, apalagi usia kamu sudah pantas untuk menikah, apa kamu gak kasian liat mama sendiri gak ada yang temani, mama kesepian, pingin segera menimang cucu”


Mona merasa tertampar atas ucapan Suci, dia yang sudah hampir dua tahun menikah tapi belum bisa memberikan cucu pada Suci, Mona pun segera beranjak

__ADS_1


“M..maaf... saya mau ke kamar dulu, permisi ma” Ucap Mona pamit dari ruang makan


“Apa yang sudah mama lakukan? Ucapan mana itu sudah menyinggung hati Mona ma ?” Ucap Adrian


“Mama tidak bermaksud menyinggung hati Mona, mama hanya mengutarakan keinginan mama, apa itu salah ? Tapi kalaupun dia merasa tersinggung atas ucapan mama, itu bagus,, kalian sudah hampir dua tahun menikah, tapi sampai saat ini Mona belum memberi tanda - tanda kehamilan, apa ada masalah diantara kalian berdua ?”


“Tidak ada yang salah diantara kami berdua, tapi mama yang terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga aku, aku permisi dulu ma” Ucap Adrian juga beranjak dari ruang makan.


Suci mengelus dada dan menarik nafas dalam lalu menghebuskannya berlahan, sudah lama dia menahan diri untuk tidak berbicara seperti tadi, selama ini dia yang selalu mendapatkan perlakuan buruk dari menantunya itu tapi dia hanya memilih diam, tapi kali ini dia memberanikan diri untuk bicara.


“Ma... ada apa sebenarnya ? Kenapa malam ini mama berbeda, apa yang sudah membuat mama seperti ini ?” Tanya Kevin


“Mama capek Vin, entah pada siapa mama mau mencurahkan Keluh kesah mama selama ini, mama merasa sendiri, gak ada yang peduli, mama juga merasa sudah lelah atas semua ini, rasa - rasanya mama ingin menyusul papa saja, gak ada gunanya mama hidup di dunia ini, maka dari itu, sebelum mama pergi, mama mau kamu menikah dan kalian saling akur dan bekerja sama mengurus perusahaan, hanya kalian yang mama punya” Ucap lirih Suci dengan genangan air mata yang mulai membasahi pipinya yang sudah mulai mengendur dan berkerut akibat termakan usia, namun masih terlihat cantik.


Kevin yang paling tidak bisa melihat wanita menangis, terlebih itu orang yang paling disayanginya, diraihnya tangan Ibundanya.


“Ma... aku gak mau dengar mama ngomong kaya gitu, aku dan Adrian Sayang sama mama, kita gak mau mama pergi, kita masih membutuhkan mama disini, mama jangan sedih, Kevin akan tetap disini temani mama, Kevin janji”


“Jadi gimana dengan perusahaan kamu di London?” Tanya Suci


“Aku akan tetap memegang perusahaan di London, aku akan pantau terus dari sini, mama gak usah khawatir” Ucap Kevin menenangkan


“Ya iyyalah.. mama.. masa Iya punya perusahaan gak pernah diliat, tapi kan aku gak menetap disana, paling cuma seminggu dua minggu aku udah balik sini lagi, mama gak usah khawatir ya, terus jangan mikir yang aneh - aneh, pikirin aja apa yang membuat mama bahagia, untuk urusan perusahaan, biar Kevin dan Adrian yang urus”


“Melihat kamu menikah dengan Joelene juga salah satu yang membuat mama bahagia” Ucap Suci dengan senyuman sambil membelai lembut tangan Kevin yang masih menggenggam tangannya.


“Why not...?” Ucap Kevin.


\*\*\*\*\*


Keesokan harinya, diperusahaan Laksana Corp, tepat pukul 08.00 ruang meeting sudah dihadiri beberapa staff, tak lama Adrian, Suci dan Kevin pun tiba, tak ketinggalan Mona yang juga ikut serta, ingin tau apa yang akan dilakukan mertuanya itu, padahal selama ini dia tidak pernah menginjakkan kaki disana kecuali ada maunya, yaitu meminta cek pada Adrian untuk bersenang - senang.


Adrian membuka rapat pagi itu, terlihat semua yang ada didalam ruangan serius mendengarkan.


“Selamat pagi semua, saya harap semua dalam keadaan sehat, begitu juga keluarga dirumah, maaf kalo kedatangan saya pagi ini mengejutkan saudara - saudari sekalian, apapun tujuan saya datang kesini adalah untuk mengumumkan sebuah pengumuman penting menyangkut perusahaan. Kita semua sama - sama tau keadaan perusahaan sedang tidak baik dan saat ini putra bungsu saya Kevin juga sudah hadir disini untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang kita alami ini. Pagi ini saya mau mengumumkan sebuah pengumuman penting, sebelumnya posisi direktur perusahaan dipegang oleh putra sulung saya Adrian Putra Laksana, mulai hari ini dan seterusnya posisi direktur perusahaan akan digantikan oleh putra bungsu saya, Kevin Putra Laksana” Ucap Suci mantap


Semua yang ada didalam ruangan meeting terkejut, apa yang terjadi hingga Bu Suci mengganti posisi Adrian oleh Kevin.


Ruangan sedikit riuh, raut wajah Adrian terlihat kaget, begitu juga Mona.

__ADS_1


Kevin pun tidak kalah terkejutnya dengan yang lain, karena sebelumnya dia belum tahu akan menggantikan posisi Adrian.


Kemudian Suci melanjutkan pemberitahuannya.


“Untuk posisi CEO akan dipegang boleh Kevin Putra Laksana dan wakil CEO akan dipegang oleh Adrian putra Laksana, tidak ada maksud apapun, saya hanya ingin penyegaran, perubahan kepemimpinan, tidak tertutup kemungkinan suatu saat akan kembali ke posisi awal, terima kasih atas kehadirannya, setelah ini jangan ada yang berasumsi, ini hanya penyegaran, kebetulan putra bungsu saya juga baru pulang dari luar negeri, mungkin ilmu yang dia dapat disana bisa diterapkan disini, mudah - mudahan kita bisa bangkit dari segala keterpurukan ini” Ucap Suci.


Adrian langsung meninggalkan ruangan meeting, tak perduli meeting belum usai, dia langsung masuk kedalam ruangannya, diikuti Mona.


“Sayang... ada apa ini, kenapa bisa begini, kenapa mama mengganti posisi kamu dengan Kevin, apa yang sedang mama pikirkan?” Ucap Mona


“Hufft... entah lah!! Aku juga tidak mengerti jalan pikiran mama, apa mungkin mama mau menyingkirkan aku dari perusahaan ini ?” Ucap kesal Adrian duduk dikursi kebesarannya


sambil melonggarkan dasinya.


“Sayang... kamu gak boleh Terima gitu aja dong,, emangnya mama gak menganggap jerih payah kamu selama ini dalam mengurus perusahaan? Si Kevin datang ke Indonesia malah membuat gaduh”


“Sayang... diamlah!! Kepala ku mau pecah rasanya!!” Ucap Adrian


Mona pun terdiam, lalu mengehempaskan tubuhnya diatas sofa diruangan Adrian.


Sementara itu masih diruang meeting, meeting sudah selesai tapi Suci dan Kevin masih berada didalam ruangan tersebut.


“Ma... apa yang mama lakukan ? Kenapa mama menukar posisi kami ? Apa rencana mama sebenarnya ?” Tanya Kevin


“Tidak ada, mama hanya ingin ada perubahan dalam sistem kepemimpinan, mungkin seluruh staff juga menginginkan demikian, tidak ada yang salah, toh Adrian juga masih tetap bekerja diperusahaan” Ucap Suci


“Memang benar , tapi gimana perasaan Adrian ma ? Selama ini dia yang menduduki posisi tertinggi diperusahaan, kalau mama butuh penyegaran, aku siap membantu perubahan, tapi posisi direktur tidak perlu mama rubah”


“Satu lagi, supaya Mona tidak sesuka hatinya meminta uang, untuk bersenang - senang tanpa mau tahu kondisi keuangan”


“Mama tau darimana Mona seperti itu ?”


“Tanpa kamu beritahu pun mama sudah tau kelakuan Mona selama ini, jadi biar kan saja seperti ini, setidaknya Mona berpikir dua kali bila hendak meminta uang”


“aku jadi tidak enak pda Adrian ma, pasti Adrian menganggap aku yang meminta mama melakukan ini”


“Biarkan saja, tidak perlu kamu pikirkan, nanti malam kita akan melamar Joelene kerumahnya, semua keperluan sudah mama siapkan” Ucap Bu Suci


Kevin sedikit kaget, secepat itu mama mempersiapkan semuanya, hingga Kevin tidak bisa mengelak lagi, dia pun mengikuti kemauan mamanya.

__ADS_1


__ADS_2