Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 93


__ADS_3

Merasa lega karena sudah menceritakan masalahnya dan tujuannya pindah ke kediaman oma tidak lain adalah untuk menjauh dari keluarga suaminya.


“Jadi sekarang apa rencana kamu nak ?” Tanya bude Mieke


“Mungkin jo akan menetap di Bogor, demi menjauh dari mereka, Jo akan mencari kontrakan agar tidak merepotkan bude, oma dan juga pakde, Jo juga akan mencari pekerjaan”


“Kenapa harus mengontrak nak ? tinggal lah dirumah, mana mungkin oma membiarkanmu tinggal sendiri, sementara kamu sedang hamil, pakde mu pun akan marah besar” Ucap Oma yang tidak setuju atas rencana Joelene yang akan mengontrak


“Tapi Jo gak mau menjadi beban dirumah oma, biarlah Jo mandiri, Jo nanti bakal sering main kerumah oma kok”


“Kalau itu oma gak setuju,, apapun ceritanya kamu harus tetap tinggal dirumah oma, kita harus tetap bersama - sama, oma gak mau ada yang menyakiti kamu, cukup sudah penderitaan yang kamu alami selama ini”


“Iya nak, pakde juga akan menolak kalau kamu mengontrak sendiri, rumah oma luas, banyak kamar kosong, Kenapa kamu harus mengontrak” Ucap Mieke


Saat mereka sedang mengobrol, tiba - tiba pakde Aldo datang bersama Ica, mereka baru pulang memancing di sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah.


“Lagi ngobrolin apa sih, kok sepertinya seru banget ?” Ucap pakde sambil menyerahkan hasil pancingan nya pada bude Mieke untuk segera dia olah.


Mieke pun beranjak dari kursinya sambil mengajak Ica untuk membantunya, sementara yang tinggal hanya oma, Joelene dan pakde.


Oma pun menceritakan perihal rencana Joelene yang akan menetap dibogor dan mengontrak dan hal itu di tentang keras oleh pakdenya, walaupun dia belum tau masalah yang dihadapi Joelene hingga membuat dia pindah ke Bogor.


“pakde gak setuju kalau kamu harus ngontrak, kamu akan tinggal bersama pakde, bude juga oma, tidak ada penolakan” ucapnya tegas


Joelene pun tak kuasa menolak, dia pun menurut.


Menjelang sore, mereka sudah bersiap - siap akan kembali ke Bogor, saat barang - barang mereka sudah dimasukkan kedalam bagasi, mereka pun segera berpamitan pada abah dan juga ambuh.


Hari sudah gelap dan mereka pun tiba dihalaman rumah oma, segera menurunkan barang - barang dari bagasi dan memasuki rumah untuk segera beristirahat karena esok akan kembali beraktivitas.

__ADS_1


Saat di kamar, Mieke membuka pembicaraan dengan Aldo suaminya


“Pa... mama kasihan dengan Joelene, dengan usianya yang masih muda, begitu banyak yang sudah dia alami ?”


“Maksud mama, soal dia yang terpisah dengan mommy nya itu?”


“Bukan Cuma itu pa, kemarin sebelum papa pulang memancing, sebelumnya Jo sudah menceritakan semua apa yang telah dialaminya, sebenarnya dia sudah menikah pa”


Wajah Aldo sedikit kaget, karena dia baru mendengar kabar bahwa ponakan Satu - satunya itu telah menikah


“Terus, suami nya kemana ? Suaminya meninggakannya juga, seperti yang dialami mommy nya ?”


Mieke hanya mengangguk membenarkan tebakan suaminya itu, Aldo tampak menghela nafas


“Jadi sekarang suaminya kemana ma, apa dia sudah bercerai ?”


“Suaminya masih tinggal bersma ibunya, dia sudah mengajukan gugatan cerai sebelum dia taunkalau dia sedang hamil, namun saat ini proses perceraiannya belum berlanjut karena dia sedang mengandung” terang Mieke


“Dia berencana untuk menetap di kota ini dan mencari pekerjaan disini, demi menjauh dari mereka yang tidak mengakui kehamilannya”


“Maksud mama, siapa yang tidak mengakui kehamilannya ?” Tanya Aldo


“Mertuanya, bahkan suaminya juga yang awalnya yakin itu adalah anaknya, namun belakangan dia juga ragu akan anak yang di kandung Joelene” terang Mieke


Aldo tampak menghapus kasar wajahnya, merasa kasihan dengan keponakannya itu.


“Apa yang difikiran suaminya itu, kenapa sampai dia tidak mengakui anak tan diam dung jo itu anaknya,apa Joelene pernah berselingkuh ?” Ucap Aldo bertanya - tanya


“Entah lah pa, yang kita harus membantunya, kasihan dia pa, disaat dia membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari suaminya, disaat itu pula mereka meragukan kehamilannya, papa harus bantu dia mencarikan pekerjaan untuknya, dikantor pala mungkin ada lowongan pekerjaan untuk Jo ?”

__ADS_1


“Kalau dikantor papa baru saja kami menerima manager keuangan baru untuk menggantikan manager yang lama yang pindah, nanti akan papa fikirkan ma” Ucap Aldo yang mulai merebahkan tubuhnya diatas kasur untuk segera beristirahat.


*****


Pagi itu semua sudah berkumpul diruang makan untuk menikmati sarapan, dan setelahnya akan melanjutkan aktivitas seperti biasa, pakde Al berangkat bekerja, Ica berangkat sekolah dan Joelene berangkat kekantor.


Sudah dua bulan berjalan Joelene bekerja sebagai staff keuangan disebuah perusahaan milik rekan pakdenya, walaupun perusahaan tempat dia bekerja saat ini tidak sebesar perusahaan tempat dia bekerja terdahulu, Jolene tetap menjalani nya dengan semangat, ditambah lagi dia harus mempersiapkan kelahiran buah hatinya yang saat ini usia kandungannya sudah menginjak dua puluh tiga bulan.


“Jo jalan dulu ya oma” pamit Joelene pada omanya sambil mencium punggung tangan dan pipi omanya, berlanjut pada Bu


Begitu juga Ica sepupunya, juga berpamitan pada oma dan mamanya, mereka berangkat dengan diantar oleh pakde Aldo.


Usai mengantarkan Ica, pakde Al lanjut mengantar Joelene kekantornya.


“Makasi ya pakde, harusnya pakde gak perlu repot - repot antar Jo, jo kan bisa naik ojol, nanti pakde telat kekantor” Ucap joelene sambil berpamitan dan mencium punggung tangan pakdenya


“Kamu ini bicara apa sih nak, kamu itu sama seperti Ica, anak kandung pakde, sudah jangan bicara seperti itu lagi, kamu hati - hati ya nak, kalau ada apa - apa kabari pakde”


“Iya pakde, sekali lagi makasi banyak ya pakde, Jo beruntung berada diantara keluarga uang sangat menyayangi Jo”


“ya sudah nak, kamu kalau butuh apa - apa jangan sungkan ngomong ke pakde ya, pakde jalan dulu” kemudian Aldo pun beranjak dari depan kantor Joelene.


***


Dirumah keluarga Kevin, semenjak Joelene memilih untuk keluar dari rumah itu, Mona sudah kembali pada kodratnya.


Setelah Kevin memutuskan untuk kembali ke Belanda dan perusahaan kembali diambil alih oleh Adrian, Mona kembali pada kebiasaan lamanya, hanya berfoya-foya dengan teman - teman sosialitanya, sementara Suci lebih banyak menghabiskan waktu hanya dirumah menyesali semua yang terjadi yang menyebabkan Joelene pergi.


Seperti hari Ini, usai menikmati sarapan, Suci beranjak ke taman belakang, duduk pada kursi taman dihalaman belakang rumahnya yang sangat asri itu, begitu banyak tanaman berwarna hijau disana hingga sangat menyejukkan mata memandangnya.

__ADS_1


“Apa yang sudah kulakukan pada menantu ku sendiri, pada dia yang pernah kupilih mendampingi putra bungsuku, Yang aku kira dia adalah orang yang tepat, namun aku sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukannya, saat ini aku tinggal sendiri disini? Tak ada seseorangpun yang menemani, kenapa tak kau ambil saja nyawaku tuhan, tak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini, aku tak ingin menjadi beban anak - anakku”


__ADS_2