
Pagi hari, mentari sudah mulai mengintip dari sela - sela tirai yang tidak tertutup sempurna.
Joelene terbangun karena cahaya matahari menyilaukan wajahnya, perlahan dia membuka matanya, kepala nya masih sedikit pusing sisa mabuk kemarin.
Tubuhnya seperti terhimpit benda berat, Joelene merasakan hangat pada ceruk lehernya, saat dia menoleh kebelakang, alangkah terkejutnya Joelene mendapati wajah Kevin tengah tertidur pulas dan menempel pada tubuhnya yang tanpa sehelai pun pakaian.
Matanya seketika terbuka lebar dan bangkit dari tidurnya sambil mengutipi pakaiannya yang sudah berserakan dilantai.
Kevin terbangun lalu membuka perlahan matanya yang masih enggan terbuka.
“Apa yang terjadi semalam, apa yang sudah kau lakukan ?” Tanya Joelene dengan nada terkejut
“Menurut mu ?” Ucap Kevin singkat
“Jawab saja pertanyaan ku!” ucap Joelene dengan nada suara bergetar
“Menurut mu apa yang akan dilakukan sepasang manusia dewasa yang berada Ruangan dan ditempat tidur yang sama?”
Entah kenapa, walaupun dia sangat menginginkan Kevin, tapi Joelene merasa Kevin telah menodainya, padahal jelas mereka sudah menjadi pasangan sah dimata hukum dan agama.
Joelene tak melanjutkan ucapannya, dengan kepala yang masih pusing, ia bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri, Joelene merasa nyeri pada bagian bawahnya dan melihat ada bercak merah pada sprei.
Berdiri dibawah kucuran shower, tubuhnya terasa seperti ditusuk - tusuk sembilu, walau tak begitu sakit tapi cukup mengganggu dikulit.
“Apa yang aku fikirkan, bukankah aku memang menginginkan nya, dan bukankah dia memang suamiku, dia berhak melakukannya, apanya yang salah ? Tapi mengapa aku merasa dia sudah mengambil sesuatu yang berharga dari diriku?”
Gumam hati Joelene dibawah kucuran air, sembari membersihkan diri, air mata nya menetes mengingat apa yang sudah terjadi.
Usai membersihkan diri, dengan masih mengenakan bathrobe dengan rambut tergulung handuk, dia pun berjalan mendekati lemari untuk mengambil pakaian ganti, diliriknya sekilas Kevin yang masih terlelap dikasur.
Kevin terbangun Menghirup aroma sabun yang menyeruak, lalu melihat Joelene yang masih mengenakan bathrobe sedang membuka lemari mengambil pakaian.
Senyum tipis terlihat sekilas pada wajah dingin Kevin, menatapi Joelene yang kepayahan mencari pakaian nya di lemari.
Kevin beranjak dari tempat tidur dan mendekati Joelene
“Butuh bantuan ?” Bisik Kevin dari belakang tepat ditelinga Joelene hingga membuat nya kaget dan merasa geli
“Sini biar aku bantu, gak semua bisa kamu lakukan sendiri, ada kalanya kamu butuh bantuan orang lain” ucap Kevin sambil meraih pakaian Joelene yang tersangkut dilemari pakaian.
Selesai berpakaian, Joelene segera bergegas menuju dapur untuk membuat sandwitch dan segelas susu coklat hangat.
Mungkin dengan meminum susu coklat hangat akan memberi ketenangan dihatinya.
Pagi itu tidak seperti biasanya, Kevin lebih memilih bermalas - malasan Dirumah, padahal sebelumnya dia selalu berangkat pagi - pagi sekali menuju kantornya.
Joelene sedang menikmati sarapannya, Kevin mendekati Joelene, melirik sekilas apa yang sedang dinikmati Joelene.
__ADS_1
“Apa roti itu hanya untuk mu?” Tanya Kevin
Joelene pun segera mengambilkan piring lalu menaruh sandwitch dan membuatkan segelas susu coklat hangat.
Mereka menikmati sarapan berdua di meja makan namun tidak saling bicara.
“Hari ini kau akan kemana lagi ?” Tanya Kevin
“Entahlah, aku sudah tidak punya rencana lagi” jawab Joelene tidak menatap Kevin
“Ikut aku, ke sebuah tempat” ajak Kevin
“Aku akan mencari beberapa oleh - oleh untuk dibawa pulang” ucap Joelene
“Akan aku temani”
“Gak perlu, urus saja pekerjaan mu, aku bisa sendiri kok” tolak Joelene
“Bisa sendiri, lalu pulang dalam keadaan mabuk dan merepotkan ?”
“Dasar manusia es!! Pindah saja kau ke kutub utara sana!! Apa kau tidak tau kalau aku begitu karena ulah mu dan kekasihmu itu!!”
Joelene hanya diam tak berkomentar, namun hati nya ingin meluapkan ke kesalannya.
Ponsel Kevin berbunyi, panggilan dari Leona
“Oh,, iya aku tidak ke kantor hari ini, lagi ada urusan diluar, kamu gak perlu ke apart, nanti kalau urusanku udah selesai aku hubungi kamu ya” Ucap Kevin yang memang sedang malas bertemu dengan Leona
“Baiklah,, take care sayang,, Love you”
“Love you too” jawab Kevin sambil mengakhiri.
Mendengar ucapan Kevin terakhir membuat Joelene berasa mual sekaligus benci, entah kenapa dengan secepat membalikkan tangan, perasaan Joelene ke Kevin jadi berubah muak.
Diraihnya sling bagnya, memakai sepatu flatnya lalu melangkah menuju pintu tanpa berpamitan pada Kevin yang masih sibuk dengan Gadget nya di meja makan.
Kevin tersadar suara pintu dibuka, dia langsung mendekati Joelene sambil meraih kunci mobil yang tergeletak dimeja.
Berjalan beriringan menuju pintu lift dan tanpa berkata sepatah kata pun, dan sepertinya Kevin sudah menularkan virus irit bicara pada Joelene hingga saat ini Joelene PIN malas banyak bicara walau sekedar berbasa - basi.
Sesampainya diparkiran, Kevin membukakan pintu untuk Joelene
“Masuklah,, aku antar kemana pun kau mau” ucap Kevin
Joelene tak menjawab, pun dengan wajah datar tanpa ekspresi masuk kedalam mobil Kevin.
Didalam mobil hening, hanya sesekali terdengar suara klakson mobil, Kevin membawa Joelene ke pusat perbelanjaan oleh - oleh.
__ADS_1
Kevin membawa Joelene untuk berbelanja souvenir dan oleh - oleh.
Tempat belanja di kota Amsterdam yang menarik untuk dikunjungi adalah The 9 Straatjes. Tempat ini berada di tengah jalur kanal di antara Priensengracht dan Singel. Waktu terbaik berkunjung adalah pada akhir pekan.
Ada banyak toko yang menjual berbagai benda dan makanan. Disana banyak ditemukan galeri, butik, maupun toko souvenir yang unik.
Kevin turun yang diikuti Joelene, kemudian Kevin membawa kesalah satu toko langganannya.
“Cari lah disini, mungkin disini ada barang yang ingin kau beli” ucap Kevin lalu dia mengobrol dengan pemilik toko.
Joelene berkeliling didalam toko tersebut, mencari oleh - oleh untuk keluarga nya dan juga keluarga Kevin, ada juga beberapa barang yang didapatnya di toko lain.
Usai berbelanja, Kevin membawa Joelene masuk ke sebuah resto yang lumayan rame pengunjung, lalu mereka duduk.
Kevin memesan makanan dan Joelene mengikut pesanan Kevin karena baginya percuma saja dia membaca buku menu yang tersedia toh menu yang tersedia tidak ada yang cocok dilidahnya yang sangat Indonesia itu, walaupun parasnya tidak jauh beda dengan bule - bule yang berkeliaran di sekitarnya, namun dia memiliki selera berbeda.
Kemudian Kevin membawa Joelene berkeliling canal - canal yang terdapat di Amsterdam.
Sepanjang perjalanan Joelene hanya diam, sesekali dia tersenyum menatap pemandangan yang indah Dihadapannya.
Kevin mulai memperhatikan Joelene, mencuri - curi pandang dan mulai mengagumi Joelene.
“Kalau dilihat - lihat, kamu itu ternyata manis, bukan cantik, tidak bosan dilihat. Gadis mandiri dan mudah bergaul menjadi nilai plus. Walau terkadang terkesan cuek dan masa bodo, sebenarnya kamu itu gadis yang penuh perhatian dan sayang,,,ah”
Terdengar panggilan masuk pada ponsel Joelene, Janet kakak sulungnya memanggil.
“Ya Hallo mba,, ?”
“Jo,, kamu lagi sibuk?”
“Ngga kok mba, emangnya ada apa mba ?”
“kapan rencananya kalian pulang ?” Tanya Janet
“Mungkin besok mba, memangnya ada apa mba ?”
“Emm,,, ini mba mau kasi tau kalau Ayah drop, kemarin Ayah kena serangan jantung, jadi saat ini sedang dirawat Dirumah sakit, ya sudah kalau memang kalian pulang besok, hati - hati ya dek, mba tunggu Dirumah sakit, salam sama Kevin”
”mba,,, mba,, ayah kenapa mba, jadi sekarang gimana keadaannya ?” Tanya Joelene dengan mimik wajah khawatir
“Ayah... ayah dirawat di ICU dek, ya sudah kamu besok pulang hati -hati ya dek” Janet pun mengakhiri panggilan.
Wajah Joelene berubah tegang, usai menerima panggilan dari Janet. Kevin yang melihat perubahan Joelene pun bertanya
“Telpon dari siapa ?”
“Dari mba Janet, Ayah drop dan sedang dirawat Di rumah sakit, aku mau pulang sekarang” ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan meminta perahu yang sedang berjalan untuk segera menepi.
__ADS_1