Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 46


__ADS_3

Mobil Kevin baru tiba Didepan kantor Joelene, Jojo pun segera meraih handle pintu


“Terima kasih udah anterin aku ke kantor” ucap Jojo tanpa menatap kearah Kevin dan dia langsung keluar.


“Nanti sepulang kantor aku tidak bisa jeput” ucap Kevin


“Baiklah aku bisa pulang sendiri kok, kamu hati - hati dijalan ya” Jojo pun langsung keluar mobil.


Ditatapnya mobil suaminya hingga tak terlihat.


“Ya Tuhan, sampai kapan pernikahan kami akan bertahan ? Sepertinya hanya aku yang menginginkan pernikahan ini, sebaiknya aku tidak memupuk rasa ini, agar tidak terlalu sakit nantinya jika suatu saat pernikahan ini benar - benar berakhir”


Joelene pun berjalan masuk kedalam gedung, saat di depan pintu lift, ada yang mencolek bahunya dari belakang.


Joelene menoleh kebelakang, Joelene melihat sosok lelaki muda yang sangat dikenalnya


“Regi....?” Ucap Joelene sedikit berteriak


“Seperti yang aku katakan, aku akan menyusul mba Joelene dan bekerja di gedung yang sama dengan mba” ucap Regi


“Sejak kapan kamu pindah kesini ?”


“Sejak mba cuti dan aku tau kalau mba cuti karena menikah” sambil keduanya melangkah memasuki lift.


“Regi.. Kok gitu sih ngomongnya, aku kan udah bilang kamu itu udah aku anggap temen”


“Sayangnya aku nggak mba, hati dan perasaan ini masih tersimpan untuk mba, makanya aku bertekad ikut tes supervisor dan aku lulus, agar aku bisa kembali sekantor dengan mba”


“Egi... syukurlah kamu lulus, berarti kamu udah buktiin kalau kamu mampu berprestasi, kejar terus karir kamu Gi tapi jangan lupa urusan jodoh, biar sejalan,,” Ucap Jojo memberi semangat


“Mungkin untuk karir aku sedikit demi sedikit sudah aku kejar, namun aku kurang beruntung untuk masalah cinta”


“Duuhh..... sedih banget ceritanya,, hahaha... cep...cep.. jangan nangis gitu dong, mungkin tuhan sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik buat kamu, jadi jangan berhenti ikhtiar sampai ketemu hilal” canda Jojo sambil menepuk pundak Regi.


Jojo memang selalu menggoda Regi, karena dia menganggap Regi itu adik kecilnya, sementara Regi menyalah artikan kedekatan mereka, hingga perasaan itu muncul.


“Waahh... pengantin baru udah masuk, gak honeymoon shay..? Duh... wajahnya juga beda ya, keliatan berseri - seri sekali,, Ehh..Eh... ceritain dong Jo gimana pengalaman MP nya ?” Goda Ella menyambut Kedatangan Jojo


“Au..ah... gelap !!” Jawab Jojo menghindar


“Apa gelap ?? Iyalah masa mau terang - terangan, ya malulah Jo,, hahaha... jadi gimana..gimana... enak gak ?” Kepo Ella


“E..llaa... udah deh!! Berisik aja,, sana gih kerja!!” Usir Jojo pada Ella yang masih berkeliaran diruangan Jojo


“Sensi ammet shaayy!!! Okey kalo kamu masih malu cerita, nanti kalau udah gak, ceritain ya??” Ucap Ella sambil menaik turunkan alisnya menggoda Jojo


E..llaa.....!! Pergi gaak?!” Ancam Jojo sambil mengarahkan vas bunga yang ada dimeja kerjanya.


Dengan tertawa puas, Ella pun meninggalkan ruangan Jojo karena sudah berhasil menggoda sahabatnya itu.


Saat jam makan siang, Jojo meraih ponsel nya, membuka aplikasi pesan singkat, memilih kontak dengan nama MY ICEMAN, nama kontak suaminya.


Sedang mengetik pesan, namun Jojo ragu untuk mengirimnya, dihapusnya kembali, namun kembali lagi dia menulis pesan, masih ragu untuk mengirmkannya, dia terdiam sesaat, hingga akhirnya dia mengirimkan pesan pada suaminya.

__ADS_1


Joelene


“Udah makan?”


Hingga beberapa menit berlalu, pesan yang terkirim belum juga ada tanda - tanda dibaca, kemudian Jojo kembali mengirim pesan


Joelene


“jangan lupa makan ya”


Masih centang dua namun belum berwarna biru pertanda belum dibaca, akhirnya Jojo beranjak menuju ruangan Ella dan mengajaknya makan siang.


Mereka makan siang di sebuah mall yang letaknya tak jauh dari kantor mereka, hanya berjalan kaki saja.


Mereka memilih restauran fast food karena Jojo sedang banyak kerjaan dan harus segera kembali kekantor.


Saat Jojo dan Ella sedang mengobrol, tiba - tiba Regi datang menghampiri meja mereka.


“Boleh gabung makan disini kan ?” Ucap Regi


“Egi,, Sama siapa kesini ?” Tanya Jojo


“Sendiri lah, mau ajak istri orang ntar disangka PEBINOR lagi!”


“Apaan itu PEBINOR?” Tanya Jojo dan Ella


“Perebut Bini orang” Ucap Regi


Joelene dan Ella yang mendengarnya pun tertawa geli, akibat ucapan Regi.


“ya dari aku sendiri lah mba” Ucap Regi


Mereka bertiga pun menikmati makan siang mereka sambil mengobrol dan tertawa lepas.


Sejenak Jojo terlepas dari kekakuan hidupnya selama ia menikah, menghadapi suami yang minim bicara, Jojo merasa serba salah karena pada dasarnya dia orang yang rame, ceria dan suka bercanda, lalu tiba - tiba dihadapkan pada suami yang dingin, cuek dan bicara seperlunya.


Usai santap siang, mereka kembali kekantor dan melanjutkan pekerjaan masing - masing, saat mendekati jam pulang kantor, diraihnya ponselnya, membuka pesan yang tadi siang dia kirim pada suaminya, tidak ada ada jawaban, bahkan belum dibaca sama sekali.


Jojo menghela nafas panjang, lalu mulai membereskan barang - barangnya di meja kerja untuk bersiap pulang.


“Duhh.... pengantin baru bawaannya mau pulang cepat mulu, gini nih kalau baru dapat mainan baru, maunya mainin ituuu... mulu,, Iya deh,,, Yang jomblo minggir” kembali Ella menggoda Jojo


Namun keliatannya Jojo tidak tertarik atas Candaan Ella hingga dia memilih diam dan langsung berlalu meninggalkan Ella.


Sampai diparkir halaman kantor Jojo, Regi sedang bersiap pulang


“Mba dijemput suami ? Mana kok belum keliatan ?” Ucap Regi


“Masi dijalan kali, ya udah kamu jalan gih,, hati - hati ya” ucap Jojo


“Mba yakin gak mau aku temenin ?” Tanya Regi lagi


“Apaan sih Gi!! Disini kan rame, masih banyak yang belum pulang, security juga ada 24 jam, udah kamu pulang gih” Jojo mulai kesal

__ADS_1


“Ok deh!! Jangan marah kali mba, sensi ammat? Aku cabut duluan mba”


“Hemm..” Jawab Jojo singkat.


Kemudian Setelah kantor terlihat sepi, Jojo pun keluar gerbang kantornya berjalan menuju halte yang letaknya diseberang kantor.


Hujan mulai turun, Jojo masih berada dihalte, dipandangnya langit yang mulai gelap namun kakinya masih enggan untuk pulang.


Dipandangnya kendaraan yang bergantian lalu lalang, dia masih betah duduk dihalte tersebut, menikmati hujan disenja hari.


Tiba - tiba sebuah mobil yang berjalan mundur mendekati halte, lalu kaca mobil sisi sebelah kiri terbuka


“Joana,, sedang apa disitu?”


Wajah seseorang yang berada di mobil tersebut tidak begitu jelas, hingga Jojo menoleh kekanan dan kekiri mengira orang tersebut sedang berbicara dengan orang lain, namun tidak ada orang lain selain Jojo yang berada di halte tersebut.


Kemudian pengemudi mobil tersebut turun dari mobilnya dan menghampiri Jojo.


“Joana,, kamu lagi nunggu siapa disini ?” Ucap David pengacara pribadi Tuan Edward


“Em..a..anda kenapa memanggil saya seperti itu Tuan, nama saya Joelene, tapi saya merasa tidak asing dengan panggilan itu” Ucap Jojo


“Jangan panggil Tuan dong, kok aku berasa tua banget,, panggil David saja, aku kan memang dari dulu memanggil kamu dengan panggilan itu Joana alias Joelene Anastasia”


“Apa kita pernah kenal sebelumnya ya, aku juga merasa wajah anda tidak asing Tuan,, Eh... maksud nya David”


“Ayo aku antar pulang, hari sudah hampir gelap, Kevin tidak menjemput ?”


“Tidak dia sedang ada urusan, jadi saya mau pulang naik taksi”


“Kamu kerja disini ya ?” Sambil menunjuk gedung yang berada di seberang halte tersebut


“Iya,, benar”


“Ya sudah,, ayo naik ke mobil, biar aku antar pulang” ajak David


“Tidak perlu biar saya naik taksi saja” tolak Jojo


“Hari hujan, pasti taksi susah di dapat karena orang - orang memilih naik taksi, apalagi ini kan jam pulang kantor, sudah lah tak perlu sungkan, mari aku antar”


David pun membukakan pintu mobilnya untuk Joelene, Joelene pun tak kuasa menolak, dia pun masuk kedalam mobil.


Diperjalanan, Jojo mulai bertanya pada David tentang panggilan namanya yang berbeda.


“David, kamu belum cerita kenapa kamu panggil aku dengan panggilan Joana ?” Tanya Joelene


“Kamu lupa sama aku ? Coba kamu ingat - ingat wajah aku, masa kamu gak ingat sih,, liat lagi deh” Ucap David menghadapkan wajahnya kearah Joelene


Joelene pun menatap wajah David sekilas kemudian wajahnya seperti berfikir.


“Kamu ingat panitia ospek waktu kamu SMU, kamu lagi dihukum gara - gara bekal yang kamu bawa gak sesuai dengan instruksi panitia, jadi kamu dihukum gak boleh makan bekal yang kamu bawa, terus kamu disuruh ngasi bekal kamu ke panitia lain dan harus habis saat itu juga, waktu itu hampir semua panitia menolak karena mereka juga udah pada makan, terus kamu datang ke aku, dengan wajah memelas yang benar - benar kasian banget, wajahnya udah merah terbakar sinar matahari, keringetan, belum makan,, ck...ck.. kesiangan banget deh sumpah” David membuka ingatan Jojo kala itu.


“Ya ampuunn...!! Kak Daaavid, kakak senior yang baik hati, ramah tamah, rajin menabung dan tidak sombong itu, Yang rela menghabiskan bekal yang aku bawa agar aku tidak dihukum meskipun dia udah makan sebungkus nasi padang?” Ucap Jojo sedikit berteriak.

__ADS_1


“That’s right!!” Ucap David David merasa bahagia karena Jojo mengingatnya.


__ADS_2