Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 41


__ADS_3

“Nak Kevin,, apakah nak Kevin mencintai Joelene, sejauh mana rasa cinta nak Kevin kepadanya ?”.


Akhirnya kalimat itu terlontar dari mulut Ayah Jojo pada Kevin.


“Maaf,, kenapa bapak bertanya seperti itu, apakah dengan melamar Jojo tidak cukup untuk membuktikan bahwa saya menginginkan putri bapak ?”


“Mungkin nak Kevin serius menginginkan tapi bisa jadi tidak mencintainya, nak Kevin, Jojo itu putri saya, setiap Ayah ingin yang terbaik untuk anaknya, dalam segala hal, juga sangat tidak rela jika anaknya disakiti dan terluka, maksud saya mengajak nak Kevin bertemu, hanya untuk meminta nak Kevin berjanji, ya berjanjilah pada saya, apapun Yang terjadi nak Kevin tidak akan pernah meninggalkan Joelene?”


Kevin terkejut mendengar ucapan Ayah Joelene, firasatnya seperti ada yang tidak beres.


“Kenapa bapak bicara seperti itu ? Apa ada yang tidak beres ?” Tanya Kevin


Wajah Ayah sedikit berubah mendengar perkataan Kevin, namun dia tetap berusaha tenang.


“Tidak ada, hanya perasaan khawatir seorang Ayah yang akan melepaskan anak gadisnya menjalani rumah tangga”


“Selama Joelene menjadi istri saya, dia akan tetap menjadi tanggung jawab saya” Ucap Kevin dengan nada menekan meyakinkan.


“Ada satu rahasia yang Jojo sendiri tidak mengetahui hal ini dan ini memang sudah saatnya diketahuinya, tapi sebelum dia tau, saya akan memberi tau nak Kevin agar tidak terjadi ke salah pahaman ataupun nak Kevin dan keluarga akan menilai buruk pada Joelene” Ucap Ayah sedikit merendahkan nada suaranya.


“Pernikahan kalian kan tinggal beberapa minggu lagi, ini membuat Ayah tidak tenang dan tidak tau cara menyampaikannya agar tidak terjadi kesalah pahaman,,,sebenarnya... Jojo itu bukan anak kandung saya”


Ekspresi wajah Kevin biasa saja, tidak terlihat kaget atas ucapan Ayah barusan dan Kevin masih tetap mendengarkan.


“Sebenarnya Jojo itu anak sahabat dekat saya waktu Sekolah, dia juga bukan anak haram dia anak dari hasil pernikahan yang sah secara agama, hanya saja kedua keluarga tidak merestui hubungan mereka” terang Ayah


“Jadi sekarang, kedua orang tua Joelene berada dimana ? Tanya Kevin


“Saya juga tidak tau sekarang dia berada dimana, sejak hari dia menitipkan Jojo kepada saya, sejak itu pula saya kehilangan kontak, sempat beberapa kali saya mencarinya, namun kedua orang tuanya juga tidak tau dimana keberadaan putrinya itu”


Ayah menepuk lembut lengan Kevin yang kemudian berucap


“Saya mohon nak Kevin, jangan berfikiran buruk tentang Joelene, dia tidak bersalah, hanya keadaan saja Yang tidak memihak padanya, saya sangat menyayanginya seperti anak kandung saya sendiri dan saya mohon pada nak Kevin, setelah dia mengetahui kebenaran ini nak Kevin jangan pernah menganggap buruk pada Jojo”


“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu, terima kasih atas informasi nya” Ucap Kevin sambil berpamitan untuk kembali kekantor.


Diperjalanan menuju kantornya, ponsel Kevin berdering, panggilan dari mama, diraihnya headset dan menyambungkan pada ponsel pintarnya.


“Ya Hallo ma,, ada apa ?”


“Vin,,, kamu lagi dimana, nanti sore sepulang kantor kamu jeput Joelene ya, terus kalian bareng ke butik langganan mama tempat mama memesan baju pengantin kalian, katanya sudah selesai, jadi kalian diminta fitting dulu, mana tau ada yang kurang enak bisa langsung diperbaiki” terang mama


“Ok ma, nanti aku akan hubungi Joelene” ucap Kevin kemudian mengakhiri.


Kevin pun me ngirim pesan pada Jojo.


Kevin


Nanti sore aku jeput dikantor, mama meminta kita untuk fitting baju


Joelene

__ADS_1


Baik,,, tapi tidak usah menjemput, kita ketemu langsung disana, share aja lokasinya


Kevin


baik


Kemudian Kevin pun mengirimkan lokasi butik yang dimaksud mamanya.


Begitulah isi pesan mereka, tidak ada basa basi apa lagi kata - kata manis selayaknya sepasang kekasih, meski Jojo memiliki rasa pada Kevin namun dia malu untuk menunjukkan nya, dia memilih diam dan memendam.


Sore hari sepulang kerja, Jojo langsung beranjak menuju butik yang dimaksud, tepat pukul 17.30 Jojo tiba, terlihat mobil Kevin sudah terparkir diarea parkir butik tersebut.


“Maaf,, membuat menunggu” Ucap Jojo yang menghampiri Kevin


“Tidak masalah, aku juga baru tiba” Jawab Kevin, kemudian mereka melangkah beriringan masuk kedalam butik tersebut.


“Selamat sore, mas dan mba nya, ada yang bisa dibantu ?” Ucap seorang pelayan toko yang berperawakan lelaki namun berkelakuan seperti wanita, memakai lipgloss dan foundation juga tak ketinggalan bulu mata anti prahara.


“Sore.. kami kesini mau fitting baju pengantin” Ucap Kevin datar, yang membuat si pelayan toko yang seorang shemale itu semakin gemas padanya.


“Owhh... baiklah,,, atas nama siapa ya ganteng kalau boleh tau ?” Tanyanya pada Kevin dengan genit dan tak hentinya tersenyum tersipu pada Kevin.


Jojo melihat tingkah sang pelayan toko pada Kevin hanya tersenyum dikulum, tak berani mengeluarkan suara apalagi berkomentar.


“Atas nama Kevin” Ucap Kevin singkat yang mulai jijik atas tingkah shemale tersebut.


“Sebentar ya sayang,,,” jawabnya sambil menggulirkan jari jemarinya Yang lentik itu pda layar Android.


Kevin hanya menjawab dengan anggukan cepat.


“Baiklah sayang, ayo ikut kedalam, ohya.. ini pengantin wanitanya ya ? Uh... polos sekali seperti mayat bernyawa... hayuukk”


Ucapnya mengomentari penampilan Jojo yang apa adanya, tanpa polesan make up, begitulah Jojo, dia memang kurang tertarik bermake up, polesan make up saat pagi dia berangkat kerja, tidak akan pernah terjadi touch up sampai jam pulang kerja.


Didalam ruangan khusus untuk Pelanggan khusus pula, seorang wanita paruh baya, usianya kira - kira 50 an, menghampiri Kevin dan Joelene


“Kevin..? Putranya Ibu Suci Laksana ?” Ucap wanita tersebut sambil memperkenalkan dirinya pada Kevin


“Saya,,, Anne,, panggil saja saya bunda Anne atau Bunda saja, ini pengantin wanitanya ?” Ucap Anne mengarah dan meraih tangan Joelene.


“Benar tante.. Eh.. bunda Anne, saya Joelene” Jawab Jojo


“Cantik dan ganteng ya,, ayo mari langsung masuk keruang ganti”


Jojo mengikuti langkah Anne masuk kedalam ruangan tempat berganti pakaian, Kevin memilih duduk disebuah sofa nyaman sambil meraih ponsel dari saku jasnya dan memeriksa beberapa pesan singkat dan email.


Tak lama, Jojo keluar dari ruang ganti yang diikuti Anne yang merapikan baju sebelah belakang Jojo.


“Gimana mas Kevin, mba nya cocok kan pakai yang ini? Ini seri terbaru yang khusus saya buat untuk pernikahan anak dari sahabat saya Suci” terang Anne, lalu meminta Jojo untuk berputar didepan Kevin.


Kevin terperangah, melihat Jojo Memakai gaun pengantin itu, terlihat sangat cocok ditubuhnya yang tinggi semampai, pilihan warna krim dengan taburan batu permata berwarna kuning kecoklatan pada bagisn dada membuat kecantikan Jojo semakin terpancar walau tanpa polesan make up.

__ADS_1


“Ya,,” jawabnya singkat lalu kembali menatap ponselnya


“Kok komentarnya Cuma itu sih, Ahh,,, pasti masih malu - malu ya,, hahaha...” goda Anne sang designer.


Setelahnya, bergantian, Kevin masuk keruang ganti dan mencoba setelan jas yang akan dikenakannya.


Terlihat semakin tampan, dengan setelan jas berwarna senada dengan dasi berwarna coklat disesuaikan dengan warna batu permata yang ada di gaun Joelene.


Kemudian ibu Anne meminta keduanya berdiri berdampingan didepan kaca.


“Wahh.... cantik dan ganteng ya,, serasi sekali” Ucap Anne.


Jojo menatap kagum pada Kevin lalu segera membuang pandangan nya kearah lain.


“Bunda benar, dia memang terlihat tampan dengan setelan jas yang dikenakan nya, aku sangat menyadari itu bahkan semakin tampan sejak mata ini pertama kali menatap kearahnya bun”


Setelah ada beberapa bagian yang akan diperbaiki dan bunda Anne berjanji dalam Satu minggu ini akan clear dan mereka diminta untuk datang kembali untuk final fitting.


Diperjalanan pulang menuju rumah Joelene, Kevin diam tak banyak bicara, hingga mereka tiba didepan pintu gerbang rumah Joelene


“Makasi udah anterin, mau singgah dulu ?” Tawar Jojo yang diyakininya Kevin tidak akan bersedia, hanya sekedar berbasa basi.


“Tidak Terima kasih, istirahatlah” Ucap Kevin, kemudian Jojo turun dari mobil dan Kevin kembali melajukan mobilnya di jalan beraspal.


\*\*\*\*\*


Esok adalah hari pernikahan Joelene dan Kevin, Ayah juga sudah meminta Jannet dan Jennifer untuk menginap dirumahnya.


Usai santap malam, mereka berkumpul diruang keluarga sambil bersenda gurau dan menggoda dua cucu kembar nya anak dari Jannet dan Adam.


Setelah lelah bermain dengan kedua cucunya dan kedua anak kembar itu sudah beranjak kekamar tidur.


Ibu, Jannet, Adam, Jennifer, Frans dan Joelene, semua anggota keluarga diminta Ayah berkumpul diruangan itu.


“Ayah meminta kalian semua berkumpul disini, ada satu hal penting yang ingin Ayah sampaikan”


“Ayah mau nyampein apa, kok keliatannya serius banget” Ucap Jenny


“Iya,, ada apa yah ? Ada masalah ?” Ucap Jannet


“Tidak ada masalah, hanya Ayah ingin menyampaikan kebenaran yang sudah lama Ayah pendam, agar besok kalian semua tidak bertanya- tanya, malam ini Ayah akan menjelaskan semua”


“Apa sih Yah? Kok Ibu jadi deg - degan deh” Ucap Ibu melihat mimik wajah ayah yang sangat serius.


“Baiklah,,,, besok Joelene akan menikah, semua anggota keluarga kita disini menyambut baik dan sangat bahagia karena hari itu akan tiba, tak terkecuali Ayah, seorang Ayah bahkan sangat bahagia melihat putri kecilnya akan melangkah ke gerbang pernikahan, dunia baru yang akan dilaluinya bersama pasangan hidupnya” kalimat Ayah terjeda, Ayah menyusun kata


“Pastinya seorang Ayah akan menikahkan putrinya, Sama seperti halnya saat ayah menikahkan Jannet dan Jennifer,, namun esok hari saat joelene akan menikah, Ayah tidak bisa menikahkannya”


Seluruh keluarga masih belum mengerti maksud dari ucapan Ayah


“Maksud Ayah ? Kenapa Ayah tidak bisa menikahkan Jojo ?” Tanya Jenny

__ADS_1


“Karena,,,karena Jojo bukan putri kandung Ayah”.


__ADS_2