Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 97


__ADS_3

Janet tak mengira ternyata selama ini pernikahan Joelene serumit itu, dalam benaknya Joelene baik - baik saja, apalagi setau Janet saat awal - awal pernikahannya dulu, ibu mertuanya begitu sangat menyayangi Joelene, hingga Janet yakin adiknya itu akan bahagia.


“Jadi kamu kesini mau mengurus perceraian kamu ?”


“Nggak lah mba, Jo kesini itu karena kangen Ibu, mba dan mba Jeje, sebenarnya sebelum kesini itu Jo udah mengajukan permohonan Jo ke pengadilan dan masih dalam proses, do’a in lancar ya mba”


“Mba cuma berdo’a yang terbaik buat kamu dan Alvin dan harus kamu ingat, sekarang kamu nggak sendiri, kamu udah punya Alvin, kamu juga harus memikirkan masa depan Alvin”


“Pasti mba, saat ini Alvin segalanya buat Joelene, Jo akan berusaha jadi Mommy terbaik untuk Alvin walau tanpa Ayahnya”


“Tapi Alvin itu juga butuh vigur seorang Ayah Jo, kamu harus fikirkan itu” ucap Janet mengingatkan


Joelene hanya mengangguk mendengar ucapan Kakaknya Janet, memang benar adanya apa yang diucapkan kakaknya, namun untuk saat ini mungkin Alvin akan cukup bahagia dengan hanya mendapat kasih sayang dari Ibu nya.


Keesokan harinya, Joelene berencana pergi dengan Ica dan Alvin ke sebuah mall, mereka akan membawa Alvin bermain di arena bermain terbaru di mall tersebut, Janet awalnya hendak ikut membawa Alvin bermain, namun siang itu dia ada praktek di polyklinik sebuah rumah sakit, hingga hanya Joelene dan Ica saja yang pergi.


Oma, pakde dan bude memang tidak menyukai udara mall, selain dingin tidak baik untuk kesehatan tubuh juga kantong Ucap pakde.


Dengan menumpangi taksi yang dipesan Joelene, mereka pun tiba di pintu utama mall terbesar itu.


Alvin terlihat sangat antusias memasuki arena bermain yang begitu luas dengan beraneka permainan didalamnya, hingga Ica kewalahan mengikuti langkah Alvin.


Joelene hanya memperhatikan sambil sesekali merekam aktivitas putra nya dan sepupunya itu.


Ica sudah terlihat kewalahan, Joelene pun menggantikan Ica, agar Ica beristirahat, kali ini Alvin mengajak Joelene bermain Mini basket.


Keduanya terlihat bersemangat, terlebih Alvin yang sangat bersemangat memasukkan bola kedalam keranjang.


“Mommy... ayo semangat..!! Biar kita menang!!” Alvin berteriak menyemangati mommy nya.


Setelah selesai memasukkan bola kedalam keranjang, mereka berdua bersorak gembira kemudian toss ala mereka dengan menyatukan kedua telapak tangan mereka, kemudian saling menyentuh hidung kemudian bergaya ala cowboy yang baru saja meniup senjatanya dengan berdiri saling membelakangi.


Keduanya terlihat kompak, tertawa bahagia, Joelene beberapa kali mencium pipi putra kesayangannya itu merasa gemas.

__ADS_1


Terlihat dari kejauhan ada sepasang mata yang tak lepas memperhatikan mereka, terlebih tatapannya selalu terrtuju pada Alvin putra Joelene.


Wanita itu menatap dengan mata berkaca - kaca, seperti pernah melihat sosok mungil itu, hingga dia terus memperhatikan.


Wanita itu adalah Suci, Suci yang merasa wajah bocah kecil yang sedang bermain dengan Joelene itu begitu sangat lekat di masa lalunya.


Joelene, Ica dan Alvin pun keluar dari arena bermain itu, dengan saling bergandengan sesekali Alvin yang aktif itu bergelantungan dengan tangan Joelene dan Ica, dia terlihat senang sekali bisa bermain dengan mommy dan onty Ica kesayangannya.


Kemudian ketiganya terlihat masuk ke sebuah restauran cepat saji yang sangat digemari anak - anak, terlebih didalamnya ada arena bermain buat anak - anak.


Setelah memilih posisi yang dekat dengan arena bermain agar Joelene bisa mengawasi Alvin yang sedang bermain.


Tak lama, Ica sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan, Joeene memanggil Alvin untuk makan.


Terlihat Alvin sangat lahap sekali menikmati makanan pavorit nya itu, pipi cubby yang terisi dengan nasi menambah gemas siapa pun yang memandangnya saat makan.


“Sayang... pelan - pelan nak, nanti bisa terserah kalau makannya buru - buru begitu” Ucap Joelene sambil membersihkan mulut Avin yang belepoten


Karena posisi mereka berada dipinggir yang berbatasan langsung dengan dinding kaca transparan, hingga membuat pengunjung leluasa memandang kearah luar, begitu juga dari luar bisa dengan jelas melihat kedalam restauran.


Tak terasa air mata menetes membasahi pipi Suci, dihapusnya perlahan, ingin rasanya dia mendekat, namun rasa gengsi membuat nya mengurungkan keinginannya, tapi tatapannya tak ingin terlepas dari Alvin.


“Apa dia cucuku? Wajahnya memang mirip sekali dengan Kevin, bahkan tingkah nya persis Kevin waktu kecil, apa yang sudah kulakukan, mungkin kah dia memang benar - benar cucuku, Yang sudah tidak kuakui selama ini ?”


Usai menyantap makanan mereka, Joelene pun beranjak hendak kekamar mandi.


“Alvin.. mommy mau kekamar mandi dulu, kamu tunggu disini sama onty ya, jangan kemana - mana, ok ?” Ucap Joelene


“Ok mommy,,!!” Jawab Alvin sambil mengacungkan jempolnya


Joelene pun beranjak menuju kamar mandi, saat joelene pergi, Alvin yang aktif mulai mengedarkan pandangannya keluar restauran melalui dinding kaca transparan, kemudian pandangannya tertuju pada sosok wanita yang duduk diseberang sana, menghadap kearah mereka sambil tersenyum.


Alvin terdiam, menatap dari kejauhan karena wanita diseberang itu sedang tersenyum padanya dan melambaikan tangannya pada Alvin.

__ADS_1


“Onty,, lihat itu ada oma - oma senyum ke kita, apa onty kenal ?”


Ica pun mengarahkan pandangannya kearah jari - jari Alvin yang menunjuk ke luar restauran.


“Tidak sayang,, onty tidak kenal, mungkin dia salah orang”


“Tapi dia dadah ke aku onty, liat deh..!” Ucap Alvin meyakinkan Ica.


Ica pun kembali menatap kearah wanita Yang dimaksud Alvin.


Ica pun melihat wanita itu sedang tersenyum dan melambaikan tanganya, Ica pun membalas senyuman wanita itu dan tak lama Joelene pun kembali.


“Mommy..mommy.. tadi ada oma - oma duduk disana senyum ke aku, sini deh Mommy biar aku tunjukin orangnya!” Ucap Alvin antusias.


Joelene mengikuti arah pandangan yang di tunjuk Alvin, namun Joelene tidak menemukan siapa pun.


“Yang mana sayang, kok Mommy gak liat apa - apa ?”


“A..daaa... Mommy, tadi tuh oma - oma itu duduk disitu tu, dia Liatin kesini terus dadah - dadah ke Aal sambil senyum”


“Iya tapi mana sayang...? Ya udah mungkin oma itu gemes liat Aal, liat pipi bapao, perut kasur terus matanya belok mirip ikan mas koki” goda Joelene sambil mencubit pipi anaknya yang menggemaskan.


“Bener mba, tadi emang ada ibu - Ibu yang liatin kesini sambil dadah ke Alvin dan tersenyum, tapi Aku gak kenal mba” Ucap Ica menambahkan


“Ya udah.. yok kita pulang, yangyut, kakek dan nenek pasti udah nungguin, let’s go!!”


“Let’s go Mommy, let’s go onty!!” Sambil menggandeng tangan Mommy dan onty nya, mereka pun berjalan menuju pintu keluar mall tersebut.


Sampai ketiganya keluar gedung mall tersebut, baru lah Suci keluar dari persembunyian nya, ditatapnya punggung ketiganya, rasa sedih mengalir dihatinya, masih ingin berlama - lama menatap wajah mungil yang sangat mirip dengan putranya Kevin sewaktu kecil.


“Aku yakin dia memang cucuku,, semua yang ada di diri anak kecil itu sama persis seperti putra bungsuku Kevin waktu seusia dia, ya Tuhan.. beri jalan agar aku bisa bertemu kembali dengan cucu hamba”


Dalam hati Suci berharap agar dia dipertemukan lagi dengan anak kecil yang diyakin adalah cucunya.

__ADS_1


__ADS_2