Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 28


__ADS_3

Terdengar suara panggilan pada ponsel Jojo, panggilan dari kakaknya Janet


Jojo


“ Iya mba, ada apa ?”


Janet


“ Hallo dek,, lagi sibuk ?”


Jojo


” nggak kok mba, memangnya ada apa mba ?”


Janet


“ Weekend ini kamu pulang kan dek ?”


Jojo


“ memang ada apa mba ? Rencananya sih pulang”


Janet


“ kalau bisa kamu pulang ya dek, soalnya Ayah lagi kangen banget nih sama kamu”


Jojo


“ tumben Ayah suruh mba nelpon Jojo, biasanya juga Kalau kangen Ayah nelpon langsung, memangnya ada apa dengan Ayah mba ?”


Janet


“ ya udah pokoknya kamu pulang aja deh, Ayah gak nelpon kamu langsung karena takut ganggu kamu kerja, mungkin kamu lagi sibuk banget, pokoknya kamu pulang ya, udah dulu ya dek, besok hati - hati dijalan”


Janet pun mengakhiri panggilan ponselnya.


Keesokan harinya bertepatan hari jum’at, usai jam kerja Jojo pun bergegas merapikan meja kerjanya dan bergegas turun kelantai satu.


“Sore Mba Joelene,, buru - buru amat, mau kemana sih ?” Sapa Regi diruang pantry yang menyatu dengan tangga menuju lantai dua saat melihat Jojo turun.


“Sore Gi, iya nih mau pulang”


“Aku antar ya mba?”


“Eh... gak usah,, aku bukan pulang kerumah, aku tuh mau pulang kerumah orang tua ku, aku takut ketinggalan bis terakhir” ucap Jojo sambil berjalan menuju pintu utama yang diikuti oleh Regi


“Loh... kok Tumben pulang mba, memangnya ada yang urgent ?” Tanya Regi kepo


“Kalau pulang kerumah orang tua itu kudu ada yang urgent gitu ?”


“Yah... ya nggak juga sih, tapi firasat aku mengatakan pasti ada yang urgent nih, biasanya kan mba ogah pulang takut ditanya in Kapan Kawin ?” Goda Regi


“Ih.... terserah deh kamu anggap apa, stop ngikuti aku ya” kesal Jojo


“Aku temenin nungguin bus Didepan mba, ntar mba digodain cowok - cowok lo!”

__ADS_1


“Sakkarep mu lah Gi!!” Ucap Jojo yang terus berjalan keluar gedung kantornya.


Joelene biasa menunggu bis untuk pulang Didepan kantornya, karena biasanya bis melintas Didepan kantornya.


Joelene pun sudah berada dipinggir jalan raya, hendak menyeberang jalan, namun inilah salah satu kelemahan Joelene, dia paling takut menyeberang jalan, walaupun Didepan ada zebra cross, tapi tetap aja Jojo maju mundur ragu - ragu saat menyeberangi jalan, hingga akhirnya Regi datang menjadi penyelamatnya.


Regi pun menuntun Jojo menyeberang jalan raya yang sore itu terlihat sangat padat, karena sudah jam pulang kerja dan juga menuju akhir pekan.


Dengan santai Regi berjalan menyeberangi jalan raya, Jojo pun mengikuti iringan langkah Regi sambil menarik lengan kiri kemeja Regi.


“Tuh kaan.. apa aku bilang,, mba pasti butuh bantuan aku, aku temenin yah ? sampai rumah orang tua mba”


“Gak perlu,, aku bisa sendiri lagi!! Udah ah sana pulang, ntar dicari in nenek kamu lagi”


“Ya udah aku temenin nungguin bisnya aja ya mba, biar mba gak kesepian” ucap Regi tak menyerah


Jojo pun tak menjawab dan hanya memilih diam, dia sibuk memperhatikan bis yang berseliweran, namun tak satupun bis yang akan di tumpanginya melintas.


Hingga tiga puluh menit berlalu, akhirnya bis yang ditunggu pun tiba, namun kondisi bis nya sudah sangat tua, seluruh body sudah terlihat berkarat akibat termakan usia.


Regi sedikit ragu melihat kondisi bis tersebut, namun Jojo memaksa untuk menaiki bis tersebut karena ini adalah bis terakhir.


“Mba yakin mau naik bis ini ?” Tanya Regi


“Yakinlah!! Mau nunggu bis yang mana lagi Gi, ini tuh bis terakhir, udah setengah jam kita nungguin tapi gak ada yang lewat kecuali ini, udah ah.. jalan dulu ya” ucap Jojo sambil memberhentikan bis tersebut lalu menaikinya.


Saat naik, Regi memperhatikan Jojo bergantian dengan Bis yang di naiki Jojo, kemudian dia berucap,


“Hati - hati ya mba, I Love You mba Joelene” sambil melambaikan tangannya kearah Jojo.


Selama diperjalanan Jojo sedikit merasa ngeri, karena sopir bis yang mengendarainya ugal - ugalan, ditambah lagi kondisi bis yang memang sudah sangat tidak layak jalan, hingga menambah kengerian Jojo namun dia tidak punya pilihan lain, demi sang Ayah yang katanya kangen padanya hingga dia pun memaksakan pulang sore itu juga.


Tubuh Jojo terkadang terhuyung kekanan, lalu ke kiri, namun tiba - tiba terdorong kedepan, membuat isi perutnya meronta ingin keluar, namun ditahannya.


Saat Didepan ada tikungan tajam ke kiri, namun sopir bis tetap melaju kencang, ketika Didepan ada mobil yang berjalan pelan, bis yang ditumpangi Jojo akan mendahului mobil yang ada didepannya, namun pada saat bersamaan dari arah berlawanan, muncul truck pasir yang melaju sedikit kencang, hingga sopir bis yang membawa Jojo pun membanting setir kekiri, namun nahas, setir bis tersebut terlepas, hingga sang sopir tidak bisa mengendalikan bisnya, sopir tersebut pun melompat keluar melalui pintu, sementara para penumpang sudah histeris menjerit ketakutan, Jojo terdiam menyaksikan kejadian Didepan matanya, tanpa begeser sedikitpun dari kursinya, hingga terasa ban depan bis tersebut menabrak gundukan tanah karena sedang ada galian pipa air, lalu para menumpang yang dibelakang terlempar kedepan bis, sementara Jojo terlempar kesisi kiri dan menindih seorang Wanita.


Keadaan gaduh, ada yang menjerit histeris, ada yang merintih, ada yang menangis dan ada juga yang meringis, namun Jojo masih terdiam dengan posisi tubuh terlentang dan menindih tubuh seorang Wanita.


Jojo baru tersadar setelah wanita yang berada dibawah tubuhnya merintih


“Mba,,, tolong berdiri, saya tertimpa tubuhnya mba” ucap wanita tersebut


Sontak Jojo pun berdiri, dan langsung membantu wanita yang tubuhnya tertindih tadi.


Semua penumpang sudah keluar dari bis nahas tersebut, semua dalam keadaan selamat, hanya luka - luka ringan saja, Jojo hanya sedikit memar pada dahi kiri dan lecet pada tangan kanannya.


Para penumpang pun terlantar menunggu bantuan, mereka terduduk di sisi jalan sambil memeriksa luka - luka yang mereka alami.


Jojo pun meraih ponselnya, kemudian membuka nomor kontak seseorang yang ada di ponselnya


“Hallo Gi,, kamu bener Gi,, setir bis nya lepas dan sekarang bis nya kecelakaan” ucap Jojo


“Hah... apa mba,, mba kecelakaan dimana ? Mba apanya yang luka mba ?” Tanya Regi khawatir


“Aku gak apa - apa Gi, cuma sedikit shock aja, tapi udah gak apa kok”

__ADS_1


“Mba sekarang dimana, aku susul kesana ya ?”


“Udah gak perlu, bentar lagi bantuan juga datang kok, aku gak apa Gi, udah ya” ucap Jojo lalu mematikan panggilannya.


Namun Regi terlihat uring - uringan tak tenang, hingga dia berniat menyusul Jojo.


Sementara itu, Jojo dan penumpang lainnya masih menunggu bis bantuan yang menjemput mereka, Jojo pun duduk ditepi jalan.


Tiba - tiba sebuah mobil sport berhenti tepat disebelah Jojo, kemudian pengemudinya pun turun menghampiri Jojo


“Kamu gak apa - apa ?” Tanya pengemudi tersebut


Jojo terkejut mendengar ada suara bariton yang sangat dekat terdengar, lalu dia pun mengangkat kepalanya yang tadinya tertunduk dan melihat sosok yang berbicara padanya tadi.


“Hahhh... iiya... gak apa” jawab Jojo gugup melihat sosok tampan Dihadapannya, sosok yang tak asing


“Gak apa gimana, itu tangan dan dahi kamu terluka” kemudian pengendara mobil sport tersebut masuk kedalam mobilnya dan mengambil kotak P3K.


Pria tersebut pun membersihkan luka ditangan dan dahi Jojo dengan perlahan, sementara penumpang lain sudah berangkat menaiki bis bantuan.


“Aw...shh....”


“Tahan sedikit, memang agak perih, biar lukanya gak infeksi” ucap pria itu.


Setelah selesai diobati, kemudian pria itu bertanya pada Jojo.


“Kamu tadi penumpang bis itu kan, kamu mau kemana ?” Tanya nya


“Iiya... aku mau pulang kerumah orang tua ku di kota X”


“Oh... berarti kita satu tujuan, ayo aku antarkan” ajak pria itu


“Nggak usah, biar aku sama penumpang lain aja, sebentar lagi juga bis nya datang kok” tolak Jojo


“Penumpang lain, penumpang yang mana ?”


Jojo pun melihat di sekitarnya, sudah tidak ada lagi penumpang yang bersama dia tadi.


“Loh... mereka semua kemana ?” Tanya Jojo


“mereka sudah dari tadi pergi, ya sudah ayo aku antar, kebetulan kita searah” ucap pria itu sambil membereskan kota P3K nya


Jojo pun beranjak dari duduknya dan masuk kedalam mobil pria tersebut.


Hai..hai..para reader...


berhubung masih lebaran kan ya, author mau ngucapin,


Selamat hari Raya Idul fitri bagi yang merayakannya dan


Mohon maaf lahir bathin, author mohon maaf belakangan ini jarang up karena kesibukan author menyambut lebaran juga mempersiapkan mudik lebaran yang lumayan jauh, harus melewati 3 provinsi.


Terima kasih untuk para reader yang masih setia mengikuti karya author yang masih banyak kekurangannya ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, agar author makin semangat up nya, kalau mau kasi ide, saran atau kritikan juga boleh kok, apalagi kasi hadiah, like dan di favorit in, author sangan berterima kasih sekali🙏🏻😊.


Salam,

__ADS_1


La Shakila 🌷


__ADS_2