
Joelene yang belum menyadari kepergian Kevin, dia pun mulai mencari - cari Kevin, di bukanya ruangan khusus tempat Kevin beristirahat jika dia malas pulang ke apartemen tapi tidak menemukannya.
Lalu dia beralih ke depan pintu kamar mandi, diketuknya pintu namun tidak ada jawaban, Joelene meraih handle pintu dan membukanya, tidak ada Kevin disana.
Joelene berjalan keluar ruang kerja Kevin, hanya ada Jullian yang sedang membaca surat kabar di meja ruang tunggu yang berada didepan ruangan Kevin.
“Hei Tuan Jully, dimana Bos mu ?” Tanya Joelene pada Jullian namun Jullian tidak menggubris, dia terus fokus membaca.
“Hei.. mister Jully,, apa Kau budeg?” Ucap Jojo kesal karena tak di peduli kan
“Hellow... apa ada orang disini??!” Ucap Jojo sedikit menaikkan suaranya
Lalu Jullian menepiskan surat kabar Yang dibacanya tadi kemudian berucap
“Nona bicara pada saya ?” Tanya Jullian
“Memangnya Kau pikir Sama siapa lagi, hanya ada kita berdua di ruangan ini” Ucap Jojo kesal
“Oh... Nona bicara apa tadi ?” Tanya nya balik
“Oh tuhan... ternyata dia memang budeg ya, bagaimana bisa Iceman seorang pengusaha memiliki asisten yang minim pendengarnnya seperti ini,, hadeeww!!” Keluh Joelene
“Where you’re big boss ?” Ucap Joelene
“Ohh.. lagi ada pekerjaan bertemu klien”
“Hah...? Ketemu klien,,? Sejak kapan urusan pekerjaan kamu tidak di ikut sertakan, padahal selama ini kalian itu seperti permen karet yang menempel di bawah meja sekolah, selalu ada”
Jullian hanya mengangkat bahunya menandakan tidak tau, kemudian melanjutkan membaca koran.
Lalu Joelene berjalan menuju pintu lift, Jullian pun mengikuti Joelene
“Nona mau kemana ? Pesan tuan Kevin Nona harus tetap tinggal disini sampai dia kembali”
“Oh tuhan!! Betapa membosankannya honeymoon bohongan ini!! Masa sih aku harus duduk manis diam aja nungguin dia pulang, sementara diluar sana banyak pemandangan bagus, banyak tempat yang harus aku datangi dan banyak kuliner yang wajib aku cicipi, kenapa aku harus membuang waktu ku percuma hanya duduk diam disini, sudah, kemarikan ponselmu”
“Untuk apa Nona ?”
“Cerewet banget ya!! Sini pinjam dulu!!” Pinta Joelene sedikit memaksa
Dengan ragu Jullian memberikan ponselnya pada Joelene, lalu dia meminta Jullian membuka password nya.
“Nona mau apa dengan ponsel saya ?”
__ADS_1
“Berisik!! Nih.. ambil.. aku udah save nomor ponselku disitu, kalau Kevin mencariku, hubungi saja nomorku, ok.. Selamat bersantai” Ucap Joelene sambil melambaikan tangannya lalu dia meraih kaca mata hitam pada slingbag nya.
“Let’s go babe..” Joelene berucap sambil mengenakan sunglassnya, entah kemana dia akan berjalan namun setidaknya dia bisa keluar dari kantor Kevin dan menikmati liburan ala - ala honeymoon nya.
“Nona Joe, anda mau kemana? Pesan tuan Kevin anda harus tinggal di kantor jangan kemana - mana, Nona mau apa biar saya belikan” Ucap Jullian sambil masih mengikuti langkah Joelene yang tertinggal jauh dibelakang.
“Stop...!! Jangan ikuti aku! Pulang sana, aku mau menikmati udara negeri kincir angin sendiri dan jika Bos mu mencariku, hubungi saja nomor ku diponselmu” lalu Joelene pun melangkah santai sambil tersenyum dan mengedarkan pandangannya mencari tempat yang ingin ia datangi, Jullian terhenti, dia pun kembali kekantor.
Dengan kaki jangkungnya, Joelene melangkah mengelilingi kota, menikmati udara musim panas yang begitu segar bercampur aroma bunga - bunga yang bermekaran.
Joelene berjalan cukup jauh, tak tau kemana tujuannya, dia hanya mengikuti langkah kakinya, hingga akhirnya dia tiba ditepian kanal kota Rondvart ditatapnya kapal - kapal yang berlalu lalang.
Didepan persis tempat Joelene berdiri menikmati bangunan kuno yang masih terjaga, dilihatnya banyak terparkir sepeda dengan berbahan ukuran.
Joelene mendekat kesana, dengan berbekal Bahasa Inggris yang ia miliki, Joelene pun bertanya apakah sepeda - sepeda itu untuk disewa.
Pemiliknya mengiyakan lalu Joelene pun memilih aaah satu dari sepeda itu, pilihannya jatuh pada sepeda yang biasa digunakan wanita - wanita disana dengan keranjang yang berada didepan.
Setelah sepakat dengan harga sewa nya, Joelene pun mulai mengayuh sepedanya, sesekali dia berhenti di spot - spot yang bagus lalu mengambil foto pemandangan juga berselfi ria.
Setelah lelah mengayuh sepedanya, lalu berhenti didepan sebuah caffe out door, dia pun memesan secangkir kopi dan cheesecake yang begitu menggodanya.
Joelene pun memilih meja untuk dia duduki, dia pun mulai menikmati kopi dan cakenya, sambil mengedarkan pandangan menikmati kota yang indah, bersih dan sangat nyaman baginya.
“Andai saja ini benar - benar honeymoon, ini pasti sangat menyenangkan sekali, menghabiskan waktu menikmati kota indah ini bersama orang yang kita cintai, berjalan kaki sejauh apapun tentu tidak akan melelahkan jika bersama orang terkasih”
Hingga posisinya tepat dan benar apa yang dilihat, Joelene melihat Kevin yang sedang berbicara serius dengan seorang wanita muda, berparas cantik, feminin dan terlihat wanita berkelas.
Joelene tak mengambil pusing dengan apa yang dilihatnya, mungkin itu Clien yang hendak ditemuinya tadi seperti apa yang dikatakan Jullian.
Joelene pun pergi meninggalkan tempat itu melanjutkan perjalanannya mengelilingi tempat - tempat indah lainnya.
Sampai wsktu senja tiba, Joelene masih belum kembali, hingga Kevin kembali kekantornya.
“Jullian, kemana dia ?”
“Maaf Bos, tadi Nona memaksa untuk keluar dan dia tidak mau saya ikuti, katanya dia ingin berjalan - jalan disekitar sini, saya akan mencarinya bos” Ucap Jullian takut
“Sudah tidak usah, biar aku telpon” Ucap Kevin sambil meraih ponselnya menghubungi Joelene.
Joelene yang sedang berada di pasar bunga
“Kamu dimana ?” Ucap Kevin dengan suara bariton nya.
__ADS_1
“Aku di Bloemenmarkt” Jawab Joelene sedikit takut karena sudah pergi tanpa seizin Kevin
“Tunggu saja disitu, jangan kemana - mana” ucapnya lalu mengakhiri.
Joelene mulai takut, nada suara yang terdengar sepertinya Kevin marah karena pergi tanpa izinnya.
Joelene sudah tidak bisa menikmati bunga - bunga yang ada disana, fikirannya sudah terganggu akan kemarahan Kevin nanti.
Entah kenapa, Joelene yang pemberani tidak takut pada siapa pun jika bertemu Kevin, nyalinya lenyap begitu saja ketika wajah kevin berada dihadapannya.
Kevin sudah berada di sekitar bloemenmarkt, mencari - cari Jolene diantara bunga - bunga tulip yang dijajakan.
Hingga pandangannya terhenti pada sosok gadis dengan gaun bermotif bunga dengan rambut pirang panjang ikal tergerai dengan topi summerhat berwarna coklat muda dengan aksen pita ditengahnya berdiri diantara bebungaan beraneka warna.
Kevin tersenyum tipis, sambil berjalan kearah wanita itu, Joelene yang sedang berdiri diantara bunga tulip beraneka warna yang juga mencari - cari sosok Kevin, hingga akhirnya Kevin sudah berdiri dihadapannya.
“Darimana saja ? Kenapa pergi tanpa izin ?” Ucap Kevin dengan nada dingin
“A..aaku bosan, aku ingin jalan - jalan” Ucap nya terbata.
Tak menanggapi ucapan Joelene, Kevin terus berjalan menuju parkiran mobilnya yang diikuti Joelene dari belakang.
Didalam mobil, Kevin diam tak berbicara, Joelene pun tak ingin memulai pembicaraan karena dia telah melakukan kesalahan pergi tanpa izin suami.
Kevin menghentikan mobilnya didepan sebuah restauran, sepertinya dia sudah biasa berada disana.
“Kau lapar kan, kita makan dulu baru kemudian pulang” Ucap Kevin sambil membuka handle pintu dan keluar.
Joelene pun keluar dari mobil mengikuti langkah Kevin memasuki restauran.
Setelah mereka memilih tempat duduk, pelayan datang untuk menyerahkan menu.
Joelene tidak tau harus makan apa, karena semua yang tertera tak Satu pun dikenalnya. Hingga akhirnya Kevin membantu memesankan makanan untuk Joelene.
Makanan yang mereka pesan pun tiba, mereka mulai melahap tanpa ada obrolan disela - sela nya.
“Hai Kev... sama siapa?”
Ucap seseorang yang mendekat kemeja mereka.
“Hai.. Le.. ini kenalin Joelene” Ucap Kevin memperkenalkan Joelene pada Leona yang menyapa.
“Joelene..”
__ADS_1
“Leona,, senang bertemu kalian,, ohya.. Kev,, aku duluan ya,, mari Joelene” Ucap Leona
Terlihat tatapan Kevin tak lepas dari sosok Leona yang baru saja berlalu meninggalkan mereka, terlihat dari tatapannya masih menyimpan harap pada gadis itu.