
Joelene sudah berada didalam kereta menuju Bogor, dimana Mommy nya, Ayah dan om Joko dulu bersekolah di salah satu SMU disana.
Dalam fikirannya campur aduk, antara mencari Ibu kandungnya dan nasib pernikahannya.
“Memang sesuatu yang dipaksa itu tidak akan berakhir baik, aku tidak bisa terus begini, hanya aku yang ingin bertahan” dalam hati berkata - kata.
Beberapa jam kemudian, Joelene sudah tiba distasiun tujuan, berjalan keluar dari pintu stasiun kereta dan memesan ojol, agar lebih gampang jika menaiki ojol, fikirnya.
Ojol yang membawa Joelene sudah memasuki sebuah kompleks perumahan, satu persatu mereka memperhatikan nomor yang tertera.
Setelah sampai di tujuan mereka, Joelene pun turun sambil menatap sekeliling rumah.
Rumah dua lantai dengan model arsitektur Eropa, yang terdapat banyak jendela kaca lebar agar udara leluasa masuk kedalam rumah.
Bunga anggrek bergelantungan diteras depan, menambah cantik penampilan rumah tersebut, pagar rendah yang berdampingan dengan pagar hidup berjenis boxwood yang subur terlihat padat menambah keasrian dihalaman rumah tersebut.
Joelene memasuki halaman rumah yang terlihat sepi, lalu memencet bel yang berada disebelah pintu utama.
Dua kali Joelene memencet, namun belum ada tanda - tanda dari dalam, hingga ketiga kalinya Joelene memencet bel, barulah terdengar suara langkah kaki mendekat dan membuka pintu.
“Cari siapa ya?” Ucap suara gadis kecil dengan rambut berponi panjang sebahu dengan kulit putih bersih, hidung mancung dan memiliki lesung pipi yang begitu indah, diperkirakan usianya kurang lebih 11 atau 12 tahun.
“Apa benar ini rumah Ibu Clara Yovanka Anastasia ?” Tanya Joelene
Gadis kecil itu terlihat bingung mendengar nama yang diucapkan Joelene, tak lama keluar seorang wanita paruh baya dari dalam
“Siapa Ca..?” Tanya wanita itu sambil menatap kearah Joelene yang disambut Joelene dengan anggukan dan tersenyum.
Wanita paruh baya itu menatap Joelene dari ujung rambut hingga ujung kaki, mencoba mengenalinya,namun dia tidak mengenal Joelene sama sekali.
“Adek ini mau cari siapa ya ?” Ucap wanita itu sambil tersenyum keara Joelene
“Ibu apa benar ini rumah Ibu Clara Yovanka Anastasia ?” Ucap Joelene
Wajah wanita paruh baya itu langsung berubah ketika mendengar Joelene menyebutkan nama itu.
“Adik ini ada urusan apa mencarinya ? Mari masuk dulu” ucapnya mempersilahkan Joelene masuk
Lalu mereka duduk diruang tamu, furnitur klasik namun terlihat cantik dan terawat, terasa nyaman berada didalamnya.
Wanita paruh baya itu menyuruh gadis kecil itu membuatkan minum untuk Joelene.
“Sebenarnya saya datang kemari mau mencari wanita yang bernama Clara Yovanka Anastasia itu, apa Ibu mengenalnya ?”
“Apa hubungan nak...?” Ucapan wanita itu terhenti
__ADS_1
“Joelene bu, panggil saja saya Joelene”
“Iya.. nak Joelene ini ada urusan apa dengan Clara ?”
“Saya mencarinya karena.... saya mencari Ibu kandung saya” ucapnya dengan wajah sendu
“Ibu kandung nak Joelene ? Maksudnya nak ?”
“Jadi begini bu, saya dititipkan Ibu Clara pada sahabatnya waktu SMU, dia sedang memperjuangkan hak saya, tapi saya tidak tau apa itu, sebelum Ayah angkat saya meninggal dunia, dia menceritakan semuanya dan kini saya mau mencarinya, ingin bertemu dengannya”
Wanita paruh baya itu terdiam menyimak cerita Joelene, kemudian dia menarik nafas dan menghembuskannya berlahan.
“Memang benar ini adalah rumah orang tua Clara Yovanka Anastasia, tapi sejak menikah dia sudah tidak tinggal disini lagi dan kami tidak tau dia berada dimana saat ini”
“Maaf... Lalu Ibu sendiri hubungannya bagaimana dengan Ibu Clara?”
“Saya... saya istri dari kakak sulungnya, lebih tepatnya lagi saya saudara iparnya”
“Berarti Ibu itu bude saya ?”
“Iya benar nak” jawab Mieke istri dari saudara laki- laki Mommy nya.
Mata Joelene berkaca - kaca, walau baru bertemu dengan ipar Mommy nya tapi dia sangat bahagia, merasa perjuangannya mulai menunjukkan hasil.
“Kamu tau nak, pakde dan bude mencari kamu kemana - mana, tapi kami tidak menemukan kalian, namun akhirnya tuhan mendatangkan kamu kerumah ini, pakde pasti senang sekali” Ucap Mieke masih berekaca - kaca.
Joelene tak kalah terharunya, yang ada dibenaknya ketika dia bertemu dengan keluarga Mommy nya adalah penolakan karena pernikahan Mommy yang tidak mendapat restu dari keluarga.
“Maaf bude, sekarang pakde ada dimana ? Dan kalau opa atau oma ?” Tanya Joelene
“Kalau pakde sedang bekerja, opa sudah meninggal sejak sebelum mommy mu menikah, kalau oma.. oma ada disini nak, dia pasti senang bertemu dengan kamu, ayo bude antar”
“Apa oma tidak membenci Mommy bude ?” Tanya Joelene sedikit takut bertemu oma, mengingat mommynya Yang diusir dari rumah oma karena pernikahan yang tidak direstui.
Bude tak menjawab, dia hanya tersenyum dan meraih tangan Joelene dan membawanya masuk keruang belakang.
Diruang belakang terdapat teras yang dihalamannya terdapat kolam ikan koi warna - warni, dengan gemericik pancuran kecil.
Rumah yang begitu nyaman dan sejuk, terdapat aneka tanaman paku - pakuan.
Terlihat seorang wanita tua yang sedang duduk menghadap ke kolam, dengan memangku Wadah makanan ikan, sesekali ia melemparkan butiran - butiran kecil itu kearah kolam, dia belum menyadari kehadiran Joelene.
“Ma.. ada tamu mau ketemu mama” Ucap bude
Wanita tua yang sedang duduk dikursi yang berbahan rotan itu kemudian menoleh kearah mereka
__ADS_1
“Siapa Ke ?” Tanya wanita yang tak lain adalah oma Joelene
Kemudian Mieke meraih pundak Joelene kemudian membawanya kedepan oma.
Oma menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki, dia Sama sekali tak mengenal wanita muda yang ada dihadapan nya itu, hingga dahi nya berkerut mencoba mengingat, namun gagal, kemudian dia pun menggeleng pelan.
Mieke tersenyum lembut, kemudian dia berucap lembut
“Ini cucu mama” Ucap Mieke
“Cucu ?” Tanya nya lagi merasa tak mengenal
“Iya ma,, ini cucu mama, dari anak perempuan mama” terang Mieke
Wajahny berubah kaget, menatap kearah Joelene lalu bergantian menatap ke arah Mieke menantunya
“Anak perempuan mama... Clara Yovanka Anastasia” Ucap Mieke
Seketika matanya berkaca - kaca, bibirnya bergetar seperti ingin berucap namun tak mampu.
Joelene pun menunduk mendekat, meraih tangan omanya kemudian menciumnya.
Seketika butiran bening dari sudut mata oma menetes membasahi pipi
“Ka..Kau.. cu..cu ku.. be..nar be..gi..tu..?” Ucap oma terbata
Joelene mengangguk lembut yang juga sudah meneteskan air mata, kemudian keduanya berpelukan meluapkan rasa rindu yang selama ini terpendam.
Tangisan oma pecah saat Joelene berada dipelukannya, dia tak menyangka bakal bertemu cucu yang pernah dipeluknya itu dan kini kembali berada dipelukannya.
“Kalian kemana saja, mana Ibu mu nak ?” Tanya oma
Joelene tak langsung menjawab, dia hanya terdiam sambil menyeka air mata.
Hai para readers..
maaf author tidak bisa menepati janji beberapa hari belakangan ini, karena kesibukan author🙏🏻
Author akan usahain sebisa mungkin minimal up Satu bab sehari, tapi manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan lah yang menentukan.
Terima kasih buat semua Yang masih tetap setia ngikutin dan juga ngasih like, vote, komen dan hadiahnya, semoga kalian selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah, Aamiin🤲🏻🙏🏻
Salam,
La a Shakila 🌷
__ADS_1