Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 37


__ADS_3

Diperusahaan milik keluarga Laksana, Kevin sedang sibuk memeriksa semua berkas keuangan diperusahaan bersama dengan Manager keuangan, sementara Adrian tidak dilibatkannya.


Kevin mengurut dahinya, sambil membaca semua laporan yang diserahkan oleh Hendra sang Manager keuangan.


“Pak Hendra, kenapa terlalu banyak uang keluar untuk yang tidak jelas keterangannya ?” Tanya Kevin


“Maaf pak, saya hanya menjalankan instruksi pak Adrian, ada beberapa kali transaksi yang nilainya cukup besar yang dikeluarkan oleh pak Adrian, saya bisa apa pak?”


“Pak Hendra harusnya bapak meminta keterangan untuk apa uang sebesar itu dikeluarkan dan harus ada tanda terima yang sah, tidak bisa main serah - serahkan aja pak, walaupun dia sebagai CEO disini, tapi bapak wajib tau untuk apa dana sebesar itu dikeluarkan, kalau tidak jelas begini, bapak juga bisa di tuduh terlibat pak, walaupun menurut pengakuan bapak, bapak tidak ada terlibat sama sekali, bapak kan yang mengeluarkan dananya atas persetujuan Adrian”


“Iya maaf pak Kevin, saya tidak berani mencegahnya, waktu itu, Ibu Mona datang ke kantor dan langsung menemui bapak Adrian, tak lama pak Adrian meminta saya mengeluarkan cek sebesar itu lalu diserahkan pada Ibu Mona pak” terang Hendra


“Sudah kuduga!! Baiklah pak, bapak bisa kembali keruangan bapak, biar saya cek lagi semua transaksinya, nanti kalau ada yang mau saya tanyakan saya akan menghubungi bapak, silahkan lanjutkan pekerjaan bapak” ucap Kevin


Hendra pun pamit kembali keruangannya, dengan gugup berjalan menuju pintu keluar ruangan Kevin.


Kevin semakin geram melihat kelakuan kakaknya yang tidak becus mengurus perusahaan papanya itu, ditambah lagi ulah Mona yang selalu berfoya - foya, tak perduli keadaan keuangan perusahaan sedang carut - marut.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 18.00, Kevin masih bergelut dengan berkas - berkas dan monitor laptopnya, terdengar suara panggilan masuk pada ponsel Kevin, muncul nama dan foto wanita yang paling disayanginya


“Hallo ma,, ada apa ?”


“Vin,, kamu kok belum pulang kantor nak? Banyak pekerjaan ?”


“Ini Kevin udah mau jalan pulang ma, memangnya kenapa ma ?”


“Mama gak ada temen Dirumah, kamu makan malam Dirumah ya ?”


“Iya... ini Kevin udah mau pulang kok, sebentar ya ma”


“Baiklah nak, hati - hati dijalan” pesan Suci pada putranya itu.


Tak menunggu lama, Kevin pun tiba dirumah, bu Suci dan Jojo yang sedang ngobrol diruang tengah pun menyambut kedatangan Kevin.


“Akhirnya yang ditunggu datang juga, mama juga nyuruh Jojo datang, biar kita bisa makan malam bareng, ohya.. nak,, kamu udah tau belum kalau nak Joelene sekarang udah pindah tugas disini ?”


“Mmm... iiya.. udah tau ma, barusan mama yang ngomong”


“Hemm... kamu itu ya, jangan cuek begitu dong, perhatian dikit la, cewek itu kan sukanya diperhatikan, ya kan nak Joelene ?”


Joelene hanya tersenyum menanggapi ucapan Bu Suci, Jojo yang memang sedari awal sudah kagum pada sosok Kevin yang ternyata adalah putra dari Ibu Suci yang sudah lebih dulu dikenalnya.


“Ya sudah... kita langsung makan aja ya, ntar nak Joelene kemalaman pulangnya, mari nak Joelene” ajak bu Suci pada Jojo menuju ruang makan.


Di meja makan, hanya mereka bertiga, sedang Adrian entah kemana, juga Monalisa istrinya yang sedari sore tadi sudah pergi.


Sebelum Kevin kembali ke Indonesia, Bu Suci menjalani hari - harinya hanya sendiri, walaupun mereka tinggal bertiga dalam satu atap, tapi seperti tidak ada tanda - tanda kehidupan didalamnya, ditambah lagi tingkah Mona yang merasa berkuasa Dirumah mewah tersebut semenjak Adrian menggantikan almarhum Ayahnya untuk mengurus perusahaan, hingga Bu Suci kerap kali mendapatkan perlakuan kurang sopan dari menantunya itu.


Selesai santap malam, mereka mengobrol sejenak diruang keluarga, Kevin banyak diam, dia lebih fokus menatap Gadgetnya, mengecek laporan perusahaan nya di London.


“Kalau begitu Jo pamit pulang ya bu,sudah malam, lain kali Jojo main kesini lagi” pamit Jojo sambil mencium tangan Bu Suci


“Oh... iya nak,, biar diantar Kevin ya nak, Vin antar Joelene pulang ya” Kevin tidak menjawab namun dia langsung bangkit dari duduknya tanda dia bersedia mengantar Jojo pulang.

__ADS_1


Diperjalanan menuju rumah Jojo, kali ini Jojo yang lebih banyak diam. Kevin yang sesekali melirik kearah Jojo langsung membuka percakapan.


“Mulai kapan kamu kembali bertugas disini ?”


“Baru efektif hari ini kok” jawab Jojo singkat


“Oh... jadi kamu menjabat sebagai apa ?” Tanya Kevin


“Saya bagian keuangan” jawab Jojo


“Bagian keuangan itu kan ada bagian - bagiannya lagi ya, kamu dibagian mana nya, staff kah atau Manager keuangan ?”


“Manager keuangan, tapi saya masih baru kok” ucap Jojo, Kevin hanya mengangguk menanggapinya.


Terasa canggung karena mereka lebih banyak diam, suara musik di mobil pun tidak dinyalakan, hingga suara detakan jantung Jojo nyaris terdengar.


Jojo tidak menyangka akan sedekat ini dengan pria yang pernah mencuri perhatiannya beberapa kali di tempat yang berbeda.


Sesekali diliriknya kearah Kevin yang fokus menyetir, entah kenapa sejak pertama kali melihat Kevin di lobby pusat perbelanjaan yang bertabrakan dengan wanita paruh baya lalu dengan sigap membantu sang wanita mengumpulkan belanjaan nya yang berserakan, ditambah lagi saat jogging didaerah puncak, waktu itu Jojo sedang ada kegiatan kantor, lagi - lagi Kevin sudah mencuri perhatiannya kala Kevin membantu seorang kakek mendorong sepeda ontelnya yang tidak sanggup melalui jalan menanjak yang sarat akan hasil kebun hendak dijajakan kepasar, itu kali kedua Jojo melihat Kevin dan entah karena kebetulan atau memang mereka berjodoh, Jojo dipertemukan kembali dengan Kevin didalam lift sebuah apartemen mewah, Jojo yang sedang menangis sesegukan akibat ulah Tomy orang yang dikenalkan Frans suami Jennifer, Kevin yang juga berada dalam lift tersebut memberikan sapu tangannya pada Jojo untuk menghapus air matanya.


Tiga momen itu tergambar jelas dalam ingatan Jojo, hingga beberapa kali wajah Kevin hadir dalam mimpinya, yang membuat Jojo tidak pernah lupa akan tatapan dan sikap dingin Kevin namun sangat ringan tangan membantu orang tua yang membutuhkan.


“Sudah sampai” Ucap Kevin memecah lamunan Jojo


“Eh...iya.. maaf,, kamu gak mampir dulu ?” Tawar Jojo


Kevin sedikit menimbang - nimbang, menatap kearah teras rumah Jojo, disana Ayah Jojo sudah menunggu kepulangan Jojo.


“Baiklah..” Ucap Kevin


Jojo diam beberapa saat didalam mobil, tak lama Kevin langsung meraih handle pintu dan keluar dari mobil, Jojo pun segera keluar dari dalam mobil.


Jojo berjalan didepan Kevin, lalu menyapa Ayah yang sedari tadi memang sudah duduk menunggu diteras.


“Ayah... jo pulang” Ucap Jojo sambil mencium tangan Ayahnya


“Kok kamu lama pulangnya nak, banyak kerjaan ya, Sama siapa ?” Tanya Ayah yang sedari tadi sudah kepo pada pria yang mengantarkan putrinya itu


Kevin mengangguk dengan wajah tak berekspresi lalu meraih tangan Ayah


“Selamat malam pak, saya Kevin temannya Joelene” Ucap Kevin yang disambut anggukan oleh Ayah.


“Oh...Iya.. nak Kevin silahkan duduk” Ayah lalu mempersilahkan Kevin duduk.


“Jo,, buat minum dong, masa ada tamu gak disuguhi minum, sebentar ya nak Kevin” Ucap Ayah dan Kevin hanya tersenyum tipis.


Jojo pun masuk kedalam rumah menyiapkan minuman untuk Kevin dan Ayahnya.


Ayah pun mulai menginterogasi Kevin, perihal hubungannya dengan Jojo.


“Nak Kevin,, sudah lama kenal Joelene ?”


“Baru pak, baru beberapa minggu”

__ADS_1


“Begitu,, kenal Jojo dimana ?”


“Dirumah” jawabnya singkat


“Dirumahnya siapa, rumah Jojo apa nak Kevin ?” Tanya Ayah memastikan, karena jika jawaban Kevin dirumah Jojo kenapa sampai lolos dari pantauan Ayah, pikirnya.


“Dirumah Mama saya pak”


“Oh.. begitu,, rumah mama nak Kevin dimana ?” Tanya Ayah semakin dalam


“Di jalan cempaka pak”


“Jadi nak Kevin kerja dimana ?”


“Saya bekerja di Laksana Corp”


“Wah.. perusahaan besar itu nak, pemiliknya dulu saya kenal, tapi sekarang sudah meninggal dan digantikan oleh putranya ya” ucap Ayah


“Jadi nak Kevin berapa bersaudara ?”


“Dua pak”


“Hanya dua ? Sepi dong dirumah, nak Kevin anak ke berapa ?” Pertanyaan Ayah semakin dalam, seperti layaknya orang tua yang menginterogasi teman lelaki yang akan melamar putri kesayangannya.


“Saya anak kedua” jawaban Kevin singkat, dia mulai tidak nyaman atas pertanyaan Ayah Jojo yang sudah mulai pribadi.


“Begitu.. jadi anak bungsu, kalau kakaknya nak Kevin sudah menikah ?”


“Sudah”


“Wah... Jadi nak Kevin kapan rencananya akan menikah ?” Pertanyaan Ayah semakin membuat Kevin terganggu


Lalu Jojo muncul sambil membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa cemilan, saat berjalan keluar Jojo sempat mendengar Pertanyaan Ayah yang menurut Jojo mulai nyeleneh


“A..yah... kepo banget deh,,!” Ucap Jojo sambil meletakkan dua cangkir di meja.


“Silahkan diminum nak Kevin” Ucap Ayah mempersilahkan.


Jojo pun duduk diantara mereka untuk mengawasi pertanyaan Ayah yang semakin membuat Kevin tidak nyaman.


Kevin langsung mensesap minumannya, setelah itu langsung berpamitan pada Ayah dan Jojo


“Saya pamit pulang dulu pak, terima kasih, permisi” Ucap Kevin


“Baiklah nak, terima kasih sudah mengantarkan Jojo, hati - hati dijalan” Ucap Ayah.


Saat kevin sudah pergi, Jojo mulai ngomel pada Ayahnya


“A..yaah... kok nanya nya begitu banget sih,, baru juga ketemu nanya nya udah sejauh itu, jadi gak nyaman kan dia” Ucap Jojo


“Ah... masa begitu aja gak nyaman sih, Ayah rasa itu pertanyaan yang wajar”


“Itu kalau Ayah tanyak sama Pacar Jojo”

__ADS_1


“Lah... jadi dia itu siapa,, bukan Pacar kamu ?”


Jojo pun menggeleng pelan, sambil menggigit bibirnya dan tersenyum meringis.


__ADS_2