
Sore itu, Joelene janji bertemu dengan Ella di sebuah mall terbesar dikota itu.
Joelene tiba lebih dulu, mereka berencana nonton bioskop, Joelene melihat jam di pergelangan tangannya, kemudian mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, mencari sosok yang sejak tadi ditunggu karena film yang akan mereka tonton segera dimulai.
Dari kejauhan, samar - samar Joelene melihat gadis yang tidak asing baginya, sedang berjalan setengah berlari mendekat kearahnya.
“Sorry - sorry Jo !! Kita belum telat kan ? Film nya belum mulai kan ? Huffht... aku ketiduran tadi,, maaf..” ucap Ella sambil mengatupkan kedua tangannya di dada dan memasang wajah sedih.
Joelene yang sejak melihat Ella berjalan setengah berlari tadi sudah memasang wajah kesal dan memanyunkan bibirnya
“Kebiasaan!! Nyaris telat!! Ayo masuk” ajak Joelene sambil melangkah masuk kedalam studio.
“Sorry.. namanya juga ngantuk! Sensi amat sih neng, udah kaya emak - emak beranak satu ah!!” Oceh Ella, Joelene tak mengacuhkannya.
**
Selesai nonton, mereka pun mampir ke butik langganan mereka sebelum akhirnya mereka makan malam di sebuah caffe didalam mall tersebut.
Sedang asyik menikmati makanan yang mereka pesan, sambil sesekali bercanda tawa, tiba - tiba Kevin datang menghampiri meja mereka.
Sebelumnya Kevin memang sedang berada di Mall tersebut, hanya sekedar mengunjungi karena Perusahaan Laksana Corp merupakan salah satu pemegang saham dipusat Perbelanjaan tersebut dan tanpa sengaja Kevin melihat Joelene memasuki restauran tersebut, dia pun mengikuti mereka.
“Joe.. bisa kita bicara?” Ucap Kevin
Joelene dan Ella pun saling pandang, Kevin menatap kearah Ella seperti memberi pertanda, kemudian Ella pun tau diri, dia pun memilih pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
“Jo, aku balik duluan ya, takut kemalaman” ucap Ella
Kini hanya mereka berdua, Joelene semakin tidak nyaman berlama - lama.
“Apalagi yang mau kamu bicarakan, bukankah semua sudah jelas, kita bercerai dan kamu bebas bersama perempuan itu, deal kan?”
“Joe,, izinkan aku menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya”
“Aku tidak ingin mengetahui yang sebenarnya, tanda tangani surat gugatan perceraian itu dan kamu bebas melakukan apa pun” ucap Joelene dingin
__ADS_1
“Baiklah,.. tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan, kenapa kamu pergi dari rumah mama, apa yang terjadi antara kamu dan mama?”
“Tanyakan saja pada Ibu Suci, aku tidak berhak untuk menjawab” Joelene berucap sambil mengalihkan tatapannya
Kevin menghela nafas kasar, merasa usahanya ingin menjelaskan yang sebenarnya sia - sia, Joelene bahkan tak mau menatap wajahnya, apalagi mendengar alasannya.
“Baiklah.. mari aku antar pulang, hari sudah malam” tawar Kevin
“Sayang... mau ngantar siapa, aku cari - cari kamu ternyata disini”
Tiba - tiba terdengar suara wanita yang sangat dikenal Kevin, siapa lagi kalau bukan Leona.
Ekspresi wajah Kevin terkejut, tidak menyangka Leona akan menyusulnya ke Indonesia bertepatan saat dia bersama Joelene, Kevin tak berucap sepatah kata pun.
Sambil meraih lengan Kevin manja, Dengan tatapan mengintimidasi Joelene yang ada dihadapannya, Leona menatap dari ujung rambut sampai ke ujung kaki Joelene semua tak luput dari pandangannya.
“Sayang... dia siapa.. kau tidak berniat mengenalkan aku padanya ?” Ucap Leona manja sambil menempel ditubuh Kevin.
Joelene menatap jengah dan jijik melihat tingkah Leona yang menempel pada Kevin, dia tak mau berlama - lama
Bayangan saat Leona yang menempel manja ditubuh Kevin menari - mati di pelupuk matanya saat didalam taksi yang mengantarkannya, tapi dia bersyukur atas kehadiran Leona diantara mereka, karena dia bisa segera pergi menghindari Kevin yang berniat mengantarkannya pulang, dia tidak mau Kevin tau dimana tempat tinggal Joelene saat ini juga dimana dia bekerja saat ini, Joelene benar - benar ingin menjauh dari Kevin.
Sementara itu didalam mobil Kevin, Leona masih saja menempel manis di lengan Kevin meskipun kevin sedang fokus menyetir.
“Kenapa menyusul ku?” Tanya Kevin Pada Leona
“Kenapa.. kamu gak suka ?”
“Bukan begitu, kenapa tidak memberi tahu terlebih dahulu, aku kan bisa menjemput dibandara” Ucap Kevin berkilah
“Bohong..!! Kamu pasti sengaja pulang ke Indonesia tidak memberi tahu aku supaya kamu bebas menemui wanita tadi kan? Siapa dia, Selingkuhan kamu kan ?”
Kevin mengalihkan sekilas pandangannya yang tadinya fokus kejalan menatap ke arah Leona, kemudian kembali fokus kedepan.
“Kenapa diam? Berarti benarkan, tadi itu selingkuhan kamu, aku udah curiga, kamu tuh sering tiba - tiba pulang ke Indonesia tanpa memberi tahu aku terlebih dahulu, padahal perusahaan kamu kan di Belanda Kenapa harus sering - sering ke Indonesia!” Ucap Leona sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
“Kenapa kamu nuduhnya seperti itu, dia bukan selingkuhan aku”
“Terus kalau bukan selingkuhan apa namanya ? Pergi makan berduaan, Yang lebih nyebelin tuh,, pas dia mau pergi tadi, Eh... sempat - sempatnya dia nubrukin body nya ke aku, Ihh.. gak level banget sih aku sama dia, liat aja penampilannya itu, standard,, gak ada modis - modisnya sama sekali, barang yang dia kenakan juga biasa aja, no branded gitu, kok bisa sih kamu kenal cewek kaya dia ? Kalau dia benar selingkuhan kamu, duhh... benar - benar selera kamu udah down to earth sayang... masa iya sih aku di samain sama cewek seperti itu.. haduww.. bisa rusak reputasi aku seorang model dan pengusaha fashion ini.. aku gak bisa bayangin!” Oceh Leona, membuat Kevin ingin menutup telinganya.
Kevin pun segera mengantarkan Leona ke sebuah hotel berbintang.
“Kamu nginap disini aja ya” ucap Kevin sambil keluar dari mobilnya.
“Kemanapun asal sama kamu aku mau kok, biar si wanita murahan itu gak bisa dekat - dekat kamu” Ucap Leona
“Maaf Le.. aku gak bisa menginap disini bersama kamu, aku akan pulang kerumah orang tua aku, besok aku kesini lagi”
“Loh... Kok gitu ? terus siapa yang nemenin aku sayang, masa iya aku sendirian disini, walupun dulu aku pernah tinggal di Indonesia, tapi kan udah lama banget, aku takut sendirian sayang, ntar kalau ada orang jahat gimana ?”
“Mana mungkin, ini hotel berbintang, gak sembarangan orang boleh masuk kesini Le, Sudah lah..kamu istirahat saja dulu disini, besok aku jemput kamu ya”
“Tapi aku mau ikut kamu aja sayang, kamu mau kerumah orang tua kamu aku ikut ya, sekalian kenalan sama calon mertua, atau ke apartemen kamu? Aku ikut nginap diapartemen kamu, aku gak mau ditinggal sendiri disini” memasang ekspresi sedih
Kevin menarik nafas nya dalam, kemudian menghembuskan kasar, lelah menghadapi wanita yang ada didepannya ini, tapi dia juga tidak bisa menolak
“Le... ini Indonesia, laki - laki dan perempuan yang tidak ada ikatan pernikahan itu tidak boleh tinggal bersama, bisa - bisa reputasi keluargaku rusak jika ada media yang melihat aku nginap dihotel ini bersama wanita yang bukan istri, tolong kamu pahami itu, ok.. malam ini aku antar kamu, besok aku akan jeput kamu” Ucap Kevin beralibi untuk menghindari Leona. Akhirnya Leona pun mau mengerti, dia pun mengizinkan Kevin pulang.
\*\*\*\*\*
Pagi itu dikantor Joelene, lumayan sibuk, banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya, jam makan siang, dia ada jadwal bertemu dengan relasi perusahaan tempat dia bekerja.
Usai menyelesaikan semua pekerjaannya dikantor, Joelene pun beranjak ke sebuah restauran berbintang disebuah hotel bersama Meta asistennya.
“Meta.. semua sudah dibawa, gak ada yang tertinggal?” Tanya Joelene mengingatkan asistennya itu
“Sudah mba, semua sudah saya bawa” Ucap Meta
“Ok.. kita berangkat” Ucap Joelene sambil berjalan menuju lift, didepan lobby utama sudah menunggu supir perusahaan yang akan mengantarkan mereka.
Dua puluh menit kemudian, mobil yang mengantarkan Joelene dan asistennya pun tiba didepan lobby sebuah hotel berbintang, keduanya pun turun dan memasuki hotel.
__ADS_1