Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 26


__ADS_3

Pagi sekali Regi sudah tiba Didepan gerbang, sesuai kesepakatan mereka, Jojo pun menemaninya ke suatu acara.


“Wah... mba,,, cakep banget deh,, jadi deg - degan nge boncengin nya” ucap Regi


“Apaan sih!! Langsung berangkat nih ?”


“Ok,, mba udah siap kan?”


“Udah,, sebenarnya kita mau kemana sih,, jangan aneh lo Gi,,, awas kalau aneh - aneh !!”


“Nggak mba,,, sumpah deh,,, masa sih tampang cakep begini mau aneh - aneh,, Ok mba,, let’s go!!” Ucap Regi sambil melajukan sepeda motornya.


Diperjalanan mereka ngobrol dan sesekali tertawa, hingga 15 menit berlalu, mereka pun tiba ditempat tujuan.


Joelene memandang sekelilingnya, sebuah rumah yang memiliki halaman yang cukup luas, terdapat banyak pepohonan buah - buahan, ada rambutan, jambu dan mangga.


Rumah yang terlihat sangat asri sekali, tanaman bebungaan juga ada disana, diantaranya mawar dengan beraneka warna, Bougenville juga beraneka warna yang membuat halaman rumah tersebut nampak indah, meriah, ceria penuh warna.


Dari tipe tanaman yang ditanam di halaman rumah tersebut, Jojo bisa menebak kalau rumah tersebut adalah rumah orang tua yang memiliki banyak cucu hingga dia menanam beberapa jenis pohon buah - buahan untuk tempat bermain para cucu - cucunya.


“Ayo mba, masuk” ajak Regi


“Ini rumah siapa Gi, lagi ada acara ya ?”


“Iya,, lagi ada acara,, ayo masuk” ajak Regi sambil menggenggam tangan Jojo


“Ihh.... apaan sih Gi? Kok pake digandeng segala, perjanjiannya kan kalau lagi Didepan si Ammar aja”


Regi tak menanggapi ucapan Jojo, dia terus menggandeng Jojo masuk kerumah tersebut, rumah yang didalamnya sudah berkumpul beberapa anggota keluarga dan tetangga.


Begitu Regi dan Joelene tiba, tadinya kondisi ruangan riuh dengan obrolan, tiba - tiba menjadi diam dan semua mata memandang kearah mereka


“Hai semua,,, hai kek, nek” sapa Regi pada kakek dan neneknya


Seketika semua pasang mata tertuju pada mereka berdua, hingga membuat Jojo salah tingkah


“Kamu sudah datang nak, sama siapa ?” Tanya nenek Regi melihat cucunya yang tidak datang sendiri

__ADS_1


“Ohya... Regi kesini sama...emm..sama....” kalimat Regi terputus


“Sama siapa nak,kenalkan ke kita semua yang ada disini” ucap nenek Regi


Regi masih bingung, dia terlihat sedang mencari - cari seseorang dengan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan, sementara Jojo semakin canggung dan dengan segera melepaskan genggaman tangan Regi.


Ketika Regi melihat sosok yang dia cari, seketika tangannya merangkul bahu Jojo hingga membuat Jojo terkejut namun tak bisa berkata apa - apa, Regi pun langsung berucap dengan suara yang dikeraskan sambil melirik ke seseorang


“Kenalin kek, nek, ini pacar Regi, namanya Joelene Anastasia”


“Waahh... ternyata kamu udah punya pacar nak, cantik banget lagi, kaya bule ya, rambutnya coklat, hidungnya bangir, kulitnya putih, tinggi lagi, ayo sini duduk dekat nenek nak” ajak nenek Regi menuntun Jojo duduk di sebelahnya.


Seorang wanita paruh baya, yang tadinya duduk mengobrol dengan tamu lainnya, tiba - tiba mendekat dan wajahnya berubah dan langsung beranjak dari duduknya.


Kemudian wanita paruh baya tadi datang kembali menghampiri nenek yang sedang asyik mengajak Jojo mengobrol sambil menarik tangan seseorang.


“Liat nih,, si Regi yang usianya jauh lebih muda dari kamu, udah punya pacar, mana cantik lagi kaya bule, kamu mana, kapan kamu bawa ke mama cewek yang lagi kamu deketin itu, jangan kelamaan dong Mar, mama keburu makin tua nanti” ucap wanita paruh baya itu didepan nenek, Jojo dan Regi yang tadi sedang mengobrol.


Seketika wajah Jojo bereaksi kaget, dia tidak menyangka ternyata Ammar juga ada dirumah nenek Regi.


“Joelene... kamu disini ?” Ucap Ammar


“Rumah orang tua aku disebelah” jawab Ammar


“Loh.. kalian saling kenal ?” Tanya mama Ammar


“Iya ma,, jadi Joelene ini gadis yang dikenalkan om Joko ke aku” terang Ammar


“Oh... jadi cewek bule yang dibilang mas Joko itu kamu nak ?!” Ucap mama Ammar


“Ha... iiya.. tante” ucap Jojo


“Ya ampun,, ternyata dunia ini sempit ya, jadi gadis yang kamu ceritakan kemarin yang mau dijodohkan dengan Ammar itu Joelene ini tho?? Oalaa.... ternyata pacarnya Regi cucuku” ucap Nenek merasa bangga karena cucunya yang lebih dulu memiliki Joelene


“Ohh... jadi kak Ammar ini tetangganya nenek ya, kok aku baru tau ya” ucap Regi berpura - pura kaget


“Sama aku juga baru tau kalau kamu cucu nenek Ranti tetangganya mama”

__ADS_1


“Eh... jadi apa kalian sudah merencanakan untuk menikah gitu ?” Tanya nenek sengaja Didepan Ammar dan mamanya, hingga membuat Ibu dan anak itu merasa iri.


“Belum sih nek,, tapi hubungan kami memang mengarah ke jenjang yang lebih serius lagi, mudah - mudahan ya nek, do’a kan ya nek, tante dan kak Ammar” ucap Regi dengan bangganya sambil merangkul pundak Joelene, hingga membuat Joelene risih.


“Mudah - mudahan niat baik disegerakan ya nak, ohya... ayo.. Joelene makan dulu nak, Gi ajak nak Joelene makan ya” perintah nenek dan Regi pun mengajak Joelene menuju meja hidangan.


Hari itu memang sedang ada acara arisan Dirumah nenek, Regi memang berencana datang kerumah nenek membawa Joelene karena dia yakin pasti mama Ammar dan Ammar ada Dirumah nenek.


Mama Ammar itu orang yang suka sekali pamer dan sedikit sombong, tak jarang dia selalu membanggakan Ammar anak laki - laki satu - satunya itu yang sudah sukses menjadi seorang manager dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tanpa mengandalkan usaha keluarga yang dimilikinya.


Terkadang nenek merasa sedih karena dia selalu membandingkan putra semata wayangnya itu dengan Regi, hingga pada hari ini Regi sengaja membawa Jojo untuk menunjukkan pada mereka bahwa gadis yang sedang didekati oleh putranya itu adalah kekasih Regi.


Setelah menjelang sore, Jojo dan Regi pun berpamitan pada nenek dan kakek Regi, sementara Ammar dan Ibunya sudah lebih dulu pulang kerumah mereka.


“Nenek, kakek Joelene pamit pulang dulu ya, terima kasih atas jamuannya, semoga nenek dan kakek sehat terus ya” pamit Jojo


“Iya nak,, sering - sering main kesini ya, Regi ini jarang mau datang kerumah nenek, padahal dia tinggal sendiri dirumahnya, kedua orang tuanya kan bekerja diluar kota, tapi dia gak mau tinggal disini menemani nenek dan kakek, ya sudah kalian hati - hati dijalan ya, kalau Regi ngebut bawa motornya, jewer aja ya nak” pesan nenek ke Joelene


“Gak lah nek, masa sih bawa cewek cakep Regi ngebut, ya gak lah, pasti lah selambat mungkin nek, nenek kaya gak pernah muda aja, ya kan kek ?” Ucap Regi meminta dukungan


“Dasar anak badung!! Ya sudah jalan gih,, udah hampir gelap, nanti Joelene kemalaman sampai Dirumah” perintah kakek.


Diperjalanan pulang menuju rumah Joelene, regi tak hentinya tersenyum bahagia karena dia sudah berhasil membuat Ibu dan anak kesal.


Sesampainya Dirumah Joelene, mereka duduk diteras depan rumah Joelene.


“Ok,,, Done ya, aku udah nemenin kamu ke acara nenek, jadi perjanjian kita selesai dan bisa dipastikan kalau si Ammar gak bakalan datang kerumah ini lagi jadi kamu gak perlu repot - repot pura - pura jadi pacar mba”


“Mba,, sebenarnya aku mau ngomong sesuatu ke mba”


“Mau ngomong apa, ngomong aja kali, biasanya juga langsung nyerocos”


“Tapi ini serius mba, mungkin selama ini aku sering becanda, tapi kali ini aku serius mba”


“Yaelaa.... nih anak,, sok serius banget deh, mau ngomong apa sih ?”


“Sepertinya mulai hari ini kedepan, aku sudah memutuskan untuk....” ucap Regi terhenti

__ADS_1


“Memutuskan untuk apa ?” Tanya Joelene


“Memutuskan untuk mengejarmu mba, sampai kita benar - benar jadian” ucap Regi mantap sambil menatap wajah Jojo.


__ADS_2