Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 56


__ADS_3

Joelene sedang berkemas - kemas untuk segera pulang, rasanya tak sabar ingin segera tiba di Indonesia melihat keadaan sang Ayah tercinta.


Saat Kevin dan Joelene sudah bersiap hendak berangkat menuju bandara yang diantar oleh Jullian, tiba - tiba ponsel Kevin berbunyi, Leona memanggil.


“Ya hallo”


“sayang kamu kemana aja sih ? Tadi katanya kalau urusan kamu udah selesai mau hubungi aku, tapi sampai malam begini kamu gak ada hubungi aku, sebenarnya kamu lagi dimana sih ?” Oceh Leona


“Maaf Lee,, aku gak bisa ketemu kamu, aku harus pulang ke Indonesia ada urusan mendadak” ucap Kevin


“Sayang,,, emang semendadak apa sih urusan kamu di Indonesia ? Emangnya ada yang lebih penting dari aku ? Aku kangen sama kamu sayang,, masa sih udah sekian lama kita gak ketemu, eh.. gitu ketemu cuma sebentar terus kamu balik lagi, kamu tau kan aku tuh kangen banget sayang, aku ke unit kamu ya ?”


“Jangan sekarang Lee, aku sudah mau berangkat ke bandara, nanti dalam waktu dekat aku akan kembali lagi”


“Urusan apa semendadak ini, bukan karena kamu udah ada wanita lain kan ? Kalau begitu aku ikut ya, biar sekalian ketemu sama mama dan keluarga kamu?”


“Belum sekarang, aku buru - buru, sudah dulu ya Lee, take care”


“Baiklah, janji minggu depan kamu kemari lagi kan, kalau nggak,, aku yang bakal pulang ke Indonesia, baiklah sayang,, I Love you baby, I’ll miss you soo!”


“Miss you more” tutup Kevin


Mereka pun berangkat menuju bandara, karena penerbangan mereka hanya tinggal 1 jam lagi.


Joelene sedikit lega, ternyata Kevin mau ikut pulang menjenguk Ayah.


\*\*\*\*\*


Sesampainya Diindonesia, mereka langsung menuju rumah sakit tempat Ayah dirawat.


Didepan ruangan ICU, Joelene melihat Janet, Jennifer dan Ibu sedang duduk.


“Ibu, mba Janet, mba Jeje, gimana keadaan Ayah ?” Tanya Joelene khawatir


Joelene bergantian memeluk mereka, sedang Kevin hanya mengangguk hormat.


“Ayah masih didalam dek, tadi sedikit drop, Ayah terus manggil - manggil kamu, seperti ada yang ingin Ayah sampaikan ke kamu, ya udah kamu masuk gih” ucap Janet


Joelene pun mengangguk dan meraih baju steril khusus pengunjung dan tak lupa Joelene memakai hands sterilized.


Disibaknya tirai yang menutup, lalu Joelene mendekat ke tempat tidur sang Ayah, matanya sudah tergenang, disentuhnya punggung tangan Ayahnya yang begitu banyak selang dan Infus yang menancap.

__ADS_1


Ngilu hati Joelene, baru satu minggu yang lalu dia meninggalkan Ayahnya dalam keadaan sehat walafiat, namun hari ini dia sudah mendapati Ayahnya terbaring lemah.


Dihapusnya air mata yang sudah mulai membasahi pipinya, dengan suara lirih Joelene pun berucap


“Ayah... ini Jojo, buka matanya, Jojo udah disini yah, bangun ya, Jojo bawa oleh - oleh untuk Ayah dari Belanda, buka matanya ayahku sayang, Jojo kangen lari pagi bareng Ayah, makan duren bareng Ayah tapi kita sembunyi - sembunyi biar gak diomelin Ibu, pokoknya nanti Jojo siapin tempat yang aman buat kita makan duren, dijamin Ibu gak bakal nemu kita deh, Makanya Ayah bangun ya” omel Joelene mencoba membangunkan Ayah nya yang sedang tidak sadarkan diri.


Sementara diluar Ruangan ICU, Kevin duduk bergabung dengan kedua kakak Joelene dan Ibu.


“Nak Kevin, kenapa tidak masuk kedalam? Pergilah temani Jojo didalam” ucap Ibu


Kevin pun bergegas masuk kedalam ruangan ICU tempat Ayah dirawat.


Sementara Joelene yang masih didalam, terus saja bercerita pada Ayahnya, tentang perjalanan dia di Belanda juga tentang pernikahannya.


“Ayah.. Joelene di Belanda jalan - jalan liat kebun bunga tulip sama kincir angin raksasa, ayah ingat kan, dulu Joelene sering minta buatin Ayah kincir dari kertas origami berwarna pink lalu diberi kayu kecil dan disangkutkan di motor Ayah, jadi kalau Ayah bawa motor, kincirnya muter terkena angin, Jojo mau dibikinin lagi sama Ayah, Ayah bangun ya” oceh Joelene sambil meneteskan air mata.


Joelene memang sangat dekat dengan Ayah nya, begitu pun Ayahnya sangat menyayangi Joelene, entah karena Joelene anak sahabat nya atau mungkin karena Joelene yang tidak mengenal siapa Ayahnya.


Kevin masih berdiri dibelakang Joelene tanpa sepengetahuan Joelene.


Tiba - tiba jari tangan Ayah bergerak merespon usapan tangan Joelene yang tak henti menghapus punggung tangan Ayah nya.


“Ayah... Ayah sudah bangun ? Ayah.. Joelene disini Ayah, Joelene kangen Ayah, buka matanya Ayah”


“Ka..kamu sudaah puuulang..” ucapnya terbata


“A..yah.. Jo kangen Ayah, kenapa Ayah sakit sih ?” Ucap Joelene sambil mengerucutkan bibirnya


“Ma..af kan A..yah.. nak,, A..yah belum bisa me..ne..mu..kan Kedua orang tua mu nak”


“A..yah... Ayah sama Ibu adalah kedua orang tua Jojo, memang siapa lagi?!”


“Maafkan Ayah,, sekarang kamu sudah dewasa dan sudah menikah, sewaktu kamu dititipkan pada Ayah, mama mu berpesan akan menjemputmu kembali, mungkin saja dia mencari mu ke alamat rumah yang lama, Saat kau dititipkan, ada beberapa barang yang diberikan Mamamu mungkin bisa menjadi petunjuk”


“Jangan fikirkan itu Ayah, yang terpenting sekarang kesembuhan Ayah” ucapnya sambil terisak


Ayah menghapus tangan Jojo yang terus menggenggam tangannya.


“Di ruangan kerja Ayah, ada kotak Kayu berwarna coklat, disitu tersimpan barang - barang kepunyaan mu saat masih bayi dulu, saat mamamu mau mengantarmu pada Ayah, mungkin bisa menjadi petunjuk menemukan mama mu nak”


“Ayah jangan terlalu banyak fikiran, istirahat lah dulu, jangan memikirkan Jojo”

__ADS_1


Ayah hanya tersenyum menanggapi ucapan Joelene. Kemudian Ayah kembali bertanya


“Apa pernikahanmu bahagia nak ?”


Joelene tersenyum lembut menanggapi pertanyaan sang Ayah


“Kenapa Ayah bertanya seperti itu? Sudah pasti bahagia, dapat suami sebaik dan setampan Kevin, Ibu juga pasti bahagia menikah dengan Ayah, Ayah itu orangnya baik, sabar dan penyayang”


“Bisa aja kamu nak, Kevin gak ikut kesini?” Tanya Ayah


“Ikut Yah, ada diluar sama mba dan Ibu”


“Kenapa gak diajakin masuk ?”


“Kan bergantian, nanti selesai Jojo, dia yang akan masuk, bergantian”


Tanpa sepengetahuan Joelene, Kevin sudah sejak tadi berada di balik tirai yang menutupinya dari pandangan Joelene dan Ayah hingga dia mendengar semua pembicaraan Ayah dan Joelene.


Siang hari Joelene berpamitan untuk pulang dan berjanji akan kembali menjenguk ayah Dirumah sakit.


Joelene memilih pulang kerumah keluarganya, sementara Kevin pulang kerumah mamanya.


Dirumah Keluarga Kevin, mereka sedang menikmati sarapan bersama mamanya, Adrian dan Mona.


“Vin,, kok Joelene belum turun, dia masih tidur ?” Tanya mama


“Joelene pulang kerumah orang tuanya ma” jawab Kevin


“Kok gitu ? Kok gak pulang kesini aja, kan Dirumahnya juga gak ada orang, semua pada Dirumah sakit” ucap mama


“Mungkin dia kangen sama suasana rumahnya ma, kan semenjak menikah dia belum pernah pulang, nanti juga dia balik kesini kok”


Kevin menyudahi sarapannya dan segera berpamitan dengan mamanya untuk berangkat ke kantor.


Setelah Kevin dan Adrian sudah berangkat ke kantor, mama dan Mona masih duduk diruang makan dan kembali Mona meracuni fikiran ibu mertuanya itu untuk membenci Joelene.


“Ma,, kok Joelene gak menghargai mama banget ya, dia kan baru pulang honeymoon, kok malah pulang kerumah orang tuanya, mana gak izin lagi sama mama, memangnya dia menganggap mama apa? Kaya gak ada etika aja, dimana - mana juga kalau anak perempuan itu sudah menikah kan tinggalnya ikut suami” oceh Mona.


“Sudahlah Mona, mama sedang tidak mau membahas nya” ucap Suci dan langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Mona.


Wajah Mona tersenyum tipis yang menyiratkan rasa puas karena sedikit demi sedikit Suci mulai terpengaruh oleh hasutannya.

__ADS_1


“Baiklah Mona, sepertinya usaha kamu mulai menampakkan hasilnya, sedikit lagi” gumam hati Mona tersenyum puas.


__ADS_2