Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 106


__ADS_3

Setelah melihat Joelene masuk kedalam mobil yang menjemputnya saat pulang kerja tadi, Kevin penasaran siapa sosok pria yang ada di balik kemudi yang menjemput Joelene.


Kemudian Kevin pun bergegas masuk kedalam mobil yang diikuti oleh asistennya Jullian.


Didalam mobil, Kevin meminta sang sopir untuk membuntuti dengan memberi jarak, agar mereka tidak menaruh curiga.


“Jullian, coba cek jadwalku seminggu kedepan” Ucap Kevin


Jullian pun kemudian membuka Ipad nya dan memeriksa jadwal Kevin.


“Besok sore kita bertolak ke Belgia untuk menghadiri meeting dengan pemegang saham bos, setelahnya kita kembali ke Belanda untuk meresmikan gedung kantor baru kita dan lanjut...” ucapan Jullian terhenti ketika Kevin mengangkat tangannya


“Kalau untuk acara peresmian gedung kantor kamu undur saja” Ucap Kevin


Jullian mengerti maksud Kevin, kemudian Jullian berucap


“Apa ini ada hubungannya dengan Joelene ?” Tanya Jullian


“Aku mau menyelesaikan masalah ku dengan Dia, jadi Setelah meeting di Belgia, aku akan kembali kesini”


Jullian tersenyum mengejek, lalu kemudian berucap


“Dulu kamu mencari tahu keberadaan Leona, hingga membayar mahal untuk mencari tahu keberadaannya, padahal hubungan kalian sudah berakhir, sekarang masih perkara wanita, kamu rela membatalkan urusan perusahaan, padahal sudah jelas hubungan pernikahan kalian sudah berakhir, Joelene sudah mengrimkan surat cerai tapi kenapa kamu masih manganggap kamu masih memiliki hak atas dia ?” Ucap Jullian yang merasa gemas melihat bos yang juga sahabatnya saat kuliah itu.


“Jullian,, aku tidak meminta pendapatmu, lakukan saja apa yang aku perintahkan, jomblo akut seperti mu tidak akan paham masalah wanita, jangan - jangan kamu memang tidak berselera” Ucap Kevin sambil mengulum senyum


Mata Jullian membola mendengar ucapan Kevin yang meledeknya, walau apa yang diucapkan Kevin sedikit banyak ada benarnya, namun dia tidak terima kalau Kevin mengatakan dia tidak berselera


“Wah.. si bos main fisik, memang aku tidak punya kekasih, tapi bukan berarti aku tidak berselera dengan wanita bos, hanya saja aku tidak mau dicap player dengan gonta ganti kekasih, aku ini tipe setia bos” Ucap Jullian tidak terima


Tawa Kevin meledak mendengar ucapan Jullian, untuk pertama kalinya Jullian tidak terima atas ucapan Kevin lalu memberikan perlawanan.


“Jullian...Jullian... kalau memang semua yang aku ucapkan itu tidak benar, coba buktikan kalau kamu berselera dengan wanita” tantang Kevin


“Ok..! Siapa takut,, akan aku buktikan bos, tunggu saja aku akan buktikan” Ucap Jullian dari jok depan dengan berapi - api, sementara kevin yang berada di jok belakang tersenyum sambil mengalihkan perhatiannya pada ponsel.


Sampai mobil yang membawa Joelene memasuki jalan sebuah restauran fast food yang dilengkapi arena bermain untuk anak - anak.

__ADS_1


Mobil yang membawa Kevin pun ikut memasuki area parkir restauran tersebut, namun mereka masih tetap berada didalam mobil sambil memperhatikan mobil yang membawa Joelene yang parkir tepat berada di sudut kanan dari posisi parkir mobil mereka.


Tak lama pintu mobil terbuka, terlihat Joelene yang keluar dari jok belakang, kemudian dia membuka pintu sisi kiri jok bagian depan, terlihat anak laki - laki kecil keluar, deng parasnya yang begitu menggemaskan.


Kevin terus memperhatikan mereka, tak lama sosok pria yang berada dibelakang kemudi pun keluar.


Tatapan mata Kevin seperti membulat dan tajam, dia bahkan seperti tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Da..vid ??”


Jullian hanya diam menunggu reaksi Kevin atas apa yang barusan dilihatnya, namun Kevin masih diam dan memperhatikan.


“Ternyata mama benar selama ini, mereka memiliki hubungan, pantas saja dia begitu ingin bercerai ternyata hubungan mereka masih berlanjut” gumam nya dalam hati.


“Kita balik ke Jakarta” ucapnya dari jok belakang memberi perintah pada supir.


Mobil bergerak meninggalkan restauran fast food itu, pikirannya campur aduk, saat melihat bocah laki - laki kecil yang begitu akrab dengan David, membuat dadanya bergemuruh.


\*\*\*


Tepat pukul tujuh mereka tiba dirumah keluarga Laksana, saat Kevin tiba semua sedang berada di ruang makan untuk makan malam.


Kevin pun memeluk dan mencium pipi mama yang sudah lama ia tinggalkan, kemudian menarik kursinya untuk bergabung menikmati makan malam.


Tak banyak obrolan, mereka semua menikmati makan malam, begitu juga Mona, yang belakangan ini jarang makan malam dirumah, entah kenapa malam ini dia ada dirumah dan makan malam bersama keluarga suaminya itu.


“Mama senang akhirnya kau pulang Vin, mama kira mama tidak akan bertemu kamu lagi, hingga kamu pulang hanya melihat Jasad mama yang sudah tak bernyawa” Ucap Suci Setelah selesai makan malam.


“Ma..ma.. jangan ngomong seperti itu, aku pasti pulang menjenguk mama, seperti malam ini, aku pulang kan ?”


“Apa yang membuat mu pulang nak ? Karena kamu tidak akan pulang kalau tidak ada sesuatu yang membuat mu pulang ke Indonesia”


“Mama yang membuatku pulang kemari, aku kangen mama, selain juga aku sedang ada pekerjaan di Sini, jadi kami baru bekerja sama dengan perusahaan yang berkantor pusat di Bogor, jadi aku tadi berkunjung kesana”


“Bogor ? Kamu tadi dari Bogor ?” Ucap Suci memastikan apa yang barusan diucapkan Kevin


“Iya ma, memangnya kenapa dengan Bogor ?”

__ADS_1


“Vin,, apa kamu tidak ada bertemu dengan Joelene ?”


Kevin diam sesaat, awalnya dia tidak mau menceritakan pertemuannya dan Joelene yang juga bekerja diperusahaan yang di kelolanya, namun akhirnya dia pun menceritakan pertemuannya dengan Joelene.


“Jadi Joelene bekerja diperusahaan mu nak ? Apa kabar dia, mama sangat merindukannya nak, bawa mama bertemu dengannya” Ucap Suci, membuat Mona tersedak saat sedang menenggak minumannya.


Namun Kevin dan mama tak mengacuhkan Mona.


“Buat apa ma ? Dia sudah menikah dengan pria lain, bahkan sudah memiliki anak”


“Kamu tau dari mana dia sudah menikah dan memiliki anak ?”


“Saat pulang kantor, dia dijemput oleh seorang laki-laki dan anak kecil dan mama tau, laki - laki yang menjadi suami Joelene saat ini adalah David, benar memang dugaan mama” Ucap Kevin dengan tangan terkepal, sementara wajah Mona berbinar saat mendengar kabar Joelene telah menikah dengan pria lain, artinya posisinya masih aman dan tetap menjadi menantu satu - satunya di keluarga Laksana.


“Vin, itu tidak seperti yang kamu pikir kan nak, mama sudah bertemu dengan Janet dan menanyakan semuanya” Suci coba membela, membuat mata Mona membulat sempurna tak terima.


“Kevin mau kekamar dulu, mau bersih - bersih” Ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan ruang makan.


“Ma... biar kan Kevin istirahat, besok saja mama kembali bicara dengan Kevin” Ucap Adrian, Suci yang tadinya sudah beranjak dari kursi makan untuk menyusul Kevin pun mengurungkan niatnya.


Dikamar Suci, membuka album keluarga, duduk disofa menatap foto - foto masa kecil ke dua putranya, foto dia dan suaminya dan kedua putranya saat berlibur, semua begitu lekat dalam ingatannya, masa - masa indah berkumpul bersama keluarga kecilnya, sambil membelai foto suaminya air mata pun mentes dari sudut mata.


“Seandainya kau masih ada, mungkin aku tak serapuh ini, aku kesepian dan merasa sendiri, aku ingin menyusulmu saja mas, tak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini” ucapnya lirih sambil masih memandangi foto suaminya.


Perlahan pintu kamar Suci terbuka, Kevin masuk perlahan tanpa disadari Suci yang masih menangis menatap satu persatu foto yang ada pada album.


Kevin yang merasa bersalah tidak mau mendengarkan ucapan mamanya saat dimeja makan tadi, berniat menemui mamanya dikamar, namun saat ia mengetuk pintu tak ada jawaban dari dalam, hingga Kevin membuka handle pintu berlahan dan mendapati mamanya sedang menangis disana.


Kevin yang tak pernah tega melihat mamanya meneteskan air mata kemudianpun mendekat dan duduk disebelah mamanya.


“Ma... mama kenapa nangis ? Kevin minta maaf kalau ucapan Kevin tadi menyinggung perasaan mama, Kevin tidak ada maksud menyakiti hari mama, tapi memang benar Kevin tadi melihat Joe bersama David dan anak mereka ma, kan mama sendiri yang bilang dulu kalau mereka memiliki hubungan” Ucap Kevin sambil meraih tangan mamanya lalu menggenggamnya.


“Memang dulu mama pernah berkata begitu, namun setelah mama bertemu dengan Janet Kakak Joelene ternyata semua itu tidak benar nak, Janet tau banyak tentang Joelene karena selama ini Janetlah tempat Joelene curhat dan bertukar fikiran, Joelene dan David tidak ada hubungan spesial, mereka hanya teman, memang beberapa kali David pernah mengungkapkan perasaannya pada Joelene, namun Joelene tidak menanggapinya, mungkin tadi saat kamu melihat mereka bersama, David masih berharap Joelene bisa membuka hati untuknya, apalagi dia tau kalau kamu dan Joelene sudah bercerai”


“Tapi tadi mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia ma, terlebih anak kecil itu, begitu akrab sekali dengan David”


“Nak,, kamu tau,, mama sendiri sudah menemui Joelene di rumah keluarga kandungnya di Bogor, mama sudah minta maaf atas semua tuduhan yang pernah mama lemparkan terhadap Joelene dan sampai saat ini dia belum menikah dengan siapapun, percaya pada mama, dan mama juga sudah bertemu dengan anak laki - laki kecil itu, wajahnya bulat, anaknya cerdas dan matanya tajam seperti mata mu nak, dia mirip sekali dengan kamu saat masih seumuran dia, dia...” Ucapan Suci terhenti, tersenyum sambil membelai pipi putranya yang kini sudah dewasa.

__ADS_1


“Dia putramu nak, darah dagingmu, mama tidak meragukannya, semua yang ada pada nya, persis seperti kamu di usia itu”


Kevin terkesiap, bagaimana mungkin mamanya seyakin itu, padahal sebelumnya dia lah yang meragukan anak yang di kandung Joelene, tapi saat ini, mama lah yang meyakinkannya.


__ADS_2