
Situasi semakin canggung, hingga akhirnya Jojo memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan nya dengan Tomy, Jojo pun mengirim pesan singkat pada Ella agar Ella kembali lebih dulu ke kantor.
Joelene
Ell,, kamu balik duluan ke kantor ya, aku masih ada urusan
Ella
Yoi... ati - ati Jo,, kalau kamu diapa - apain, hubungi aku ya, kok aku rada serem liatnya.
Joelene
Syip..👍🏻
Joelene dan Tomy masuk kedalam mobil. Masih saling diam, tidak ada yang memulai pembicaraan.
“Ok,, sekarang kamu mau aku antar kemana, balik ke kantor lagi ?” Tanya Tomy
Membuat Jojo semakin merasa bersalah, karena sudah menghindarinya, Jojo pun memilih bicara di sebuah caffe.
“Kita ke caffe yang Didepan situ ya” ajak Jojo
“Ok,,, tapi kamu gak apa - apa nih balik kantornya melebihi jam yang ditentukan ?”
“Gak apa, aku udah pamit kok tadi”
“O..gitu,, jadi tadi jam berapa kamu selesai meeting nya ?” Tanya Tomy
“Meetingnya cuma sebentar kok, karena si bos mau berangkat keluar kota mau ngurus cabang yang baru dibuka” ucap Jojo berbohong
“Oh.. gitu,, gimana kerjaan kamu hari ini, aman ?”
“Aman kok, mudah - mudahan aman kedepannya” jawab Jojo dan kemudian mereka tiba di caffe yang dituju.
Setelah mengambil tempat, mereka pun memesan minuman. Setelah memesan minuman, situasi kembali canggung, Jojo banyak diam, Tomy pun mulai membuka pembicaraan.
“Ohya... kamu ada yang mau diomongi, kok ngajak kesini ?” Tanya Tomy
“Emm... iya aku mau ngomong sesuatu”
Tomy pun dengan setia menunggu Jojo bicara, mimik wajahnya santai, tidak terlihat kesal sambil tetap menatap mata Jojo, hingga membuat Jojo salah tingkah, karena jarak usia mereka yang cukup jauh dan Tomy yang lebih dewasa terlihat lebih bisa mengendalikan diri, dengan raut wajah tenang, tatapan mata nya dalam, senyumnya tipis, sambil meneguk kopi, terlihat sangat matang sekali, berbeda dengan Jojo yang masih meluap - Luap, ekspresi wajah yang gampang ditebak.
“Ok.. aku ngajak kesini mau ngomong sesuatu, sebenarnya tadi aku udah bohong sama kamu dengan menyuruh security bilang kalau aku lagi meeting, sebenarnya aku gak meeting...” ucap Jojo terhenti.
“Lalu..?” Tanya Tomy
“Ya... berarti kan aku udah bohong sama kamu, Kamu gak marah ?”
__ADS_1
“Kenapa harus marah ?” Ucap Tomy balik
“Biasanya kan orang tuh kalau dibohongi suka marah dan kesal merasa di bohongi, kamu kok gak marah ?”
“Jo,, setiap orang butuh privasi, positif thinking aja, mungkin kamu lagi gak mau jalan sama aku, mungkin kamu lagi pengen sama temen kamu, it’s Ok gak masalah kok, aku ngerti hanya saja kalau kamu lagi pengen jalan sama teman kamu, kamu gak perlu bohong, jujur aja, aku ngerti kok, ada kala nya kita lagi pengen ngumpul bareng teman atau sahabat kita, aku juga gitu kok”
Joelene hanya terdiam, dia merasa kalau rencananya membuat Tomy kesal tidak berhasil, jadi dia harus berfikir lebih keras untuk membuat Tomy tidak suka padanya.
Tomy pun mengantarkan Jojo kembali ke kantor.
“Nanti kamu pulang jam berapa, aku jemput ya?” Tanya Tomy
“Emm... ya udah,, jam 5 sore” jawab Jojo
“Kamu gak ada janji sama teman - teman kamu kan? Kalau memang ada janji, gak masalah kok, kamu mau kemana nanti aku antar dan setelahnya aku jemput lagi”
“Waduhhh!! Ni orang mau ngelamar jadi suami atau mau ngelamar jadi sopir pribadi aku ya? Hadeww” gumam hati Jojo.
“Gak kok,, aku mau langsung pulang aja, Makasi ya” jawab Jojo sambil keluar dari mobil.
“Eh... mba Joelene,, diantar sama calon suaminya ya? Tadi kasihan lo mba, dia udah lama nungguin mba, eh... mba malah kabur” ucap security kantor
“Hah...apa pak,, calon suami siapa?”
“Ya calon suaminya mba lah,,, tadi dia ngomong nya begitu, katanya dia lagi nungguin calon istrinya yang bekerja disini, terus saya tanya namanya siapa, Lalu dia jawab namanya Joelene Anastasia” ucap pak security
“Ya iya mba,, masa sih saya bohong, tadi kan saya nyamperin dia sesuai instruksi mba”
“Oh Ok pak,,,” ucap Jojo agar tak menimbulkan pertanyaan lagi kemudian berlalu menuju ruang kerjanya.
Sore hari saat jam pulang kerja, Tomy sudah menunggu didepan gerbang kantor Jojo, dengan menghela nafas panjang, Jojo pun berjalan menuju mobil Tomy.
“Kita langsung pulang nih ?” Tanya Tomy
“Iya.. emang kamu mau kemana lagi ?” Tanya Jojo balik
“Aku mau bawa kamu ke suatu tempat tapi kita pulang dulu ya, biar kamu bersih - bersih dulu” ucap Tomy
Jojo hanya mengangguk sambil mengalihkan wajahnya ke sisi kiri dan menaikkan bibirnya ekspresi tidak suka.
Dari awal pertemuan mereka, Jojo memang tidak tertarik pada Tomy, selain usia mereka yang terpaut cukup jauh, Tomy yang terlalu dewasa dan terlalu serius.
Sesampainya Dirumah, mereka disambut oleh Ibu yang sedang menyiram tanaman dihalaman depan.
“Wahh... anak Ibu sudah pulang, dijemput nak Tomy rupanya, ah... syukurlah Ibu lega, sekarang Jojo udah ada yang antar jemput, jadi ayah dan ibu gak khawatir lagi kalau Jojo pulang malam” ucap Ibu
“Iya tante,, selama saya disini saya usahakan buat antar dan jemput Jojo tante, tapi gimana kalau saya sudah kembali ke Kalimantan, saya jadi gak tenang kalau saya harus meninggalkan Jojo pergi dan pulang kerja naik ojol”
__ADS_1
“Ya itu juga yang menjadi kekhawatiran tante nak Tomy, gimana kalau nanti nak Tomy balik kelimantan”
“Biasa aja bu, Jojo juga bisa pergi dan pulang kerja sendiri, lagian selama ini kalau Jojo pulang malam gak ada masalah kok bu”
“Itu kan kata kamu, Ibu Dirumah khawatir kalau sampai malam kamu belum pulang, apalagi kalau sudah hujan, mau dijeput Ayah, kamu kan tau sendiri Ayah kalau nyetir malam - malam itu mata nya suka susah diajak kompromi,, namanya juga udah tua, ya kan nak Tomy”
“benar tan, kasian juga om harus jemput Joelene malam - malam, ya rencana saya, sebelum saya pulang nanti, saya mau melamar Joelene dan langsung menikah aja tante, biar Joelene hak perlu capek - capek kerja dan Joelene bisa langsung saya bawa ke Kalimantan” ucap Tomy yang sontak membuat Jojo melotot.
“Oh... tante setuju sekali nak Tomy, biar gak nunggu lama - lama lagi, lebih cepat lebih baik kan, nanti kita bicara kan” ucap Ibu dengan mata berbinar
“Bu,,, Jo masuk dulu mau bersih - bersih” namun ibu tidak mengacuhkan Jojo.
Setelah Jojo selesai bersiap - siap, Ayah yang sedang menonton televisi melihat Jojo sudah berpakaian rapi seperti hendak pergi langsung menyapa Jojo
“Kamu mau kemana nak ?” Tanya Ayah
“Mau pergi Yah,, gak tau kemana, tadi diajak Tomy” ucap Jojo dengan raut wajah malas
“Mau kencan tapi kok wajahnya asem gitu, kamu gak enak badan ? Kasi gak enak badan ya gak usah pergi nak, biar ayah yang ngomong langsung ke Tomy” sambil Ayah beranjak dari duduknya hendak menemui Tomy diteras depan yang sedang mengobrol dengan Ibu.
“Eh... gak usah Yah,,, gak apa - apa kok Yah,, Jojo bisa pergi kok, udah gak usah ya Ayah ganteng..” ucap Jojo sambil meraih bahu Ayahnya dan menuntunnya duduk kembali.
“Kamu yakin,, ya sudah biar ayah antar sampai depan”
“Yakin Ayaaah,, udah Ayah tenang aja ya,,”
Kemudian Ayah dan Jojo pun berjalan menuju teras depan.
“Nak Tomy mau pergi kemana ?” Tanya Ayah
“Iss... Ayah kok kepo banget deh urusan anak muda, namanya juga mau kencan, ya kan nak Tomy?” Ucap Ibu
“Eh.. iya om,, saya mau izin bawa Jojo makan malam om”
“Oh gitu,, ya sudah,, hati - hati ya dan jangan terlalu malam pulangnya” ucap Ayah berpesan
“Iya om,, kita jalan dulu ya om, tante” pamit Tomy
“Iya nak Tomy, hati - hati ya, biasanya kalau malam Sabtu begini jalanan suka macet” pesan Ibu
“Iya tante.. mari om..tante” ucap Tomy dan langsung berjalan menuju mobilnya
“Ayah Ibu,, Jo pergi dulu ya” pamit Jojo pada kedua orang tuanya
“Senyum dong,,, kok cemberut aja, mau diajakin kencan sama sultan juga, senyum..senyum..smile...” ucap Ibu sambil menarik pipi kanan dan kiri Jojo agar tersenyum.
Kemudian Jojo pun berjalan menuju mobil lalu masuk kedalam mobil dan mobil pun bergerak.
__ADS_1