Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 83


__ADS_3

Mobil David sudah berada Didepan pintu masuk ruang IGD sebuah rumah sakit swasta yang terdekat dari posisi mereka meeting tadi.


Dengan sigap para perawat membawa brankar lalu memindahkan tubuh Joelene keatas brankar tersebut kemudian mendorongnya masuk kedalam ruang periksa yang diikuti David.


Didepan pintu ruang periksa, David dihentikan dilarang untuk ikut masuk kedalam hingga David hanya menunggu diruang tunggu didepan ruang IGD tersebut.


Setelah beberapa menit berlalu, salah satu perawat keluar dan menemui David yang berada diluar.


“Mas, anda keluarga pasien yang ada didalam ?” Tanya sang perawat


“Iya suster, benar.. bagaimana keadaannya ?” Tanya David khawatir


“Pasien mengalami pendarahan, dokter sedang melakukan pemeriksaan lanjutan dengan dokter spesialis, maaf bapak ini siapanya pasien ?”


“Saya...” kalimatnya terhenti


“Suami pasien ?” Ucap perawat


“I..iya.. saya suaminya, gimana keadaan istri saya suster ?” Tanya David, berbohong demi kebaikan akan di maafkan fikirnya, dia pun mengaku sebagai suami Joelene agar perawat mau memberi tahu keadaan Joelene yang sebenarnya.


“Ayo ikut saya kedalam, dokter ingin bertemu” mereka pun masuk kedalam ruangan pemeriksaan


Didalam ruangan, dua dokter sudah menunggu David, David dipersilahkan duduk


“Silahkan duduk, dengan bapak...” ucapan dokter terputus


“David dok” ucap David memperkenalkan dirinya


“Baiklah pak David, begini pak, istri anda ini sedang hamil, apa bapak ataupun istri bapak sudah mengetahui sebelumnya ?”


David hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala dan dia yakin juga kalau Joelene tidak menyadari kondisi kehamilannya.


“Saya dokter spesialis kandungan sudah memeriksa kondisi kehamilan istri anda ini, dia mengalami pendarahan namun untung cepat ditangani jadi pasien tidak kehabisan banyak darah, saran saya istri anda jangan terlalu capek dan jangan terlalu banyak beraktivitas, kehamilan pada trimester pertama ini sangat rentan, jadi harus benar - benar dijaga, hamil anak pertama ?”


“Iya benar dok” David membenarkan, entah kenapa dia sangat percaya diri dan totalitas sekali dalam memerankan suami Joelene dihadapan dokter.


“Anda harus ekstra menjaga kehamilan istri anda, karena kehamilan istri anda ini sangat rentan, jangan biarkan dia terlalu capek dan juga jangan sampai stres, karena akan berpengaruh untuk tumbuh kembang janin yang ada didalam kandungannya” terang dokter, David hanya mengangguk paham, padahal entah bagaimana caranya dia akan menjaga kehamilan Joelene yang bukan istrinya itu.


“Baiklah, sebentar lagi istri anda akan kami pindah keruang perawatan sambil menunggu beliau siuman” ucap sang dokter


David pun kembali keruang IGD tempat Joelene terbaring tadi.


Masih belum siuman, namun akan segera dipindahkan keruang perawatan, tak lama Kevin dan Leona tiba Dirumah sakit.


“Gimana keadaan Joe..?” Tanya Kevin yang secara tiba - tiba masuk


Tidak merespon Kevin, David memilih keluar ruangan tak mau terpancing oleh ulah Kevin dan tak lama perawat datang akan membawa Joelene pindah keruangan perawatan.


“Mau dibawa kemana suster ?” Tanya Kevin

__ADS_1


“Maaf bapak siapanya pasien ?” Tanya salah satu perawat


Diam sejenak, ragu untuk berucap melirik kearah Leona yang menatap sinis kearah Kevin.


Karena Kevin tidak bisa menjelaskan dia siapa, para perawat tak mengacuhkannya, mereka langsung membawa Joelene keluar ruang IGD, namun tiba - tiba Kevin berucap


“Saya suami pasien ini” ucapnya yang kini tak memperdulikan Leona yang juga berada disana


Kedua perawat saling pandang heran, setau mereka suami pasien ini pria yang sejak tadi menemaninya, namun mengapa ada laki - laki lagi yang mengaku sebagai suaminya, mereka tak mengacuhkannya, mereka tetap membawa Joelene keruangan.


“Hei.. saya tanya keadaan pasien ini, kenapa kalian semua diam, rumah sakit apa ini?!” Kevin mulai emosi karena merasa diacuhkan semua orang yang ada disana


Leona kaget melihat tingkah Kevin yang diluar batas, apalagi sedang berada dirumah sakit


“Kevin..!! Jaga sikap kamu !! Ini rumah sakit, kamu jangan buat keributan disini, lebih baik kita pergi dari sini kalau kamu masih seperti ini!”


“Aku gak akan pergi dari sini sebelum aku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada istriku dan kamu.. jangan coba - coba menghalangi ku, cukup sudah selama ini aku selalu mengikuti kehendak kamu hingga aku mengabaikan istriku sendiri” ucap Kevin penuh amarah pada Leona


“Heii.... kenapa kamu?! Kenapa jadi menyalahkan aku? Bukannya kamu yang datang mencariku, terus sekarang kenapa aku yang disalahkan, seharusnya aku yang marah, ternyata selama ini kamu menipu aku, ternyata kamu sudah memiliki istri, disini aku yang menjadi korban, korban kebohongan kamu Kevin!!” Leona meluapkan kemarahannya karena merasa selama ini dibohongi Kevin, wajahnya memerah dan sudut matanya mulai basah.


Tak lama, pihak keamanan rumah sakit datang


“Maaf,, bapak dan Ibu jangan membuat keributan disini, ini rumah sakit, kalau ada masalah, silahkan selesaikan diluar, jangan mengganggu ketenangan pasien kami” ucap salah satu security sambil menunjukkan arah jalan keluar


Kevin dan Leona pun berjalan keluar rumah sakit, Kevin masih diselimuti emosi, karena dia masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi pada Joelene .


Keduanya pun memasuki mobil Kevin, fikiran Kevin masih kacau, dia tidak terima David dekat dengan Joelene.


“Aku antar kamu ke hotel” ucap Kevin lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sesampai di hotel tempat Leona menginap, Leona tidak mengizinkan Kevin pergi, dia meminta Kevin menjelaskan semua yang terjadi.


“Sekarang, jelaskan siapa perempuan itu, benar kalian sudah menikah?” Ucap Leona dengan tatapan dingin dan mata sembab


“Ya... kami memang sudah menikah, dia istriku” jawab Kevin


“Sejak kapan ?”


“Sejak pertama kali aku menemukan mu di Belanda”


“Buat apa kamu masih mencariku?” Ucap Leona dengan tatapan menusuk


“Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu meninggalkan aku, karena aku tidak bisa menerima kamu pergi begitu saja tanpa memberi alasan”


“Setelah tau, apa kamu mau meninggalkan istri kamu demi aku?” Leona tersenyum mengejek


Kevin tak menjawab, dia sedang tidak mau ribut, dia hanya ingin segera ke rumah sakit melihat keadaan Joelene dan mencari tau apa yang sudah terjadi.


“Kenapa diam? Kamu sebenarnya tidak bisa jauh dari ku kan Kevin Putra Laksana, kau tidak akan bisa melewatkan malam indah bersamaku, hanya aku wanita yang mampu membuatmu merasakan indahnya surga dunia, kau tidak akan bisa mendapatkannya dari istrimu itu, betul begitu kan?” Ucap Leona sambil berjalan mendekat kearah Kevin dan mulai menggoda Kevin dengan sentuhan - sentuhannya yang memabukkan Kevin.

__ADS_1


“Le... hentikan... aku harus segera kerumah sakit, aku gak mau terjadi apa - apa pada Joe, bagaimana pun dia itu istriku,aku bertanggung jawab padanya” ucap Kevin melunak sambil menghindari sentuhan - sentuhan Leona


“Kenapa, kamu sedang tidak bergairah ? Tenang saja, aku akan membangkitkan gairahmu sekarang juga” sambil Leona mulai meraba bagian - bagian yang membuat Kevin menarik nafasnya.


“Maaf Le... aku gak bisa.. aku harus pergi” ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan Leona


“Kevin...!! Beraninya kau menolakku, aku pastikan besok kau akan menyesal telah menolakku..!!” Teriak Leona kesal karena Kevin tidak terpengaruh atas semua sentuhan nya.


“Baiklah Kevin... kita lihat,, siapa yang akan memenangkan mu, aku atau gadis itu!” Leona bermonolog dengan smirk liciknya.


*****


Diruang perawatan Joelene, dia baru saja bangun, matanya terbuka berlahan, kemudian mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan.


Joelene mencoba bangkit dari pembaringannya kemudian dia merasa pusing dan menyentuh kepalanya.


Pintu terbuka, David muncul disana, setengah berlari mendekat kearah tempat tidur


“Joana,, kamu masih pusing ?berbaring saja dulu” perintah Kevin yang baru tiba membeli makanan


“Dave.. aku dimana?” Tanya Joelene dengan suara lemah


“Kamu Dirumah sakit, tadi kamu tiba - tiba pingsan, ohya... kamu mau makan, aku suapin ya?”


“Nanti saja, tadi ada Kevin, sekarang dia kemana ?” Tanya Joelene, seketika wajah David berubah.


“Di sudah pergi” jawab David singkat sambil membawa nampan makan malam Joelene


“Kamu makan dulu, nanti kamu tambah sakit, biar obatnya cepat diminum”


“Aku kenapa Dave, memang kata dokter aku sakit apa ?” Tanya Joelene


David tidak langsung menjawab, benar dugaannya kalau Joelene tidak mengetahui kehamilannya.


“Selamat malam Ibu, kita cek tekanan darahnya ya” ucap seorang perawat senior yang akan memeriksa kondisi dan tekanan darah Joelene.


Setelah perawat tersebut memeriksa nadi dan tekanan darah Joelene, tiba - tiba matanya tertuju pada nampan makan malam Joelene yang belum disentuh sama sekali


“Ibu kok belum makan ? Makan yang banyak bu, biar ibu cepat sehat dan nutrisi bayi didalam kandungan ibu tercukupi, dimakan ya bu, bapak jangan lupa Ibu nya di suapin biar mau makan,, hehehe... saya permisi dulu ya pak” ucap perawat


Sepeninggalan perawat tersebut, ruangan masih hening, Joelene bingung akan ucapan perawat tadi


“Apa maksud dari ucapan perawat tadi, siapa yang hamil, sebenarnya aku sakit apa?”


“Dave,, sebenarnya siapa yang hamil ? Apa maksud ucapan suster tadi ?” Tanya Joelene dengan wajah bingung


David masih tak menjawab, dia bingung mau mulai darimana untuk menyampaikannya


“Dave... siapa yang hamil, ada yang kamu sembunyikan ? Katakan Dave?” Ucap Joelene

__ADS_1


David menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan sambil berucap


“Kamu hamil Joan...” ucap David.


__ADS_2