
Ella mulai menggoda Joelene, dia tidak mau menanyakan apa yang terjadi, dia membiarkan Jo tenang terlebih dahulu, pasti setelah Jo tenang, dengan sendirinya Joelene akan bercerita tanpa perlu diminta.
\*\*\*\*\*
Joelene pun mulai memikirkan rencana kedepan untuk menjalani kehidupannya dan menghapus nama Kevin dalam kehidupannya.
Joelene berniat mencari pekerjaan lain, dia pun mulai mengirimkan beberapa CV, memulai hidup baru dengan lembaran baru.
Joelene juga sudah berpindah kontrakan, dia tidak mau terus - terusan merepotkan Ella, walaupun Ella tidak merasa keberatan Joelene tinggal bersamanya.
Hari ini, Joelene ada panggilan interview disebuah perusahaan yang baru berdiri di Indonesia, karena sebelumnya perusahaan ini tumbuh pesat di beberapa negara Eropa.
“Kamu yakin mau melamar diperusahaan ini Jo, ini kan perusahaan baru, bahkan masih merintis, sementara karir kamu udah bagus disini, kamu pasti bekerja ekstra Jo” bujuk Ella
“Aku yakin Ell, aku mau memulai hidup baru, tanpa bayang - bayang masa lalu, aku akan membuka lembaran baruku, gak masalah aku harus kerja ekstra, asal aku bisa menjauh dari semua yang berhubungan dengan masa lalu” Ucap Joelene
“Tapi kan disini gak ada hubungannya dengan Kevin Jo? Apa dulu dia yang merekomendasikan kamu bekerja disini ?” Tanya Ella
“Memang nggak sih, tapi aku gak mau suatu saat dia kembali mencariku kesini, aku benar - benar mau menjauh, kamu do’ain semoga aku diterima ya Ell, kamu juga janji jika ada yang mencariku kesini, bilang aja kamu gak tau aku dimana” Pinta Joelene
“Iya... aku do’a kan yang terbaik semoga semua sesuai harapan kamu, tapi aku boleh kan main kerumah kamu, kita hangout bareng - bareng”
“Pasti dong! Pokoknya do’a in semua nya lancar ya”
“Ya Allah... semoga Joelene diterima, dan dia traktirin aku makan, aamiin” Ucap Ella dengan menengadahkan tangan lalu mereka berdua pun tertawa.
Saat jam makan siang, Joelene pun izin keluar kantor, dia akan menghadiri panggilan interview diperusahaan yang dilamarnya.
Tiga puluh menit Joelene didalam ruangan HRD, kemudian tanpa menunggu beberapa hari, Joelene pun langsung diterima diperusahaan tersebut.
“Selamat Ibu Joelene Anastasia, anda diterima diperusahaan kami”
“Terima kasih pak, saya kira saya harus menunggu beberapa hari menunggu kabar baik ini” Ucap Joelene antusias
“Kami harap Ibu Joelene bisa segera bergabung dengan kami, melihat pengalaman dan beberapa prestasi Ibu, sepertinya Ibu sangat memenuhi kriteria yang kami inginkan, jadi kapan kira - kira Ibu bisa bergabung dengan kami ?”
“Terima kasih pak, saya boleh minta waktu sampai akhir bulan ini, saya akan menyelesaikan pekerjaan saya diperusahaan sebelumnya”
“Baiklah kalau begitu, terima kasih Dan Selamat bergabung diperusahaan kami” sambil pimpinan HRD mengulurkan tangan pada Joelene memberi ucapan selamat.
Joelene segera kembali kekantor dan langsung disambut Ella yang kepo akan hasil interviewnya.
“Eh... gimana Jo ?”
__ADS_1
“Ella... aku duduk dulu, capek tau!” Ucap Joelene sengaja mengulur membuat Ella semakin penasaran
“Ntar... aku minum dulu.. aus banget” goda Joelene
“Nih... aku ambilin deh.. nih tissue juga siapa tau minumnya sampe belepotan” Kesal Ella yang disambut senyum girang Joelene
“Aku diterima Ella sayaaaang...!” Ucap Joelene sambil memeluk sahabatnya itu.
“Hah...!! Secepat itu?! Jangan - jangan kamu bawa om - om lagi?”
“Ihh... om - om apaan?! Jangan mikir aneh - aneh Ella!!”
“Iya...om Jin!!” Ucap Ella
“Iya nih... aku kantongin nih disaku celana!!” Kesal Joelene
“Kok bisa langsung di Terima Jo? Aku kan mau nya agak lamaan dikit, biar kamu lebih lama lagi sekantor bareng aku” Ucap Ella sambil mencebikan pipinya
“Duhh... tadi katanya mau do’a yang terbaik buat aku, ko gitu sih?!”
“Iya aku mau kamu diterima, tapi gak secepat ini juga, yaahh.... sendiri deh aku makan siang!”
“Siapa bilang sendiri,noh..ada babang Regi yang setia menemani makan siang mu” Ucap Joelene menggoda Ella
“Bisa dong,,, siapa tau jodoh.. di Aminin aja deh,, aamiinnn...” Ucap Joelene
“Joelene jahaad..!!”.
“Why not ?” Ucap Joelene sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum lebar.
\*\*\*\*\*
Akhir bulan, setelah Joelene mengajukan surat pengunduran dirinya per akhir bulan dan hari ini adalah hari terakhir dia bekerja diperusahaan itu.
Sepulang kerja, Joelene dan Ella pun makan malam bareng untuk merayakan hari terakhir Joelene bekerja.
“Tapi kamu janji ya Jo ada apa - apa kamu cerita ke aku, jangan dipendam sendiri, aku siap kok jadi pendengar yang budiman, aku juga siap bantuin kamu, kamu juga jangan bosan ya dengerin curhatan aku, aku bakal lebih sering nelpon kamu malam - malam”
“Ihh... serem amat udah kaya kunti nelponnya malam - malam,, takut ah!!” Jawab Joelene
“Ya mau gimana lagi, kalau kita sekantor kan aku bisa curcol pas jam makan siang, nanti kalau kamu udah ditempat kerja yang baru, kita kan gak bisa makan siang bareng lagi, ya mau gak mau aku nelpon kamu dong malam-malam”
“Is... ogah ah!! Kaya orang pacaran aja nelpon sampe malam - malam, hi...”
__ADS_1
“Ah....Joelene aku serius nih!!”
“Iya deh..Iya..deh!! Aku janji” Ucap Joelene sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya.
\*\*\*\*\*
Hari pertama Joelene bekerja diperusahaan barunya, sedikit demi sedikit Joelene bisa mengikutinya karena pekerjaannya tidak jauh beda dengan pekerjaan waktu diperusahaan lama.
Usai jam kerja Joelene berencana mampir kerumah keluaga Kevin, mau mengambil beberapa barang pribadinya yang masih tertinggal disana.
“Mba Joelene, apa kabar mba ?” Sambut Ratna asisten pribadi bu Suci
“Baik bu, ibu apa kabar ?”
“Baik juga mba, mba mau disiapin makan malam, biar saya suruh siapin ?”
“Gak Bu,, saya Cuma mampir sebentar kok, ohya.. mama mana ?”
“Ibu lagi keluar mba, belakangan Ini sering keluar rumah, rumah sepi, mba Mona juga jarang dirumah, gak ada yang makan dirumah”
“Kevin pernah pulang ?” Tanya Joelene
“Gak pernah mba”
“Oh gitu.. ya udah, saya naik dulu ya bu, ada yang mau saya ambil” Ucap Joelene, Ratna pun mengangguk
Joelene menaiki tangga menuju lantai dua, dimana letak kamar Kevin.
Joelene mengambil beberapa barangnya yang masih tertinggal, kemudian dia meletakkan amplop coklat yang berisi surat gugatan cerai.
Setelah selesai, Joelene langsung turun dan beranjak dari rumah keluarga Kevin.
“Ibu..saya izin pamit dulu, sampaikan Salam saya sama mama Suci, saya pamit ya bu”
“Iya mba.. mba mba mau kemana ? Gak nginap disini ?”tanya Ratna.
“Gak mba, saya udah gak tinggal disini lagi, saya pergi dulu ya bu”
“Iya... mba hati - hati ya” ucap Ratna dan Joelene tersenyum.
Joelene sedikit lega, sedikit demi sedikit dia sudah berhasil menjalankan semua sesuai rencananya.
Kedepannya dia sedang mempersiapkan rencana untuk mencari Ibu kandungnya yang berada di negara Belgia, di negara Asal Ayah kandungnya.
__ADS_1