Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 14


__ADS_3

Setelah tiba dihotel tempat Jojo tryning, dia pun membersihkan diri setelahnya dia berjalan menuju restauran untuk makan malam.


Usai makan malam bersama dengan para peserta dari berbagai kota. Jojo pun masuk kekamarnya untuk beristirahat, sambil merebahkan tubuh diatas kasur, dia membuka ponselnya, melihat akun sosmed dan beberapa pesan singkat.


Pada akun sosmed, Jojo melihat ada permintaan mengikutinya, nama yang tertera Kaltomy Sharow, Jojo pun membuka akun tersebut yang memang tidak dikunci, Jojo membuka album fotonya dan scrol kebawah mencari foto sosok yang bernama Kaltomy Sharow tersebut yang diyakininya adalah Tomy yang menghubunginya tadi saat diperjalanan.


Semua Isi album foto di akun tersebut tidak terlihat foto sosok Pria yang mendominasi, foto yang banyak terlihat hanya kegiatan pertambangan, alat berat dan ada beberapa foto sekumpulan pria yang berpose diareal pertambangan dengan dikelilingi alat berat.


Tidak ada foto pria yang mendominasi, jadi Jojo sulit jntuk mencari tahu sosok pria yang bernama Kaltomy tersebut, akhirnya Jojo pun menerima permintaan pertemanannya.


Tak lama setelah Jojo menerima pertemanannya, suara ponsel Jojo berbunyi, panggilan masuk dari Tomy karena Jojo sudah menyimpan nomornya.


Dengan sedikit malas, Jojo mencoba mempermanis suaranya,


Joelene


“Ya Hallo”


Tomy


“Hai Joelene, kamu udah makan dan lagi ngapain sekarang ?”


“Udah dari tadi kali makannya, sekarang lagi mau tidur, besok pagi tryning di mulai, aku takut kesiangan” Ucap Jojo menolak secara halus


“Cepat banget tidurnya, kamu udah Terima permintaan pertemanan aku, aku lihat foto - foto kamu, kamu orangnya suka makan ya, dimana - mana fotonya lagi kulineran terus, Sama aku juga suka banget makan, apalagi pergi ketempat - tempat baru, yang paling utama aku cari itu ya makanan khas daerahnya”


“Ohya... kok bisa kebetulan gitu ya?” Ucap Jojo menanggapi tak bersemangat


“Mungkin kita memang berjodoh” Ucap Tomy


Sontak mata Jojo melotot mendengar ucapan Tomy


“Waduh....!! Nih orang serem ammat yak?! Pede nya maksimal,, kenal juga baru, ketemuan juga belum pernah tapi ngomong nya udah berasa kenal lama” batin Jojo.


Hampir setiap malam selama Jojo tryning, dia selalu mendapat telpon dari Tomy yang membuat Jojo merasa terganggu.


Terkadang hanya menanyakan hal yang gak penting menurut Jojo, seperti gaya pacaran anak ABG, yang membuat Jojo kesal hingga tak jarang Jojo mematikan ponselnya agar dia bisa tidur dengan tenang tanpa ada gangguan tengah malam dari suara panggilan masuk ke ponselnya.


Pagi ini, kebetulan hari minggu dan Joelene belum menyalakan ponselnya karena sudah dipastikan Tomy adalah orang pertama yang akan menghubunginya di pagi hari.


Jojo berencana olah raga ringan dengan berjalan pagi seperti yang biasa dilakukan Ayah setiap pagi.


Jojo mulai berlari keluar dari lingkungan hotel tempat dia menginap dan kebetulan lokasi hotel tempat Jojo menginap berdekatan dengan lokasi pasar tradisional.


Lokasi perbukitan yang membuat kondisi jalan yang dilalui Jojo terkadang menanjak hingga 45 derajat.


Disepanjang jalan yang dilalui Jojo terlihat banyak penduduk sekitar yang berjalan menuju pasar tradisional, ada yang hanya sekedar berbelanja ada pula yang menjajakan hasil kebunnya dipasar tersebut.

__ADS_1


Beberapa wanita paruh baya terlihat bersenda gurau sambil berjalan berbondong - bondong menggendong bakul yang berisi hasil kebunnya yang akan di jual dipasar, ada yang membawa Ubi, jagung, sayuran hijau, buah - buahan dan juga makanan tradisional.


Jojo sangat nyaman berada ditempat ini, sesekali Jojo bertegur sapa dengan para wanita yang juga sedang melintas menuju pasar tersebut, suasana damai dan tenang yang dirasakan nya, hingga tatapan matanya tertuju pada sesosok pria muda yang sedang membantu seorang pria tua mendorong sepeda onthel nya yang tak kuat mengayuh karena kondisi jalan yang menanjak, ditambah lagi sepedanya yang sarat beban hasil kebunnya yang akan dijajakan di pasar tersebut.


Langkah Jojo terhenti dan mematung, dengan pandangan masih kearah pria muda yang mendorong sepeda si bapak tersebut.


Dia merasa mengenal Pria muda yang sedang membantu si bapak, lama dia mengingat - ingat wajah pria tersebut, pria dengan ekspresi datar, tampan dan rapi yang terkesan dingin, namun sangat ringan tangan membantu orang disekitarnya terlebih orang tua.


Lama Jojo mengingat - ingat sosok pria tersebut, hingga akhirnya dia teringat pada suatu kejadian yang nyaris sama pada pintu masuk disebuah mall terbesar.


Pria yang sama saat di mall tersebut, yang tanpa sengaja tertabrak seorang Ibu hingga membuat belanjaan si Ibu berserakan, namun si pria tersebut membantu si Ibu mengumpulkan belanjaannya yang berserakan hingga membuat Jojo terkagum - kagum pada sosok pria tersebut.


Dan hari ini lagi - lagi pria itu membuat Jojo tak berkedip, terperangah karena nya, kemurahan hatinya membantu sesama, yang sukses membuat hati Jojo meleleh untuk kedua kalinya.


Usai membantu si bapak tersebut mendorong sepedanya, sibapak mengucapkan Terima kasih dan hanya dibalas anggukan tak berekspresi dari pria tersebut.


Terlihat pria tersebut juga sedang berolah raga pagi, Jojo pun berusaha mengikuti arah pria tersebut, namun karena kondisi jalan sudah mulai ramai hingga Jojo kehilangan jejak.


Akhirnya Jojo pun menyerah dan berbelok kearah pasar tradisional, dia mencari jajanan pasar dan kue - kue khas daerah tersebut.


Saat sedang asik memilih - milih kue yang ada pada bakul seorang Ibu tua, tiba - tiba seorang Ibu yang juga sedang membeli kue tersebut menyapa Jojo


“Sepertinya, kita pernah bertemu nak ?” Ucap Ibu tersebut


Jojo menoleh kearah si Ibu yang berucap tersebut


“Ohh...Iya ya bu,,, saya juga seperti mengenal Ibu, tapi dimana ya ?” Ucap Jojo sambil mengingat - ingat


“Ah... iyya... nak Jolene kan, kamu sudah tidak bekerja disitu lagi ya, pantesan kemarin saya cari - cari kamu, kata mereka kamu sudah keluar, apa kamu dipecat gara - gara foto suami saya yang tercecer kemarin ?” Tanya Bu Suci


“Nggak kok bu,, saya diterima bekerja ditempat lain, bukan karena dipecat, ibu sama siapa kesini, lagi liburan ya ?”


“Ibu sendiri nak, lagi pengen nyari makanan tradisional, nak Joelene sendiri ngapain disini?”


“Saya ada acara kantor di hotel sekitaran sini bu, berhubung hari ini libur, jadi saya pengen jalan - jalan kulineran dipasar, biasanya kan dipasar banyak makanan tradisional yang unik - unik jadi saya joging sekalian mampir disini bu”


“Nak Joelene suka juga ya makanan tradisional, Sama Ibu juga suka nak, ohya... katanya disebelah sana ada penjual brayot, nak Joelene suka ?”


“Brayot itu gimana bu? Saya belum pernah cobain, saya mau nyobain bu”


“Ayo nak, kita kesana” ajak bu Suci


Mereka berdua pun berjalan menuju penjual kue brayot yang dimaksud Bu Suci.


Mereka pun memesan kue brayot tersebut sambil duduk dan mengobrol santai.


“Ibu lagi liburan disini, atau sedang mengunjungi keluarga ?”

__ADS_1


“Ibu lagi liburan, penat menghirup udara kota terus, sekali - kali menghirup udara bebas polusi biar paru - paru bersih, betul kan Jo ?”


“Setuju bu, saya juga kalau boleh tinggal disini terus, udaranya segar banget, liat sayurannya juga segar- segar, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, nyaman banget kan bu” Ucap Jojo sambil memejamkan matanya menikmati udara segar.


“Kamu suka tinggal disini jo ? Kapan - kapan kalau Ibu kesini Ibu akan ajak kamu ya, kebetulan Ibu punya villa keluarga disini, nanti kita masak bareng - bareng, seru banget ya Jo, kamu suka masak ?” Tanya bu Suci


“Suka bu, apalagi kalau liat sayurannya segar - segar begini,, jadi pengen masak ini itu” Ucap Jojo sambil tersenyum senang


“Ok... nanti kalau Ibu kesini lagi, Ibu akan ajak kamu ya, biar kamu liburan, jangan kerja terus”


“Siyap bu, ohya... udah siang bu, saya pamit balik ke hotel ya bu, Ibu balik sendiri gak apa kan ?”


“Oh..Iya nak,,, gak apa - apa, Ibu udah biasa kok disini, ok jo, kamu hati - hati ya, ohya Ibu minta nomor ponsel kamu ya, biar kita saling bertukar kabar” Pinta Ibu Suci


Kemudian Jojo pun meneyebutkan nomor ponselnya dan segera di simpan bu Suci dalam daftar kontak di ponselnya, kemudian mereka pun berpisah.


\*\*\*\*\*


Hari ini adalah hari terakhir Jojo menjalani masa tryningnya, sedang sibuk bersiap - siap, ponsel Jojo berbunyi, tertulis nama Tomy pada ponselnya, Jojo pun menghela nafas lalu menerima panggilan tersebut.


“Ya hallo,,,” Ucap Jojo dengan nada suara tak bersemangat


“Joelene,, kamu dimana, jadi pulang hari ini ?” Tanya Tomy


“Jadi, ini lagi siap - siap, kenapa ?” Tanya Jojo balik


“Jam berapa berangkatnya? Aku juga lagi dijalan mau kerumah kamu”


“Hah...!! Kamu mau kerumah aku? Aku aja belum berangkat, lagian kamu kan dikalimantan”


“Iya memang dikalimantan, tapi sekarang aku lagi otw kerumah kamu”


“Eh... aku masih lama nyampenya, mungkin sekitar 4 atau 5 Jam lagi”


“Ya gak apa lah, aku kan bisa ngobrol - ngobrol sama calon mertua” Ucap Tomy percaya diri


“Hah.... calon mertua ? Maksudnya ?” Tanya Jojo tak mengerti


“Ya.. calon mertua,, mama sama papa kamu lah,, biar lebih akrab sekalian silaturahmi”


“Eh...ja...jangaaan... gak usah,, nanti aja tungguin aku balik, kita ketemuan diluar aja ya, kamu gak perlu kerumah, lagian Ayah aku galak lo,, nati kamu di interogasi habis - habisan” Ucap Jojo


“Ya.. baguslah,, biar sekalian aku ngelamar kamu” Ucap Tomy mantap


“Hadeww.. ada yang salah ini!!” Ucap Jojo pelan


“Hah.. kenapa Jo,,, kamu bilang apa tadi ?” Tanya Tomy

__ADS_1


“Oh...nggak..gak ada kok,, ya udah aku siap - siap dulu ya, bentar lagi udah mau jalan, udah dulu ya”


Jojo mengakhiri panggilan diponselnya.


__ADS_2