Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 113


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa, sebelum berangkat kekantor, Joelene mengantarkan Alvin kesekolah, sambil menunggu pakde Aldo, Joelene merapikan rambut dan pakaian Alvin.


“Sip...! Udah ganteng anak Mommy, nanti disekolah bekalnya dihabisin ya nak, terus mainnya jangan jauh - jauh, ohya... nanti kalau Mommy agak telat jeputnya tungguin Mommy di ruang ibu guru aja ya, jangan kemana - mana” begitulah rentetan pesan Joelene setiap pagi sebelum mengantarkan Alvin, sampai - sampai Alvin sudah hafal apa saja pesan Mommy hingga dia mengikuti ucapan Mommy dengan gerakan bibir tanpa suara.


“Ihh... ngeledek lagi!! Awas Mommy gelitikin nih!!” Gemes Joelene sambil menggelitik perut gendut Alvin, yang membuat Alvin menggeliat kegelian.


Tak lama, muncul mobil David didepan gerbang.


“Om daddy..!!” Teriak Alvin


David keluar dari dalam mobil dengan senyum kearah Alvin yang sudah melambaikan tangan kearah Alvin.


“Wah.... udah siap bro?” Tanya David


“Syip.!” Jawab Alvin sambil mengacungkan kedua jempolnya, membuat David gemes lalu mengelus rambutnya.


“Joe,, berangkat sekarang ?” Tanya David pada joelene


“Ya sudah, sebentar pamit dulu”


Joelene pun berpamitan pada bude Mieke, pakde Al dan Oma.


“Wahh...!! Aal udah gak mau di anterin sama kakek lagi nih ?” Goda Aldo


“Iya,,, habisnya kakek lelet sih, kaya siput, mending diantalin Om daddy aja, naik mobil Batman, bial ngebut cepat nyampe sekolah” oceh Alvin yang disambut tawa semua.


Alvin menamai mobil David dengan mobil Batman karena mobil sedan sporty berwarna hitam itu sangat mirip dengan mobil tokoh manusia kelelawar itu.


Kehadiran Joelene dan Alvin di rumah oma, menambah hidup suasana, Alvin yang cerewet membuat semua sangat senang menggodanya.


Usai mengantar Alvin kesekolah, David langsung mengantar Joelene kekantornya.


Sementara diujung jalan depan sekolah Alvin, mobil yang mengantarkan Suci sudah terparkir memantau.


“Siapa yang mengantarkan mereka itu, apa Joelene sudah menikah lagi? Siapa pria itu ?”


Suci bermonolog, entah kenapa dia merasa tidak terima jika Alvin dekat dengan orang lain.


Pukul 11.30, Joelene terburu - buru menuju sekolah Alvin, dia memang meminta izin istirahat makan siang lebih awal agar bisa menjemput Alvin disekolah karena sebelumnya guru Alvin memberi tahu bahwa hari ini ada rapat dadakan para guru hingga Murid - murid dipulangkan lebih awal dan hari ini joelene sudah telat 30 menit karena ada pekerjaan yang urgent.


Setibanya didepan gerbang sekolah Alvin, sudah terlihat sepi namun gerbang dan pintu masuk masih terbuka, Jolene pun melangkah kedalam.


“Ibu Joelene ? Alvin sudah dijeput” Ucap seorang guru yang melihat Joelene.


“Sudah dijeput ? siapa yang menjemput ?” Tanya Joelene


“Iya bu, tadi kan Alvin lagi main, tiba - tiba dia izin ke saya katanya sudah dijeput omanya”

__ADS_1


“Tapi... nenek Mieke tidak ada kasi kabar ke saya kalau mau jeput Alvin, sebentar saya telpon” kemudian Joelene meraih ponsel dari dalam tas tangannya dan menghubungi nomor bude Mieke.


“Hallo Jo, kenapa nak ?” Terdengar suara bude Mieke menjawab panggilan telpon Joelene.


“Hallo bude, Alvin sudah dirumah ?”


“Loh.. kan masih disekolah nak, ini juga belum jam nya mereka pulang sekolah kan, memangnya kenapa nak ?”


“Tadi kata guru Alvin, dia sudah dijeput oma nya karena mereka pulang cepat ada rapat guru hari ini, Jadi Joe langsung telpon bude” dengan nada suara panik


“Belum nak, Alvin belum dirumah” bude Mieke berucap serius


“Ya sudah bude, nanti Joe telpon lagi ya” Jawab Joelene mengakhiri panggilannya.


“Tadi saya tanya ke Alvin Bu, katanya dia dijeput omanya dan karena dijemput omanya saya langsung mengizinkannya” Jawab sang guru


“Tapi gak seharusnya ibu izin kan Alvin pulang begitu saja dengan orang baru yang belum pernah menjemputnya sama sekali, harusnya ibu telpon saya dulu” Ucap Joelene menyayangkan tindakan guru Alvin yang membiarkan anaknya dibawa pergi orang baru.


Joelene kembai meraih ponsel dan menghubungi David.


Dikantor David yang baru saja selesai meeting, melihat ada panggilan masuk diponselnya, melihat nama Joelene yang muncul dilayar ponsel membuat senyum tipis melengkung dibibirnya dan menggeser tombol hijau.


“Ya Joan mau makan siang bareng ? Dengan senang hati”


“Dave aku lagi serius, Alvin gak ada disekolahnya!”


“Sudah aku tanya tapi mereka gak ada jeput Alvin, lagian Alvin hari ini pulang lebih awal karena ada rapat guru, Cuma aku memang telat jeputnya” terdengar suara Joelene semakin panik.


“Ya udah kamu tunggu disana aja aku segera kesana” Jawab David.


David langsung meraih kunci mobil yang tergeletak dimeja kerjanya dan bergegas menuju parkiran.


Belakangan memang David sering ngantor di Bogor, karena dia sudah memegang perusahaan dan perusahaan David sedang ada proyek pembangunan hotel di daerah Bogor juga sekaligus menjalankan misi nya mendekati Joelene.


Tak sampai lima belas menit, David sudah tiba di depan gerbang taman Kanak - kanak tempat Alvin sekolah.


“Joe.. siapa yang menjemput Alvin ?”


“Kata gurunya, Alvin dijemput seorang wanita yang dipanggil oma oleh Alvin dan mereka pun mengizinkannya karena Alvin meyakinkan gurunya kalau wanita itu benar omanya” terang Joelene pada David


“Jadi,, kamu sudah tau siapa orangnya?”


Joelene tak memberikan jawaban, dia hanya mengangguk pelan dengan wajah panik.


“Siapa..?” Tanya David


“Ibu Suci, mamanya Kevin” Jawab Joelene

__ADS_1


“Tapi kan dia di Jakarta?”


“Kemarin sore sebelum aku pulang kantor, Ibu Suci mampir kerumah, membawa begitu banyak hadiah buat Alvin”


“Oo..ya sudah kalau begitu, Kenapa kamu khawatir, kan omanya sendiri yang jemput, paling dibawa jalan - jalan ke Mall” Jawab David


“Tapi aku khawatir Dave, dia merencanakan sesuatu”


“Merencanakan apa Joan, kamu tuh jangan over thinking begitu ah.. udah deh santai aja, dia gak mungkin lah melukai cucunya sendiri, paling dibawa jalan - jalan terus dibelikan banyak mainan, paling sore nanti Alvin dianterin pulang”


“Tapi Dave, aku takut dia akan...” kalimat Joelene terputus


“Akan apa Joan ? Udah kamu jangan mikir yang macem - macem”


“Aku takut Ibu Suci akan membawa Alvin pergi jauh dari ku, karena dia memang sangat menginginkan seorang cucu, sementara aku dan Kevin sudah berpisah, aku takut Alvin dibawa kabur ke luar negeri Dave!!” Ucap Joelene dengan wajah ketakutan


David meraih pundak Joelene dan menatap Manik coklat Joelene Yang sudah mulai tergenang.


“Kamu tenang ya, kita cari sama - sama”


Joelene meminta izin dikantornya untuk pulang lebih awal karena dia tidak akan fokus bekerja jikaAlvin belum kembali, setelahnya Joelene pun mulai meraih ponsel dan menghubungi rumah untuk menanyakan apakah Alvin sudah kembali, namun Jawabannya masih sama.


Wajahnya lesu, David pun membawa Joelene ke taman bermain disekitaran sekolah Alvin juga di taman kota, namun mereka tidak menemukan Alvin disana, hingga David membawa Joelene kesebuah mall.


“Kita kenapa kesini Dave ?”


“Siapa tau Alvin dibawa kesini, disini kan banyak arena bermainnya, biasanya kan seorang oma pasti membawa cucunya bermain ketempat seperti ini dan Satu lagi seorang oma pasti membawa cucunya ke toko mainan” terang David.


Merasa mendapat petunjuk, Joelene pun segera keluar dari mobil dan melangkah masuk.


Hampir satu jam mereka mengitari mall terbesar itu, arena bermain, toko mainan dan restauran fast food kesukaan Alvin juga tak luput dari pencarian mereka, namun mereka belum menemukan Alvin, hingga mereka duduk disebuah kursi yang tepat berada didepan sebuah barbershops.


“Sudah semua arena bermain, toko mainan dan restauran cepat saji kita kunjungi, tapi kita tidak menemukan Alvin” Ucap Joelene lesu.


“Kita makan dulu, dari tadi kamu belum makan Joan, nanti kamu sakit, selesai makan kita lanjut cari Alvin lagi, mungkin di Mall lain” Ucap David, karena melihat wajah Joelene sudah terlihat lesu dan pucat.


“Tapi aku gak lapar Dave, nanti aja makannya”


“Tapi gak bisa gitu Joan, kamu harus makan biar kamu punya energi buat melanjutkan pencarian, kalau kamu gak makan nanti kamu bisa sakit, ayo lah Jo, aku janji setelah makan kita lanjut cari Alvin di Mall yang lain”


Akhirnya Joelene pun menurut, saat hendak beranjak dari kursi yang dia duduki, matanya tertuju pada barber Shops khusus anak - anak yang ada Didepan.


Mata Joelene tertuju pada seorang anak laki - laki yang sedang duduk diatas kursi berbentuk mobil balap untuk menarik anak - anak.


“Dave, ayo kita masuk kesitu” ucap Joelene sambil berjalan menuju barbershops itu.


David heran namun tetap mengikuti langkah Joelene yang memasuki barbershops yang ada Didepan mereka.

__ADS_1


__ADS_2