Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 49


__ADS_3

Joelene belum menyadari mereka sedang berada dimana, hingga pesawat berhenti dan mereka beranjak turun dari pesawat, saat Jojo keluar di pintu pesawat terlihat tulisan AMSTERDAM SCHIPOL AIRPORT.


Seketika mata Jojo terbelalak, yang tadinya masih belum sempurna terbuka.


“Ki..ki..kita mau apa kesini ?” Tanya Jojo


“Menurutmu?” Ucap Kevin balik


Jojo hanya menggaruk - garuk kepalanya, masih bingung kenapa hendak berbulan madu harus jauh - jauh sampai ke Belanda.


Mereka langsung disambut oleh pria muda dengan penampilan sangat formal dengan setelan jas hitam.


“Selamat datang Tuan Kevin dan Nona Joelene” sambut Jullian asisten nya pada Kevin dan Joelene.


“I..iya,,, terima kasih” Ucap Jojo masih tak percaya dan merasa sedang bermimpi sudah berada di Amsterdam.


Kemudian Jullian membukakan pintu mobil untuk mereka berdua, Jullian pun melajukan kendaraan menuju apartemen milik Kevin.


Mobil yang dikendarai Jullian sudah memasuki lobby utama apartemen mewah milik Kevin.


Bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi dengan aksen bangunan yang elegan dan mewah, semua akses serba automatics dan tidak sembarang orang bisa masuk dengan sistem keamanan yang sangat ketat.


Jullian, Kevin dan Joelene pun masuk kedalam lift yang mengantarkan mereka menuju lantai 54.


“Saya pamit dulu Tuan” Ucap Jullian


“Baiklah,, terima kasih Jullian, besok aku akan menghubungimu” Ucap Kevin.


Joelene pun masuk dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling apartemen milik Kevin itu, semua tertata rapi.


“Apartemen ini Cuma ada satu kamar, karena kamar yang satunya sudah di alih fungsikan, letakkan barang - barangmu dikamar ini, aku akan tidur di ruang tv”


Joelene mengangguk paham dan memasuki kamar Kevin, terasa aroma maskulin menyeruak, parfum paforit Kevin terasa didalam ruangan itu, membuat Joelene memejamkan matanya menghirup dalam aroma itu yang entah sejak kapan dia sangat menyukai aromanya.


Kemudian dia membuka matanya dan tersenyum, menaruh tas tangannya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setengah jam berlalu, Joelene berendam pada air hangat dengan essensial oil kesukaannya yang selalu dibawa kemana pun Jojo pergi, karena aromanya yang begitu menenangkan.


Usai membersihkan diri, Joelene sudah mengenakan bathrobe dengan rambut yang terbungkus handuk, terasa tubuhnya segar dan nyaman setelah berendam dengan air hangat.


Tiba - tiba dia tersadar, kalau dia tidak membawa pakaian ganti, karena Jojo hanya membawa barang seperlunya, yaitu hanya tas make up miliknya.


“Astagaa,,, aku kan gak bawa baju ganti, mana baju yang aku pakai tadi sudah basah lagi, gimana ini”


Kemudian Jojo keluar kamar masih mengenakan bathrobe dan mencari Kevin.


“Aku tidak membawa baju ganti” Ucap Joelene pada Kevin yang duduk di sofa didepan tv.


Kevin menoleh kearah Joelene, ditatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


“Aku sudah menyuruh Jullian menyiapkan pakaian untukmu, buka saja dilemari” Ucap Kevin mengalihkan pandangannya, karena dia merasa seperti ada yang bergejolak di tubuhnya.


Joelene pun kembali masuk kekamar, dan mencari pakaiannya yang sudah di siapkan dilemari.


Sementara Kevin, kesulitan mengontrol dirinya, hingga dia meraih kotak rokok dan berjalan menuju balkon.

__ADS_1


Sementara Joelene sudah berada dikamar dan membuka lemari Kevin yang sudah berisi pakaian untuk Joelene.


Betapa terkejutnya Joelene, pakaian yang tersedia untuk Joelene hanya lingerie lembut berbahan sutra, tidak ada baju piyama atau celana pendek dengan kaos yang menjadi pavoritnya.


“Kenapa semua pakaiannya seperti ini ? Bagaimana aku keluar kamar kalau begini ?” Ucap Joelene sambil masih memeriksa pakaian yang bergelantungan dilemari.


Joelene pun tetap memakai bathrobenya, lalu keluar kamar untuk mengambil minum.


Kevin masuk setelah selesai menetralkan dirinya, namun dia masih mendapati Joelene mengenakan bathrobe.


“Kenapa belum berganti pakaian, tidak cocok ?” Tanya Kevin yang kembali terganggu dengan pemandangannya.


“Bu..bukan begitu, tapi pakaian yang ada semua hanya pakaian tidur”


“Aku rasa tidak masalah, bukankah masih jet leg ?”


“I..iiya.. tapi baju tidurnya...” Ucap Jojo terputus, lalu Kevin beranjak masuk kekamar dan memeriksa Isi lemari untuk Joelene yang dipersiapkan Jullian.


Kevin memeriksa satu persatu pakaian yang bergelantungan, semua berbentuk lingerie, dengan beraneka model, ada yang panjang namun terbuka lebar dibagian punggung belakang, membuat siapa saja yang memakainya akan terserang masuk angin, ada juga yang berbentuk sedikit nakal dengan bahan berbulu yang hanya menutupi areal vital saja, ada juga yang transparan seperti tidak mengenakan pakaian.


Lalu Kevin memilih satu diantara lingerie yang bergelantungan itu dan pilihan Kevin jatuh pada lingerie berwarna hitam dari bahan sutra tipis dengan panjang diatas lutut.


“Pakai ini saja” ucapnya sambil menyerahkan lingerie tersebut pada Joelene.


Jolene menerimanya sedikit ragu dan masih menatap lingerie itu tidak yakin mengenakannya.


“Pakailah, ini masih terlalu pagi, belum ada toko yang buka” Ucap Kevin lalu beranjak meninggalkan Joelene.


Usai Joelene mengganti pakaiannya dengan lingerie yang dipilih oleh Kevin tadi, dia masih dikamar dan tidak berani keluar, karena merasa tidak nyaman.


Suara ketukan pintu, Kevin mengetuk pintu, Jojo segera menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


“Mau makan, aku sudah pesan makanan” Ucap Kevin di balik pintu


“Aku tidak lapar, makan lah”


“Bagaimana tidak lapar, makan lah disini” Ucap Kevin, dia tau sebenarnya Joelene lapar, namun tidak nyaman keluar kamar hanya mengenakan lingerie.


Kevin pun makan sendiri, usai makan dia langsung masuk kekamar untuk membersihkan diri, mendengar suara pintu dibuka, Joelene berpura - pura tidur menutup matanya, padahal sedari tadi perutnya sudah berontak minta diisi.


Dibukanya sedikit kelopak matanya, memastikan Kevin sudah benar - benar masuk kekamar mandi, dia pun bangkit dari tempat tidur keluar kamar dan mencari makanan yang dipesan Kevin tadi.


Joelene merasa lapar hingga melahap makanan yang dipesan Kevin pada Jullian, walaupun lidahnya merasa asing pada makanan tersebut.


Sementara Kevin yang tadinya Sudah masuk kedalam kamar mandi yang terletak didalam kamarnya, kembali keluar mengambil handuknya yang tertinggal.


Saat Kevin keluar dari kamar mandi, diliriknya kearah tempat tidur, namun dia tidak mendapati Joelene tertidur disana.


Kevin pun berjalan kearah pintu kamar dan mengintip disebalik pintu yang sedikit terbuka, Kevin tersenyum melihat tingkah Joelene yang makan dengan pakaian minimalisnya yang sangat menggoda Kevin.


Usai makan Joelene buru - buru kembali kekamar dan menenggelamkan dirinya dibawah selimut tebal.


“Hahh... akhirnya perutku kenyang juga, walau makanan yang ku makan itu tidak karuan rasanya tapi,, yah... boleh la,, buat mengganjal perut yang sangat lapar dan akhirnya aku bisa tidur dengan tenang” gumam hati Joelene.


\*\*\*\*\*

__ADS_1


Joelene bangun pagi - pagi sekali, namun Kevin bangun jauh lebih pagi dari Joelene karena dia akan kekantor untuk mengecek keperusahaan miliknya, inilah yang menjadi salah satu tujuan Kevin memilih Belanda sebagai tujuan bulan madu mereka.


“Kenakan ini, bersiaplah kita akan mencari pakaian untukmu” Ucap Kevin sambil menyerahkan gantungan ke meja miliknya berwarna putih.


Jojo menerima gantungan kemeja itu lalu menggantinya dikamar mandi.


Usai berganti pakaian dan memoles tipis wajahnya, dia pun keluar kamar dengan sedikit merasa canggung karena kemeja itu tidak menutupi pahanya, saat dia keluar kamar dengan berjalan pelan sambil menarik - nari turun kemejanya merasa risih karena terlalu pendek.


Kevin pun kembali kekamar dan mengambil celana boxer miliknya untuk dikenakan Joelene, karena biar bagaimana pun Joelene adalah istrinya.


Joelene pun keluar kamar dengan sudah mengenakan celana boxer bermotif kotak biru milik Kevin dengan lengan di gulung sebatas siku terlihat sangat cocok ditubuh tinggi semampai Joelene yang memperlihatkan kaki mulus jenjangnya.


Mereka sudah berada di pusat pertokoan, Kevin dan Joelene memasuki salah Satu toko pakaian wanita dengan brand terkenal.


Kevin pun meminta karyawan toko tersebut mencarikan beberapa baju yang cocok untuk Joelene.


Karyawan tersebut pun mengambil beberapa pakaian terbaik mereka untuk di coba Joelene, Joelene pun mengambilnya dan masuk keruang fitting.


Pakaian pertama, long dress berbahan katun berwarna pastel tanpa lengan terlihat sangat cantik ditubuh Jenjang Joelene.


Joelene keluar dari ruang fitting dan memperlihatkan pada Kevin, Kevin mengangguk setuju, kemudian Joelene mengganti lagi dengan baju berikutnya.


Sebuah mini dress berwarna hitam polos berbahan katun terbaik, Kevin pun mengiyakannya.


Yang terakhir, long dress berbahan chiffon dengan lengan sebatas siku bermotif bunga, terlihat sangat cantik ditubuh Jenjang Joelene.


Joelene keluar dari ruang fitting, kevin menatap takjub, Joelene terlihat begitu memesona, karena sebelumnya dia jarang sekali mengenakan long dress, dia lebih nyaman dengan jeans, kemeja atau sweater.


“Sudah pakai yang ini saja” Ucap Kevin langsung menuju kasir melakukan pembayaran.


Saat masih di toko tersebut, terdengar panggilan diponsel Kevin dari asistennya Jullian.


“Aku segera kesana” Begitu jawabnya singkat.


Kevin dan Jojo tiba didepan perusahaan Kevin.


“Kita mau ngapai disini ?” Tanya Jojo


“Aku ada kerjaan sebentar, ayo ikut”


Joelene sedikit kesal, karena dia mengira akan dibawa jalan - jalan, tapi ternyata dia ke kantor perusahaan milik Kevin.


Didalam kantor perusahaan Kevin, Joelene memperhatikan tatanan ruang kerja Kevin yang terlihat sangat rapi.


Kevin masih duduk di kursi kerjanya sambil masih menatapi monitor laptopnya, sementara Joelene mulai merasa bosan duduk di sofa.


“Ya... apa Kau sudah menemukannya, kirmkan padaku alamatnya dan Kau segera kesini” ucapnya lalu mengakhiri.


Terdengar Kevin sedang berbicara lewat ponselnya.


Tak lama, Jullian masuk keruangan Kevin.


“Bos,, barusan orang suruhanku melihat nya di sebuah caffe, ini nama dan alamat caffe nya” Ucap Jullian sambil menyerahkan secarik kertas.


“Baiklah,, tolong Kau jaga dia, jangan izin kan dia pergi sendiri, jika dia menginginkan sesuatu, belikan saja” Ucap Kevin lalu berlalu dari ruangannya tanpa berpamitan pada Joelene.

__ADS_1


__ADS_2