
Sore hari Saat mendekati jam pulang kantor, mobil Kevin sudah parkir didepan kantor Joelene, tanpa mengabari sebelumnya.
Joelene sudah berada didepan pintu utama, diperhatikan nya wanita yang sudah menjadi istrinya beberapa bulan ini.
“Kalau diperhatikan ternyata dia manis banget, senyumnya, tawa lepasnya dan keceriaannya, rambut panjangnya, energy nya sudah berhasil membiusku,,, Ahh.... rasanya seperti candu, ingin terus berdekatan dengannya,, ugh... ngomong apa sih aku ini!!” Gumam hati Kevin kemudian mengusap wajahnya karena tersadar atas fikirannya sendiri yang mulai mengagumi istrinya.
Joelene belum menyadari kehadiran Kevin yang sengaja menjemputnya, dia masih asik ngobrol dan bercanda dengan teman sekantornya.
Baginya, dikantor adalah tempat dimana dia bebas menjadi diri nya sendiri.
Kevin memperhatikan dari kejauhan Joelene yang sedang asik ngobrol dengan Ella, juga ada Regi yang terlihat sangat berusaha keras mengganggu setiap percakapan mereka.
“Iihhh... paan sih Gi!! Kepo banget deh urusan perempuan, minggir dulu, aku lagi ngobrol sama Ella!!” Kesal Joelene
“Iya nih si Egi!! Suka banget nyempil diantara wanita cuantik seperti kita - kita ini ya kan Jo!!” Sambung Ella
“Habis keliatannya seru banget sih!! Jadi kepo, lagi ngobrolin apa sih ?”
“Ini tuh urusan perempuan kamu gak perlu tau” Ucap Ella
“Ya udah kalau aku gak perlu tau, mba Joelene yuk pulang bareng aku yuk!” Tanpa sungkan Regi menarik tangan Joelene menuju parkiran motornya, tanpa di sadarinya kevin sedang menatap tajam kearahnya.
Rahang Kevin mengeras, wajahnya memerah dan tangannya mengepal melihat Regi menarik tangan Joelene.
“Oh.. anak ingusan itu, berani sekali dia memegang tangan Joelene, sepertinya kecurigaan aku benar, pasti dia yang mengirim pesan dari private number waktu itu” gumam hati Kevin, dia pun langsung keluar dari mobilnya dan berdiri didepan mobil nya dengan tangan yang bersedekap didada.
Regi yang baru menyadari kehadiran Kevin disana, langsung melepaskan tangan Joelene dari genggamannya.
Joelene terlihat gugup namun berusaha menutupi kegugupannya, hatinya sedikit senang atas perlakuan Regi barusan.
“Joelene...” panggil Kevin
Ini kali pertama Kevin memanggil nama Joelene, lalu ia pun berpamitan pada Ella kemudian berjalan mendekati mobil Kevin
“Sudah lama ? Kok gak kasi kabar kalau mau jemput ?”
“Apa menjemput istri sendiri juga harus memberi tahu terlebih dahulu ?”
“Ya..ya.. gak apa - apa juga sih, Cuma biasanya ngasi tau kalau mau jemput”
“Kenapa ? supaya kamu bisa mengantisipasi pemandangan yang tadi, supaya aku tidak tau permainan kamu dengan anak ingusan itu?”
Joelene mengerutkan dahinya, muncul rasa ingin membalas Kevin dengan memanfaatkan Regi
“Emang ada yang salah ? Aku kan Cuma ngobrol dengan teman kantor, emang gak boleh ya?”
“Cuma ngobrol, tapi pakai pegang - pegang tangan istri orang ?”
Seketika muncul tanduk dikepala Joelene
“Oh... gak boleh ya pegang - pegang tangan istri orang ? Terus kalau peluk cium suami orang didepan umum boleh ya ?” Sambil melirik kearah Kevin yang masih berdiri didepannya
Tanpa menjawab, Kevin langsung menarik tangan Joelene dan membawanya masuk kedalam mobil.
Didalam mobil, Kevin masih diam tidak menanggapi ucapan Joelene tadi.
“Jadi gimana nih, peluk suami orang didepan umum boleh, tapi pegang tangan istri orang didepan umum gak boleh,, kok kedengarannya sedikit egois ya ?”
“Kami hanya berteman dan kalau di luar negeri itu peluk cium itu biasa, itu seperti di Indonesia juga kalau bertemu dengan teman pasti saling menyapa dengan berjabat tangan”
“Oh.. gitu ya, berarti kalau di luar negeri peluk cium itu boleh, terus kamu bilang di Indonesia saling sapa dengan berjabat tangan, berarti yang dilakukan Regi tadi itu biasa dong ya, kan ini di Indonesia dan dia Cuma pegang tangan ?” Ucap Joelene sambil tersenyum meledek.
__ADS_1
Kevin yang sedang menyetir, hanya melirik kearah Joelene, namun seperti ada kilatan cahaya pada wajah Joelene hingga membuat Kevin kembali mengulangi lirikannya dan sedikit menahan lirikannya beberapa detik, terpukau akan senyuman Joelene.
“Gila.. ini gila..!! Kenapa makin kesini, dia semakin meracuni fikiranku, ini senyum terindah yang pernah kulihat” Gumam hati Kevin
Kevin perlahan mulai mengagumi sosok Joelene.
“Kok diam, Bener kan yang aku bilang, berarti yang dilakukan Regi tadi itu hal yang lumrah dong, Cuma sekedar menyapa, ala Indonesia” Ucap Joelene dengan sedikit menekankan ucapannya.
“Sudah jangan dibahas lagi” Ucap Kevin sambil terus menyetir.
“Kenapa jangan dibahas ? Ini penting lo, karena sepertinya kamu yang menang banyak!”
“Baiklah,, mulai hari ini baik kamu maupun aku, gak boleh pegangan tangan sama lawan jenis” Ucap Kevin
“Apalagi peluk dan cium, haram!! Bukan muhrim juga!” Ucap Joelene menambahkan dengan suara sedikit menekan kan sambil menoleh pada Kevin.
Kevin hanya mengangkat kedua alis matanya pertanda setuju.
Joelene tersadar, Kevin tidak mengarah jalan pulang kerumah,
“Kita mau kemana ini bukan jalan kerumah ?” Tanya Joelene
“Malam ini kita gak pulang kerumah, kita ke apartemenku”
“Ada apa, ada masalah ?”
“Aku cuma mau menyendiri, Menjauhi keramaian”
“Memangnya dimana yang ramai?” Tanya Joelene
“Sudahlah, jangan banyak bertanya, seorang istri itu harus ikut kemana pun suaminya pergi”
Joelene tak menjawab lagi, dia memilih diam, menghindari perdebatan.
“Kenapa diam saja, tidak mau mandi dan berganti pakaian?” Tanya Kevin
“Gimana mau mandi dan berganti pakaian, aku kan gak bawa baju ganti” Ucap kesal Joelene, karena merasa Kevin sudah semakin seenaknya.
“Kopermu ada didalam kamar, tadi aku meminta ART menyiapkan pakaianmu yang akan diantar supir kesini.
“Wah... semakin seenaknya dia!!” Gumam hati Joelene sambil menggelengkan kepalanya dan beranjak kekamar untuk bersih - bersih.
Usai membersihkan diri dan sudah berganti pakaian dengan pakaian tidurnya yaitu dengan hot pants putih dan kaos oblong berwarna abu, rambut diikat tinggi yang menampakkan Leher mulus dan jenjang nya, ini adalah gaya ternyaman Joelene saat berada dirumah.
Kevin masih didepan tv, memegang remote, melihat Joelene sudah selesai berganti pakaian, Kevin pun berucap
“Aku mau makan nasi goreng seperti yang tadi pagi”
Joelene tak menjawab, dia langsung bergegas menuju dapur dan mengabaikan Kevin yang masih duduk didepan tv.
Melihat tingkah Joelene yang cuek seperti itu, membuat Kevin semakin gemes, ditambah lagi gaya santai Joelene di rumah, yang hanya mengenakan kaos oblong dan hot pant yang memperlihatkan kaki jenjang mulus miliknya, membuat Kevin memanas.
Dia pun beranjak kekamarnya untuk membersihkan diri, sementara Joelene berada didapur.
Kulkas sudah terisi penuh dengan bahan makanan dan bahan masakan, sepertinya dia memang merencanakan akan menginap diapartemen.
Kevin sudah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar, mencium aroma masakan yang sangat lezat, dia pun langsung menuju dapur.
Joelene sudah selesai memasak, sedang mencuci piring kotor bekas memasak, wajahnya sedikit berkeringat, beberapa helai rambutnya menghalangi pandangannya, dengan susah payah Joelene menyingkirkan poni yang sudah menutupi sebelah matanya, namun karena tangannya yang penuh sabun, ia pun kelihatan susah payah.
Kevin memperhatikan dari arah belakang Joelene, memperhatikan kesusahan Joelene.
__ADS_1
Kevin pun mendekat, berdiri tepat dibelakang Joelene, Kevin meraih poni Joelene dari belakang dan memasangkan jepitan, hingga hembusan nafasnya terasa hangat pada ceruk leher Joelene, karena mereka memiliki tinggi badan yang hanya berbeda beberapa Centimeter saja.
Joelene sedikit kaget, merasa ada hawa hangat bercampur aroma mint yang segar menyeruak disebalik tubuhnya dan terasa sangat dekat.
“Mari aku bantu..” Ucap Kevin lembut tepat ditelinga Kiri Joelene hingga membuat dia menggeliat geli.
Joelene terlihat salah tingkah, dia pun segera mencuci tangannya lalu membenahi rambutnya.
“Biar aku saja..” Ucapnya dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.
Kevin tersenyum melihat Joelene yang salah tingkah, entah kenapa pemandangan ini sangat menyenangkan bagi Kevin, membuat istrinya itu salah tingkah dengan wajah yang memerah karena malu.
Mereka berdua pun menikmati makan malam sederhana mereka, yang hanya dengan nasi goreng, telur ceplok dan kerupuk.
Kevin terlihat sangat lahap, menghabiskan nasi dipiringnya hingga tak bersisa sebutir pun.
Usai mencuci piring dan membereskan dapur, Joelene hendak beranjak kekamar, Kevin yang duduk disofa sambil menonton tv, memanggil Joelene.
“Kamu sudah mengantuk ? Duduk disini temani aku” ucap Kevin sambil menepuk Sofa mengarahkan agar Joelene duduk disebelahnya.
Joelene pun duduk disebelah Kevin, tak bicara sepatah kata pun, hingga tiba - tiba dia teringat, belum menghubungi ibu mertuanya kalau mereka tidak pulang kerumah.
“Sudah memberi tahu mama, kalau kita tidak pulang kerumah ?” Tanya Joelene
“Belum, sudah lah, mama pasti mengerti” Jawab Kevin
“bukan perkara mengerti atau tidak, tapi setidaknya memberi kabar, agar mama tidak khawatir”
Kevin pun segera meraih ponsel nya dan membuka daftar kontak lalu segera menghubungi nomor mamanya.
Dirumah mama Suci, mereka baru saja selesai makan malam, karena mama Suci menunggu Kevin dan Joelene pulang.
Ponsel mama berdering, mama, Adrian dan Mona yang masih di ruang makan.
“Hallo ma,, udah makan ? Malam ini Kevin dan Joelene gak pulang kerumah ya, kami menginap di apartemen”
“Kenapa baru memberi kabar ? Dalam rangka apa kalian menginap disana?” Tanya Bu Suci terdengar tidak suka
“Tidak ada, Cuma Kevin lagi pingin nginap disini aja, senin kami akan pulang, kami mau menghabiskan weekend disini ma”
“Kenapa harus menghabiskan weekend disana ? Apa dirumah ini tidak bisa ?”
“Sekali - kali kan kita butuh privasi ma, siapa tau Setelah dua hari disini mama mendapat kabar baik” Ucap Kevin sambil melirik kearah Joelene
“Terserah kalian saja, sudah ya” Suci kesal dan langsung mematikan ponselnya.
“Telpon dari siapa ma, Kevin ?” Tanya Adrian
“Hem...” Jawab Suci singkat
“Memangnya mereka kemana, tidak pulang ?”
“Mereka menginap di apartemen, entah apa yang difikiran anak itu, apa rumah ini masih kurang luas apa kamarnya diatas sana masih kurang privasi, apa ada yang mengganggu mereka?” Ucap kesal mamanya
“Hebat ya, baru menikah saja, Joelene sudah berhasil membuat Kevin yang keras kepala dan susah ditaklukkan itu menjauh dari mama, sedikit demi sedikit dia mulai menjauhkan Kevin dari mama, ini masih nginap diapartemen milik kevin, besok - besok nginap dirumah keluarganya”
“Mama mau kekamar dulu..” Ucap Suci sambil memijat ringan pelipisnya.
Sementara Mona tersenyum dengan smirk liciknya, merasa usahanya mulai berhasil.
Diapartemen Kevin, mereka masih duduk berdua didepan tv, Joelene sudah terlihat sangat mengantuk, entah beberapa kali ia menguap.
__ADS_1
Namun Kevin mengacuhkannya, dia asik menonton tv, hingga Joelene tertidur, Kevin melihat Joelene sudah terpejam, pada sandaran Sofa, berlahan kevin mengangkat tubuh Jolene pindah ke kamar.