Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 109


__ADS_3

Dengan tatapan penuh amarah dan tangan terkepal, David melihat Joelene yang sudah kehilangan kesadarannya didalam dekapan Kevin.


“Bangsat!! Apa yang sudah kau lakukan ?!” Geram David sambil mendaratkan bogem di wajah Kevin, Kevin yang terkejut dan tidak siap menerima pukulan David, dia pun terhuyung jatuh diantara peralatan sapu dan kain pel yang ada diruang sempit itu.


“Belum cukup kamu menyakitinya ha..?! Belum cukup??!” David masih melampiaskan kekesalannya dengan mendaratkan beberapa bogeman, kemudian David tersadar, melihat Joelene yang sudah tergeletak dilantai, David pun melepaskan Kevin yang sudah babak belur, beralih pada Joelene.


Tanpa fikir panjang lagi, David menggendong tubuh Joelene dan membawanya kerumah sakit.


Karena posisi parkir mobil David berada diantara kendaraan lainnya sehingga susah keluar, pihak hotel pun membawa Joelene dengan menggunakan kendaraaan hotel.


David berada di jok belakang sambil memangku tubuh Joelene yang masih belum sadarkan diri.


“Pak,, bisa lebih cepat lagi, kita ke rumah sakit atau klinik terdekat saja” perinta David pada sopir yang membawa mobil.


Tak sampai sepuluh menit, mereka tiba Didepan pintu utama Instalasi Gawat Darurat, David pun langsung mengangkat tubuh Joelene keatas brankar yang sudah tersedia, kemudian pihak rumah sakit membawa Joelene masuk kedalam ruang penanganan.


David terlihat mondar mandir Didepan pintu, tangannya masih terkepal merasa geram atas apa yang sudah dilakukan Kevin hingga membuat Joelene kehilangan kesadarannya.


Namun tiba - tiba, saat David duduk Didepan ruang tunggu, muncul wajah Kevin yang terlihat babak belur akibat hantaman David.


“Masih berani menampakkan wujud disini, setelah apa yang lo lakukan hingga membuat Joelene pingsan seperti ini ?! Kaya nya masih kurang ya...!!” Ucap David dengan wajah memerah dan tangan terkepal.


David pun mendekati Kevin kemudian menarik kerah baju Kevin, Kevin tak memberi perlawanan, dia hanya diam pasrah menerima hantaman David.


Rahang David mengeras, tangan kanannya terkepal dan sudah bersiap - siap melayangkan bogeman mentah diwajah tampan Kevin yang sudah babak belur, namun Kevin tetap tidak memberi perlawanan, terdengar suara pintu dibuka dan seorang perawat keluar dari dalam ruangan tempat Joelene dirawat tadi.


David pun melepaskan Cengkraman nya pada kerah baju Kevin, dan menghempaskan begitu saja lalu beralih pada perawat tersebut.


“Bagaimana keadaannya suster ?” Tanya David


“Ibu Joelene baik - baik saja, dia hanya shock dan kekurangan oksigen hingga membuat dia kehilangan kesadarannya, saat ini bu Joelene sudah sadar”


“Syukurlah,, boleh saya menemuinya ?” Tanya David pada suster

__ADS_1


“Oh.. silahkan pak, sebentar lagi juga ibu Joelene sudah boleh pulang kok” ucap suster sambil kembali masuk kedalam ruangan IGD.


David tak mengacuhkan Kevin, dia pun melangkah masuk kedalam ruangan.


Sementara Kevin, yang begitu merasa bersalah karena sudah menyebabkan Joelene pingsan, hingga dia tidak melakukan perlawanan sedikitpun walau David memberikan pukulan diwajahnya.


Rasa sesal merasuki hatinya, seandainya dia bisa mengontrol diri dan tidak berlaku sedikit kasar pada Joelene, mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Kevin pun terduduk diruang tunggu, berharap bisa bertemu dengan Joelene dan meminta maaf atas perlakuannya barusan.


Saat David keluar ruangan hendak menemui suster dan menyelesaikan administrasi, David melihat Kevin masih terduduk diruang tunggu Didepan pintu.


“Lo belum pergi juga ?! Jangan sampai gua kehilangan kesabaran ya, segera lo tinggalkan tempat ini, gua gak mau lagi liat wajah lo, laki - laki pengecut yang sudah meninggalkan istri sah dan memilih wanita selingkuhannya dan berselingkuh Didepan mata istri sahnya, gua rasa itu bukan laki - laki sejati, tapi itu adalah laki - laki pengecut!!!”


“Terserah kamu mau caci maki aku, aku gak peduli, aku hanya ingin bertemu dengan istriku dan membicarakan semua permasalahan rumah tangga kami untuk memperbaiki semuanya dan kamu,, berhenti ikut campur!!” Ucap Kevin masih tetap menahan diri karena biar bagaimanapun dia mengaku salah atas semua yang terjadi namun yang difikiran Kevin, kenapa David begitu mati - matian menghalanginya bertemu Joelene istrinya sendiri, karena sampai hari ini dia tidak pernah merasa sudah menceraikan Joelene dan dia masih menganggap Joelene adalah istri sahnya.


Merapatkan tubuhnya ke tubuh Kevin, tinggi tubuh mereka yang sejajar membuat tatapan mata mereka saling beradu.


David dengan tatapan penuh amarah menatap mata Kevin, begitu juga Kevin yang tak gentar akan tatapan David, seolah tatapannya mengartikan bahwa, wanita yang ada didalam sana masih miliknya dan dia berhak atas wanita itu.


“Gue udah peringatkan elo untuk pergi dari sini dan berhenti menyakiti Joelene, elo udah gak ada hak atas Joelene karena pernikahan kalian sudah berakhir dan gue,, gak akan segan untuk memberi pelajaran pada pengecut yang ada Didepan gue saat ini, pengecut yang tidak pernah menghargai wanita dan tidak pernah menghargai istri, oh... maaf lebih tepatnya MANTAN ISTRI, lo masih ingat kata - kata gue kan, jangan salahkan gue kalau gue akan merebut Joelene dari elo!! Paham lo kan?!! Cabut lo dari sini!!” Ucap David sambil menghempaskan tubuh Kevin dari cengkramannya.


Kali ini Kevin tidak mau tinggal diam, David yang sudah membelakangi nya dan berjalan menuju ruang penanganan Joelene usai menyelesaikan administrasi, tiba - tiba saja mendapat bogeman dari Kevin yang sedari tadi tak memberi perlawanan.


“Sejak awal aku sudah berusaha menahan diri, tapi sepertinya kau tidak mendengar kata - kataku, jauhi istriku, Joelene masih istriku dan kami tidak pernah bercerai, aku tidak pernah menceraikan dia!!”


David meraba sudut bibirnya yang basah karena cairan berwarna merah.


“Ternyata lo masih berhalusinasi!! Mungkin gue perlu menyadarkan elo bahwa lo dan Joelene sudah bercerai, gua juga berada disana saat pembacaan putusan sidang perceraian kalian, gua sarankan agar lo menjauhi Joelene karena saat ini Joelene milik gue dan kami sudah menjalin hubungan serius!” David berbohong tentang hubungannya dengan Joelene.


Kevin shock mendengarnya, Joelene yang mengaku tidak memiliki hubungan spesial dengan David namun sementara David mengatakan kalau dia sudah menjalin hubungan dengan Joelene.


David berlalu meninggalkan Kevin dan kembali keruangan tempat Joelene terbaring tadi.

__ADS_1


David sudah membawa Joelene keluar dari rumah sakit menuju parkiran, mobilnya yang tertinggal di hotel tempat acara berlangsung sudah diantarkan oleh pihak hotel.


David membukakan pintu untuk Joelene dan membawanya masuk kedalam mobil, kemudian beralih menuju sisi kanan mobil untuk segera melajukan kendaraannya.


“Gimana Jo, apa yang kamu rasakan sekarang, apa masih ada yang sakit ?” Tanya David sambil tetap fokus menyetir.


“Udah mendingan kok Dave, Makasi ya, kamu udah nolong aku, aku gak tau apa yang akan terjadi jika kamu tidak datang mencariku” ucap Joelene sambil menatap kedepan.


“Iya Joan, lagian itu udah jadi tanggung jawab aku menjaga dan melindungi kamu”


Joelene terhenyak mendengar ucapan David barusan, lalu dia menoleh kearah David yang sedang menyetir.


“Kenapa, kok liatinnya begitu ? Ada yang aneh ?” Ucap David


“Mmm... nggak kok, gak apa - apa” jawab Joelene


“Ya kan memang benerkan, kamu ke acara itu kan bareng aku, aku yang membawa kamu, jadi apa pun yang terjadi dengan kamu aku bertanggung jawab dong”


Joelene tak menjawab, hanya tersenyum menanggapi ucapan David.


“Sekarang apa rencana kamu Joan ?”


“Maksudnya,, rencana apa Dave ?”


“Setelah kamu bercerai dan Kevin masih tidak menganggap kalian sudah bercerai, apa yang akan kamu lakukan ?” Tanya David sedikit ragu namun tidak bisa menahan diri untuk menanyakan hal itu


“Aku gak tau Dave, yang jelas saat ini yang menjadi fokusku hanya membesarkan Alvin, menyiapkan pendidikan dan masa depannya, namun entah lah Dave..” ucapan nya terhenti, tatapannya lurus kedepan.


“Maaf Joan, bukannya aku mau ikut campur, tapi apa kamu tidak berfikir bahwa anak seusia Alvin sedang butuh sosok seorang Ayah, apa kamu tidak berencana memaafkan Kevin dan kembali padanya ?”


“Kamu benar Dave, Alvin memang butuh figur ayah, tapi untuk kembali dengan Kevin rasanya tidak mungkin, apalagi mengingat tuduhan orang tuanya yang tidak mengakui Alvin cucunya, malah dia mengatakan Alvin anak hasil perselingkuhan aku sama kamu Dave, sakit rasanya, padahal apa yang aku lakukan untuk menyelamatkan perusahaan mereka, tapi malah dituduh berselingkuh”


David menghela nafas, namun didalam lubuk hatinya yang paling dalam dia bersorak bahagia karena Joelene tidak berniat kembali pada Kevin.

__ADS_1


Walaupun rencana melamar Joelene malam ini ditunda tapi setidaknya David mendapat angin segar, dan dia akan merencanakan melamar Joelene dengan cara yang lebih romantis lagi.


__ADS_2