
Disebuah hotel berbintang milik keluarga Kevin, seluruh tamu dan undangan sudah berkumpul pada hall tempat resepsi berlangsung.
Terlihat Bu Suci dan Adrian duduk disisi kanan kedua mempelai lalu Ayah dan Ibu Jojo duduk disisi sebelah kiri kedua mempelai.
Jannet dan Jennifer juga sibuk menyapa para tamu undangan mereka, Mona yang juga tampak disana menatap sinis pada keluarga Joelene.
“Wow... senang sekali mereka,, dasar orang - orang udik !! baru kali ini mungkin berada di acara kaum jetset, terlihat norak” Ucap nyinyir Mona yang menatap Satu per Satu para undangan yang datang dari pihak keluarga Jojo yang tak lain tetangga lingkungan perumahan mereka.
Usai resepsi, tamu dan undangan sudah tidak ada lagi, Yang tinggal hanya keluarga inti dari kedua mempelai.
“Vin, kami langsung pulang ya, kalian menginap disini dulu, sebagai honeymoon pemanasan, bukan begitu pak Winata ?” Canda Bu Suci
“Bener Bu, mudah - mudahan kita segera mendapat kabar baik” sambut Ayah Jojo
“Aamiin.. mudah - mudahan secepatnya ya pak” Jawab Bu Suci
Sementara Mona yang mendengar itu langsung merasa tertampar dan uring - uringan tak tenang, dia mulai merasa posisinya sebagai menantu satu - satunya sedikit demi sedikit mulai tergeser sejak kepulangan Kevin ke Indonesia dan kehadiran Joelene dalam keluarga Laksana.
“Tidak bisa !! Aku harus cari cara agar wanita itu tidak tinggal dirumah utama, bisa - bisa aku yang terusir dari rumah itu, aku harus memikirkannya” gumam hati Mona.
Seluruh keluarga sudah pulang kerumah masing - masing, Yang tetap tinggal dan menginap hanya Kevin dan Joelene.
Ini merupakan fasilitas yang diberikan pihak management hotel bagi para pengantin yang melakukan resepsi di hotel tersebut, apalagi Kevin adalah pemilik saham terbesar dihotel tersebut, pastinya semua fasilitas nomor satu yang diberikan pihak hotel.
Joelene sudah berada dikamar, sementara Kevin masih berada dicaffe rooftop lantai teratas hotel tersebut, bersama sahabat merangkap asistennya yang mengurus perusahaannya di London.
“Jullian,, aku percaya kan semua urusan perusahaan di London padamu, setiap hari, setiap jam Kau bebas menghubungi aku menanyakan apapun perihal perusahaan” Ucap Kevin sambil masih menatapi monitor laptop nya.
“Bos.. ini kan malam pengantin anda, berhentilah memikirkan pekerjaan, ada seseorang didalam sana sedang menantikan kehadiran anda, jika ada yang urgent saya akan menghubungi”
Kemudian Julian pun undur diri dan Kevin melangkah menuju kamarnya.
Diketuknya pintu kamar, Joelene yang baru saja membersihkan diri dan masih menggunakan bathrobe melangkah menuju pintu lalu meraih gagang pintu dan membukanya
Jeglek....
Kevin melangkah masuk, menatap Joelene yang masih mengenakan bathrobe dengan rambut panjangnya yang diikat tinggi sembarang, memperlihatkan leher jenjang nya.
Kevin masuk dan tak berkata apa - apa.
“Mau langsung mandi, biar aku siapin air hangatnya?” Ucap Jojo
“Tidak perlu, pergi lah tidur” Jawab Kevin
Lalu dia beranjak kekamar mandi membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
__ADS_1
“Kamu butuh sesuatu, biar aku bantu ?” Tanya Jojo mencoba menjalani perannya sebagai seorang istri, seperti yang biasa dilakukan Ibu pada Ayah.
Kevin yang baru selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
Kevin beranjak menuju kulkas pada mini bar yang terdapat di dalam ruangan itu meraih sebotol bir dengan kadar alkohol rendah.
Dibawanya minuman tersebut kedepan televisi dan duduk disofa empuk yang menghadap ke tv lalu meraih remote dan mulai memilih - milih Chanel.
“Kamu butuh sesuatu bilang saja, aku akan membantu” Ucap Jojo
Masih memilih - milih chanel televisi, Kevin pun berucap
“Tidurlah,, aku sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri, kamu gak perlu repot - repot melakukan tugas sebagai seorang istri, kamu bebas melakukan apapun yang kamu suka selama tidak melampaui batas”
“Maksudnya?” Tanya Jojo masih belum mengerti atas ucapan Kevin.
“Ya anggap saja kamu masih single, seperti kamu sebelumnya, lakukan hal - hal yang biasa kamu lakukan, begitu juga peran seorang istri, aku tidak menuntut kamu untuk berlaku seperti seorang istri yang melayani suami” terang Kevin
Jojo kaget mendengar semua ucapan Kevin
“Apa maksud dari semua perkataannya itu, dia menganggap aku istrinya apa tidak sih? Kenapa dia berbicara seperti itu ?”
Jojo tidak menjawab, dia langsung beranjak keatas kasur empuk, membuka bathrobe nya, karena sebelumnya dia sudah mengenakan lingerie berwarna putih dengan bahan sutra yang sangat lembut yang dihadiahi Ella sahabatnya.
Menenggelamkan tubuhnya didalam selimut, hanya menyisakan wajahnya saja.
Diraihnya ponsel diatas meja yang berada disebelah tempat tidur karena terdengar suara pesan masuk
Ella
Gimana, baguskan? Bahannya lembut banget kan? Dijamin nyaman saat MELAKUKANNYA besok ceritain ke aku gimana sensasinya. Selamat bersenang - senang Joelene ku sayang 😘💪🏻👰🏻
Joelene
😭😭
Jojo hanya menjawab dengan gambar emoticon menangis.
Diliriknya kearah sofa yang menghadap ke tv, Kevin sudah terlelap dengan tv yang masih menyala.
Ditariknya kembali selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang merasa dingin akibat lingerie pemberian Ella yang sangat mini dan berbahan tipis.
Pagi hari Jojo sudah bangun, dengan malasnya membuka perlahan matanya, setelah beberapa menit yang dibutuhkannya untuk mengumpulkan nyawa.
Dibukanya selimut, seperti biasa dia langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya di pagi hari, namun saat didepan pintu kamar mandi, Jojo yang masih dengan 50 % kesadarannya menabrak Kevin yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Tubuh Jojo nyaris terjatuh, dengan reflek tangan Kevin menangkap tubuh Jojo yang masih terbalut lingerie sutra yang super tipis itu, hingga lekukan pada tubuh Jojo sangat jelas terlihat dan terasa menyentuh kulit Kevin.
Mata Jojo yang tadinya masih lima watt mirip bohlam yang kekurangan pasokan daya mendadak terbelalak mendapati wajah Kevin hanya berjarak beberapa senti saja dengan wajahnya, membuat bibir mereka nyaris saling menempel karena postur tubuh Jojo yang sama dengan Kevin.
“Ma..maaf..” Ucap Jojo kikuk kemudian menjauh dari Kevin dan menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya yang terlihat jelas karena hanya sutra tipis yang menutupinya.
Kevin tak kalah shocknya, melihat pemandangan yang sukses merusak konsentrasinya pagi ini, hingga Setelah Jojo masuk kedalam kamar mandi, dia terdiam sejenak didepan pintu seperti mereka ulang kejadian yang barusan terjadi.
Kevin menarik nafas dan menghembuskan nafas sambil memijat ringan pelipisnya karena pemandangan barusan nyaris menghancurkan pertahanan.
Usai bersiap - siap, mereka langsung pulang kerumah keluarga Kevin.
Mama, Adrian dan Mona masih berkumpul di meja makan karena baru selesai sarapan.
“Eh... kok pengantin baru udah bangun sepagi ini? Apa semalam gak bisa tidur ?” Goda mama yang menyambut kedatangan Kevin dan Joelene, membuat wajah Joelene bersemu merah merasa malu.
“Aku harus kekantor pagi ini ma, ada yang mau aku kerjakan” Ucap Kevin mengalihkan
“Aku kan bisa menghandlenya, kenapa ? Gak percaya sama wakil sendiri ?” Ucap Adrian menyindir
“Bukan begitu, aku sudah berjanji menemuinya untuk membicarakan rencana investasinya di perusahaan, kalau nanti kamu yang menemuinya aku takut dia malah berubah fikiran batal berinvestasi” terang Kevin
“Terserah...” Jawab Adrian dan langsung beranjak dari kursinya.
“Sudahlah,, kalian ini, pagi juga sudah ribut - ribut, nak Joelene masih cuti kan ?” Tanya Suci
“Masih Bu, sampai dua hari kedepan”
“Kalau begitu, hari ini kita masak bareng ya,, Kevin nanti kamu pulang makan siang ya?”
“Aku gak janji ma, karena ada beberapa janji meeting diluar”
“Gimana sih, baru nikah, gak honeymoon eh... malah siang juga gak pulang, Joelene mau masak buat kamu siang ini, usahain pulang, makan masakan istri” Ucap Suci
“Liat nanti ya ma, aku jalan dulu” Ucap Kevin mencium pipi mama nya berpamitan, lalu langsung beranjak menuju pintu keluar
“Eh.... kamu lupa, udah punya istri, Yang mesra dikit kenapa sih sama istri?” Ucap Suci yang kesal melihat tingkah anak bungsunya yang langsung melengos tak berpamitan dengan Joelene
Kevin pun berbalik dan mencium pipi Jojo secara tiba - tiba lalu langsung berjalan keluar.
Mamanya hanya geleng kepala melihat tingkah Kevin
“Masih malu - malu dia, nanti lama - lama juga malu - maluin” Ucap Suci pada Joelene.
Sementara Joelene yang barusan mendapat kecupan dadakan dari orang yang selama ini sudah mencuri perhatiannya, merasa seperti melayang,, kakinya tidak menapak dibumi, wajahnya masih terdiam tak berkedip.
__ADS_1
Mona yang menangkap kejadian pagi itu, mulai uring - uringan dan mulai berfikir untuk menyingkirkan Jojo dari rumah besar itu karena merasa Jojo adalah ancaman.