
Langkahnya terhenti Didepan sebuah Bar, Joelene memasukinya kemudian duduk Didepan para bartender yang sedang meracik minuman.
Dia tidak pernah ke tempat seperti ini sebelumnya, namun tidak ada salahnya di coba, mungkin aku akan merasa lebih baik disini, fikir Joelene.
Joelene pun memesan minuman yang juga belum pernah dicicipinya, namun melihat sekilas sepertinya minuman itu menyegarkan apalagi banyak yang memesan minuman seperti itu.
Minuman berwarna bening dan diberi irisan lemon itu terlihat menyegarkan, hingga Joelene beranggapan minuman itu bisa menyegarkan tenggorokan.
Disesapnya minuman yang sudah disuguhkan bartender didepannya, rasanya membuat ekspresi wajah Joelene tidak bisa ditebak, Ntah itu wajah yang mengekspresikan asem, manis, asin ataupun pahit.
Entah karena haus atau karena melihat kemesraan Kevin dengan Leona membuat dia menenggak habis minumannya.
Usai menenggak dua cawan, tubuh Joelene mulai oleng dan meracau, wajahnya sudah merah merona, ponselnya berdering, Joelene dengan tingkat kewarasan yang minim mencoba meraih ponsel dalam sling bag.
Panggilan dari Kevin, yang mengkhawatirkan Joelene, karena hingga dia tiba di apartemen, Joelene belum berada Dirumah.
Kevin khawatir dia pun mencoba menghubungi Ponsel Joelene, Joelene mengangkatnya namun dari nada suaranya terdengar seperti sedang kacau.
Kevin
“Kamu dimana, kenapa belum pulang ?!”
Joelene
“Yes,, who speaking ?”
Kevin
“Kamu dimana, apa yang kamu lakukan ?”
Joelene
“Oh,,, I know who are you,, don’t worry,, I’m Ok,, bila.. rasaku ini rasa mu, sanggupkah engkau, menahan sakitnya...”
Ucap Joelene meracau sambil bernyanyi tak beraturan, hingga Kevin semakin khawatir.
Kevin pun menggunakan aplikasi pelacak melalui nomor ponsel dan akhirnya Kevin menemukan posisi Joelene, ia pun segera menyusul.
Setibanya Kevin, ia pun masuk kedalam Bar yang penuh dengan asap rokok dengan pengunjung yang mayoritas pria itu.
Kevin pun menemukan Joelene yang sudah terduduk dengan meletakkan wajahnya diatas meja dengan gelas kosong disebelahnya.
__ADS_1
“Kau mabuk!! Apa yang terjadi sampai kamu seperti ini?!” Ucap Kevin mencoba membangunkan Joelene yang masih meracau.
“Oh... you... are my sunshine,, my only sunshine, but I’m not your sunshine,, oh... soo sad..” oceh nya tak karuan.
Kevin segera membopong Joelene keluar dari sana, namun Joelene yang sudah mabuk berat, tubuhnya tidak bisa berpijak dengan benar hingga dia terjatuh ke lantai.
Dengan susah payah Kevin mengangkat tubuh Joelene lalu menggendongnya ala bridal style, Joelene pun melingkarkan tangan pada leher Kevin.
Setelah berada didalam mobil, Joelene masih meracau tergeletak pada jok belakang mobil.
“Apa yang membuatmu seperti ini ? Apa ini memang kebiasaanmu ?” Gumam hati Kevin yang masih tak habis fikir atas kelakuan Joelene.
Dia yang terlihat manis, gadis baik - baik dan ceria bisa melakukan hal ini, hal yang paling dibenci Kevin, dia pun menghapus kasar wajahnya.
“Sudah kuduga pasti ada saja yang terjadi jika dia bepergian sendiri!!”
Sesampainya diapartemen milik Kevin, Kevin membopong tubuh Joelene memasuki lift, Joelene bisa berdiri namun oleng.
Sampai didepan unit Kevin, dia pun membukakan pintu dan membawa Joelene masuk ke kamarnya.
Joelene pun menghempaskan tubuhnya diatas kasur, terbaring tak beraturan dengan pakaian yang tersingkap membuat kaki jenjang dan paha mulusnya terbuka.
Kevin membuka sepatu Joelene lalu membenarkan posisi Joelene dan menutup paha Joelene yang terbuka.
“Apa yang membuat kamu seperti ini?” Ucap Kevin masih tak habis fikir sambil membersihkan muntahan Joelene pada pakaian nya.
Saat Kevin mendekat untuk membersihkan muntahan Joelene pada pakaiannya, Joelene pun bangkit secara tiba - tiba memeluknya
“Kamu..? Apa yang kamu lakukan itu ja..haat!!” Ucapnya Didepan wajah Kevin lalu kembali muntah dan kali ini mengotori pakaian Kevin.
“Oh... sial!!” Keluh Kevin
Lalu Kevin membuka jaket dan kaosnya yang sudah terkena muntahan Joelene, hingga dia hanya mengenakan celana jeans saja dan bertelanjang dada.
Kevin masih ragu untuk menggantikan baju Joelene yang kotor, namun dia juga tidak tega membiarkan Joelene tidur dengan pakaian basah dan kotor itu.
Ditatapnya Joelene yang sudah mulai terlelap dan tidak meracau lagi, menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.
Diambilnya pakaian ganti Joelene didalam lemari, Kevin mendekati Joelene dan mulai mengganti pakaian Joelene.
Memiringkan tubuh Joelene, Kevin membuka zipper nya dibelakang, jantungnya berdetak lebih kencang, nafasnya kasar.
__ADS_1
Kevin pun membuka dress Joelene, hingga Joelene hanya tinggal mengenakan underwear hitam berenda, kulit mulus terlihat eksotis dan seksi dengan d*d* mon*** Joelene terlihat padat tertutup rapat oleh underwear nya.
Kevin mulai mengusap tubuh Joelene dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat, sebagai lelaki normal bohong kalau Kevin tidak tergoda melihat pemandangan Didepan matanya yang sangat mengunggah selera kaum Adam itu.
Kevin mendengus kasar, memijat pelipis nya, menahan sesuatu yang sudah mulai bergejolak didalam tubuhnya.
Segera Kevin memakaikan pakaian tidur Joelene dan lagi - lagi pakaian itu mengganggu pertahanan Kevin, karena saat ini Joelene sudah mengenakan lingerie berwarna biru berbahan sutra panjang sebatas lutut dengan bagian dada terbuka lebar hingga membuat gundukan kembar nya menyembul menggoda.
Usai mengganti pakaian Joelene, Kevin segera masuk kekamar mandi menuntaskan hasratnya lalu mengganti pakaian tidur.
Selesai bersih - bersih, Kevin melirik kearah Joelene, tubuhnya tertidur dengan posisi meringkuk karena Kevin belum menutupinya dengan selimut hingga Joelene kedinginan.
Mendekat ke tempat tidur, tubuh Joelene yang belum tertutup selimut, tidur dengan posisi sembarang, hingga paha mulusnya kembali terbuka.
Saat Kevin akan menyelimuti Joelene, Joelene kembali meracau,
“Jangan pergi, tetaplah disini,, aku hancur melihatnya, buat apa aku kesini kalau hanya untuk menyaksikan semuanya, sakit...” ucap Joelene dengan mata terpejam lalu meneteskan air mata.
Kevin menatapi wajah Joelene yang entah itu meracau atau memang dia sedang mengungkapkan isi hatinya, Kevin terenyuh mendengarnya.
“Apa maksud dari ucapannya ini, apa dia melihat aku dan Leona tadi ? Apa di memang menginginkan pernikahan ini ?” Pertanyaan - pertanyaan itu muncul didalam kepalanya.
Saat ini Kevin juga bingung dengan perasaannya, awalnya dia mencari Leona hanya ingin bertemu dan menanyakan mengapa Leona pergi meninggalkan nya tanpa kabar berita dan saat ini dia sudah bertemu kembali dengan Leona tapi entah kenapa dia tidak berdaya bertanya, melihat sikap Leona seperti tidak terjadi apa - apa, kembali seperti dulu saat mereka masih menjalin hubungan mungkin hatinya masih mengharapkan Leona.
Joelene sudah tidak meracau, namun air matanya masih menetes disudut matanya yang masih terpejam.
Ada rasa iba dihati Kevin, hatinya terenyuh mendengar curahan hati Joelene, dihapusnya air mata yang masih menetes disudut mata Joelene.
Didekatkannya tubuhnya, sambil menyelimuti tubuh Joelene, saat melihat tubuh Joelene yang hanya terbalut lingerie tipis dan mini, hasratnya kembali bergejolak.
Deru nafasnya terdengar, udara seketika terasa panas, saat Joelene menggeliat, Kevin semakin tidak kuat, lekukan tubuh, bibir merah muda dengan da** yang menantang membuat Kevin semakin menggila.
“Ya Tuhan,, kenapa semua yang ada padamu membuatku gila, kau secara sah istriku, jika aku melakukannya pun itu hak ku,, argghh,,”
Hingga akhirnya Kevin tidak mampu menahan hasratnya dan dia pun berbaring disebelah Joelene, menatapi dari wajah hingga ke bawah.
“Semua terlihat sempurna dan sangat menarik, kenapa selama ini aku tidak menyadarinya, kenapa aku mengejar wanita yang sudah meninggalkan aku dan bodohnya lagi, aku menerimanya kembali setelah dia pergi tanpa kabar berita dan aku mau menerimanya kembali, apa yang ada di otakku ini” hatinya berkata - kata sambil masih menatapi tubuh Joelene.
Hasrat Kevin mulai tak terkontrol, dia pun mulai menjelajahi tubuh Joelene, menyatukan bibir nya dengan Joelene, menjelajah hingga kerongga, tangannya pun mulai menyentuh apa yang sudah menggoda pemandangannya sejak mengganti baju Joelen tadi, disentuhnya lembut, Joelene masih terpejam namun sesekali menggeliat dan mendesah.
******* Joelene membuat Kevin semakin menggila, dia pun semakin berani melakukan sentuhan - sentuhannya, men****i tubuh Joelene hingga semua bagian terexplore olehnya.
__ADS_1
Joelene masih terpejam namun seperti menikmati, entah efek minuman keras atau memang dia menyadari apa yang terjadi.
Hingga Kevin sudah merasa dipuncak hasratnya dia pun melakukan penyatuan hingga tubuhnya menegang dan peluh bercucuran di tengah suhu kamar yang sejuk karena pendingin ruangan.