
David masih terdiam dengan tatapan tak percaya yang ditujukan pada Joelene, Joelene yang pada dasarnya kurang suka berdandan dan malam ini dia begitu terlihat sangat berbeda, seperti bidadari yang turun di malam hari.
“Dave... helow.. kamu lagi mimpi ?” Ucap Joelene sambil melambaikan tangannya didepan wajah David
“Eh...Iya.. lagi mimpi,, mimpi liat bidadari malam hari” ucapnya yang masih ternganga tak percaya
“Kamu kenapa sih,, apa aku keliatan aneh ya didandani kaya gini ? Menor ya lipsticknya ? Aku merasa agak menor sih warnanya, hapus aja kali ya” ucap Joelene sambil meraih tissue dari dalam clutch nya.
“Jangan...!! Begini aja,, aku suka,, jangan dihapus!!” Ucap David sedikit berteriak
“Ye... biasa aja kali,, gak usah teriak,, aku gak budeg Vid!! Tapi aku merasa terlalu berani pakai warna ini”
“Udah bagus.. jangan dihapus,, yok kita jalan sekarang, ok mba,, makasi ya” ucap david pada karyawan salon yang mengantarkan Joelene, joelene pun mengucapkan terima kasih, kemudian mereka berjalan menuju parkiran.
Diperjalanan, tak henti-hentinya David menoleh kearah Joelene, Joelene merasa kurang nyaman akan dandanannya, terlebih lipstick yang dikenakannya berwarna merah merona, warna yang belum pernah ia pakai karena menurutnya warna lipstick seperti ini adalah warna yang sering digunakan oleh wanita penggoda.
Joelene bolak balik bercermin dengan cermin compact powder dari dalam clutch nya, merasa tidak nyaman.
“Udah cakep, cakep banget malah, sampai aku merasa bukan kamu..” celetuk David sambil melirik Joelene yang masih bercermin memperhatikan warna bibirnya.
“aku ganti aja kali ya,, beneran aku gak pede pake warna ini Dave, aku berasa NAKAL begini” ucapnya kurang percaya diri
“Udah bagus Joan, kalo malam itu ya dandanannya harus seperti ini, glamour dan elegan, begini aja, aku suka”
Joelene pun memasukkan cerminnya dan kembali menatap jalanan.
Sekitar dua puluh menit kemudian mereka tiba dilobby sebuah hotel berbintang, David pun menghentikan mobilnya didepan pintu utama Lobby, mobilpun dibawa oleh petugas valley, David merenggangkan tangannya kearah Joelene, agar Joelene menggandeng lengannya.
“Ayo, biar kaya artis Hollywood” Ucap David menggoda Joelene yang terlihat gugup.
Joelene pun menggandeng lengan David, mereka berjalan beriringan, terlihat sangat serasi, beberapa mata tertuju pada mereka yang melintas pada red carpet yang terbentang.
Ini kali pertama Joelene menghadiri acara yang bisa dibilang mirip pembacaan nominasi piala oscar.
Mengusir rasa gugupnya, Joelene pun menebar senyuman terbaiknya, tiba -
tiba terdengar suara seseorang memanggil David.
“David... sebelah sini!!”
Ucap Orang tersebut sambil melambaikan tangannya kearah David yang sedang mencari - cari suara yang memanggil namanya, hingga ia menemukannya dan berjalan mendekat.
“Udah lama ?” Ucap David
“Baru juga sih, paling baru sepuluh menit, eh...akhirnya hilalnya ketemu juga, kenalin kekita dong”
“Apaan sih... biasa aja Bram, ohya... Joan.. kenali ini Bram dan istrinya”
Kemudian Joelene pun menjabat tangan tangan keduanya dan saling menyebutkan nama.
“Jadi.. kapan ini peresmiannya ?” Tanya Bram
“Peresmian apaan ?” Jawab David tak mengerti
“Ya'. Peresmian hubungan kalian berdua lah, supaya para gadis berhenti berharap, habisnya selama ini kamu gak pernah terlihat menggandeng wanita setiap ada acara, tapi malam ini semua sudah terjawab, ternyata ini bidadari yang ditunggu - tunggu seorang David pengacara merangkap owner yang digilai banyak kaum hawa” ucap Bram menggoda David
“Hem... Bram apaan sih !!” Ucap David sambil membulatkan matanya kearah Bram yang tak henti menggodanya, karena Bram nyaris membongkar siapa dia yang sebenarnya, sementara Joelene dan Neyna istri Bram hanya senyum menanggapi candaan kedua sahabat itu.
__ADS_1
Tak lama Acara pun dimulai, acara yang selalu diadakan setiap tahun ini, dihadiri oleh seluruh pengusaha muda se Jabodetabek dan kali ini acara diadakan di kota Bogor.
Saat acara tengah berlangsung, ada sepasang mata yang sedari awal kedatangan Joelene diacara itu, sudah menatapnya, sosok itu tak lain adalah Kevin.
Malam itu banyak pengusaha muda dari dalam dan luar negeri menghadiri acara tersebut, Kevin yang malam itu datang seorang diri, terus menatap kearah Joelene.
Pada awal kedatangan Joelene dan David, Kevin hanya menatap sekilas dan sempat bertanya - tanya, mengapa David ada diacara pertemuan para pengusaha muda itu, karena yang dia tau David hanya seorang pengacara.
Namun setelah melihat wanita yang datang bersama David, tatapannya tak lepas dari mereka, awalnya Kevin tidak mengetahui wanita yang datang bersama David adalah Joelene, karena Joelene begitu terlihat berbeda dan sangat memukau, namun setelah David memperhatikan lebih detail, akhirnya Kevin pun menyadari kalau wanita yang bersama David itu adalah Joelene.
Joelene terlihat ngobrol akrab dengan Neyna istri Bram, sementara David dengan Bram juga asik dengan obrolan mereka.
Kemudian Kevin diminta untuk menyampaikan sambutan sebagai mewakili pengusaha muda yang sukses diluar negeri.
Joelene tersentak saat nama Kevin disebut oleh MC, David juga tak kalah terkejutnya, karena tidak menyangka Kevin juga ada diacara tersebut.
Kemudian tatapan David tertuju pada Joelene yang masih menatap kedepan.
“Vid,,, hebat ya dia, diusianya yang masih terbilang muda sudah sukses di negeri orang” ucap Bram memuji Kevin
David hanya menanggapinya dengan tersenyum dan kembali melirik kearah Joelene.
Dari tatapan mata Joelene, David menangkap masih ada rasa cinta disana, meskipun mereka sudah berpisah namun pesona Kevin masih membekas dihati Joelene, hingga tatapannya tak lepas menatap Kevin yang sedang berbicara Didepan sana.
Ada rasa nyeri dihati David, ketika melihat tatapan Joelene pada Kevin, namun David bertekad tidak akan menyerah, dia akan terus berusaha meraih hati Joelene, seperti malam ini, David berencana akan melamar Joelene setelah acara selesai dan dia sudah mempersiapkan semuanya, bahkan cincin untuk melamar Joelene pun sudah berada di dalam saku jas nya.
“Dave, aku ke toilet sebentar ya” bisik Joelene pada David
“Mau aku temenin ?” Ucap David dengan tatapan genit
“Apaan sih!! Genit banget!” Ucap Joelene
Usai menyampaikan sambutannya, Kevin kembali duduk ditempatnya, namun saat dia duduk dan mengarahkan pandangannya kearah Joelene, dia tidak mendapati Joelene disana, hingga Kevin pun beranjak dari duduknya.
Didalam toilet wanita, Joelene menatap wajahnya dicermin, entah mengapa rasa sedih menggenangi hatinya hingga dia memutuskan ke toilet dan meluapkannya disana.
Orang yang dulu pernah menghiasi mimpinya sekaligus menghancurkan hatinya, kini kembali hadir Didepan matanya, membuat hatinya terasa sakit, mengingat perlakukan keluarga Kevin yang telah menuduhnya berselingkuh hingga mereka tidak mengakui anak yang dikandung Joelene.
Joelene juga merasa sedih karena saat ini buah hatinya yang sangat mirip dengan Ayahnya itu begitu sangat mendambakan sosok ayah di kehidupannya, hingga dia mendapati sosok itu pada David, orang yang dituduhkan telah berselingkuh dengannya.
Setelah merapihkan riasannya yang sedikit berantakan karena menangis tadi, Joelene pun keluar toilet dan berjalan menuju meja tempat dia duduk bersama David tadi, namun saat berjalan dilorong, Joelene berpapasan dengan Kevin dan Kevin pun meraih tangannya dan membawanya masuk kedalam sebuah gudang sempit tempat penyimpanan peralatan cleaning service.
“Joe... aku mau bicara” ucap Kevin sambil berdiri membelakangi pintu.
“Gak ada yang perlu dibicarakan lagi tuan Kevin, tolong lepaskan tangan saya!”
“Joe... ada yang ingin aku tanyakan, tolong beri waktu untuk bicara”
“Tuan Kevin yang terhormat..!! Sekali lagi saya katakan, tidak ada yang perlu dibicarakan, kita sudah selesai!”
Ucap Joelene sambil mencoba melepaskan genggaman Kevin di pergelangan tangannya.
“Joe... tolong beri aku waktu untuk bicara,,!!” Ucap Kevin sedikit memaksa dan mengeratkan genggamannya pada pergelangan tangan Joelene hingga membuat Joelene meringis kesakitan.
“Tolong lepaskan tanganku!! Kita sudah tidak ada hubungan lagi, jangan sampai aku berteriak!!” Joelene coba mengancam
“Teriaklah...! Tidak akan ada yang mendengar!” Ucap Kevin sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Joelene yang sedang berusaha melepaskan genggaman Kevin.
__ADS_1
“Ini sakit!!” Ucap Joelene sambil menggoncang pergelangan tangannya yang digenggam Kevin.
“Ok..! Aku akan lepas, tapi kamu jangan coba kabur, aku ingin bertanya sesuatu” Kevin memberi penawaran
“Ok..! Hanya lima menit!” Ucap Joelene
Kemudian Kevin pun melepaskan genggaman, namun mengungkung tubuh Joelene yang tersandar didinding ruangan sempit itu diantara kedua lengan kokohnya, hingga wajah mereka saling berhadapan.
Nafas Joelene memburu, karena sesak berada didalam ruang sempit itu.
“Apa yang ingin kamu tanyakan” ucap Joelene
“Apa benar anak itu anakku ?” Tanya Kevin
Wajah Joelene melengos sambil tertawa mengejek
“Untuk apa kamu tau itu anak kamu atau bukan ?”
“Jawab saja, itu anakku atau bukan ?” Tanya Kevin balik
“Itu anak kamu atau bukan anak kamu, apa peduli mu?! Selama ini kan kamu menganggap aku berselingkuh, jadi buat apa lagi kamu menanyakan hal itu, aku tegaskan ya,, dia anakku, bukan anak kamu!!” Ucap Joelene menegaskan sambil mencoba keluar dari kungkungan Lengan kekar Kevin.
Namun lagi - lagi Kevin tidak memberi ruang pada Joelene untuk keluar dari lingkungan kedua lengannya, hingga Joelene pun mulai memberontak.
“Lepaskan aku, aku mau keluar!!”
“Tidak akan, sebelum kau menjawab pertanyaan kU!” Jawab Kevin
“Tidak ada yang perlu dijawab, anakku adalah anakku!! Minggir aku mau keluar!!” Joelene berusaha keluar namun lagi - lagi Kevin tidak memberinya ruang untuk meraih pintu untuk keluar.
“Joe... apa susahnya menjawab pertanyaanku, apa kamu memang benar - benar memiliki hubungan dengan pengacara itu? Kalau memang benar kalian memiliki hubungan, aku akan dengan ikhlas melepaskan mu, tapi jika anak itu adalah anakku, aku akan memperjuangkan milikku untuk kembali padaku, walau dengan cara apa pun itu!!”
“Minggir...!! Dia bukan anakmu, dan sekali lagi aku tegaskan aku tidak ada hubungan apapun dengan David, kita sudah berpisah dan kamu tidak punya hak atas aku dan anakku!!” Ucap Joelene sambil masih berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari ruang sempit yang membuatnya kekurangan oksigen.
“Joe...!! Jangan memaksa ku berlaku kasar! Kamu masih tetap istriku, aku tidak pernah menceraikan kamu dan tidak akan pernah terjadi itu!!” Kevin menegaskan ucapannya sambil menatap penuh na*** bibir merah merona Joelene yang terlihat begitu sangat menggoda Kevin.
Dengan buas Kevin menempelkan bibirnya pada bibir Joelene, menyesap kedalamnya seakan tak memberi ampun, Kevin terus menjelajahi setiap jengkal barisan gigi rapi Joelene, hingga tak memberinya kesempatan untuk menghirup oksigen.
Sementara David mulai gelisah, Joelene sudah terlalu lama berada ditoilet, hingga dia memutuskan untuk menyusul Joelene.
Saat tiba di toilet, David menanyakan pada seorang pengunjung wanita yang baru saja keluar dari dalam toilet.
“Maaf mba, saya mau tanya, apa didalam masih ada pengunjung lain ? Saya sedang mencari teman wanita saya, katanya sedang ditoilet”
“Sepertinya tidak ada mas, saya barusan dari dalam dan pintu kamar mandinya semua terbuka” ucap wanita tersebut.
“Ok mba,, terima kasih” jawab David sambil masih mengedarkan pandangannya di sekitar toilet tersebut, namun tiba - tiba terdengar suara gaduh dari sebuah ruangan tertutup disudut lorong.
“Lepaskan aku!! Tolong...to...” suara teriakan Joelene terputus karena Kevin lagi - lagi melahap bi*** Joelene, membungkamnya agar tidak berteriak.
Hingga Joelene semakin lemah tak berdaya, kehabisan oksigen dan juga tenaga karena mencoba melepaskan diri dari cengkraman Kevin.
Kevin tidak memberi ampun, sepertinya bibir lembut itu sudah lama dirinduinya, hingga lagi - lagi dia melahapnya.
Sampai akhirnya, Kevin melepas ciu*an nya, karena merasa Joelene tidak memberi perlawanan dan tubuhnya kian melemah, Kevin pun memanggil - manggil nama Joelene
“Jo..Joe...Joe...”
__ADS_1
Sementara itu David menemukan asal suara gaduh dari sebuah pintu disudut ruangan, hingga dia meraih handle pintu lalu membukannya.
Pintu terbuka, David mendapati Kevin dan Joelene didalam ruang sempit itu dengan tubuh Joelene yang masih dipeluk Kevin dan dia sedang berusaha membangunkan Joelene yang sudah kehilangan kesadarannya.