
Benar saja, bocah kecil yang sedang dipotong rambutnya sambil duduk dikursi yang berbentuk mobil balap itu adalah Alvin putranya.
“Aal...!” Teriak Joelene yang langsung memeluk Alvin.
“Mo..my.. Mommy sama siapa kesini ?”
“Sa..yaang..! Kan Mommy udah bilang, kalau Mommy telat jemput Aal jangan kemana - mana, tetap tunggu Mommy di ruangan ibu guru” ucap Joelene sambil masih memeluk putra nya.
“Tadi oma Suci Datang jemput Aal, jadi Aal ikut oma aja, habis bosan Mommy lama jemputnya” ucap Alvin sambil tertunduk
“Maaf Jo, mama tadi kebetulan lewat Didepan sekolah Alvin, kebetulan Alvin lagi main sendirian jadi mama ajak aja dia pulang bareng mama, sekali lagi mama minta maaf ya”
“Harusnya tante tidak perlu repot membawa Alvin, saya harap ini yang pertama dan yang terakhir tante menjemput Alvin disekolahnya”
“Maaf Jo, tapi tadi mama mau hubungi kamu cuma mama gak punya contact kamu yang baru, terus mama tanya Alvin, katanya dia lapar, kemudian mama bawa dia makan kesini, mama hanya ingin bermain dengan cucu mama, itu saja Jo, tapi kalau kamu memang tidak berkenan mama membawa Alvin, mama minta maaf” ucap Suci dengan suara bergetar menahan tangis.
“Dia anak saya tante dan saya mohon berhenti menyebutnya cucu tante, ayo sayang kita pulang..” ucap Joelene sambil mengajak Alvin yang memang sudah selesai dipangkas.
Sementara David hanya terdiam, karena ini bukan ranahnya untuk ikut campur masalah Joelene dengan mantan mertuanya itu, saat akan beranjak meninggalkan barbershops tersebut, Suci menatap kearah David, lalu membiarkan mereka pergi meninggalkan nya dengan perasaan sedih dihatinya.
Setelah Joelene, Alvin dan David meninggalkan barbershops tersebut, Suci pun segera beranjak, namun sebelum beranjak, Suci mengambil beberapa helai rambut Alvin yang dipotong tadi, lalu dia menyimpannya didalam sebuah amplop yang sudah disediakannya dari dalam tas tangannya.
Suci memang sengaja membawa Alvin untuk memotong rambutnya, selain memang rambutnya yang sudah agak panjang, Suci juga berniat mengambil sample rambut Alvin untuk dibawanya kerumah sakit untuk keperluan tes DNA.
Walau pun wajah Alvin dan Kevin kecil sangat mirip, Suci ingin bukti yang lebih pasti lagi untuk membuktikan bahwa Alvin adalah cucu kandungnya.
Didalam mobil yang membawa Suci pulang ke Jakarta, matanya menatap sendu keluar jendela, kesepian yang kian terasa saat akan beranjak kembali ke Jakarta, membuat Suci bertekad untuk meminta Joelene rujuk dengan Kevin, melihat kedekatan Joelene dengan David membuat Suci ingin segera meminta Kevin kembali melamar Joelene.
Sementara itu, David baru saja memarkirkan mobilnya dihalaman rumah oma, oma dan bude terlihat muncul didepan pintu menyambut kedatangan mereka.
“Duuhh... kemana aja kesayangannya eyangyut? Buat semua khawatir, Aal darimana dan Sama siapa nak?” Sambut oma sambil memeluk tubuh mungil itu.
Terlihat wajah khawatir kedua wanita itu mulai tersenyum, kemudian bude menanyakan pada Joelene tentang apa Yang sudah terjadi.
“Memangnya apa Yang sudah terjadi Jo?”
__ADS_1
“Ternyata Aal dibawa oleh tante Suci, katanya dia kebetulan lewat didepan sekolah Alvin, terus liat Alvin sedang main sendirian, jadi dia berniat mau antar Alvin pulang, tapi diperjalanan katanya Alvin lapar, jadi mereka mampir ke mall dulu buat makan siang bude”
“Kamu nyusul mereka ke mall nak ? Kenapa bisa tiba - tiba kamu kepikiran Alvin dibawa ke mall nak?” Sambut oma
“Tadi disekolah Jo tanya gurunya, katanya Aal dijemput mobil berwarna putih oleh seorang wanita yang dipanggil Aal Oma dan mereka membiarkan all dibawa tante Suci karena Aal meyakinkan gurunya bahwa dia mengenal wanita itu sebagai oma nya juga, jadi gurunya memberi izin tante Suci membawa Aal, dari situ Jo kepikiran pasti mereka jalan ke Mall, ya.. jo susul aja”
“Ya ampun sayang,,, Aal gak boleh gitu dong, kalau bukan nenek atau Mommy yang jemput Aal disekolah, Aal gak boleh sembarangan ikut, Aal faham kan?” Ucap Mieke sampul mengelus rambut Aal yang sudah pendek karena habis di pangkas
“Eh... tunggu..tunggu... kok ada yang beda ya sama cucu kesayangan nenek, hmmm.... kok jadi tambah ganteng sih, eh... rambutnya kemana ?” Tanya Mieke sambil membelai rambut Alvin yang sudah dipotong pendek dan rapi.
Joelene yang juga baru menyadari tampilan rambut baru Putranya itu pun menatap kaget, kemudian dia menyadari bahwa barusan Alvin ia dapati sedang berada di sebuah barbershops bersama mantan mertuanya.
Malam hari, saat Alvin sudah terlelap, Joelene menatap lekat wajah putranya yang sudah tertidur pulas disisi kanannya, sambil membelai lembut pipi gembul putra semata wayangnya itu, air mata mulai membasahi pipi Joelene yang masih teringat akan kejadian siang tadi.
“Nak... Mommy gak bisa bayangkan jika kamu benar - benar pergi dari Mommy, kamu adalah harta yang paling berharga yang mommy miliki saat ini, apapun akan Mommy lakukan demi kebahagiaan kamu nak, sekalipun bumi terbelah, tidak akan ada yang bisa memisahkan kamu dari Mommy, sekalipun nyawa yang akan menjadi taruhannya”
Jam di pergelangan tangan Joelene sudah menunjukkan pukul 11.35 wib, dia tidak mau terlewatkan lagi saat jam menjemput Alvin pulang sekolah.
Dengan tergesa Joelene membereskan meja kerjanya yang tadinya berantakan dengan berkas - berkas file yang menumpuk.
Saat sedang membereskan meja kerjanya, tiba - tiba intercom di mejanya berdering dan Joelene pun menerima panggilan tersebut.
“Baik,, terima kasih” jawab Joelene sambil menghela nafas karena dia akan terlambat menjemput Alvin disekolah, sebelum beranjak menuju ruangan sang Manager, Joelene meraih ponselnya dan mengirim pesan singkat pada guru disekolah Alvin kemudian ia pun beranjak.
Tok...tok...
“Masuk..”
“Selamat siang ibu, ibu panggil saya ?” Ucap Joelene
“Oh...silahkan duduk..” dengan nada datar, Dita sang Manager marketing yang terkenal galak itu pun mempersilahkan Joelene duduk.
“Begini Joelene, hari ini ada memerapa meeting penting yang harus saya hadiri, namun sepertinya saya tidak bisa berangkat karena saya harus menghadiri launching gedung baru yang ada di Bandung, jadi saya merasa kamu bisa menggantikan saya untuk menghadiri meeting penting dengan klien yang diadakan di hotel premium Jam 3 siang nanti, ini berkas yang harus kamu pelajari karena saya tidak mau nanti kamu tidak paham apa yang akan dibahas, jadi saya merasa kamu bisa diandalkan untuk pekerjaan ini, kalau kamu berhasil mungkin akan menjadi pertimbangan perusahaan untuk mempromosikan kamu, bagaimana kira - kira, apa kamu siap?”
Joelene tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan sang Manager, walaupun Joelene menjabat sebagai supervisor keuangan, bukan Joelene namanya jika tidak mau mencoba hal baru dan ia pun langsung mengiyakan.
__ADS_1
Kemudian Joelene pun beranjak dari ruangan Dita langsung menuju sekolah Alvin.
Tepat pukul 14.15 wib, setelah Joelene mempelajari berkas yang diserahkan Dita, dia pun berangkat menuju Hotel Premium dengan diantar oleh kendaraan perusahaan.
Sesampainya di lobby hotel, kemudian Joelene disambut seorang pria yang bertugas mengantarkan Joelene keruangan dimana akan diadakannya meeting penting tersebut.
Memasuki ruangan private, Joelene duduk sambil menyiapkan laptop untuk keperluan meeting, namun ia sedikit heran karena kenapa hanya dia yang ada di ruangan tersebut, namun ia tetap berfikir positif, mungkin yang lain akan segera datang.
Tiba - tiba terdengar suara pintu dibuka dan betapa terkejutnya Joelene melihat sosok yang ada dibalik pintu dan sedang berjalan masuk keruangan itu.
Joelene hanya duduk terpaku, tak menyangka ternyata dia akan bertemu lagi dengan Kevin setelah kejadian waktu itu.
Jantungnya berdegup kencang, tangannya bergetar kala Kevin duduk tepat Dihadapannya menatap tak lepas kearahnya.
Kini hanya mereka berdua yang berada didalam ruangan private itu, hening sesaat tak ada suara dari keduanya.
“Selamat siang menjelang sore istriku, apa kabar ?” Kevin memulai pembicaraan
“Maaf tuan Kevin, tapi saya bukan istri tuan dan saat ini hubungan saya dan anda hanya sebatas atasan dan bawahan, bisa langsung kita mulai saja meeting hari ini”
“Bukankah saya sudah memulai meeting penting kita hari ini, untuk membahas pernikahan kita yang menurut kamu kita sudah bercerai, tapi menurut ku, kamu masih istri sah dari tuan Kevin Putra Laksana” ucap Kevin
“Tapi itu diluar dari urusan pekerjaan tuan jadi saya tidak mau membahas itu disini, saya mau kita segera menyelesaikan meeting hari ini, karena saya harus mengirim laporan hasil meeting malam ini pada ibu Dita”
“Baiklah, kamu boleh cek materi meeting hari ini” ucap Kevin santai sambil menyerahkan amplop coklat ke hadapan Joelene.
Joelene pun membuka amplop coklat yang diserahkan Kevin dan betapa terkejutnya Joelene melihat isi amplop coklat tersebut.
Hai...hai...
para readers kesayangan, mohon maaf atas ke alpaan yang berkepanjangan ini, dikarenakan kesibukan author sebagai ibu rumah tangga yang dalam sehari memiliki kesibukan yang unlimited, juga menuntut author yang harus memiliki talent yang multy dalam segala situasi dan kondisi hingga akhirnya author menyerah dalam hal berhalusinasi,, sekali lagi othor mohon di maafkan🙏🏻🙏🏻
Tapi othor akan usahain menyelesaikan kisah kak Joelene Anastasia ini.
Terima kasih atas dukungan dan support readers kesayangan selama ini, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa dan selalu diberikan kesehatan pastinya, aamiin.
__ADS_1
Salam,
La Shakila 🌷