Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 82


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian, mobil yang mengantarkan Joelene dan asistennya pun tiba didepan lobby sebuah hotel berbintang, keduanya pun turun dan memasuki hotel.


Joelene tiba lebih dulu, sambil menunggu, Joelene membuka berkas - berkas dan laptopnya, tak lama relasi yang ditunggu pun datang.


Joelene terkejut, ternyata relasi yang ditunggu itu orang yang sudah dikenalnya


“David..?” Ucap Joelene


“Joana.. kok bisa kebetulan begini ya ?” Ucap David yang juga tak kalah kaget dengan Joelene


“Kamu kerja di PT. Agung Pratama juga ?” Tanya Joelene


“Iya.. namanya nya juga Tim legal, bisa kemana - mana yang penting cuan,, hehehe... kamu sendiri kenapa di Perusahaan Clay Euro Corp, kamu pindah kerjaan ?” Tanya David


David sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai CEO perusahaan keluarganya itu, dia hanya mengaku sebagai tim legal yang diutus pihak perusahaan untuk menghadiri meeting siang itu.


“Begitulah, hanya pingin suasana baru” Ucap Joelene beralasan


Joelene tidak menaruh curiga sama sekali, baginya itu bisa saja terjadi mengingat David yang memang cerdas di segala bidang, jadi sah - sah saja kalau David mendapat tawaran pekerjaan dari Perusahaan - perusahaan yang sangat bonafit.


David datang seorang diri tanpa didampingi asisten maupun sekretaris nya, karena untuk perusahaan yang ini memang di kelola oleh David sendiri.


“Kamu sendiri aja Dave ?” Tanya Joelene


“Iya.. mau bawa siapa lagi, asisten gak punya, aku sendiri Yang menjabat sebagai asisten, masa iya asisten memiliki asisten juga, istri apalagi, lebih gak punya, hilalnya juga belum keliatan” curcol David hingga membuat mereka tertawa.


“Cie... curcol nih ceritanya ? Hahaha... Eh... berhubung kita memang udah kenal sebelumnya, jadi meetingnya gak usah terlalu kaku, santai aja kali ya” ucap Joelene


“Yups.. setuju!” Ucap David.


Mereka pun memulai pembicaraan bisnis mereka, usai meeting, keduanya pun masih duduk dan ngobrol santai.


Ngobrol santai diselingi Canda tawa membuat Joelene sejenak melupakan permasalahan rumah tangganya dengan Kevin.

__ADS_1


Meta asisten yang datang bersama Joelene memohon izin ke toilet


“Mba, saya ke toilet sebentar ya” pamit Meta pada Joelene


“Ok Meta” Jawab Joelene


David dan Joelene masih asyik mengobrol, namun tiba - tiba Kevin muncul yang sebelumnya tengah berjalan dengan Leona menuju pintu utama hotel, pada dinding kaca transparan restauran yang terletak diarea hotel tersebut, pandangannya tertuju pada dua sosok yang dikenalnya, kemudian dengan penuh emosi Kevin berjalan kearah mereka


“Joe.. apa yang kamu lakukan dengan dia ?!” Ucap Kevin dengan tiba - tiba, mengejutkan keduanya


Joelene menatap kearah Kevin dan Leona yang sudah berdiri di hadapannya


“Aku.. ya kerja lah!” Jawab Joelene ketus, sementara David masih diam


“Sejak kapan kalian melakukan ini ?” Tanya Kevin dengan nada suara penuh penekanan


“Melakukan apa, memangnya kami melakukan apa?” Tanya Joelene balik


Kali ini David tidak tinggal diam, dia pun mulai angkat bicara karena tak Terima atas tuduhan Kevin.


“Maaf Vin, apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar, aku dan ‘istri’ kamu ini hanya sebatas hubungan kerja dan kami disini sedang ada yang kami bicarakan” Jawab David tenang, dia tidak terpancing dan David dengan sengaja menekankan kata Istri pada ucapannya tadi hingga membuat Leona menatap heran.


Saat Kevin hendak bicara, tiba - tiba leona yang berdiri disamping Kevin mulai angkat bicara karena terganggu akan ucapan David tadi


“Wait...wait...!! Apa tadi kamu bilang ? Istri ? Istrinya siapa ?” Tanya Leona pada David


David tak menjawab, hanya mengangkat bahunya dan Mengarahkan pandangannya kepada Kevin


“Sayang... apa maksud semua ini? Perempuan ini istri siapa?” Tanya Leona pada Kevin sambil menggoyangkan tubuh Kevin


David sengaja melakukannya, mengingat sebenarnya dia lah yang berselingkuh.


“Kevin...?! Siapa wanita ini, apa benar dia istri kamu ?!” Tanya Leona dengan nada suara meninggi karena sebelumnya Kevin tak menjawab Pertanyaan Leona.

__ADS_1


“Iya.. dia istriku” Jawab Kevin dengan menatap nanar ke arah Joelene, karena kepulangannya ke Indonesia kali ini adalah ingin memperbaiki pernikahannya dengan Joelene, karena dia mulai mencintai Joelene, namun Leona terus mengikutinya hingga saat dia pulang ke Indonesia.


“Bre***** kamu!!” Satu tamparan mendarat di pipi Kevin


“Sejak kapan kalian menikah ? Kamu menghianatiku Kevin, kamu jahat!!” Ucap Leona dengan mata yang mulai tergenang


“Sekarang siapa yang menghianati siapa tuan Kevin, tolong jelaskan?” Ucap Joelene dihadapan Leona dan David


“Jangan melimpahkan kesalahan sepenuhnya pada ku, kamu sendiri selama aku pergi mungkin saja kalian menjalin hubungan dibelakangku, apa itu tidak berhianat namanya!” Ucap Kevin


“Tuan Kevin yang terhormat..! Aku tegaskan sekali lagi, bahwa aku dan David tidak ada hubungan spesial, kami hanya sebatas rekan kerja dan kamu sendiri, apa kamu sudah merasa diri kamu itu paling benar, paling terzolimi dan paling di hianati perasaannya? Bagaimana dengan aku?? Aku yang dengan bodohnya mau mengikuti kemauanmu pergi ke negara Belanda sana, berkedok bulan madu, tapi ternyata kamu punya misi untuk menemukan wanita yang masih ada didalam fikiran kamu, wanita yang paling istimewa hingga kamu lupa kalau kita sudah terikat pernikahan yang sah, tanpa memikirkan bagaimana perasaanku kala itu, lalu masih dengan misi yang sama kamu kembali lagi mengejar cintamu tanpa mau diganggu, hingga Ibu Suci menuduhku istri yang tidak baik, padahal semua kulakukan demi menyelamatkan apa yang sudah kamu perjuangkan, tapi apa yang kudapatkan, aku malah dituduh berselingkuh, bahkan dituduh ingin menguasai harta keluarga kamu, aku menyerah, aku gak sanggup menjalani pernikahan yang seperti ini, maka dari itu, segera tanda tangani surat cerai itu, setelahnya kau bebas melakukan apa pun sesuka hatimu, anggap saja pernikahan kita tidak pernah terjadi!” Ucap Joelene dengan suara bergetar


Kevin terkejut mendengar semua apa yang diucapkan Joelene, wanita yang mulai dicintainya itu mengalami hal buruk selama dia pergi.


“David, sepertinya meeting kita sudah selesai, aku permisi dulu” Joelene pamit meninggalkan restauran.


Setengah berlari Joelene meninggalkan restauran, tanpa memperdulikan Meta sang asisten yang baru saja tiba dari toilet dan terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Meta masih membereskan berkas - berkas Yang masih berantakan di meja, namun baru saja beberapa meter Joelene melangkahkan kakinya, tiba - tiba dia merasa pusing berkunang - kunang, hingga akhirnya Joelene jatuh terkapar dilantai.


Kevin melihat kejadian itu dan hendak bergegas menolong Joelene, namun Leona menahannya, mencengkeram erat lengan Kevin yang sedari tadi digandenganya.


Kevin tak perduli, dia menarik lengannya dari cengkeraman Leona San berlari mengejar Joelene Yang sudah terkapar.


David pun berlari membantu Joelene yang sudah terkapar tak berdaya, saat David hendak mengangkat tubuh Joelene, terlihat ada tetesan darah segar menetes dilantai.


“Darah..!” Ucap David, dia pun langsung mengangkat tubuh Joelene dan membawanya kemobil, membenarkan posisinya pada jok depan, setelah nya David mulai menyetir dengan kecepatan tinggi menunjuk rumah sakit terdekat.


Sementara Kevin menatap kepergian David yang membawa Joelene.


“Kevin... katakan kalau kau tidak mencintai dia, kau hanya mencintai aku, hanya aku,, katakan Kevin!” Ucap Leona sambil mengguncang tubuh Kevin yang masih diam terpaku.


Tak menjawab Leona, Kevin pun berjalan cepat menuju parkiran, berfikir hendak menyusul David.

__ADS_1


__ADS_2