
Pagi itu diruang kerja Kevin, sedikit santai tidak seperti biasa, karena beberapa proyek sudah deal dengan pihak investor dan sudah mulai berjalan.
Kevin sudah bisa bernafas lega karena sedikit demi sedikit keuangan perusahaan Keluarganya sudah mulai membaik.
Duduk dikursi kebesarannya, memainkan Gadget, dia tampak sedang tersenyum - senyum seperti orang yang tengah jatuh cinta.
Membuka ponselnya, membuka galeri sambil tersenyum, memandangi foto nya berdua dengan Joelene saat mereka berjalan - jalan di Kebun bunga tulip saat di Belanda.
Seperti orang yang sedang dimabuk cinta, tak pernah wajah Kevin se ceria ini sebelumnya, karena dia selalu berwajah dingin dan terlihat sedikit kejam.
Sejak saat meninggalnya Ayah Joelene dan ia mendapat pesan misterius dari private number, yang mengirimkan foto Joelene yang tengah terduduk sambil menangis Didepan makam sang Ayah meskipun sedang hujan deras, disertai dengan pesan singkat
“Jika kau tidak datang sekarang juga, bersiaplah, aku akan merebutnya dengan cara apa pun itu...!!!”
Sejak mendapat pesan misterius itu, Kevin yang biasanya tidak gampang percaya pada orang lain apalagi hanya sekedar pesan singkat dari nomor yang tidak jelas, kali ini dia merasa ancaman itu benar adanya.
Bagi Kevin, setiap yang sudah menjadi miliknya akan ia pertahankan sampai kapan pun.
Dia memang tidak hadir saat Ayah Joelene meninggal dunia, karena dia belum dapat kabar kalau Ayah Joelene telah meninggal dunia, yang dia tau hanya sedang drop saja seperti apa yang dikabarkan Joelene, tapi setelah membaca pesan itu, dia segera menuju pemakaman dan membawa Joelene pulang.
Sore hari saat mendekati jam pulang kantor, Kevin mengirim pesan singkat pada Joelene
Iceman
Pulang jam berapa ? Aku jemput ya
Begitu isi pesan singkatnya, Joelene yang tengah membereskan meja kerjanya dan bersiap hendak pulang, mendengar notif pesan masuk ke ponsel nya, ia pun langsung membukanya.
Joelene tersenyum membaca pesan dari Kevin, Joelene pun segera membalasnya, namun belum sempat pesan balasan Joelene terkirim, interkom di meja Joelene berbunyi.
“Mba Joelene, ada suaminya menunggu dibawah” ucap security
“Oh.. Ok pak,, Makasi” jawab Joelene
Dengan senyum dikulum, Joelene beranjak turun, namun saat akan masuk kedalam lift, Regi dengan berlari mengejar lift yang akan tertutup
“Huftt... hampir saja ketinggalan” ucap Regi dengan tergopoh - gopoh memasuki lift
“Kamu kenapa Gi? Kok buru - buru banget, lagi ngejar apaan sih ?” Tanya Joelene yang juga didalam lift
“Ngejar cewek cantik mba, aku lagi pedekate sama dia”
“Cieee.. cewek baru nih,,? Kamu dapat dimana ? Kakinya keliatan gak, terus rambutnya panjang gak ? Ketawanya gimana ?” Tanya Joelene menggoda Regi
“Kalau rambutnya sih panjang mba, kakinya...keliatan kok dan menyentuh lantai, pakai hells malahan, nahh... kalau ketawanya itu...gimana ya mba..” ucap Regi sambil menatap Joelene dari atas ke bawah
“Kamu ngapain liatin aku begitu, apa ada yang salah ? Apa ciri - ciri cewek yang bakal kamu gebet itu mirip aku ya?”
__ADS_1
Masih menatap kearah Joelene dengan mimik wajah yang sedang berpikir keras dan mengangguk - angguk.
Saat pintu lift terbuka, mereka sama - ama melangkah keluar lift yang posisinya tepat berhadapan dengan lobby dan pintu utama, kemudian Regi berucap
“Emang ketawa mba gimana, coba deh mba ketawa” ucap Regi
Joelene tersenyum sambil geleng kepala,
“Haaa... kalau senyum kaya mba gini deh,, pas banget..” ucap Regi sumringah
“Regi sialan,, hahaha...” kemudian Regi dan Joelene tergelak
“Hah.. ketawanya juga sama mba” ucap Regi
Sontak Joelene mencubit lengan Regi sambil melotot, Regi yang memang senang menggoda Joelene hanya meringis kesakitan karena cubitan Joelene.
“Yang ini bini orang, kamu mau di kasi julukan Pebinor ? Jelek banget deh,, keliatan gak lakunya,,” ejek Joelene sambil tertawa dan berlalu meninggalkan Regi.
Regi menatap sendu kearah Joelene yang bejalan mendekati Kevin yang sudah berdiri menunggunya.
Didalam mobil diperjalanan pulang, Kevin sedikit terganggu dengan kedekatan Joelene dan Regi saat didepan lift tadi.
“Siapa dia ?”
“Dia..? Maksudnya ?” Tanya Joelene tak mengerti
“Anak ingusan yang menggoda kamu Didepan lift tadi”
“Aku tidak suka melihat caranya menatapmu, seperti itu”
“Memangnya dia menatapku seperti apa ? Perasaan biasa aja”
“Sudah beberapa kali aku melihat dia selalu mengikuti mu”
“Dia memang begitu, kita memang berteman saat aku masih tugas di daerah kemarin, aku dipindah kesini dan tak lama dia juga mendapat promosi dan dipindah kesini” terang Joelene
“Aku mau kamu berhenti bekerja” ucap Kevin tak berdosa
Joelene tersentak mendengar ucapan Kevin, apa yang terjadi hingga secara tiba - tiba Kevin memintanya untuk mengundurkan diri.
“Kenapa..?”
“Aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain”
Sedikit tidak suka atas ucapan Kevin barusan, membuat raut wajah Joelene yang tadi terlihat senang karena perlakuan Kevin hari ini, menjadi berubah kesal.
“Kamu sadar gak sih, kamu suruh aku berhenti bekerja hanya karena kamu gak suka aku berdekatan dengan pria lain, namanya dunia kerja, pastinya aku berhubungan dengan orang banyak dan aku juga gak bisa dong nentuin aku cuma mau bergaul dengan wanita saja atau pria saja, sementara kamu sendiri, yang bisa bebas berhubungan dengan wanita sesukamu, bahkan bermesraan Didepan umum, apa pantas seorang laki - laki yang sudah beristri berlaku seperti itu ?” ucap Joelene kesal, entah kekuatan darimana yang ia peroleh hingga dia berani berucap demikian pada Kevin.
__ADS_1
Kevin sedikit kaget, karena selama ini Joelene tidak pernah bicara seberani ini padanya.
“Maksudnya aku ? Bermesraan Didepan umum ?” Ucap Kevin memperjelas ucapan Joelene
“Kamu ngerasa gak sih udah melakukannya ? Apa kamu memang gak pernah menganggap aku ini istri kamu? Jadi kamu masih dengan bebas peluk cium wanita lain!”
Wajah Kevin terkejut, namun terselip senyum tipis di bibirnya, karena merasa kalau Joelene sedang cemburu.
Kevin tak memperpanjang perdebatan, dia kembali fokus menyetir, namun didalam hatinya seperti ada pesta kembang api warna - warni yang menyala meledak - ledak diudara, karena merasa telah di cemburui Joelene.
\*\*\*\*\*
Pagi itu seperti biasa, Joelene bangun lebih dulu, lalu menyiapkan sarapan pagi yang dibantu ART.
Usai menyiapkan sarapan, dia kembali kekamar untuk bersiap - siap berangkat ke kantor, diliriknya Kevin sudah bangun dan tengah berpakaian.
Joelene mengacuhkannya, masih kesal atas permintaan Kevin kemarin yang memintanya resign dari pekerjaannya.
Selesai bersiap - siap, Joelene pun menuju ruang makan untuk sarapan, Kevin sudah lebih dulu menikmati sarapan.
Entah kerasukan apa, pagi itu Kevin dengan lahapnya menyantap nasi goreng sea food masakan Joelene, seperti orang yang sudah beberapa hari tidak makan.
Dahi Joelene berkerut melihat pemandangan yang tak biasa itu, namun dia tidak berkomentar, dia pun mulai menikmati sarapan.
Suci baru saja keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang makan, Suci pun tak kalah kaget dengan Joelene, melihat Kevin yang dengan lahapnya menyantap nasi goreng nya.
“Wow... apa yang terjadi Vin ? Sejak kapan nasi goreng menjadi menu sarapan kamu ?” Tanya Suci pada Kevin
“Pagi ma, iya nih,, kok tiba - tiba aromanya menggoda banget, buat perut keroncongan, cobain deh ma, enak banget ini, baru tau ternyata nasi goreng itu seenak ini, tau gitu dari kemarin - kemarin aja Kevin cobain”
“Itu masakan istri kamu lo,, dia paling jago masak nasi goreng”
“Ohya... kalau gitu aku mau di masakin nasi goreng aja tiap hari, gak mau yang lain” ucap Kevin sambil menatap kearah Joelene yang tak berkomentar dan memilih diam menikmati sarapannya.
“Pagi semua,, wahhh... wangi banget nih,,, apa menu sarapan kita pagi ini ?” Ucap Mona yang baru bergabung diruang makan bersama suaminya Adrian
“Pagi ini menunya nasi goreng masakan chef Joelene, enak banget” ucap Suci membanggakan menantunya
Mona menatap jengah, namun berusaha tetap bersikap manis Didepan mama mertuanya itu.
“Ohya.. ma? Joelene pinter masak ya, sampai - sampai Kevin yang gak pernah mau makan nasi tiba - tiba jadi mau makan nasi, dikasi apa sih, apa jangan - jangan di jampi - jampi ya, biar Kevin nya nurut?” Ucap Mona
Joelene melirik kesal, namun tak mau terpancing, dia memilih diam dan menghabiskan sarapannya agar bisa cepat - cepat pergi dari rumah itu.
Suci juga tak menanggapi ucapan Mona yang dengan sengaja memancing keributan, sementara Adrian melirik kearah Mona sambil menggeleng perlahan agar Mona menghentikan ulahnya.
Usai sarapan, Kevin dan Joelene pun berpamitan pada Suci, Kevin mengantarkan Joelene ke kantornya.
__ADS_1
Usai Kevin Joelene berangkat, Mona mulai melancarkan kembali aksinya meracuni fikiran mama mertuanya agar membenci Joelene.
“Ma,, sepertinya Kevin mulai nurut ya sama Joelene, liat aja pagi ini, Kevin yang sejak kecil gak pernah mau makan nasi, setelah menikah dengan Joelene dia mulai bisa mempengaruhi Kevin, Kevin yang begitu keras saja bisa ditaklukkannya, lama - lama Kevin bisa saja mengabaikan mama dan menguasai semua nya, mama liat aja, baru juga beberapa bulan menikah dia sudah berhasil mengubah Kevin yang dingin, cuek dan keras kepala itu, aku hanya mengingatkan mama” ucap Mona dengan senyum liciknya, karena melihat wajah mama mertuanya itu mulai terpengaruh.