
Di gedung Laksana Corp, dia masih duduk dimeja kebesarannya, masih menatap layar ponselnya, mencoba menghubungi kembali nomor ponsel Joelene namun masih tetap tidak bisa.
Dia mulai khawatir, jangan - jangan telah terjadi sesuatu pada Joelene. Akhirnya dia pun memutuskan untuk mencari Joelene kerumah Ibu Winata.
Selang beberapa menit, Kevin sudah tiba didepan gerbang rumah keluarga Winata yang terlihat sepi.
Kevin pun mulai memencet bel, hingga beberapa kali tidak ada yang keluar membuka pintu, Kevin pun beranjak mau meninggalkan rumah itu, sesaat ada tetangga yang melintas didepan rumah itu, Kevin pun mencoba bertanya
“Ibu.. maaf saya mau tanya, kalau Ibu Winata kemana ya, apa tidak ada orang didalam ?” Tanya Kevin pada wanita paruh baya itu
“Oh... Iya tadi pagi - pagi sekali Ibu Winata dan Asisten rumah tangganya pergi dijemput Janet, mungkin kerumah Janet atau Jennifer mas” Jawab si Ibu
“Oh.. begitu ya bu, terima kasih bu”
“Sama - Sama mas,, Eh.. mas nya kan suaminya mba Jojo kan ?” Tanya si Ibu
“ Iya bu”
“Mba Jojo nya mana, kok gak ikut kesini sekalian ?” Tanya si Ibu kepo
“ Iya bu.. tadi Joelene sudah saya antar kekantor, terus saya kesini mau ambil barang yang ketinggalan disini” Jawab Kevin beralasan.
“Oh... gitu ya mas,, udah lama juga gak liat mba Jojo kesini, semenjak jadi istri konglomerat, gak punya waktu ya main kesini” si Ibu mulai julid
“Ah... Gak kok bu, Cuma memang lagi banyak kerjaan aja, mari bu saya jalan dulu” pamit Kevin tidak mau memperpanjang obrolan dengan si Ibu yang seperti wartawan gosip yang teramat sangat ingin tahu segalanya, apalagi memang dia merasa Ibu Winata adalah saingan nya dalam hal bergaya sosialita di seputaran ibu - ibu komplek Perumahan.
Kevin pun melanjutkan pencariannya, kemudian dia teringat akan ucapan si Ibu tadi yang mengatakan bahwa Janet menjemput ibu Winata pagi tadi, bisa jadi Joelene mungkin menginap dirumah kakaknya Janet.
Kevin pun beranjak menuju rumah sakit tempat Janet bertugas, karena dia belum tau alamat rumah Janet.
Sesampainya dirumah sakit tersebut, Kevin pun mencari ruangan Janet, setelah bertanya kesana dan kemari akhirnya kevin pun menemukan ruangan Janet.
Siang itu memang Janet baru selesai praktik, dia sedang membereskan meja kerjanya untuk segera beranjak pulang.
Tiba - tiba terdengar suara ketukan dipintu, Janet sedikit kaget, karena tadi perawat mengatakan kalau pasiennya sudah habis, tapi kenapa masih ada yang mengetuk pintu, pikirnya, akhirnya janet pun mempersilahkan masuk
__ADS_1
“Iya.. masuk” namun Janet masih sibuk membereskan mejanya, tak melihat siapa yang datang
“Siang mba Janet...” Ucap Kevin
Janet menoleh kearah sumber suara, dia sedikit kaget, karena semenjak joelene menikah, dia tidak pernah bertemu dengan Kevin, yang dia tau suami adiknya itu pengusaha yang sangat sibuk sekali.
“Kevin... tumben kesini, ada apa? Joelene mana ?” Ucap Janet
Kevin pun yakin, kalau joelene tidak berada dirumah Janet ataupun Ibu Winata.
“Em. Sebenarnya kedatangan saya kesini mau mencari Joelene, apa dia tidak menginap dirumah mba atau dirumah Ibu?” Tanya Kevin
Janet menaikkan kedua alisnya, merasa heran kenapa Kevin mencari Joelene
“Joelene tidak ada dirumah kok dan Ibu juga sedang tidak dirumah, tadi pagi aku jeput Ibu terus dia minta diantarkan kerumah Jennifer, karena Jennifer sedang hamil muda jadi mama menemaninya disana, memangnya Joelene gak pamit ke kamu ?”
Wajah Kevin sedikit gugup, bercampur khawatir karena Joelene ternyata tidak bersama Janet maupun Ibu Winata.
“Joelene gak ada bilang kesaya mba, tadi malam dia pergi tanpa pamit, saya hubungi ponselnya juga tidak bisa, saya Fikri mungkin dia menginap dirumah Ibu atau mungkin dirumah mba Janet atau Jennifer”
“Dia gak ada dirumah Menginap, dirumah Jennifer juga gak ada, soalnya tadi pagi pas nganterin Ibu aku juga sempat mampir sebentar, tapi Joelene gak ada tuh disana, memangnya kenapa, kalian bertengkar ?” Janet menebak
“Gak biasanya dia ambekan begitu, coba sebentar mba telpon ya”
Janet pun mencoba menghubungi ponsel joelene, namun masih sama , tidak bisa dihubungi.
“Iya..ya.. gak bisa dihubungi,, dia kemana ya ? Kamu udah cari ke tempat kerjanya ?”
“Oh.. Iya belum mba,, benar - benar, kalau begitu coba saya cari kesana ya mba” Kevin pun berpamitan untuk mencari Joelene kekantornya.
Dikantor Joelene, Kevin menuju meja reception, menanyakan keberadaan Joelene, namun Kevin sangat kaget mendengar informasi yang didapatnya.
“Maaf pak,,mba Joelene sudah tidak bekerja disini, kemarin adalah hari terakhir mba Joelene bekerja”
Kevin kaget, ternyata kemarin adalah hari terakhir Joelene bekerja hingga dia membawa barang - barangnya.
__ADS_1
“Kalau boleh saya tahu, dia mau bekerja dimana ya ?” Tanya Kevin pada Receptionist
“Kalau itu saya kurang tahu pak” jawabnya
Kevin pun langsung berpamitan, beranjak menuju parkiran dan kembali memutar kemudi nya sambil berfikir kemana dia akan mencari Joelene.
*****
Sementara itu, Joelene dan David sedang menikmati makan siang disebuah restauran, Joelene terlihat ragu dan menutupi wajahnya dengan rambutnya yang digerai dan sakit menutupi wajahnya.
Dia takut ada yang mengenalinya, apalagi orang - orang banyak yang mengenalinya sebagai menantu keluarga Laksana.
“Kamu kenapa Joan, kok seperti takut begitu ?” Tanya David yang duduk dihadapan Joelene
“Aku takut ada yang mengenaliku Dave” Ucap Joelene
“Memangnya kenapa ? Aku kan pengacara rekan bisnis perusahaan suami kamu, bisa aja kan kita sedang ada pembicaraan bisnis” Ucap David
“Bicara bisnis kok Cuma berdua sih Dave,,”
“Ya bisa aja kan, kenapa nggak, lagian kita kan gak berbuat apa - apa, hanya makan siang, orang - orang juga banyak kok, bukan kita berdua, santai aja Joan, jangan merasa tidak nyaman begitu, nanti kamu jadi tidak menikmati makanan kamu, harusnya makan dua piring, Eh... malah cuma Satu piring”
“Is... emang aku serakus itu ya?!” Ucap Joelene sambil memanyunkan bibirnya
“Hahaha.. kamu itu lucu banget sih,, wajahnya buat gemes” Ucap David yang merasa gemes melihat ekspresi wajah Joelene.
Kemudian Joelene melanjutkan makannya dan entah memang pembawaan hamil atau karena lapar, nafsu makan Joelene belakangan ini meningkat drastis, seperti belum makan selama ber hari - hari.
David memperhatikan sambil tersenyum tipis, terkadang dia harus mengalihkan wajahnya agar jangan sampai terlihat Joelene saat tersenyum, karena pastinya Joelene akan menghentikan makannya karena malu.
Sakin asyiknya menikmati makan siangnya, hingga mulutnya belepotan, butiran nasi terlihat hinggap di sudut bibirnya, David pun merasa gemas dia pun langsung mengambil butiran nasi yang menempel disudut bibir Joelene
“Pelan - pelan Joan,, sampai belepotan begini” Ucap David sambil meraih nasi disudut bibir Joelene, membuat Joelene salah tingkah dan gugup, karena tanpa sengaja tatapan mata mereka bertemu.
Joelene langsung mengalihkan pandangannya, sementara David tersenyum melihat Joelene yang salah tingkah.
__ADS_1
Disudut lain, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka juga mengabadikan dengan merekam kajadian barusan sambil orang tersebut tersenyum puas.
“Baiklah Kevin,,, aku pengen tahu gimana ekspresimu saat melihat vidio barusan, setelah melihat ini apakah kamu akan tetap memperjuangkan perempuan itu ?” Gumamnya dengan senyum liciknya.