Hight Quality Jomblo

Hight Quality Jomblo
Bab. 111


__ADS_3

David masih terdiam belum memberi penjelasan atas ucapannya barusan, sementara Joelene masih menatap penuh tanya.


“Aku sudah pernah menikah, tepatnya tiga tahun yang lalu, Tapi dia memilih pergi meninggalkan aku disaat pesta pernikahan kami baru saja usai” David berucap dengan pandangan sendu, teringat kembali kisah tragis pernikahannya.


“Maaf Dave,, aku gak bermaksud mengungkit kisah kelam pernikahan kamu” Joelene merasa tidak enak sudah membuka kisah masa lalu David.


“Gak apa-apa Joan, lagian itu udah lama banget, bahkan aku nyaris lupa kalau aku sudah pernah menikah” David berucap sambil tersenyum sendu, masih terasa goresan luka hatinya saat itu.


“Malam itu, usai resepsi pernikahan kami, semua tamu dan undangan sudah meninggalkan hotel tempat acara resepsi, hanya tinggal beberapa teman yang kebetulan baru datang saat acara sudah selesai, karena mereka baru saja tiba dari luar negeri, sebelumnya Azzalea pamit ke toilet, aku menawarkan diri untuk menemaninya, namun karena saat itu masih ada beberapa teman dekat yang masih mengobrol denganku, Azza merasa tidak enak mengganggu obrolan kami hingga dia pergi sendiri dan aku juga tidak menaruh curiga, sampai pada saat teman - teman ku sudah pergi, Azza tidak kembali, hingga aku berfikiran mungkin Azza sudah kembali ke kamar lebih dulu, mungkin dia merasa jenuh dan lelah dan aku pun memutuskan menyusulnya kekamar, setelah sampai dikamar, aku memencet bel beberapa kali tidak ada sahutan dari dalam, aku takut telah terjadi sesuatu pada Azza, lalu aku meminta pihak hotel membawa kunci duplikat, setelah kamar terbuka, aku tidak menemukan Azza dikamar, begitu juga dikamar mandi dan balkon, Azza tidak ada disana, aku benar - benar panik, aku mencoba mencari kerumah orang tua, teman dekat dan apartemen nya, Azza juga tidak ada disana, hingga keesokan paginya dia mengirim pesan ke ponselku yang mengatakan kalau pernikahan kami sudah berakhir dan dia minta agar aku segera menceraikan dia”


“Maaf Dave, tapi kalau boleh tau, apa yang menyebabkan Azzalea minta bercerai dari kamu, apa kalian di jodohkan ?” Rasa ingin tahu Joelene


“Awal nya memang kami dijodohkan, tapi cukup lama waktu kami saling mengenal satu sama lain, kedua belah keluarga kami sepakat memberi kami waktu untuk saling mengenal dan menjalin hubungan selama satu tahun dan kami merasa menemukan kecocokan, akhirnya kami memutuskan untuk menikah, aku yang singel begitu juga dia, kami merasa tidak ada penghalang untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi, hingga pernikahan kami pun terlaksana, tapi tanpa ada pesan dan pertanda, Azza pergi begitu saja meninggalkan aku dan sampai saat ini aku gak tau apa yang membuat dia pergi”


“Jadi setelah kepergian dia malam itu, kamu pernah bertemu atau pun mendengar kabar darinya ?”


“Sejak malam itu kami tidak pernah bertemu lagi hingga saat ini, tapi pernah aku menemui sahabatnya, sahabatnya itu mengatakan kalau Azzalea pergi keluar negeri untuk mewujudkan mimpinya menjadi super model dan sebenarnya dia belum siap menikah, karena masih banyak impian - impiannya yang belum tercapai dan salah satunya menjadi model internasional itu”


“Jadi kenapa awalnya dia setuju untuk menikah dengan kamu Dave ?”


“Mungkin karena almarhum papa saat itu, yang ingin kami segera menikah dan memiliki keturunan, aku juga pernah berucap, kalau aku punya istri nanti, aku ingin istriku hanya Dirumah, mengurusi aku dan juga anak - anak kami, aku tidak mau istriku menjadi wanita karir dan meninggalkan anak diasuh oleh baby sitter, mungkin dia belum siap akan hal itu hingga akhirnya dia memutuskan pergi”


“Jadi saat ini kamu tau dia tinggal dimana ?” Naluri keingin tahunan Joelene kembali mendominasi

__ADS_1


“Aku gak tau tepatnya dinegara mana, yang aku tau dia di benua Eropa, Paris mungkin” ucap David sambil mengangkat bahu nya, ekspresi tidak tahu.


“Apa kamu gak mau mencarinya untuk menanyakan langsung alasan kenapa dia pergi ?”


“Buat apa Joan ? Sudah jelas dia memang belum siap menjadi ibu rumah tangga, buat apa aku mencarinya, biarlah dia meraih impiannya, setidaknya aku gak menjadi penghalang meraih mimpi - mimpinya” ucapnya tak peduli


“Kamu masih mencintainya Dave ?”


Senyum melengkung dibibir David, tapi Joelene tidak bisa memaknai senyuman itu, Joelene ingin mendengar sendiri kalimat yang keluar dari mulut David.


“Apa perlu aku menjawabnya, jika aku masih memiliki perasaan cinta, mungkin sampai saat ini aku akan mencarinya ke belahan dunia manapun itu”


“Tapi kenapa sampai saat ini kamu belum mencari pendamping ? Bisa saja kamu masih mengharapkannya” Joelene menebak-nebak.


“Jadi karena aku belum menemukan pendamping sampai saat ini, kamu beranggapan aku masih berharap pada Azza? Kamu tuh selain bawel, tapi juga sok tau ya, hahaha.. kok jadi gemes liat Mahmud satu ini” ucap David sambil tergelak merasa gemes pada Joelene.


“Apaan Mahmud ?”


“Mamah muda..” ucap David sambil tersenyum lebar.


“Aku rasa kisah pernikahan kamu dan aku itu hampir mirip, hanya bedanya aku sudah memiliki Alvin”


“Satu lagi, bedanya kamu tetap bertahan meskipun sudah jelas dihianati Didepan mata kamu sendiri, apa kamu masih mencintai Kevin ?” David ingin mendengar jawaban langsung dari bibir Joelene.

__ADS_1


Saat bibir Joelene hendak memberikan jawaban atas pertanyaan David, tiba - tiba..


“Mommy... Aal haus pengen minum, pengen makan juga..” ucapnya dengan ekspresi wajah lelah dengan pipi gembul yang merona merah karena sinar matahari dan peluh membasahi tubuhnya.


Hingga kalimatnya terjeda, kemudian fokus pada Alvin yang sudah kelelahan bersepeda.


“Aal haus ? Kita minum di mini caffe situ ya” ajak David dengan lengkungan senyum dibibirnya yang membuat Joelene panik kemudian mengalihkan pandangannya.


“Astaga.. senyuman David kenapa buat degdegan begini,, ini pasti ada yang salah ini” gumam hati Joelene.


Mereka bertiga pun berjalan menuju mini caffe yang terletak persis disebelah mini market yang ada didalam kompleks perumahan itu.


Setelah duduk dan memesan makan, Joelene pun menghapus peluh yang membasahi kening Alvin, perlahan dan penuh kasih sayang Joelene mengusapkan tissue diwajah Alvin, sementara David memperhatikan.


“Ya ampun Joan,,, aku juga pengen di hapusin begitu,,” gumam hati David sambil senyum - senyum.


Alvin yang matanya sesekali terpejam karena usapan tissue di wajahnya, sempat melihat David senyum sendiri.


“Cie..cie... om Daddy senyum - senyum sendiri, pasti pengen keringatnya dihapusin Mommy juga deh,, iya kan ? Hayoo ngaku..?” Goda Alvin


David sontak melotot dan gemes pada Alvin, lalu mengacak - acak rambut Alvin, sementara Joelene sedikit gugup.


Sejak senyuman David tadi, Joelene semakin gelisah dan gugup, seperti sedang berhadapan dengan cinta pertama nya.

__ADS_1


Tak lama pesanan mereka pun tiba, mereka pun mulai menikmati sarapan mereka, sambil sesekali David menggoda Alvin, Joelene juga tak luput dari godaan David.


__ADS_2