
Kali ini Kevin akan kerumah Keluarga Winata, pasti Joelene berada disana fikirnya dan tanpa buang waktu lagi dia pun mulai memutar kemudi.
Berjalan sedikit lebih kencang, agar segera tiba Dirumah mertuanya itu, untuk menemukan istri yang telah ia sia - siakan selama ini.
Memasuki gerbang halaman rumah, Kevin keluar dari mobil langsung mengetuk pintu.
Terdengar suara langkah kaki yang tergopoh - gopoh dari dalam lalu pintu pun terbuka
“Iya mas... cari siapa ?” Tanya wanita yang membuka pintu yang tak lain ART baru.
“Mba... Joelene ada ?” Tanya Kevin
“Joelene..? Joelene siapa ya mas ?” Ucap sang ART
“Joelene yang tinggal Dirumah ini, putri bungsunya almarhum bapak Winata”
“Oh... mba Jojo ya ? Mba Jojo gak ada disini mas, dia kan sudah menikah, sekarang tinggal Dirumah mertuanya”
Fikiran Kevin semakin kacau, ART mengatakan kalau Joelene tidak ada dirumah tersebut.
“Kalau Ibu ada ?”
“Ibu.. gak ada mas, lagi pergi kerumah mba Janet”
“Ohya... kalau rumah mba Janet dimana ya, saya boleh minta alamatnya ?”
“Maaf mas ini siapa ya, kok dari tadi nanya - nanya para penghuni rumah ini, jangan - jangan mas ada niat jahat lagi, mau rampok ya?!! Saya teriakin nih....to” kemudian ucapnya terhenti karena Kevin buru- buru mundur menjauh.
Kevin langsung pergi dari sana, tidak mau membuang waktunya hanya sekedar meladeni ART yang gak jelas itu pikirnya.
__ADS_1
Didalam mobil, dia masih memikirkan dimana sebenarnya Joelene berada, apakah Mama menyembunyikan sesuatu, pertanyaan itu membuat Kevin kembali kerumah Mamanya ingin menanyakan langsung apa sebenarnya yang telah terjadi.
Sesampainya Dirumah mamanya, dia langsung mencari keberadaan mamanya, saat itu Suci sedang didapur menyiapkan makan malam untuk Kevin.
“Vin... kamu sudah pulang nak?” Sambut Suci
“Mama lagi ngapain ?”
“Mama baru aja mau mulai masak makanan kesukaan kamu, katanya kamu malam ini mau makan Dirumah, mama masak kesukaan kamu nih, kamu bersih - bersih dulu gih” ucap Suci merasa tidak ada masalah.
“Ma.. Kevin mau nanya sesuatu, kita kedepan dulu ya” ucap Kevin pada mamanya yang sedang sibuk Didepan kompor.
“kamu mau nanya apa sih, ngomong disini aja, nanti gak kelar - kelar masakan mama, hari udah makin gelap” ucap Suci masih sibuk dengan masakannya
“Udah.. biar bu Ratna aja yang nerusin, Kevin mau tanya sesuatu tapi gak disini, kita ngomong diruang tengah aja ya”
“Kamu mau nanya apa sih ?” Tanya Suci
“Ma.. Joelene kemana? Udah berapa lama dia pegi dari rumah ini ?” Tanya Kevin sambil meraih kedua bahu mamanya itu dan menatap mata mamanya, karena Kevin bisa membaca dari tatapan mata mamanya, apakah mama menyimpan sesuatu.
“Buat apa kamu tanya dia dimana, bukannya kamu sudah meninggalkan nya, bukannya dia bukan istri yang baik untuk kamu”
“Ya.. kami masih sah suami istri ma, wajar dong kalau Kevin menanyakan dimana Joelene saat ini, apa yang dilakukannya sekarang”
“Lupakan dia, dia bukan istri yang baik untuk kamu” ucap Suci dengan nada suara dingin
“Ma..mama.. ada apa sebenarnya ma, ceritakan ke Kevin?” Ucap Kevin
“Maafkan mama udah meminta kamu menikah dengan dia, dia bukan istri yang baik, bagaimana mungkin seorang istri tidak tahu kemana suaminya pergi, hingga berbulan - bulan dan tidak ada inisiatif darinya untuk mencari tahu keberadaan kamu, jadi dia anggap kamu apa? Terus apa yang membuat kamu pergi, kalian bertengkar atau dia melakukan kesalahan hingga kamu tidak bisa menerima dan kamu pergi tanpa memberi tahu dia, mama juga tidak sepenuhnya menyalahkan Joelene, kamu juga salah, kalau kalian sedang ada masalah dibicarakan lah baik - baik, jangan memilih pergi, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan menimbulkan masalah baru”
__ADS_1
“Mama..kami tidak ada masalah, Kevin cuma sedang ada urusan kerjaan di Belanda yang harus segera diselesaikan dan Kevin gak mau semua tau masalah Kevin ini, cukup hanya Kevin aja yang tau, dan sekarang Joelene pergi, apa yang telah terjadi antara mama dan dia hingga dia pergi dari rumah ini ma ?”
“Selama kamu tidak ada, dia beberapa kali pergi dengan pria lain, sampai berhari - hari tidak kembali, bahkan tidak memberi kabar, istri macam apa itu dan yang lebih membuat mama marah, dia pergi dengan pria lain dengan alasan mau mengurus masalah proyek pembangunan resort, memang saat itu Adrian dan Mona sedang pergi, jadi tidak ada yang bisa mewakili dari pihak perusahaan, hingga dia berinisiatif mewakili pihak Laksana Corp, mama yakin dia pasti mau menguasai perusahaan dengan laki- laki itu, apa pantas itu kamu sebut istri kamu, coba kamu fikirkan, keadaan perusahaan baru saja membaik setelah kamu kelola lalu kamu pergi dan dia mau mengambil alih semua dengan bekerjasama dengan pria lain itu, mama rasa dia tidak pantas untuk dipertahankan, ceraikan saja dia!!”
Kevin tak menyangka, secepat itu mama berubah berbalik membenci Joelene, dia terdiam, lidahnya kelu, tubuhnya beku, semua ini memang kesalahannya, Kevin merasa sudah melanggar amanat Ayah Joelene saat akan menikah dulu, Ayahnya menitipkan Joelene padanya, agar dia menjaga dan melindungi Joelene, namun dia mengingkarinya dan mengecewakan Joelene karena kepergiannya.
Flash Back ON
Pagi itu, saat Joelene masih terlelap, Kevin menerima panggilan dari ponselnya, Leona menelponnya dengan suara terisak
“Kevin... kau berbohong!! Kenapa kau tak datang, apa sebenarnya yang kau lakukan? Aku minta kau segera datang, jika tidak,, bersiaplah merasa bersalah seumur hidupmu, karena setelah ini, kau tidak akan melihatku lagi, aku akan pergi untuk selamanya”
Tiiit..tiiit....
Telepon langsung terputus, Kevin langsung bangkit dari tempat tidur, dia mengenal betul watak Leona yang tak pernah main - main dengan ucapannya, karena bukan kali ini saja Leona melakukan percobaan bunuh diri.
Waktu itu Leona pernah melakukan hal yang sama dengan mengancam Kevin juga tidak segera datang dia akan bunuh diri, Kevin menganggap itu hanya candaan dan gertakan Leona saja karena saat itu mereka sedang bertengkar, namun anggapan Kevin itu salah, hingga beberapa jam Kevin tidak datang menemuinya, tiba - tiba dia mendengar kabar Leona telah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat penenang melebihi dosis.
Sejak saat itu, jika Leona mengatakan dia akan bunuh diri jika Kevin tidak segera menemuinya, Kevin tidak bisa menganggap itu hanya gertakan semata, karena Leona gadis yang sangat nekat.
Begitu telepon terputus, Kevin pun langsung bergegas berangkat ke Belanda menemui Leona, sebelum berangkat, dia sempat menuliskan pesan disecarik kertas pada Joelene dan sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai suami yang harus memenuhi segala kebutuhan istri juga mengingat janjinya pada Ayah Joelene, Kevin pun meninggalkan beberapa kartu kredit unlimited dan kartu debit untuk memenuhi kebutuhan Joelene selama dia tidak ada.
Dan sesampainya di Belanda Leona, memang gadis yang licik, dia hanya ingin memanfaatkan Kevin untuk membantunya mendirikan usaha butik miliknya, dia menginginkan bantuan modal dari Kevin, Kevin pun tak kuasa menolak, wanita itu memang selalu saja berhasil memperoleh apa yang diinginkannya dari Kevin.
Dan saat itu Kevin berjanji itulah kali terakhir dia menemui Leona dan dia akan memulai kehidupan barunya mulai mencintai Joelene.
Tapi lagi - lagi Leona tak membiarkan Kevin lepas dari genggamannya, sebelum segala keinginannya terwujud melalui bantuan Kevin yang saat ini telah sukses mengolah perusahaan miliknya sendiri.
Flash Back off
__ADS_1