HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Hamzah dan Annisa ke Rumah Amir


__ADS_3

Taksi yang di tumpangi Annisa dan Hamzah, telah sampai di depan rumah megah milik tuan Amir, ayah kandung Annisa. Setelah turun bersama bocah kecil tersebut, Nisa segera masuk kedalam, dimana para satpam yang berjaga memberi hormat kepada dirinya. Dibalas anggukan sopan oleh Nisa.


" Wah lumah kaka besal sekali, belbeda dengan lumah nya Ham dan mama." celetuk bocah lima tahun tersebut dengan logat cadelnya, menatap kagum rumah keluarga Amir.


Nisa terus berjalan masuk sambil menggandeng Hamzah dan terkekeh, dengan penuturan bocah disampingnya.


" Assalamu'alaikum mama." teriak Annisa mengolok salam.


Seorang wanita paruh baya yang masih tetap tampak cantik menyahut dari dalam, seraya berjalan menghampiri.


" Wa'alaikumussalam." teriak Devi.


" Nisa." seru Devi kaget bercampur senang, melihat kedatangan putri tunggalnya. Nisa pun memeluk erat sang mama, melepas kerinduan terhadap beliau.


" Wah perutnya sudah kelihatan ya." imbuh Devi mengusap perut sang putri, dan beralih menatap bocah kecil yang berdiri disamping Nisa.


" Sayang, anak kecil ini siapa?" tanya Devi sembari menoel pipi bocah kecil tersebut.


" Assalamu'alaikum oma, nama aku Hamzah, mama biasa panggil Ham." sahut Ham tiba-tiba.


Nisa terkekeh mendengar ucapan Ham, yang dengan berani nya memperkenalkan diri tanpa malu-malu.


" Tadi Nisa sama mas Zam sedang ke butik ma, terus terjadi kecelakaan disana, dan dia adalah putra dari korban tersebut, sementara mas Zam mengantar ibunya yang terluka ke rumah sakit." timpal Annisa bercerita sekilas.


Ketiganya pun masuk dan duduk di ruang keluarga. Seorang pelayan datang dan bertanya kepada Nisa, hendak minum apa. " Selamat siang non, maaf mau minum apa non?"


" Nggak usah repot-repot bi terimakasih, nanti Nisa ambil sendiri saja, oh ya anak ganteng mau minum apa sayang?" Nisa bertanya kepada Ham.


" Kaka, Ham boleh tidak minum susu?" semua yang ada disana mengangkat bahu seraya saling bertatap masing-masing.


" Wah mau di kasih susu apa Nis, mama juga kebetulan nggak ada stok susu anak kecil." ujar Devi tampak bingung.


" Bi bisa minta tolong bapak satpam buat beli susu kemasan di swalayan terdekat, kasihan anak ini, sepertinya waktunya dia minum susu." seru Nisa kepada pelayan.

__ADS_1


" Baik non, saya permisi dulu." pelayan pun segera bergegas membeli susu kemasan seperti perintah nona majikan. Saat itu juga satpam segera meluncur, menuju swalayan terdekat.


Nisa banyak bercerita kepada Devi, perihal kehamilan serta sifat aneh dia semenjak hamil yang sering menyulitkan suaminya. Dan Devi pun terkekeh mendengar nya.


Sembari menunggu susu yang dibeli datang, Devi merebahkan tubuh bocah kecil itu, di sofa dan membelai kepalanya seraya memutar televisi siaran kartun.


Nisa merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya, dan menekan log panggilan sang suami tercinta.


" Assalamu'alaikum, bagaimana keadaan wanita itu mas?" tanya Annisa mengawali pembicaraan sambungan telepon.


" Wa'alaikumussalam, masih belum di ijinkan menengok ke dalam yang, bagaimana dengan anak itu, apa dia baik-baik saja, atau mencari ibunya?" suara Azzam terdengar panik.


" Iya tadi sempat tanya dimana mamanya, makanya aku bawa ke rumah mama mas, dia minta susu, dan pak satpam masih beli, ini anaknya juga sedang tiduran sambil nonton tv. Kalau boleh tahu mas kenal kah sama korban itu?" pertanyaan Annisa terdengar menyelidik.


" Iya aku kenal siapa dia yang, nanti kalau sudah di rumah, aku janji akan cerita siapa dia ke sayang, ya sudah baik-baik ya yang, titip anak itu !!" Azzam pun mengakhiri panggilan suara tersebut.


" Bagaimana Nis ibu anak ini?" tanya Devi turut cemas.


" Masih belum diijinkan untuk di jenguk ma, Nia sholat dulu ma, titip Ham bentar." jawab Nisa, dan beranjak berdiri menuju kamar miliknya.


******


" Ini nyonya, maaf nyonya saya tidak tahu apa susu yang sesuai dengan anak ini, karenanya saya beli beberapa macam sebagai pilihan, barangkali ada yang di sukai." ujar satpam menyodorkan bungkusan kresek di atas meja.


" Iya nggak apa-apa pak, terimakasih dan maaf sudah merepotkan." balas Devi, masih menina bobo kan Hamzah.


Devi membuka kresek dengan sebelah tangan, diambilnya satu dan diberikan kepada bocah kecil itu.


" Sayang bangun yuk, ini susunya sudah datang, silahkan kamu pilih, Ham suka yang mana?" celetuk wanita paruh baya tersebut.


Mendengar kata susu, Hamzah bocah kecil usia lima tahun itu, segera bangun seketika. Dan saat melihat ada banyak susu, wajahnya seketika berubah girang.


" Holeeeeee.... Ham punya susu banyak, makasih Oma." ucap bocah kecil itu girang.

__ADS_1


Di ambil satu yang memang menjadi kesukaan Hamzah kecil, dengan gembira bocah itu menyesap susunya hingga habis. Tak lama kemudian, Devi membawa bocah itu pindah ke kamar Annisa.


Di kediaman Azzam, Han beserta sang istri datang menemui bulek Rohimah.


" Assalamu'alaikum ibu." ucap Han dan Karen bersamaan, saat memasuki rumah Azzam.


" Wa'alaikumussalam, mari silahkan masuk nak !!" Rohimah mempersilahkan masuk anak dan sang menantu. Pasangan ini juga mencium punggung tangan Rohimah dan memeluknya.


" Ini pakaian buat ibu kenakan nanti di acara pernikahan Delisa. Ibu bisa datang bersama Zam atau kami jemput, semua terserah ibu." ucap Hanafi.


" Terimakasih nak, kalian sudah sudi mengunjungi ibu. Andai si Zam sudah ada pembantu yang membantu menjaga istrinya, pasti ibu sudah menyetujui ajakan kalian waktu itu." ujar Rohimah kembali.


" Tidak apa-apa ibu, kapan pun ibu siap untuk ikut tinggal bersama kami, pasti kami sangat senang sekali, iya kan mas?" balas Karen dengan wajah mengulas senyuman, menoleh kepada sang suami.


" Iya ibu, apa yang dikatakan Karen memang benar, dia sangat berharap ibu bisa ikut tinggal bersama kami." imbuh Hanafi.


Keduanya menuju meja makan, karena Rohimah sudah menyiapkan makan siang untuk menyambut kedatangan putra dan menantunya. Mereka makan siang bersama siang itu.


Setelah selesai menunaikan shalat Dzuhur, dokter menghampiri Azzam dan menceritakan bagaimana kondisi pasien korban kecelakaan yang bernama Aulia.


" Apa anda suami korban kecelakaan itu pak?" tanya dokter kepada Azzam.


" Bu bukan, bukan saya dok. Saya hanya teman, dan kebetulan secara tidak sengaja menemukan dia di kerumuni warga, setelah saya lihat ternyata dia, akhirnya saya bawa kesini." jawab Azzam bercerita.


" Begini pak, pasien harus dirawat disini selama beberapa hari, setelah kondisi dan luka-lukanya sembuh baru boleh diijinkan pulang." imbuh sang dokter, dan pergi masuk kembali ke dalam ruang IGD.


Sampai Aulia telah di pindahkan ke ruang perawatan, maka Azzam pun berpesan kepada perawat yang berjaga, untuk terus memantau kondisinya.


" Mbak maaf saya harus pulang, saya titip dulu teman saya, jika terjadi sesuatu, bisa hubungi saya." ucap Azzam kepada perawat yang berjaga.


" Baik pak, ke nomor yang tadi bapak gunakan untuk pendaftaran itu kan?" perawat beratnya untuk memastikan, dan dibalas anggukan oleh pria kutub itu. Azzam lalu segera pulang menjemput sang istri di rumah mertuanya.


*******

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2