HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Pertemuan Mengesalkan


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian.....


Semenjak kepulangan Annisa dari rumah sakit, Azzam lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sang istri, bahkan kegiatan mengajar di pesantren pun untuk sementara waktu di alihkan kepada Safa.


Setelah kurang lebih satu setengah bulan Safa menghabiskan masa liburannya di kediaman sang Abi, kini tiba lah esok hari, gadis ini harus segera kembali untuk menuntut ilmu di Kairo.


" Sayang malam ini kita menginap di rumah umi mau nggak?? besok Safa akan kembali ke Kairo." ujar Azzam memeluk Annisa yang tengah rebahan di sofa kamar.


" Boleh mas, aku juga sudah kangen masakan umi." jawab Annisa, dan sebuah kecupan pun mendarat di pipi Annisa.


" Gendong...." celetuk Nisa manja, mengulurkan kedua tangannya kepada Azzam yang beranjak bangun.


" Siap ibu negara." balas Azzam sembari menggendong sang istri ala bridal style menuju ruang ganti.


" Terimakasih mas." ujar Nisa membalas Azzam dengan sebuah kecupan di pipi.


Tak lama keduanya pun segera berganti pakaian. Azzam segera menghidupkan mesin mobilnya, melaju meninggalkan kediamannya.


" Mas mampir ke toko oleh oleh sebentar ya, aku mau membeli sesuatu buat Safa." ucap Annisa saat mobil yang dikendarai Azzam berada di pusat kota M.


" Iya sayang. Oh ya sekalian kita beli oleh oleh ya buat makan bersama sayang." seru Azzam, menoleh ke arah Annisa, sementara tangan kirinya menggenggam tangan kanan Nisa. Keduanya pun sama-sama tersenyum, menatap jalanan malam kota M, yang indah dengan hiasan kerlap kerlip lampu jalanan.


Tiba disebuah toko yang dimaksud Nisa, mobil yang dikendarai Azzam pun berhenti. Seperti biasanya Azzam terlebih turun dari mobil, dan bergegas membuka kan pintu untuk sang istri.


" Eh ada pasangan romantis disini? sedang apa kalian? mau beli boneka untuk siapa?? bukannya aku dengar rahim kamu rusak akibat kecelakaan waktu itu ya." tiba-tiba sebuah suara usil mengagetkan pasangan ini.


Ternyata mulut usil itu tak lain adalah Linda, ia tengah membeli boneka Teddy bear untuk keponakannya.

__ADS_1


" Tolong jaga ucapan kamu Lin. Jangan pernah ikut campur urusan rumah tangga kami. Berhentilah terobsesi terhadapku, *karena semua akan berakhir menyakitkan untuk kamu sendiri. Aku tidak akan pernah meninggalkan istriku hanya demi wanita penggoda sepertimu, cam kan itu* !!" sahut Azzam mulai tak sabar lagi menghadapi ocehan Linda.


" Ayo sayang, kita cari di tempat lain saja. Sepertinya tempat ini sangat kecil, tidak cocok buat sayang, pengap pula." timpal Azzam kembali, seraya kembali menuntun Annisa masuk kembali kedalam mobil.


Wajah kesal Linda tampak terlihat jelas, bahkan wanita ini tak hentinya mengumpat dan melempar boneka Teddy bear yang baru saja dibelinya.


" Sialan kau Azzam, lagi lagi kau menolak ku. Sudah jelas jelas aku dengar sendiri wanita jalang itu nggak bisa hamil lagi. Akan aku lihat sampai mana kalian bisa bertahan, tanpa kehadiran anak." mulut Linda tak henti mengoceh dan mengucap sumpah serapah buat Azzam dan Annisa.


Sementara Azzam, setelah meninggalkan toko yang barusan ia tinggalkan, sekarang sudah berada di sebuah Mall di kawasan elit, dimana ia juga mempunya gerai parfum disana, yang tidak Nisa ketahui.


Pasangan ini memasuki mall, menuju gerai boneka, dimana gerai tersebut bersebelahan dengan gerai parfum milik Azzam.


Azzam menggandeng Annisa menuju gerai boneka, Dan Nisa pun memilih satu boneka lucu yang lagi trend saat ini. Saat keduanya telah keluar dari gerai boneka, tiba tiba seorang pelayan yang berjaga di depan pintu gerai parfum menghampiri Azzam dan menyapanya.


" Assalamu'alaikum pak Azzam selamat malam." ujar Rahmat nama penjaga store tersebut.


" Siapa mas?" tanya Nisa menatap Azzam


" Oh dia adalah salah satu karyawan yang bekerja di outlet aku sayang. Sayang lihat kesitu, itu adalah outlet milik kita." ujar Azzam menunjuk outlet yang ada disamping outlet boneka yang baru saja dikunjunginya.


" Benar kah ini outlet milik mas Azzam? " tanya Annisa meyakinkan, dan Azzam pun mengangguk.


" Iya ibu betul sekali, pak Azzam adalah owner disini. Salam kenal ibu Nisa, silahkan berkunjung ke dalam, sebuah kehormatan bagi kami bisa bertemu secara langsung dengan ibu Nisa dan bapak disini." timpal Rahmat sembari setengah membungkuk kan badannya.


" Rahmat, bukan kah sudah sering saya katakan. Saat berbicara dengan saya jangan sampai membungkuk seperti itu. Aku dan kalian semua yang ada disini, adalah sama. Tanpa kalian outlet ini tidak akan berjalan dan berkembang hingga seperti sekarang. Jadi bersikaplah sewajarnya, saya tidak suka itu, mengerti !!" seru Azzam dengan penuh wibawa dan mimik khas nya yang datar.


" Ba baik pak, maaf. Mari ibu silahkan masuk."

__ADS_1


Annisa pun masuk kedalam outlet milik sang suami. Beberapa karyawan wanita yang semuanya berhijab, menyapa dan menyalami Annisa, istri dari sang owner.


Begitu takjub Annisa saat melihat di sekeliling outlet tersebut. Terlihat mewah dan berkelas, bahkan pengunjungnya pun terlihat bukan dari orang biasa. Sikap lemah lembut dan sopan santun Azzam, pada bawahannya semakin membuat gadis ini takjub dan simpatik.


Pria yang dikenal dingin ternyata mempunyai sisi yang bertolak belakang dari sifat sebenarnya. Sungguh sebuah karakter yang unik menurut Annisa.


" Kami disini hanyalah salah satu cabang milik pak Azzam ibu, masih ada beberapa cabang lainnya, selain disini." timpal Rahmat kembali menjelaskan.


Sementara yang dibicarakan terlihat biasa saja, sembari menggaruk tengkuknya.


" Maaf sayang, bukan maksud mas menyembunyikan dari sayang, tapi mas berencana ngasih tahu pas anniversary pernikahan kita nanti. Tapi sepertinya Allah mengizinkan sekarang, untuk sayang tahu semuanya he he he." balas Azzam masih bersikap bercanda.


" Kok bisa bisanya ya, pak Azzam yang dingin, datar, tidak banyak bicara, dihadapan istrinya bisa bercanda dan hangat sekali sikapnya." gumam Rahmat keheranan.


Setelah berkenalan dengan beberapa karyawan yang sedang berjaga saat itu, keduanya pun berpamit dan segera kembali ke mobil. Untuk melanjutkan perjalanan menuju kediaman sang Kyai. Namun sebelum sampai, Azzam terlebih dulu mampir ke sebuah kedai di pinggiran jalan, membeli sate dan tongseng daging kambing, kesukaan sang Abi.


Dan malam itu keduanya disambut dengan penuh suka cita oleh Safa, Hanafi, umi Fatimah dan juga Kyai Waffiq.


Bahkan para santriwati yang tengah melihat kedatangan pasangan ini pun, segera mendekat dan bersalaman pada Annisa. Merasa rindu pada Nisa setelah lama tidak berkunjung ke pesantren.


" Assalamu'alaikum abi, umi." ucap Azzam dan Annisa bebarengan saat memasuki ruang tamu.


" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh, silahkan masuk nak Nisa, Zam." jawab Kyai Waffiq, beranjak dari kursi goyang yang ada di ruang tengah.


Azzam dan Nisa bergegas bersalaman kepada Kyai Waffiq, lalu disusul bersalaman kepada umi Fatimah dan Safa yang kebetulan sedang ada di dapur.


******

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2