HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Kemarahan Azzam


__ADS_3

Azzam pergi ke kelas dan memberikan tugas pada muridnya. Setelah itu berpamit izin tidak melanjutkan kelas. Pria ini pergi mencari Linda di ruangannya.


Raut muka Azzam bukan lagi wajah ramah seperti biasanya namun, wajah penuh kekesalan dan emosi.


Beberapa dosen yang sedang ada di kantor menatap ke arah Azzam yang diliputi kemarahan menuju ruangan Linda.


Tak satu pun rekan dosen yang berani menyapa Azzam kala itu.


" Brakkkk." Azzam membuka pintu ruang kerja Linda.


" Eh sopan dikit kenapa sayang, masak ustadz kelakuannya begitu, akhirnya kamu datang juga ya mencari ku. Tapi sayang nya sudah telat." tukas Linda menyambut kedatangan Azzam dengan nada sinis.


" Brakkkk." Azzam mendobrak meja di depan Linda.


" Sekali lagi tutup mulut kamu atau aku akan bertindak kasar terhadapmu, jangan sampai kesabaran ku habis." ancam Azzam penuh kemarahan.


Linda beranjak dari tempat duduknya, menghampiri Azzam yang tengah berdiri di depan pintu membuang muka.


Linda memeluk tubuh Azzam dari belakang, seketika Azzam pun melepas paksa tangan Linda yang erat memeluk tersebut.


" Plakkkkk." sebuah tamparan keras yang sudah lama ditahan oleh Azzam, akhirnya mendarat juga ke pipi Linda.


Wanita itu memegangi pipinya yang terasa panas oleh tamparan Azzam, dengan tatapan nanar.


" Beraninya kamu Zam menampar aku, brengsek kau." maki Linda masih memegangi pipinya yang memerah.


" Kamu sendiri yang membuat aku melakukan nya Linda, jadi kedepannya berhentilah untuk mengganggu rumah tangga kami !! atau aku akan bertindak lebih" seru Azzam memperingatkan.


Tak lama kemudian Azzam pergi meninggalkan ruangan Linda. Semua dosen masih tetap sama, diam tak bergeming.


Seusai dari ruangan Linda, Azzam pergi menemui Nisa di ruangan nya. Masih terbaring di atas sofa. Ada perasaan tenang seketika dalam hati Azzam saat melihat sang istri yang damai dalam tidur lelapnya.


Tak tega untuk membangunkan Nisa, maka Azzam pun menunggu dan berjongkok di hadapan Nisa, menatap lekat mata lentik sang pemilik, di kecup kening dan Nisa terbangun.


" Maaf mas Nisa ketiduran." ucap Nisa tersipu malu saat baru membuka mata.


Azzam membalas dengan senyuman, "bagaimana mas bisa tega membangunkan bidadari yang sedang terlelap, nanti Allah murka terhadapku." gurau pria berwajah kearaban ini.

__ADS_1


Azzam membantu Nisa bangun lalu mengambil segelas air, dari dispenser yang ada di pinggir meja.


" Minumlah sayang, setelah ini ayo keliling mengunjungi outlet kita dan berbelanja, siapa tahu bisa membuat sayang lebih tenang kembali." ujar dosen muda ini.


Annisa mengambil gelas dari tangan Azzam dan meminum air tersebut hingga tak bersisa.


" Alhamdulillah ayo sayang kita berangkat." timpal Azzam sembari merapikan hijab wanita yang di cintai nya itu.


Keduanya pergi meninggalkan ruangan Azzam dan berjalan menuju parkiran. Beberapa mata yang ada menatap pasangan ini dengan penuh gemas, bagaimana tidak. Azzam si beruang kutub atau ice cool, tak disangka akan sedemikian romantis dan lembutnya dalam memperlakukan pasangannya.


" Sungguh beruntung ya Annisa dicintai sedemikian besar oleh pak Azzam. Mereka sangat serasi." ucap salah satu mahasiswa yang melihat keduanya masuk ke dalam mobil.


" Iya benar, rupanya hanya seorang Annisa yang mampu merubah pak Azzam menjadi pria berhati lembut." timpal salah seorang mahasiswa lainnya.


******


Hari mulai menjelang siang, pasangan muda ini pergi ke outlet milik nya. Disana kedatangan sang owner disambut dengan penuh hangat dan keramahan oleh pegawai yang bertugas.


Nisa berkomunikasi dengan dua karyawati yang sedang berjaga, sementara Azzam masuk ke dalam, dimana didalam outlet tersebut terdapat sebuah ruangan khusus yang memang sengaja Azzam siapkan saat pertama kali membangun tempat tersebut, untuk ia beristirahat menghabiskan waktu dari kepenatan kegiatan kampus.


Seorang wanita paruh baya memasuki outlet itu, melihat beberapa koleksi parfum terbaik dari toko tersebut. Seraya berbincang dengan salah satu karyawati.


Suara yang baru saja berucap itu seolah tak asing ditelinga Nisa, maka wanita berhijab syar'i itu menoleh ke arah sumber suara dibelakangnya.


" Mama." sapa Annisa setengah kaget, saat melihat sang ibunda ke outlet tersebut.


" Nisa, kenapa bisa ada disini sayang? bukan kah kata Nisa semalem hari ini ada kelas pagi, apa sudah selesai kah?" tanya Devi mendekati sang putri.


Nisa berdiri mencium punggung tangan sang ibunda tersayang, dibalas pelukan hangat oleh Devi.


" Nisa kesini sama mas Azzam ma, dan mas Azzam lagi ada didalam, sebentar Nisa panggilin." ucap Annisa hendak melangkah memanggil suami tercinta.


" Kenapa Azzam ada didalam sayang? dia ada keperluan kah sama pemilik toko ini?" tanya Devi kebingungan.


Nisa tersenyum menggeleng kan kepala,


" bukan ma, kebetulan toko ini adalah milik mas Azzam." jawab Nisa.

__ADS_1


" Benar kah Nis?? mama sering loh kesini. Tanya saja sama mereka." timpal Devi bercerita.


Dan kedua karyawati yang berjaga itu pun mengangguk, mengiyakan ucapan Devi.


" Iya Bu Nisa, nyonya Devi adalah salah satu pelanggan tetap disini, beliau selalu mengikuti trend parfum terbaru di toko kami." balas salah satu karyawati.


" Iya mbak, perkenalkan ini mama saya." tukas Annisa memperkenalkan sang ibunda kepada semua karyawan yang ada.


" Wah mama Bu Nisa cantik sekali, pastilah Bu Nisa juga sangat cantik." sahut karyawati di depan Nisa.


Nisa lalu mempersilahkan sang mama untuk masuk ke dalam dan duduk di sofa. Sementara salah satu Karyawati membuat minuman untuk mertua sang owner.


Nisa memanggil Azzam yang sedang duduk bersantai di kursi kebesarannya, mendengarkan sholawat.


" Assalamu'alaikum, maaf mas mengganggu." ucap Nisa seraya mengetuk pintu.


" Wa'alaikumussalam, masuk lah sayang tidak dikunci kok !!" seru Azzam membuka mata melihat ke arah pintu.


Nisa masuk dan membuka pintu, " Di luar ada mama mas. Mama kaget melihat Nisa disini tadi, jadi maaf Nisa cerita ini toko milik mas Azzam." ucap Nisa sedikit ketakutan.


Azzam tersenyum menatap Annisa, kenapa harus minta maaf sayang. "Bilang saja itu punya kita bukan mas saja. Toh apa yang mas miliki sekarang, semua adalah milik sayang juga."


Pria ini lalu beranjak dari kursi kebesarannya bersama sang istri menemui sang ibu mertua.


" Assalamu'alaikum, siang ma." sapa Azzam menunduk dan mencium tangan ibu mertuanya.


" Wa'alaikumussalam, maaf mengganggu istirahat nak Azzam. Mama baru tahu kalau ini toko nak Azzam." ucap Devi membalas salam sang menantu.


" Bukan punya Azzam ma, tapi milik Nisa juga, iya kan sayang?"


Ketiganya lalu mengobrol panjang lebar, sesekali Devi memuji akan pribadi sang menantu yang selalu rendah hati dan sopan.


" Ohya Nisa, kalian kan selama ini saling sibuk dengan rutinitas masing-masing, nah kebetulan kita bertemu disini, mama ingin sampaikan bahwa saat kalian liburan nanti, mama sama papa sudah menyiapkan hadiah kecil untuk kalian berdua yaitu Umroh. Semoga dengan kesempatan ini kalian berdua bisa berdo'a disana dengan lebih khusyu' , semoga Allah kabulkan dan di ijabah, siapa tahu sepulang dari tanah suci ada kabar baik."


ucap Devi penuh harap agar sang putri bisa segera hamil.


Nisa dan Azzam terlihat senang dan antusias sekali mendengar ucapan Devi. Keduanya merasa bersyukur, seolah keinginan dan harapan mereka sebentar lagi akan terkabul. Dan Azzam yang sedang duduk disamping Annisa, meremas tangan sang istri seraya saling tatap balas tersenyum. Sama sama penuh keyakinan.

__ADS_1


*******


BERSAMBUNG.......


__ADS_2