HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Aksi Lucu Azzzam dan Safa


__ADS_3

" Wahhhh benar ini rumah kakak ipar kah kak?" tanya Safa mulutnya ternganga, melihat kemegahan rumah yang ada di depan matanya.


" Bukan, itu rumah orang tuanya." jawab Azzam singkat.


" Ya Allah kak, iya tahu rumah ortunya. Ngomong sama kak Zam mah sama seperti ngomong sama angin." tukas Safa kesal membanting pintu mobil.


Kakak beradik ini berjalan menuju rumah megah tersebut. Melihat siapa yang datang Annisa menghentikan kegiatan menyiram bunganya. Gadis ini pun berjalan menghampiri kedua tamu yang baru saja turun dari mobil.


" Assalamu'alaikum mas Azzam, ini pasti Safa ya?" sapa Annisa.


" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh. " jawab Azzam singkat.


" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh, iya kak aku Safa, ini kak Nisa kan calon kakak ipar ku." balas Safa menyalami dan memeluk Annisa.


Annisa mengajak keduanya masuk dan duduk di ruang tamu.


" Ma ada mas Azzam sama adiknya Safa, yang Nisa ceritain, yang baru pulang dari Kairo." ujar Nisa kepada sang mama.


Devi pun mengikuti Annisa, menyapa calon mantu beserta adik.


" Eh ada nak Azzam, ini adiknya ya mbak Safa." sapa Devi menyalami keduanya.


" Iya tante, iya ma." jawab keduanya bersamaan.


Nisa mengajak Safa mengobrol melihat lihat taman depan, sembari memberi makan ikan ikan, dan bercerita. Sementara Azzam duduk di teras.


" Kenapa aku dicuekin gini sama Nisa. Masa si Safa yang diperhatiin sejak datang. Di kira aku batu karang nggak berwujud kali." gumam Azzam kesal, merasa cemburu dengan sang adik yang lebih diperhatikan.


" Yang kangen itu aku, yang di perhatikan Safa. Sabar Zam sabar." gumam Azzam kembali.


Dari kejauhan sesekali Nisa melirik Azzam yang kelihat sekali aura kekesalannya. Dalam hati gadis yang sebentar lagi akan sah menjadi istri Azzam itu ingin tertawa.


" Yess berhasil, pasti si kutub lagi kesal tuh. Lihat saja wajahnya datar kayak tv LG." gumam Annisa tertawa dalam hatinya.


" Kak Nisa, kakak kan cantik kok mau sih sama abang aku yang dingin gitu." tanya Safa mengorek Nisa.

__ADS_1


" Mungkin jodoh kali." jawab Annisa singkat.


" Hmmmm.... rupanya kalian itu klop ya, sama sama cuek, datar. Ini ya rupanya yang dimaksud kak Han." celoteh Safa berseloroh.


" Sebentar lagi kakak resmi menjadi kakak ipar Safa. Semoga betah ya kak sama abang ice cool. Di betah betahin kak he he he he." ujar Safa bercanda.


" Memang sih mas Azzam itu datar, cuek, dingin. Tapi baik kok Sa." jawab Nisa.


" Wah baru kali ini ada yang muji kak Zam. Safa do'ain semoga kalian jadi pasangan Sakinah mawadah warahmah. Cepat kasih keponakan yang lucu buat Sa." timpal Safa kembali.


Keduanya pun kembali terkekeh dan tertawa bersama, sementara Azzam yang duduk sendirian merasa kesal di abaikan oleh Annisa.


Tak tega melihat Azzam yang wajahnya terlihat mulai di tekuk, Nisa pun mengajak Safa kembali ke teras.


" Ayo kita kesana Sa, lihat tuh muka kakak kamu mulai datar wajahnya ditekuk seperti kertas lipat." ledek Annisa.


Mereka lalu berjalan menghampiri Azzam.


" Kenapa muka nya gitu amat kak?? Sa kan pinjem kakak ipar bentar doang. " celetuk Safa.


" Cie kak Zam mah, masa sama adik sendiri cembulu ha ha ha." ledek Safa.


Annisa menatap wajah Azzam, yang memerah karena malu di ledekin sama Safa.


" Silahkan diminum mas, pasti haus kan?" ucap Annisa menyodorkan segelas minuman dingin kepada Azzam yang tengah manyun.


" Kok kak Zam doang yang di ambilin kak, Safa mau juga dong. Lagian sayang n perhatian itu ke adik loh bukan ke kakak." tukas Safa tak mau kalah, tetap berusaha menggoda sang kaka.


" Nih buat kamu, Nisa aku mau ngobrol sebentar." sahut Azzam menyodorkan minuman pemberian Annisa kepada Safa. Lalu ia menarik tangan Annisa dan membawanya ke taman.


Melihat tingkah kakaknya yang sewot, Safa cekikikan tertawa, tak sanggup menahan tawa yang sedari tadi ditahannya.


" Disini aja mas, ada apa sih? kan kita bisa ngobrol di depan Safa. Dia kan adik mas Azzam, bukan orang luar.". tutur Annisa.


Azzam melepas tangan Annisa, lalu menatap lekat wajah yang tertutup niqab tersebut.

__ADS_1


" Aku mau pernikahan kita dimajukan. Bukan satu Minggu, tapi tiga hari lagi." tukas Azzam masih menatap netra Annisa.


Gadis yang berdiri didepan calon suaminya itu, terkaget mendengar semua ucapan calon suaminya yang begitu mendadak.


" Mas Azzam nggak salah minum obat kan?? kenapa mas mau di percepat tiga hari lagi? "


tanya Annisa kebingungan.


" Kalau tidak mau tiga hari lagi , besok ." balas Azzam singkat.


Jantung Annisa berdetak kencang, tidak seperti biasanya, saat mendengar penuturan pria dihadapannya saat itu.


" Ba baiklah mas tiga hari lagi." sahut Nisa suaranya terdengar lesu. Masih berfikir antara percaya atau tidak.


" Nggak usah bengong dan kaget seperti itu. Toh tiga hari atau satu Minggu lagi apa bedanya. " ujar Azzam kembali ketus.


Raut mimik wajah Annisa terlihat dan tergambar dengan jelas dari kedua bola mata nya.


" Baik lah menurut mas gimana baiknya, .Nisa ngikut imam saja." sahut Annisa tersipu malu.


" Yess akhirnya dia mau dan tanpa bantahan." gumam Azzam dalam hati bersorak gembira merasa telah menang. Berbeda dengan Annisa yang terlihat lesu tak bersemangat.


Setelah puas mengobrol, Azzam mengajak Nisa kembali duduk di teras depan. Bersama adiknya Safa.


Tak banyak bicara dan suara lagi yang terdengar dari mulut Annisa, gadis itu tertegun dengan semua ucapan pria di sebelahnya.


Sementara Azzam terus senyum senyum sendiri,.dalam hati merasa puas, berhasil membuat Nisa tak berkutik tanpa perlawanan dari setiap omongan meraka barusan.


Siang itu mereka menghabiskan waktu bersama, tertawa bercanda sesekali juga meledek Azzam Muwaffiqi, alias kakak kandung Safa.


**BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA


JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA

__ADS_1


JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘😘**


__ADS_2