
Pagi mulai menyapa setiap jiwa yang terlelap, suara adzan subuh mulai berkumandang meski samar terdengar dari kamar hotel. Pasangan pengantin baru yang semalam tertidur lelap karena kelelahan, pagi itu tiba tiba kaki Annisa menimpa tubuh Azzam yang tertidur di sebelahnya. Bahkan guling pembatas pun sudah tak tahu kemana perginya.
Sepasang mata yang merasa ada sesuatu menimpa tubuhnya, mulai mengerjapkan mata, perlahan mengucek bola mata dan berusaha terjaga, namun sepertinya sebuah kaki dan tangan yang menempel di dada menghalanginya, untuk bangun.
Setelah sadar dan berhasil mengumpulkan nyawa, Azzam melihat kesamping, rupanya yang membuatnya berat dan menimpa tubuhnya adalah kaki dan tangan Annisa.
Azzam tersenyum melihat Annisa yang tidak sadar akan tingkahnya kala tidur itu. Dirai ponsel yang tergeletak dilaci, samping ranjang. Secepat kilat, Azzam mengabadikan pemandangan lucu pagi itu.
" Cekrek..." bunyi suara flash kamera ponsel Azzam.
Hal itu rupanya membuat Annisa terbangun dan mulai mengucek kedua mata indahnya. Melihat sang istri mulai terjaga, Azzam pura pura masih tertidur, dan memejamkan mata kembali.
Annisa yang sudah sadar merasa kaget, saat menyadari bahwa tangan dan kakinya menimpa tubuh Azzam. Bahkan ia berusaha mencari guling pembatas, namun tidak ditemukan dikasur.
Perlahan wanita ini mengangkat kaki dan tangannya, agar Azzam tidak melihat tingkahnya semalam, begitulah fikiran Annisa saat itu.
" Ahhh... Alhamdulillah si kutub masih tidur, bisa berabe kalau dia sampai tahu, aku ketahuan menindih tubuhnya dengan tangan dan kakiku." ucap Annisa pelan.
Gadis yang baru saja berhasil memindahkan tangan dan kakinya dari tubuh Azzam, bangun perlahan hendak menuju kamar mandi.
" Ehemmm..... masih mengira aku yang ambil kesempatan, yang semalam tangan dan kakinya berkelana ke zona sebelah siapa ya?" tiba tiba suara Azzam mengagetkan langkah Annisa.
Annisa pun seketika terhenti, seraya menepuk jidatnya. " Astaga... jadi itu kutub pura pura tidur, duh malunya aku." gumam Annisa memejamkan mata merasa keki dan kesal dengan kecerobohan nya.
" Namanya juga nggak sadar, aku fikir itu guling pembatas yang di tumpangi selimut. Lagian pasti juga kamu yang mindahin pembatasnya." celetuk Annisa tak berdosa lanjut berjalan menuju kamar mandi.
Tiba tiba Azzam terjaga dan loncat menuju kamar mandi yang sama. Azzam lebih dulu berdiri di depan pintu kamar mandi, dan menghadang Annisa.
" Apa? aku lagi yang salah?? hello miss jutek, dengar ya !! , sudah jelas situ yang salah. Pakai batesin tempat tidur segala dengan guling dan selimut, terus situ juga yang melanggar aturan kamu sendiri, sekarang malah memfitnah orang seenak nya. Tahu gitu aku biarin kamu tidur di sofa semalam. " celetuk Azzam memprotes.
" Enggak mungkin guling dan selimut itu bisa hilang, emang mereka punya tangan dan kaki? enggak kan. Jadi ya pastilah mas yang sudah singkirin semuanya, supaya aku enggak sadar dan melanggar batas. Ngaku aja kutub." teriak Annisa pagi itu tak mau kalah.
__ADS_1
Makin jengkel di sudutkan dengan apa yang tidak ia lakukan, Azzam auto mengangkat tubuh Annisa dan memasukkan nya ke dalam bathtub.
Annisa berteriak kencang, bahkan gadis ini pun menggigit lengan Azzam, semakin merasa kesal, Azzam mengunci pintu kamar mandi.
Dan kini mereka berada dalam kamar mandi yang sama, tidak ada jeda atau pembatas apapun yang menghalangi keduanya.
Azzam juga menyalakan air dalam bathtub, membuat tubuh Annisa yang masih mengenakan pakaian jadi basah kuyup, terendam air.
Sementara Azzam tak perduli dengan keberadaan Annisa, tetap melepas semua bajunya dan mengguyur seluruh tubuhnya dibawah kucuran shower.
Lagi lagi Annisa menutup matanya dengan kedua tangannya. Makin merasa jengkel dengan sikap Azzam, yang sungguh diluar ekspetasi Annisa.
Gadis yang berendam itu segera bangun dan menghampiri Azzam yang tengah mandi dibawah shower, meski sesekali Nisa memicing kan mata, berusaha tak melihat pemandangan didepannya.
Tangan Annisa meraih gayung yang ada di bak mandi, memukulkan nya ke tubuh Azzam.
" Auwww.... sudah gila ya kamu, sakit tahu. " teriak Azzam mengasuh, memegangi tubuhnya yang sedikit memerah karena pukulan gayung Annisa.
Azzam mendorong tubuh Annisa yang basah dengan bajunya, ke tembok sehingga terkunci dan tidak bisa bergerak. Sangat dekat tanpa jarak.
Diangkatnya dagu Annisa oleh Azzam, " Dengar baik baik, sedingin dinginnya aku diluaran sana, akan tetapi aku akan selalu berusaha lembut dan perhatian terhadap istriku, jika sedang berduaan, itu lah prinsipku. Dan tolong kamu fahami, aku masih punya naluri, nggak akan memaksa kamu untuk mau tidur dan melayaniku. Cam kan itu !! Bagiku istri adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga hati dan perasaan nya. Kalau kamu keberatan aku bersikap lembut dan perhatian. Baiklah mulai sekarang, bersikap lah semau kamu." ujar Azzam melepas dagu Annisa dan mengambil handuk lalu berwudhu.
" Cepat lah mandi waktu subuh akan segera habis !" seru Azzam pergi dari kamar mandi.
Azzam pun membanting pintu kamar mandi dengan keras, membuat Annisa gelagapan kaget.
Gadis yang tengah basah kuyup itu pun mematung, merenungi semua sikap dan ucapan sang suami barusan.
" Ya Allah, apa yang sudah aku lakukan. Apa semua sikap aku sangat keterlaluan kah? lagian dia juga sungguh keterlaluan main gendong dan ceburin aku ke bath tub." gumam Annisa berfikir dan merasa sedikit bersalah.
Tak mau sang suami kembali marah, Annisa mensegerakan mandi, dan karena tidak membawa baju ganti ke kamar mandi, terpaksa Nisa mengenakan handuk menutupi setengah tubuhnya dari dada kebawah.
__ADS_1
Dengan malu malu, gadis ini berjalan sambil mengendap endap, mengambil baju gantinya. Setelah mengganti baju di kamar mandi, Nisa segera mengambil wudhu dan berdiri dibelakang Azzam, untuk menunaikan sholat subuh bersama.
*****
Seusai sholat Azzam mulai berkemas dan bersiap kembali pulang, rencananya untuk tinggal beberapa hari di hotel, rupanya kandas.
Tak banyak bicara dan berkata apa pun, Azzam juga memerintahkan Annisa untuk berkemas.
" Kemasilah barang barangmu !! , Kita pulang saja ke rumah." ujar Azzam datar.
Mendengar instruksi dari pria yang tengah marah tersebut, Annisa segera berkemas. Tak lama kemudian keduanya menutup pintu kaamr hotel.
Azzam menyerahkan kunci kamar hotel kepada resepsionis, dan pagi itu ia chek out.
" Maaf tuan, bukannya kamar sudah di booking untuk beberapa hari ke depan. Mengapa terburu untuk chek out." ucap resepsionis.
" Iya mendadak ada acara mendesak mbak, terimakasih atas pelayanannya." sahut Azzam.
Dan keduanya berjalan loby, Azzam menyerahkan kunci mobil kepada satpam yang bertugas, dan tak lama kemudian satpam membawa mobil Azzam sampai depan pintu utama hotel. Azzam dan Annisa masuk kedalam. Tak lupa Azzam juga menyodorkan tips kepada satpam yang bertugas tersebut.
Dan keduanya menyusuri jalanan kota M menuju rumah baru Azzam dan Annisa.
*******
**BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA
JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA
JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘😘**
__ADS_1