
Acara perayaan pesta pernikahan Karen dan Hanafi telah selesai, Malam kian beranjak dan terus bergulir. Pasangan pengantin baru ini bermalam di sebuah kamar hotel yang sudah disediakan oleh Azzam.
Azzam tampak malu-malu saat masuk kedalam kamar hotel bersama Karen. Pria ini menggaruk tengkuknya sert berdiri mematung saat Karen keluar dari kamar mandi.
" Kenapa masih berdiri disitu mas?? mas Han mau sampai kapan mematung di sana?" tanya Karen mengusap rambutnya yang basah.
" E i i iya sebentar lagi hehe." balas Han nyengir kuda.
Karen menyodorkan handuk yang ada diatas kasur kepada sang suami yang masih berdiri mematung.
" Sudah sana mandi mas !! sudah malam, mas Han nggak mau tidur?" wanita ini pun duduk di tepi tempat tidur dengan mengenakan pakaian tidur warna pink.
Dengan langkah kaku bak robot, Han akhirnya berjalan menuju kamar mandi.
****
Waktu yang menegangkan bagi Han telah tiba, pria ini terusan mengatur nafasnya yang tak beraturan, saat melihat Karen hanya mengenakan lingerie. Wanita yang duduk di tepi ranjang itu tersenyum menatap sang suami yang tampak malu-malu untuk mendekat.
" Kenapa nggak tidur mas? mas Han mau begadang kah, lihat tuh sudah jam satu mas !" celetuk Karen menarik tangan Hanafi, jadinya malah Han jatuh diatas dan menindihnya, karena tidak kesiapan Han yang secara spontan ketarik begitu saja.
Posisi mereka kini sangat dekat sekali tanpa ada jeda dan pembatas. Nafas keduanya mulai saling memburu.
Tangan Hanafi menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Karen. Kini wajah cantik itu terlihat dengan nyata.
__ADS_1
" Apa kamu siap untuk menjadi milikku seutuhnya?" tanya Han, mengecup kecil pipi sang istri. Dibalas anggukan serta senyuman pertanda iya oleh Karen.
" Ayo Han kamu pasti bisa, masa kamu kalah sama si kutub." batin Han terus menatap wajah sang istri.
" Tenang, atur nafas, selow Han, jangan terburu, atur posisi paling nyaman, agar dia terpesona oleh keperkasaan kamu." gumam Han kembali masih terus menatap lekat wajah ayu Karen.
Sadar akan apa yang akan terjadi selanjutnya, maka Karen pun memejamkan mata, saat posisi Han semakin mendekat bersama bibirnya.
Mata indah nan lentik Karen telah terpejam, namun dengan tiba-tiba, si Han menarik tubuhnya dan duduk disamping wanita yang sedang terpejam, dengan posisi siap siaga.
" Kemana mas Han, kenapa menghilang?" gumam Karen, saat sadar sosok tubuh yang barusan menindihnya tiba-tiba tak lagi terasa.
Gadis ini membuka mata, dan benar adanya ternyata si Han sudah berpindah duduk disamping nya.
Karen tersenyum saat mendengar jawaban dari suaminya.
" Baiklah kita berdo'a dulu, tapi aku nggak mau memaksa mas Han, jika mas belum siap melakukannya, bisa ditunda kok." wanita ini menarik selimut keatas dan menutupi tubuhnya.
" Eh eng enggak begitu, iya iya kita baca do'a, jangan tidur dulu ya !" balas Hanafi merebahkan tubuhnya disamping Karen dan mulai menuntun sang istri, untuk mengikutinya membaca do'a.
Seusai berdo'a keduanya kembali saling tersipu malu. Han mencoba kembali sekuat tenaga menyusun strategi agar pertempuran nya berjalan dengan lancar.
" Mas mikirin apa kenapa bengong?" suara Karen tiba-tiba mengagetkan lamunan Hanafi.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Han mendekatkan kembali bibirnya ke arah wanita yang terbaring disampingnya.
Dan lagi-lagi Karen menyiapkan diri sebaik mungkin agar kali ini sang suami tidak mundur dari medan pertempuran.
Pertama Han mengecup bibir Karen, perlahan dan lembut, keduanya mulai saling memberi dan menerima, serta saling menikmati setiap belaian dan sentuhan yang keduanya berikan.
Sepasang sejoli anak Adam dan hawa itu, perlahan menanggalkan satu persatu pakaian yang dikenakan. Tampil polos dibalik selimut.
Keduanya semakin memanas dan saling memacu adrenalin, bercumbu seolah melepas dahaga yang sekian ribuan purnama belum pernah mereka rasakan.
Perlahan dan pasti, Han semakin bergerilya menyusuri tiap lekuk tubuh wanita yang kini berada dalam dekapannya. Tampak pasrah dan menyerah dari pihak lawan.
Beberapa menit pun berlalu, keduanya masih berpacu dalam pergulatan yang masih belum mencapai garis finish goal. Berkali-kali Han mencoba menerobos masuk pertahanan milik Karen, dan akhirnya pada menit ke tiga puluh, pertahanan pun jebol. Keringat pun membanjiri tubuh keduanya, sama-sama lemas dan terkulai.
Kini penyatuan hati Karen dan Hanafi telah resmi terjadi, seiring dengan berhasilnya Hanafi memberikan malam pertama yang Indah bagi Karen.
Kecupan hangat kembali mendarat di kening Karen, seusai sang suami melakukan pertempuran. Dan keduanya pun tertidur lelap dalam pelukan mesra yang Han berikan.
Malam indah nan bertabur gemerlap bintang serta temaram cahaya lilin yang menghias kamar hotel, menjadi saksi bisu kisah cinta Karen dan Hanafi bermula.
Keduanya menghabiskan malam panjang yang indah bersama , dikamar hotel bintang lima, di kota M.
******
__ADS_1
BERSAMBUNG.....