
Setelah bertemu Karen, Annisa pun mengajak gadis itu bercerita panjang lebar, sedang berbagai macam cemilan dan minuman telah tersaji di depan, ke empat orang ini sebagai pelengkap cerita.
Sambil mendengar Karen bercerita, mulut Annisa tak berhenti mengunyah makanan dan tanpa sadar sebagian cemilan pun hampir habis, sementara jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
" Bro, dirumah umi nggak ada cemilan ya? tuh lihat bini kamu nikmat banget ngemilnya, apa bumil serakus gitu?" ledek Han sembari mendengus kesal.
" Paman Han kok gitu sih, kalau dedek nya nangis gimana di ghibahin pamannya." sahut Azzam dengan wajah datarnya tanpa ekspresi, dan hal itu semakin membuat Han kesal, sementara Karen yang melihat pertikaian kedua saudara sepupu itu hanya bisa mengulum senyum, terkekeh dengan sikap sang suami.
" Sayang sudah pagi loh, kasihan kan nyonya Han besok mau keluar kota, tuh lihat wajah paman Han manyun gitu, kita yang sehat ngalah ya? yuk kita pulang !!" ajak Azzam pada istrinya.
" Tuh kan kan kan, sudah ngerusuh dan mengganggu dirumah orang, pakai ngebully tuan rumah pula, sok nggak berdosa sungguh terlalu." balas Han setengah manyun.
" Maaf ya kak Han, Nisa udah ganggu malam kalian, tapi beneran ini maunya si dedek, ya sudah yuk mas kita pulang!!" ajak Annisa dan bangkit dari duduknya.
" Eh jangan dengerin mas Han, dia cuma bercanda kok. Kalian menginap saja ya, lagian sudah larut." timpal Karen menghentikan langkah Annisa dan Azzam.
Annisa menatap ke arah sang suami, dengan tatapan memohon. Melihat ekspresi bumil yang selalu ingin dimengerti, maka Azzam pun sekali lagi mengalah dan mengangguk.
Nisa bersorak girang memeluk tubuh Karen kembali.
" Makasih ya cantik, sudah diizinkan menginap. Malam ini boleh kan aku tidur bareng kamu?" tanya Annisa menghadap ke arah Karen.
Mendengar ucapan istri dari sepupunya, Han lagi-lagi menepuk jidatnya, "mimpi apa bini si kutub ini semalam ya, biasanya juga mereka keluarga kutub enggan pergi kemana-mana, lah ini mengganggu waktu kita berdua." gerutu Han dalam hatinya.
Sementara si Azzam tersenyum keki melihat ekspresi dari sepupunya.
__ADS_1
" Sabar paman, kan masih ada aku. Sudah lama juga kan kita tidak tidur bareng, ha ha ha." timpal Azzam terkekeh geli.
Kedua wanita itu telah berlalu ke kamar, sementara kedua pria yang masih diluar ini saling meledek masing-masing. Keduanya pun bercanda hingga akhirnya terlelap.
*****
Suara adzan subuh pun samar terdengar, Azzam dan Han segera terjaga dari tidurnya, begitupun dengan kedua wanita yang ada dikamar sebelah.
Semua bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, dan mereka sholat berjama'ah yang dipimpin oleh Azzam.
******
" Maaf ya nggak bisa menemani kalian lebih lama, pagi ini ada tugas keluar kota. " ucap Karen kepada Azzam dan Annisa di meja makan.
" Mas Han jadikan nganter aku?" imbuh Karen bertanya kepada suaminya. Dibalas anggukan serta senyuman oleh si Han.
Seusai sarapan Annisa berpamit kepada Karen,
" Terimakasih ya aunty cantik sudah baik hati diizinin menginap dan sarapan bareng, semoga kalian bahagia selalu."
" Sama-sama, jangan sungkan main kemari, nanti setelah senggang aku pasti ajak mas Han berkunjung juga ke rumah kalian, satu lagi jangan kapok ya he he he." balas Karen seusai melepas pelukan Annisa.
Azzam pun berpelukan dengan si Han, " terimakasih paman maafin calon debay kami ya yang sudah ganggu waktu kalian, ha ha ha." ucap Azzam menepuk pundak sang sepupu seraya terkekeh.
" Lain kali kalau kemari buat janji, apa apaan pakai serangan fajar begitu, dedek bayi jangan minta bundamu minta yang aneh aneh ya sayang, kasihanilah paman mu ini." sahut si Han dengan wajah melas, seolah teraniaya.
__ADS_1
" Cieee ngambek tuh si paman hahaha, sudah sana antar bini mu ntar kesiangan, kita langsung pulang. Assalamu'alaikum." tukas Azzam menggandeng tangan sang istri, menuruni anak tangga depan rumah Karen.
Keduanya memasuki mobil dan saling melambaikan tangan, dibalas senyuman dan lambaian oleh Karen serta si Han.
Tak lama berselang pasangan pengantin baru ini pun juga memasuki mobil dan berangkat menuju kota sebelah.
" Mas kesal karena mereka menginap?" tiba-tiba suara Karen mengagetkan Han yang sedang fokus mengemudi.
" Nggak kok, cuma bercanda saja. Mereka semua adalah orang baik yang selama ini sudah menganggap aku seperti saudara kandung, apa pantas aku marah pada si Zam." jawab Han masih fokus pandangan ke depan, sesekali melirik sang istri yang kini mulai mengenakan hijab dan pakaian yang tertutup.
" Iya mas Nisa lucu banget, serasa mempunyai kakak aku. Kita jadi nyambung ngobrol dan nyaman, mungkin karena kita sama-sama tidak memiliki saudara, jadi kami saling sayang, meski baru kenal." timpal Karen menatap Han.
" Iya benar kalian adalah para bidadari yang hebat dan baik hati sungguh beruntungnya kami menemukan kalian." balas Hanafi dengan tangan satunya menggenggam tangan Karen dibalas senyuman oleh wanita disampingnya, Han pun mengecup tangan Karen.
Di dalam mobil lain, Azzam dan Annisa juga berbicara tentang keusilan Azzam semalam, hingga membuat Han terlihat keki dan kesal.
" Mas Azzam itu ya, sudah kita ngrepotin mereka masih juga menggoda kak Han, kasihan kan jadi terlihat kesal begitu." ujar Annisa.
" Halah, kita itu sudah terbiasa saling meledek dan bercanda yang, mana ada si Han marah kepadaku, begitupun aku mana bisa marah sama dia." sahut Azzam terkekeh saat mengingat ekspresi wajah kesal si Han.
Setelah sampai di rumah, Annisa pun segera menemui ikan ikan kesayangannya, hobi baru saat ia mengandung saat ini, mengoleksi ikan hias baik di aquarium dan di kolam ikan yang baru dibuat Azzam satu bulan yang lalu, sesuai permintaannya.
" Sayang, vitamin sama susu sudah aku siapin di atas laci kamar, aku mau ke kampus." ucap Azzam seusai berganti pakaian dan menghampiri sang istri, Annisa pun mencium punggung tangan sang suami dibalas kecupan di kedua pipi Annisa oleh Azzam, terakhir kebiasaan baru yang dilakukan oleh Azzam setelah Annisa hamil, adalah mencium dan mengusap perut sang istri, setiap ia hendak bepergian kemanapun.
Annisa pun terjaga dan mengantar Azzam hingga balik pintu, melambaikan tangan hingga mobil suaminya menghilang.
__ADS_1
******
BERSAMBUNG.....