HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Penyamaran Ke Proyek Zenpi


__ADS_3

" Syukur Alhamdulillah, terimakasih Yaa Allah. Akhirnya Engkau mengabulkan do'a kami. Ini adalah berita terbaik yang kami tunggu selama ini. Semoga Engkau turunkan juga kebesaran serta KuasaMu kepadaku. Agar saat istriku kembali, semua ujian ini telah usai." ucap Amir, dalam do'anya, saat melakukan sholat, seusai penyelidikan malam itu.


Tangis bahagia menyelimuti, dibalik kesedihan yang mereka alami. Azzam terus menjaga di sisi Annisa, sampai sang istri sadar dari pingsannya.


" Alhamdulillah sudah sadar sayang." ucap Azzam saat melihat Annisa membuka mata.


" Kita dimana mas? apa sudah sampai?" tanya Annisa, seraya mengedarkan pandangannya, ke seluruh kamar hotel yang ia tempati saat ini.


" Sayang tadi pingsan, oh ya selamat ya sayang. Alhamdulillah, impian dan harapan kita selama ini, akhirnya terkabul." tukas Azzam menatap gembira wajah sang istri.


Sedang yang ditatapnya, masih kebingungan dengan ucapan suaminya.


" Maksud mas Azzam, tentang papa kah?? apa papa dinyatakan tidak bersalah?" pungkas Nisa mulai bersedih.


Azzam merengkuh tubuh sang istri yang lemah saat itu, " Ini bukan tentang papa yang. Alhamdulillah, di rahim sayang saat ini, ada sebuah kehidupan baru, yang sudah lama kita nantikan." tukas Azzam bercerita dengan wajah berbinar.


Annisa kaget mendengar kalimat suaminya, wanita ini pun melepas pelukan Azzam, lalu menatapnya lekat, seolah ingin jawaban yang sebenarnya.


" Maksud mas saya hamil?? di dalam rahimku ada anak kita?? begitu kah mas??" suara Annisa mulai pelak, tangispun terjatuh. Saat Azzam menganggukkan kepalanya.


" Huaaaaa...... Allahu Akbar, syukur Alhamdulillah Yaa Allah.... huuuuuu." Raung Annisa tak henti mengucap syukur dalam tangisnya.


Membuat Azzam, juga tak sanggup untuk tidak terharu dan menangis. Lagi lagi, pasangan ini menangis bahagia bersama, dalam momen indah yang mengharukan.


******


Subuh di kota Madinah.....


Karena letak Rua Al Madinah hotel, yang sangat dekat dengan masjid Nabawi. Maka indahnya suara adzan yang dikumandangkan oleh, muadzin terdengar sampai ke kamar hotel, tempat ketiga orang ini, menginap.

__ADS_1


" Sayang sudah adzan subuh, ayo bangun !!" seru Azzam, membangunkan lembut sang istri.


Nisa sebenarnya sudah terjaga, namun karena kondisinya yang mudah lelah saat itu, maka ia melanjutkan rebahan.


" Iya mas, tapi boleh kah aku sholat dikamar saja, aku masih terasa lemas mas." tukas Nisa.


" Baiklah, sekarang ambil wudhu !! setelah itu kita sholat berjama'ah di bawah. Aku ambilkan kursi roda." jawab Azzam.


Nisa yang merasa lemas, akhirnya bangun dan mengambil wudhu. Baju dan mukenah, sudah Azzam siapkan.


" Duduk sayang !!" seru Azzam menepuk kursi roda yang dipegangnya.


" Kalau aku pingin ke masjidnya di gendong mas Azzam, mau nggak??" tukas Annisa mulai bertingkah manja dan merajuk.


Azzam tersenyum dan menuju koper yang belum sempat dibongkar, diraihnya sepasang, kaos tangan warna putih. Dan Azzam pun mengenakan kaos tangan tersebut, agar bisa leluasa menggendong sang istri, memenuhi keinginannya, tanpa membatalkan wudhu.


Devi yang sedari tadi menunggu di luar kamar, tersenyum saat melihat sang putri bertingkah aneh kembali. Tapi sayang, karena terburu mengejar waktu sholat, maka pasangan ini, belum sempat memberitahukan kabar gembira tersebut, kepada sang mama.


******


" Hallo selamat siang, tolong kalian masuk dan menyamar di mega proyek Zenpi corporation. Selidiki dengan detail, apakah terjadi sabotase dalam pembangunan proyek tersebut. Entah apapun itu, sekecil apapun kejanggalan yang kalian temukan disana. Segeralah laporkan kepadaku, atau kepada menantuku, pengacara Farid Basalamah." pungkas Dirga kepada tim investigasi kepercayaannya itu.


" Baik, laksankan !!" balas anggota tim investigasi serempak, yang kebetulan anggotanya ada lima orang.


Ke lima orang ini pun menyamar, sebagai sales material. Menawarkan harga terendah dan menjanjikan kualitas barang bagus.


Mega proyek itu, kini diambil alih oleh perusahaan Handoko. Dan benar saja, Handoko yang terjun langsung mengawasi pengembangan dan pengerjaan Mega proyek Zenpi.


" Selamat siang tuan, permisi, perkenalkan saya Deni, saya sales dari perusahaan AJB. Kami menawarkan harga khusus kepada anda. Dan kualitas produk kami, sudah tidak diragukan lagi di pasaran. Dengan begitu, tuan bisa meraup keuntungan yang besar, jika menggunakan material kami." ujar penyamar satu.

__ADS_1


Mulanya Handoko bersikap sok jual mahal, bahkan sempat menolak kedatangan Deni. Nama samaran penyamar satu.


Handoko membaca sekilas daftar harga yang mereka tawarkan. Merasa itu adalah harga yang sangat jauh dari yang pernah ia beli. Akhirnya, pria jahat itu tersenyum picik.


" Kualitasnya benar bagus kan?? soalnya saya tidak mau material yang kualitas murahan dalam Mega proyek saya. Agar bangunan itu, tidak roboh atau mengalami masalah dikemudian hari." ucap Handoko.


" Tenang pak, barang dari perusahaan kami, sudah teruji kelayakannya. Bisa anda lakukan uji coba dulu, jika ragu kepada kami." pungkas penyamar satu.


" Benar tuan, andai waktu itu pak Amir setuju mengambil material dari kami. Maka insiden kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi." ucap penyamar dua.


Handoko tersenyum licik, kepada kedua orang dihadapannya.


" Kalian salah, sebenarnya material yang digunakan perusahaan Amir, sudah jelas yang super semua, untung saja waktu itu, aku menemukan ide bagus. Dan mereka telah bekerja cukup baik. Tapi sayang, mereka memasang harga fantastis untuk material yang kualitasnya buruk seperti itu. Jadi, kami harus membayar tiga kali lipat dari harga sebelumnya." pungkas Handoko, yang tanpa sadar membuka rahasianya sendiri secara tidak langsung.


Meski tidak mengatakan secara terang-terangan bahwa dirinya telah mensabotase proyek Amir, namun kedua penyamar yang telah terlatih itu, bisa membaca kemana arah pembicaraan musuh didepannya.


Seperti kesepakatan sebelumnya, maka jika ada salah satu penyamar yang sibuk beraksi, maka penyamar lainnya yang bertugas, merekam atau mengambil bukti.


Dan benar saja percakapan Handoko waktu itu, berhasil mereka rekam, mulai dari pertama kali memasuki, ruangan.


" Hallo tuan, bukti sudah kami dapatkan sesuai perintah. Secepatnya kami kirim kepada Anda."


ucap penyamar dua kepada Dirga melalui sambungan suara.


Kedua penyamar ini, terus mengajak Handoko bercerita, agar bisa mengorek informasi lebih dalam. Sembari memberikan iming-iming diskon besar jika berhasil mengambil material kepada mereka.


Sementara ketiga penyamar lainnya, bertugas terjun ke lapangan. Berinteraksi dengan para pekerja dan melakukan pendekatan, agar bisa mengorek informasi yang mereka cari.


******

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2