
Hari berganti hari, Annisa masih belum tersadar, meski harus meninggalkan tugas mengajar nya dikampus demi menjaga sang istri, hal itu sengaja Azzam lakukan.
Ia tak ingin sedetik pun jauh dan meninggalkan sang istri yang saat ini membutuhkan support serta perhatian dirinya.
" Sayang bangun lah, ayo kita bercanda tawa bersama lagi, aku merindukan suara indah sayang saat mengaji. rindu manja nya sayang, dan sikap usil sayang." bisik Azzam tepat ditelinga Annisa yang masih terpejam.
Di kecup pipi putih yang baru saja mengering luka lukanya, tangan Azzam menggenggam tangan Annisa, sesekali mengecup tangan putih itu. Azzam yang dikenal adalah sosok pria yang dingin dan cuek.
Malam itu bukan lah Azzam yang biasanya. Tanpa merasa malu, Azzam menangis bahkan hingga sesenggukan. Se tegar dan sekuat jiwanya ia juga adalah seorang suami yang sangat mencintai dan menyayangi istri yang baru saja dinikahinya.
" Buka mata kamu sayang lihat lah mas disini. Bukan kah sayang sangat ingin anak perempuan, sadar lah ayo kita wujudkan keinginan sayang. Hikssss....." Azzam terisak berdialog dengan Annisa.
Air mata Azzam menetes di pipi Annisa. Selama Annisa terbaring di rumah sakit, Azzam terus berjanji dalam hati akan lebih membuat sang istri bahagia dari sebelumnya.
Bahkan di tiap sholat fardhu dan Qiyamullail Azzam terus saja mendo'akan sang istri. Beberapa yayasan panti asuhan pun dia datangi untuk meminta do'a keberkahan dari para anak yatim.
Di pesantren pun hampir tiap malam diadakan acara do'a bersama untuk kesembuhan menantu sulung sang Kyai.
* Sungguh beruntung ya pasti itu pasien, suaminya begitu sayang dan perhatian. Jarang jarang seorang pria menangis untuk istrinya. Apalagi dengan sabar merawat dan menjaganya. Kita saja tidak diperbolehkan menyeka pasien. Sungguh betapa mulia cinta nya." ujar salah seorang perawat yang melihat semua kegiatan Azzam selama di rumah sakit.
" Iya di jaman sekarang ini, pria seperti dia sangat langka. Selain setia, ganteng, sabar, pastinya juga penyayang. Aku dengar sih beliau adalah seorang dosen ." timpal perawat yang lain.
Bahkan Azzam juga berusaha menstimulasi otak Annisa dengan memutar murrotal disamping dia. Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar merdu.
Saking sibuk merawat sang istri, maka Azzam pun tak memperdulikan penampilan nya saat itu. Bahkan jambang nya pun mulai tumbuh, tubuh Azzam terlihat sedikit kurus.
Kondisi Nisa ternyata benar benar membuat sosok seorang Azzam berubah drastis. Dari seorang pria kutub menjadi pria yang penuh kasih sayang dan perhatian.
Azzam hanya mengirimkan tugas kepada muridnya melalui email, dan semua muridnya pun turut prihatin atas musibah yang menimpa Annisa.
__ADS_1
Bahkan kabar kecelakaan Annisa, telah sampai ke telinga Rangga dan Leo, terbukti setelah tahu keduanya pergi mencari rumah sakit, tempat Annisa dirawat.
" Ayo ikut brow." ujar Rangga pada Leo yang baru saja tiba.
Leo sengaja yang mengambil alih menyetir, karena ia tahu betul bahwa jika Rangga dalam keadaan khawatir, maka kecepatannya bisa melejit.
Jarum jam menunjukkan pukul satu siang, waktu kota M. Seusai menuruni Masjid yang ada di rumah sakit, Azzam kembali ke ruang tunggu. Dan disana sudah tampak dua orang pria yang juga terlihat menunggu Annisa.
" Untuk apa lagi dia datang kesini." gumam Azzam.
Mendengar suara derap langkah kaki, kedua pria itu menoleh untuk melihat siapa yang datang.
" Assalamu'alaikum selamat sore." sapa Azzam kepada kedua muridnya.
" Wa'alaikumussalam pak Azzam, emmm.... maaf kalau saya lancang datang kesini. Kedatangan saya tidak lebih hanya ingin menjenguk kondisi Annisa, eh maaf maksud saya ibu Annisa." ucap Rangga.
Ketiga pria ini terlihat mengobrol serius dan terakhir tak lupa mengucapkan turut mendo'akan selalu buat kesembuhan Annisa.
" Maaf pak Azzam kami permisi pamit pulang. Semoga Bu Nisa segera sadar kembali." ucap Rangga berpamitan. Keduanya bersalaman kepada Azzam.
Saat Rangga dan Leo sampai diparkiran rumah sakit, tiba tiba Safa juga baru turun dari mobil, bersama Hanafi.
Tanpa sengaja keduanya pun juga saling melihat dan menyapa.
" Maaf ini mas yang waktu itu kena tumpahan minuman saya bukan?" tanya Safa.
Sesaat Rangga terdiam menatap Safa, sembari mengingat siapa wanita dihadapannya,
" Oh iya maaf saya lupa barusan, ngomong ngomong mau menjenguk siapa disini?" tanya Rangga dengan sopan.
__ADS_1
" Kakak ipar saya kebetulan kecelakaan beberapa hari lalu, dan saya kesini untuk menemani kakak saya." jawab Safa.
" Sebentar, maksud nya Annisa kah?? emmm.... maaf maksud saya ibu Annisa, istri pak Azzam bukan?" timpal Rangga kembali bertanya.
" Iya benar, kok mas tahu . Apa mas juga baru saja dari sana?" tanya Safa makin penasaran.
" Iya kebetulan kami ada waktu dan baru tahu, makanya kami segera kemari." jawab Rangga dan Leo bersamaan.
Setelah lama saling sapa dan mengobrol, Safa pun pamit bergegas masuk ke dalam. " Maaf mas saya permisi dulu." pamit Safa.
" Ehmmmm.... perkenalkan nama saya Rangga , dan ini sahabat saya Leo." ucap Rangga sebelum pergi.
" Iya mas, salam kenal. Nama saya Safa. Maaf sekali lagi. Permisi, wassalamu'alaikum." balas Safa sembari menangkupkan kedua tangannya ke dada lalu berlalu masuk ke dalam.
Begitu juga dengan Rangga dan Leo keduanya pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah sakit.
" Assalamu'alaikum, gimana kondisi kak Nisa hari ini kak? apa ada perkembangan?" tanya Safa saat tiba di ruang tunggu.
" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh, untuk saat ini masih tetap sama Sa, semoga Allah segera mendengar do'a kita. Dan Nisa segera siuman." jawab Azzam sedih
Gadis ini duduk di samping Azzam yang terlihat sayu, " kakak sabar ya, kak Nisa pasti segera bangun. Setelah sadar nanti kak Nisa pasti akan sangat bahagia, melihat kak Azzam yang begitu setia mendampingi nya, hiksssss....." ujar Safa mulai terisak.
Kakak beradik ini pun saling berpelukan dan menguatkan, Safa tahu benar sifat sang kakak. Meski diluar sana ia sering dijuluki pria kutub, namun pada dasarnya Azzam adalah pria yang berhati sangat lembut. Apalagi terhadap orang-orang tersayang nya.
Dan malam itu Safa mengajak Azzam makan ke kantin yang ada di rumah sakit, setelah makan dan sholat Isya, Safa menemani Azzam malam itu menginap di rumah sakit.
*******
BERSAMBUNG......
__ADS_1