HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Mobil Alphard warna hitam yang ditumpangi Annisa dan Azzam telah tiba di hotel, tempat acara perayaan pernikahan akan segera di gelar.


Annisa keluar dari dalam mobil, dengan digandeng oleh Azzam, menuju kamar khusus tempat para MUA telah menunggu kedatangan mereka.


Devi dan umi Fatimah juga bersiap menunggu giliran make up. Begitu juga dengan Safa, tampak menunggu sang kakak.


" Wah kalian main ilang saja nih, mentang mentang sudah sah, Safa di lupain, kak Zam mah tega." ujar Safa memanyunkan bibirnya, saat melihat kedatangan kedua pengantin baru, yang tampak bergandengan.


" Dasar bawel, sana temenin kakak ipar kamu masuk kedalam !!, aku mau ke ruang ganti sebelah." ucap Azzam, mengantar Annisa sampai depan ruang make up.


Devi dan umi Fatimah tersenyum senyum, melihat Annisa yang nurut begitu saja digandeng oleh Azzam.


" Alhamdulillah ya jeng, akhirnya ada pria baik yang berhasil merubah putri kami." ujar Devi saat duduk berbincang dengan umi Fatimah, dibalas senyuman yang tersungging di bibir umi Fatimah.


" Iya Alhamdulillah, atas izin Allah mereka berjodoh dan dipertemukan, disatukan dalam ikatan suci, semoga rumah tangga mereka sakinah mawadah warahmah." ucap umi Fatimah menyela obrolan sang besan.


Tak lama setelah berbincang, semua segera menunaikan ibadah sholat Maghrib, lalu para kru MUA beraksi dengan cekatan untuk mempersembahkan tampilan yang terbaik malam itu.


******


" Lu yakin mau hadir bro? jika itu menyakitkan buat lu, sebaiknya nggak usah hadir." tanya Leo pada Rangga, yang baru saja datang mengenakan setelan jas.


" Ya walaupun nyesek sih Le, tapi mau bagaimana lagi toh sekarang dia sudah jadi milik pak Azzam, semoga pernikahan mereka bahagia." jawab Rangga.


" Bagus lah jika lu sudah bisa terima semua nya, ini baru sahabat gue." timpal Leo menepuk pundak Rangga, memberinya semangat.


Walau terasa sulit untuk mengukir sebuah senyuman, namun Rangga berusaha tetap tegar dan mengukir senyum indah untuk sahabat terbaiknya itu.


Dan mereka segera berangkat menuju hotel, tempat berlangsungnya acara.


Semua tamu mulai berdatangan, Rangga dan Leo berjalan menuju tempat Azzam dan Annisa berdiri.


Meski wajah Annisa tidak tampak sepenuhnya, hanya sebuah tatapan bahagia yang terpancar, tak mengurangi aura kecantikan yang terpancar saat itu. Rangga memberi selamat kepada Annisa dan Azzam.


" Selamat pak Azzam, selamat Bu Nisa, semoga pernikahannya langgeng dan bahagia selalu." ucap Rangga menjabat tangan Azzam.

__ADS_1


" Iya terimakasih juga Rangga atas do'a baiknya, terimakasih juga Leo." timpal Azzam membalas uluran tangan kedua muridnya.


Tak hanya itu, Sinta juga hadir dalam pesta malam itu, atas undangan dari Annisa.


" Haiiiii Nisaaaaa, wah jahat lu ya. Enggak pernah cerita apa pun tahu nya langsung sebar undangan juga. Wah wah selamat ya pak Azzam, selamat menikmati kejutekan sahabat saya ini." ujar Sinta sedikit berbisik. Azzam pun tersenyum.


" Terimakasih ya Sinta, silahkan menikmati pesta malam ini. Lain kali panggil istri saya, Bu Azzam ya !!". tukas pria yang tengah berdiri disamping Annisa, dengan menggunakan kurta warna silver.


Sontak Annisa melotot dan mencubit lengan Azzam. " Auwww sakit sayang." rintih Azzam manja, sembari terkekeh menggoda sang istri


" Ngapain pakai sayang sayangan segala, jangan ganjen !". ucap Annisa masih melotot tajam pada Azzam.


Sinta terpingkal mendengar perkataan sahabat nya. " Ya Nisa, eh ups Bu Nisa ya pak. Gini Bu Nisa, Bu Nisa sekarang kan sudah resmi jadi istri pak Azzam, jadi wajar lah beliau bersikap romantis." tukas Sinta.


Nisa meneruskan tatapan tajamnya ke arah Sinta, seolah ingin marah dan menimpuk sahabatnya yang terus saja bersekongkol dengan suaminya untuk meledek dan mentertawakan dirinya.


Sementara dari kejauhan, Rangga masih terus saja menatap Nisa yang terlihat bercanda dengan sahabat dan suaminya.


Seorang gadis cantik yang tengah membawa segelas minuman ditangannya, tanpa sengaja menubruk tubuh seseorang. Dan minuman yang ada ditangan nya pun, seketika tumpah mengenai gamis yang dikenakan dan jas pria tersebut yang tak lain adalah Rangga.


" Eh maaf kak." ucap Safa, sambil menoleh melihat wajah Rangga. Sementara Rangga yang ditatapnya balas menatap mata Safa.


" Iya nggak papa, noda nya nanti juga bisa di cuci." jawab Rangga, membersihkan tumpahan minuman yang mengenai jas nya, dengan tissu.


" Tapi itu terlihat kotor sekali, kakak tunggu disini ya !!, aku pergi ke bagian kostum, siapa tahu ada jas yang bisa di pakai." ucap Safa berlalu pergi ke ruang ganti.


" Mbak ada jas yang nggak di pakai? maaf barusan aku nggak sengaja numpahin minuman, ke salah satu tamu dan jas nya sekarang kotor. Kalau ada yang nganggur nggak di pakai, boleh saya ambil satu?" tanya Safa pada salah satu kru bagian kostum.


" Oh iya ada mbak, kebetulan kami memang selalu bawa cadangan, dan ini masih ada, semoga ukurannya cocok." sahut kru sembari menyodorkan sebuah jas warna navy.


Safa pun segera memberikan jas itu kepada Rangga.


" Maaf kak ini jas nya, silahkan jas kakak di lepas !!, biar saya cuci. Dan maaf hanya ada jas cadangan sisa warna ini saja, semoga kakak menyukainya." tandas Safa, menyodorkan jas navy tersebut.


Rangga pun mengambil jas pemberian Safa, dan pergi ke ruang ganti. Walau sedikit kebesaran, namun tak apalah, daripada harus mengenakan jas yang banyak nodanya.

__ADS_1


" Terimakasih jas nya, biar jas kotor ini, saya bawa pulang saja. Oh ya nanti jas yang saya pakai ini, saya kembalikan ke mana?" tanya Rangga pada Safa, seusai kembali dari ruang ganti.


" Enggak usah kak, untuk kakak saja, sebagai permintaan maaf saya, lagian nanti biar diganti sama kakak saya. Sekali lagi saya minta maaf atas kecerobohan saya." ucap Safa menangkupkan kedua tangan nya ke depan dada, lalu pergi meninggalkan Rangga.


" Siapa dia bro, ternyata ada hareem cantik juga disini, selain memepelai wanita?" ujar Leo yang baru saja kembali seusai berbincang dengan beberapa teman yang hadir di pesta tersebut.


" Oh itu, tadi nggak sengaja dia numpahin minuman ke jas aku, dan dia memberikan jas ini sebagai gantinya." tandas Rangga, matanya masih menatap punggung Safa.


" Terus lu ajak kenalan nggak, lumayan kan , dia cantik loh." ujar Leo kembali.


" Maaf aku nggak sempat bertanya barusan.." balas Rangga.


Dan keduanya kini menikmati pesta perayaan pernikahan Azzam dan Annisa, malam itu.


Seluruh keluarga besar tampak bahagia saat berfoto bersama kedua pengantin. Satu persatu bergantian mengabadikan moment bersejarah tersebut.


Safa, Hanafi dan beberapa kerabat lainnya juga berfoto bersama.


Mata Rangga dan Leo kaget, saat melihat gadis yang baru saja memberikan nya sebuah jas, naik ke atas dan berfoto bersama, dengan kedua mempelai.


" Apa dia saudara pengantin wanita, atau pengantin pria bro?? kelihatan akrab sekali." ujar Leo pada Rangga.


" Iya juga sih, tapi setahu ku sih, Nisa putri tunggal. Bisa jadi dia adik pak Azzam." jawab Rangga sembari melihat Safa dan sang pengantin berfoto bersama.


Malam itu suasana pesta perayaan pernikahan Azzam dan Annisa berjalan dengan sangat lancar, satu persatu tamu undangan telah pergi meninggalkan hotel. Hanya tersisa kerabat dan pasangan pengantin baru.


Namun tak lama kemudian, pasangan pengantin baru itu pergi ke kamar hotel yang sudah di siapkan untuk mereka. Malam itu Azzam dan Annisa menginap di hotel.


*****


**BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA** READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA


JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA

__ADS_1


JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘🙏 6


__ADS_2