HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Jimmy Si Penyelamat


__ADS_3

Kejadian yang menimpa Azzam belum terdengar sampai ke Kyai Waffiq, begitu juga Amir, hanya Dirga yang tahu, sementara Annisa pun terus berusaha menghubungi ponsel sang suami.


" Ayo angkat mas, hiksss." keluh Annisa


bulek Rohimah membersihkan pecahan kaca pigura yang berceceran dilantai. Nisa duduk diatas kasur. Terus menghubungi nomor Azzam.


" Ini pasti istrinya, apa harus aku angkat atau abaikan. Pasti wanita itu merasakan sesuatu pada suaminya." tutur seorang pria yang menyelamatkan Azzam.


flashback on.....


" Braaaakk." mobil yang ditumpangi Azzam menabrak sebuah pohon di sebuah hutan yang jauh dari perkampungan. Namun untung saja Azzam hanya tidak sadarkan diri dan mengalami sedikit luka pada dahinya.


Sementara pria tersebut yang memang sudah mengikuti Linda dan mendengar obrolan wanita jahat itu dengan preman bayarannya. Ia pun berdiam ditempat yang sudah ditentukan oleh Linda.


Dengan sigap pria yang tak lain adalah Jimmy, ayah dari bayi yang dikandung Linda membantu mengeluarkan Azzam dari dalam mobilnya, sementara asisten Jimmy bertugas membawa mobil Azzam ke persembunyian.


" Gimana apa saja yang rusak pada mobilnya?" tanya Jimmy.


" Mobil hanya ringsek di bagian depan boss, kalau mesin dan lainnya masih bisa menyala." jawab asisten Jimmy.


" Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit ya, pria ini. Kasihan dia terus menjadi korban teror wanita iblis itu." ucap Jimmy.


" Sebaiknya kita tunggu satu atau dua jam dulu bos, jika tidak ada perubahan, kita bawa dia ke rumah sakit." sahut asisten Jimmy.


Karena ditempat persembunyian yang mereka tempati tidak terdapat apa apa, maka kedua pria ini hanya bisa menunggu hingga si korban tersadar.


" Langkah boss selanjutnya apa?" tanya sang asisten.


" Jika dosen ini siuman, maka aku akan mengajukan syarat kepadanya untuk membebaskan Linda dari jerat hukum, aku akan membawanya pergi jauh dari tempat ini. Bagaimanapun juga aku tidak rela wanita yang aku cintai, apalagi dia nanti harus melahirkan dibalik jeruji besi. Mungkin dengan tawaran yang aku ajukan dosen ini mau menyetujuinya."


Di luaran sana anak buah Mansyur terus mencari keberadaan Azzam. Sedang asisten Jimmy telah mematikan bagian GPS dan kamera yang terhubung dalam mobil Azzam. Karenanya membuat kesulitan pencarian.

__ADS_1


Hari mulai siang, dari kejauhan sayup terdengar suara adzan dari sebuah perkampungan. Seperti mendapat kekuatan baru, Azzam mulai membuka mata secara perlahan.


Dilihatnya sekitar, yang terlihat hanyalah sebuah rumah tua, tepatnya seperti gubuk tua yang lama tidak dihuni. Sementara dirinya terbaring di atas meja yang sudah usang, yang ada didalam gubuk tersebut.


Dua sosok pria tengah duduk dibawah, sedang menunggui dirinya. Dilihat satu persatu wajah pria tersebut, namun yang dikenali hanya wajah Jimmy, yang pernah ia jumpai beberapa waktu yang lalu, saat pria itu membantu memberikan kesaksian tentang majikan lamanya.


" Dimana aku, apa yang terjadi padaku. Dan si siapa kamu, kenapa ada disini." ucap Azzam seraya tangannya menekan pelipisnya yang terasa berat.


" Akhirnya kamu sadar juga, masih ingat saya?" tanya Jimmy, terjaga dari duduknya, menghampiri Azzam yang hendak bangun.


Asisten Jimmy membantu Azzam bangun perlahan-lahan, hingga akhirnya Azzam bisa duduk.


" Iya saya masih ingat, lantas dia siapa?" tanya Azzam kembali kepada sang asisten Jimmy.


" Dia salah satu pegawai terpercaya ku. Oh ya apa kamu ingat apa yang terjadi padamu hari ini?" tanya Jimmy lagi.


Azzam menatap wajah kedua pria dihadapannya satu persatu. Terdiam sesaat berusaha mengingat kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu.


" Syukurlah, Alhamdulillah." balas Jimmy.


" Sebenarnya yang menimpamu bukanlah sebuah kebetulan, namun ada dalang dibalik semuanya. Dia adalah wanita yang sampai saat ini masih terobsesi dan menyimpan dendam kepada keluarga kalian." Jimmy bercerita kepada Azzam.


" Iya benar, aku juga ingat ada sebuah mobil yang membuntuti ku. Apa dia Linda?" tanya Azzam masih tidak percaya.


Jimmy mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Azzam. Azzam pun kembali terdiam, mencerna semua cerita Jimmy.


" Aku ada penawaran terhadapmu, kuharap kamu menyetujuinya. Jujur semua aku lakukan demi menyelematkan kalian dari wanita itu." tukas Jimmy.


" Maksud kamu? katakanlah dengan jelas !!" seru Azzam.


" Linda telah ditangkap polisi sesaat setelah peristiwa yang menimpa kamu. Aku selalu membuntuti dia, bahkan aku sempat mendengar obrolan dia tentang rencana kecelakaan yang sudah ia siapkan untuk mu. Karenanya aku ada disini, membawamu kabur dari tempat kejadian. Dan syukur ternyata tidak ada hal serius yang terjadi pada dirimu." tutur Jimmy.

__ADS_1


" Lantas kenapa kamu membantu menyelamatkan aku?" Azzam bertanya dengan wajah bingung.


" Bebaskan dia dari segala tuntutan atas peristiwa yang terjadi hari ini, sebagai balasannya aku akan membawa dia pergi jauh dari kehidupan kalian." tukas Jimmy bersungguh-sungguh.


" Aku ingin membuatnya tersadar dengan caraku. Karenanya bantu lah aku. Aku akan sangat berterima kasih kepada keluarga kalian." imbuh Jimmy.


Azzam kembali terdiam memikirkan solusi yang diberikan oleh pria dihadapannya. Yang sudah pernah membantu sang mertua saat menghadapi masalah.


" Mana ponselku?" Azzam tiba-tiba teringat akan Annisa.


" Oh ya daritadi ada panggilan masuk, terpaksa aku mematikan ponselmu. Maaf telah lancang, istrimu mengkhawatirkanmu." ucap Jimmy.


Ponsel pun kembali diberikan kepada Azzam, Azzam segera menghidupkan ponselnya dan menghubungi Annisa.


" Hallo Assalamu'alaikum." sapa Azzam saat sambungan suara tersambung.


" Wa'alaikumussalam mas Azzzaaaaaaam, huuuuuuuuuuu." suara tangis Annisa kembali pecah saat ia mendengar suara sang suami menelfonnya.


" Mas Azzam dimana, hiksss mas baik baik saja kan, daritadi aku menghubungi ponsel mas Azzam namun tiba-tiba mati." sahut Annisa terisak.


" Iya sayang maafkan mas ya, ada hal kecil yang menimpa mas tadi, tapi sekarang sudah baik baik saja, sayang jangan cemas ya." ujar Azzam.


Annisa makin menjadi-jadi tangisnya, ia membayangkan bagaimana yang suaminya alami. Namun beberapa saat kemudian, Azzam berhasil memenangkan sang istri, dan berjanji akan segera kembali pulang untuk menyelesaikan masalahnya.


" Aku setuju dengan syarat yang kamu ajukan, tapi dengan catatan bawa Linda pergi jauh dari sini setelah ini. Aku yakin kamu mampu menjadikan dia menjadi wanita baik lagi." timpal Azzam.


Dan setelah berbincang dengan Jimmy, Azzam pun segera menghubungi om Dirga. Menceritakan semua yang terjadi, dan juga penawaran yang diajukan oleh Jimmy.


Ketiga pria ini juga kembali ke kota M bersama-sama, dengan mobil masingmasing.


******

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2