HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Pertikaian Annisa dan Linda


__ADS_3

Siang yang cerah benderang di kota M, di sebuah kediaman Azzam, terlihat sepasang insan muda yang sempat memacu adrenalin satu sama lain tengah terlihat lelap dibalik selimut warna biru.


Azzam terbangun lebih dulu dan segera ke kamar mandi. Seusai mandi pria muda ini bergegas membantu menyelesaikan tugas sang istri, perihal tugas dari kampus yang kesulitan di kerjakan oleh Annisa.


Seraya menoleh ke kasur yang terdapat sosok makhluk hawa yang tengah terlelap, tersungging sebuah senyuman dari sudut bibir Azzam. Ada sebuah perasaan gemas saat mengingat tingkah Annisa, kala membutuhkan bantuan dirinya dalam mengerjakan tugas kampus.


Sambil menggeleng kepala dan tersenyum Azzam meraih lembar tugas Annisa dan juga laptop milik Annisa.


******


" Alhamdulillah, terimakasih Yaa Allah, telah mengabulkan keinginan ku untuk bisa berhijrah dan memperbaiki diri menimba ilmu disini." gumam Rangga saat merebahkan diri diatas kasur ukuran single bed, menatap langit kamar.


" Dert....dert...." sebuah pesan masuk dari nomor Safa.


" Assalamu'alaikum kak Rangga, kalau mau makan malam bisa titip ke Sa, kebetulan Sa sekarang sedang di luar cari makan. Nanti aku titipkan ke pos Satpam komplek kakak, dan kak Rangga bisa ambil disana. Soalnya kakak kan masih belum tahu daerah sini." begitulah bunyi pesan tertulis yang dikirim Safa.


Rangga dan Safa sempat saling bertukar nomor WhatsApp saat berada diatas pesawat menuju Kairo.


" Wa'alaikumussalam, iya Sa terimakasih ya sudah banyak membantu aku. " balasan pesan dari Rangga.


Tak lama kemudian Safa memesan nasi, minuman dan juga beberapa Snack untuk Rangga, yang di titipkan di pos satpam komplek Rangga berada.


******


" Assalamu'alaikum pagi Sin." sapa Annisa saat Sinta datang ke kelasnya.


" Bu Dosen rajin benar ya pagi pagi sudah stay saja di kelas. Mana pak Dosen ?" ledek Sinta menoel niqab Annisa.


" Wa'alaikumussalam, pak Dosen kelasnya siang Sin, tadi cuma anterin aku langsung balik." jawab Annisa menatap sahabatnya yang tengah duduk di bangku yang ada di depan Nisa.


" Ohhh begono he he he." timpal Sinta tertawa kecil.


Dan keduanya pun mengobrol dan bercanda bersama, menghabiskan waktu sebelum kelas masing masing di mulai.


" Selamat pagi semuanya." ucap Linda saat memasuki ruang kelas Annisa.


Wanita yang tengah mengenakan hijab syar'i warna dusty itu pun ternganga, saat melihat siapa dosen yang baru saja masuk kelas.


" Kenapa mesti dia, jadi bikin kesal saja.mood pagi ini." gumam Nisa acuh.


Seluruh mahasiswa yang ada pun membalas salam Linda.

__ADS_1


" Kumpulkan tugas kalian! kebetulan pak Seno hari ini tidak bisa hadir. Jadi tugas diwakilkan ke saya." seru Linda memasang wajah sinis saat menatap Nisa.


Semua murid beranjak berdiri mengumpulkan tugas, begitu juga dengan Nisa, meski terasa enggan, namun ia terpaksa bangun dari duduknya, mengumpulkan tugas yang di selesaikan oleh Azzam kemarin.


" Tunggu !!" ucapan Linda tiba-tiba menghentikan langkah Annisa.


" Iya Bu, apa ada yang salah dengan tugas saya?" tanya Nisa sopan.


" Apa benar ini tugas kamu yang mengerjakannya?" tanya Linda menyindir.


" Iya saya sendiri dengan dibimbing suami saya Bu." jawab Nisa.


" Enak benar ya punya suami dosen. Tugas kuliah saja dikerjakan, jelas dapat nilai bagus. Kalian semua pasti mau kan?" ujar Linda menyindir Annisa dihadapan para mahasiswa lainnya.


" Sabar Nisa sabar, ingat apa yang suami kamu pesan, jangan tanggapi wanita sinting itu." gumam Nisa dalam hati, berusaha menahan emosi yang sedari tadi sudah membuncah.


" Maaf bu Linda pernyataan ibu saya sela sebentar, suami saya memang seorang dosen dikampus ini, namun di kampus ini tidak ada peraturan yang menyatakan bahwasannya, tugas semua mahasiswa tidak diperkenankan dibantu atau dibimbing oleh orang luar termasuk suami saya. Sekali lagi saya tegaskan kepada bu Linda, Pak Azzam memang dosen di kampus ini, tapi di rumah beliau adalah sua.i saya. Jadi walau dia membantu saya mengerjakan tugas kuliah, itu sama sekali bukan urusan ibu camkan itu!!" ujar Annisa dengan nada penuh penekanan kepada Linda dihadapan semua mahasiswa yang hadir dikelas.


Beberapa mahasiswa lain mulai berbisik memuji keberanian Nisa saat melawan sindiran Linda.


Nisa pun kembali ke bangkunya dengan penuh kekesalan. Sementara Linda makin merasa dihina, ia pun melempar tugas Nisa ke lantai.


" Sabar Nisa, dia memang sudah lama menyukai pak Azzam pastinya dia cemburu sama kamu." ujar mahasiswi yang menepuk pundak Nisa.


Walau amarah sudah sangat membuncah sampai ke ubun-ubun, namun Nisa berusaha sabar. Ia pun berjalan mengambil lembar tugasnya yang baru selesai di pungut temannya.


Nisa berjalan keluar kelas hendak menyerahkan tugas nya langsung kepada pak Seno, namun Linda dengan cekatan menyambar tugas yang ada ditangan Annisa.


" Duduklah !" seru Linda dengan suara lantang.


Tak ingin berdebat lagi Nisa kembali duduk ke bangku nya, menyimak mata kuliah yang disampaikan Linda pagi itu, meski dengan hati kesal.


Jam kelas Azzam pun telah tiba, dosen muda yang dijuluki dosen kutub itu turun dari mobil yang dikendarainya.


Dengan langkah tergesa Azzam bergegas menyegerakan langkahnya menuju kelasnya, karena jalanan yang macet membuat Azzam terlambat datang ke kampus.


" Eh kamu tahu nggak di kelas bu Linda tadi ada sedikit keributan. Dengar dengar sih Bu Linda berulah menyindir dan membuang tugas mahasiswi yang katanya sih istrinya pak Azzam." celetuk salah satu mahasiswa yang tengah duduk dengan pacarnya.


Azzam menghentikan langkahnya, sedikit menguping pembicaraan kedua mahasiswa nya.


" Apa ?? Linda berulah menyindir dan membuang tugas Nisa?" tanya Azzam dalam hati.

__ADS_1


Azzam bergegas masuk ke kelas, menyapa muridnya serta memberikan tugas kepada seluruh mahasiswa yang sedang mengikuti kelasnya.


" Kalian kerjakan dulu soal yang saya bagikan ini, maaf saya ada urusan sebentar. Secepatnya kembali lagi." seru Azzam pada muridnya.


Tanpa bantahan seluruh mahasiswa mengerjakan soal yang Azzam berikan, tanpa banyak bantahan.


Dosen muda ini mencari keberadaan Linda, dimana Linda kebetulan sedang ada di ruangannya.


" Tok...tok...tok...." suara pintu yang diketuk Azzam.


" Masuk." jawab sebuah suara dari dalam, dan pintu pun terbuka.


Mata Linda terkaget siang itu, melihat siapa sosok yang tengah berdiri dihadapannya.


" Azzam." ujar Linda ternganga.


" Apa sih sebenarnya maksud kamu Lin, bukan kah aku sering mengatakan kepada kamu, agar jangan pernah mengganggu istriku. Jika kamu ada masalah selesaikan dengan ku, bukan dengan Nisa." celetuk Azzam meninggikan suara.


Bukan takut, wanita ini malah cengengesan mendengar penuturan dosen muda yang sangat ia sukai.


" Zam Zam, kamu itu bego atau tolol sih. Sudah jelas istri kamu itu nggak akan bisa kasih kamu keturunan, tapi kamu masih saja terus bersamanya. Mendingan nikahin aku Zam. Aku bersedia kok jadi madu Nisa." ucap Linda yang berdiri disamping Azzam dan berusaha menggoda.


Azzam menepis tangan Linda yang berusaha menoel pipinya. " Singkirkan tangan kotormu itu !!"


" Tenang Zam, ngapain sih emosi seperti itu. Poligami itu wajar sayang, bahkan diperbolehkan jika istri kamu mandul." sahut Linda menajamkan ucapannya, dan membuat Azzam geram.


" Linda stop, jangan pernah bermimpi untuk bisa masuk dalam kehidupanku. Walau seandainya Allah tidak memberikan kami keturunan sekalipun, aku tidak akan pernah membagi hati dan cintaku untuk wanita lain. Kami tetap akan bisa bahagia." tukas Azzam dengan tatapan penuh amarah.


Mendengar ucapan Azzam yang jelas jelas sudah menolaknya secara terang-terangan. Hati Linda menjadi emosi dan kesal.


Wanita ini menyiram wajah Azzam dengan segelas air yang ada diatas meja.


" Kurang ajar, aku tidak akan pernah melupakan semua penghinaan ini Zam. Aku akan membuat perhitungan dengan istri kamu. Kamu dengar itu??" suara Linda makin terdengar penuh kemarahan.


Sedang Azzam hanya mengusap wajahnya yang basah dengan sapu tangan yang ada disaku celananya. Lalu pergi meninggalkan Linda yang diliputi kemarahan dan emosi.


Setelah memberikan Linda ancaman peringatan, Azzam pun kembali ke dalam kelas. Sementara Nisa dengan diantar Sinta, ia memilih untuk langsung pulang ke rumah.


******


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2