HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Insiden Azzam dan Penangkapan Linda


__ADS_3

Pagi menjelang.....


Seusai melaksanakan sholat Subuh, Azzam menemani Annisa mengaji terlebih dulu. Sementara bulek Rohimah, tampak sudah berjibaku di dapur, menyiapkan sarapan pagi buat sang keponakan, karena sebentar lagi Azzam akan berangkat lebih pagi, untuk menghindari kemacetan, sedang acara seminar dimulai pukul delapan pagi, di salah satu hotel ternama di kota S. Jarak tempuh yang dibutuhkan pun sekitar empat jam.


" Tunggu saja, sebentar lagi kebahagiaan kalian akan berakhir. Aku akan membalaskan dendam papa." gumam Linda tersenyum devil di depan cermin yang ada di kamarnya.


Linda mengenakan atasan dan celana warna hitam ketat, meski perutnya mulai terlihat. Ia seakan sama sekali tak perduli akan kehamilannya.


Pagi itu Azzam,.Annisa dan bulek Rohimah sedang sarapan bersama di meja makan.


" Mas kalau sudah sampai kabari ya." ucap Annisa menatap lekat wajah sang suami.


" Iya sayang, pasti langsung telfon setibanya nanti." jawab Azzam mengulas senyum, agar wanita dihadapannya tidak khawatir.


" Sayang jangan keluar rumah ya, kalau butuh sesuatu minta tolong sama bulek. Jika ingin pesan makanan bisa delivery order." ucap Azzam mengusap kepala istrinya. Dibalas senyuman dan anggukan oleh sang istri.


" Siap abi he he he." jawab Annisa terkekeh manja.


Tak berapa lama kemudian Azzam menuju kamar, mengambil koper kecil berisikan pakaian ganti untuk dirinya selama tinggal dihotel.


Sedari kamar hingga sampai di depan pintu, Annisa sama sekali tak melepaskan pelukannya kepada Azzam. Bulek Rohimah yang menyaksikannya jadi tersenyum sendiri dibuat oleh tingkah manja Annisa.


" Kalau mas Azzam nya dipeluk terus gitu, kapan berangkatnya cah ayu." goda bulek Rohimah.


" Lah benar itu kata bulek, kapan mas berangkatnya sayang?" ucap Azzam, kali ini mengangkat wajah Annisa, mendaratkan sebuah ciuman dikening.


" Bentar masih kangen." rengek Nisa masih memeluk erat.


Azzam pun membiarkan wanita yang berat untuk ditinggalkannya itu memeluknya hingga puas, sembari berjalan menuju garasi.


Pak Toni yang sedang berjaga turut tersenyum, menyaksikan pemandangan romantis pagi itu.


Butiran kristal bening di sudut pelupuk mata Annisa mulai terjatuh. Azzam masuk kedalam mobil. Menghidupkan mesin mobilnya, dan melambaikan tangan kepada Annisa, seraya mengembangkan senyuman indah dari wajah tampannya.


Annisa membalas lambaian tangan sang suami tercinta, seraya terisak mengiring kepergian ayah dari bayi yang dikandungnya.

__ADS_1


Linda yang sedang berada didalam mobil dan jarak beberapa meter dari rumah Azzam, mulai mengikuti laju mobil Azzam, yang melesat jauh membelah jalanan yang masih sepi pagi itu.


" Aku harus membuat kamu membayar semua penderitaan dan sakit hati yang aku alami ustadz keparat." gerutu Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Azzam telah meninggalkan kota M, dan mulai memasuki kota P, perjalanan baru satu jam ditempuhnya. Kali ini ia harus melewati hutan yang sepi, karena memang ini adalah jalan satu-satunya yang terhubung, dan harus dilalui.


" Mobil itu sepertinya daritadi terus mengikuti ku. Siapa dia ?" gumam Azzam memperhatikan mobil dibelakangnya dari kaca spion.


Merasa ada yang aneh, Azzam memasang earphone dan menghubungkan kontak dengan Dirga.


" Hallo Assalamu'alaikum, iya Zam ada apa?" tanya Dirga dari balik telepon.


" Wa'alaikumussalam, emm iya om, Zam sedang perjalanan diluar kota om, seminar perwakilan dari kampus. Nah semenjak memasuki hutan ******* ada satu mobil yang terus membuntuti dibelakang mobil Zam om, bisakah om melacaknya." sahut Azzam fokus pada kemudi setirnya.


" Nyalakan GPS kamu Zam, terus nyalakan ponsel kamu. Tenang saja, Mansyur sudah memberitahukan kepadaku perihal kepergian mu semalam. Jadi di mobil kamu ada kamera yang terhubung dari sini. Jika terjadi sesuatu, kami bisa melacaknya." timpal Dirga.


" Kamu tenang saja, jauh dibelakang mobil itu beberapa kilo meter , anak buah Mansyur sudah membuntuti dia. Jadi kamu fokus saja pada kemudi dan jalanan yang ada di depan kamu !!" ucap Dirga kembali memperingatkan.


" Baik om." jawab Azzam, dan sambungan telepon pun masih tetap terhubung.


seru Linda kepada preman bayarannya.


" Siap laksanakan !" jawab sebuah suara dari seberang.


Benar saja seperti dugaan Dirga, bahwa yang ia khawatirkan adalah musuh dari depan. Tiba-tiba sebuah mobil truk muatan besar menghadang laju mobil Azzam, membuat Azzam seketika harus membanting setir untuk menghindarinya.


" Hallo ada apa Zam, Zam hallo." teriak Dirga saat mendengar deru decit suara rem mobil yang begitu kencang.


" Om sepertinya benar mereka mengahadang dari depan, Allaaaaaaah." begitulah percakapan terakhir Azzam dengan sang paman.


Truck besar yang berhasil membuat mobil Azzam oleng dan entah lari kemana, memutar arah dan kembali berjalan seolah tak terjadi sesuatu.


Linda yang menyaksikan drama adegan menyerukan itu bertepuk tangan.


" Selamat tinggal ustadz keparat. Nikmatilah kebahagiaanmu disini bersama dewa kematian." celoteh Linda penuh ambisius.

__ADS_1


Dirga segera menghubungi mobil yang ada dibelakang Linda, untuk segera menghadang dan menangkap nya. Polisi setempat pun sudah berhasil Dirga hubungi.


Linda yang tengah duduk anteng didalam mobilnya, tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran anak buah Mansyur. Tak lama berselang polisi pun datang.


" Hai biadab, lepas !! sialan kalian. Beraninya main keroyokan. Jika berani hadapi aku ha ha ha. Lihat orang yang hendak kalian lindungi sudah berhasil aku singkirkan dari muak bumi ini untuk selamanya ha ha ha ha ha." gelak tawa frustasi yang begitu kencang terlontar dari mulut Linda.


Wanita ini juga meludahi para polisi yang ada disana. " Cuihh."


" Borgol dia, amankan barang bukti, mobil dan semua yang ada didalamnya !!" perintah Dirga dari sebuah sambungan yang masih terhubung.


Anak buah Mansyur segera beralih mencari keberadaan mobil Azzam, sesuai perintah dari Dirga.


" Hallo, maaf pak kami tidak dapat menemukan mobil keponakan pak Dirga. Seluruh kawasan sudah kami sisir namun tidak ada jejak sama sekali." ujar salah satu anak buah yang bertugas.


" Terus cari sampai dapat, jangan tinggalkan kawasan itu sebelum kalian berhasil menemukan keberadaan mobil dan keponakanku !!" perintah Dirga.


" Siap laksanakan pak !"


Semua berpencar mencari keberadaan mobil Azzam dan juga Azzam, namun anehnya tidak berhasil ditemukan sama sekali.


" Criiiing." tiba-tiba Foto pernikahan yang terpajang di atas laci kamar Nisa terjatuh dan pecah saat tanpa sengaja Nisa menyenggol, hendak mengambil minum.


" Astaghfirullah, mas Azzam." entah mengapa seketika yang terlintas dibenak Nisa adalah bayangan wajah sang suami yang senantiasa tersenyum kepadanya.


" Tidaaaak, mas Azzaaaaam." teriak Nisa histeris membuat bulek Rohimah yang baru saja hendak membaringkan tubuhnya kemudian terjaga, menghampirinya.


" Cah ayu kenapa nduk?" ucap bulek Rohimah memeluk Annisa yang duduk menangis.


Tanpa bertanya lagi bulek Rohimah langsung faham, saat melihat pecahan kaca figura yang tergelar dilantai.


" Istighfar nduk, istighfar. Mudah-mudahan mas mu Ndak kenapa Napa, kita berdo'a saja ya." bujuk bulek Rohimah memeluk Annisa dan mengusap kepalanya. Annisa terus menangis dalam dekapan sang bulek.


******


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2