HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Hari Kembalinya Annisa Kuliah


__ADS_3

Buat Kaka readers yang penasaran dengan visual Azzam Muwaffiqi Al Ghifari nih author suguhin visualnya biar semakin menambah tingkat kehaluan kakak readers 😍



Dibawah adalah sosok Annisa Ramadhania yang berhijab plus belum berhijab




Semoga suguhan Visual kami mampu memberikan kepuasan bagi Kaka readers semua.


**********


Setelah memutuskan untuk kembali kuliah, hari ini dengan semangat dan tekad serta jiwa yang baru, Annisa berangkat ke kampus. Kampus yang sudah lama ia rindukan selama beberapa hari terakhir.


Wajah sahabatnya yang super comel pun sudah terus terekam di otak Nisa, karena saking rindunya kepada Sinta.


Gadis yang mengendarai mobil sport warna merah itu, dengan balutan busana Syar'i yang menutup seluruh tubuhnya, membuat Annisa tampak anggun sekali pagi itu, melewati beberapa para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah berpapasan.


Leo dan Rangga yang baru saja tiba dikampus, dan sedang berdiri didepan ruang senator. Tampak mengawasi siapa gadis yang baru saja lewat.


" Mahasiswi baru kah bro, baru lihat dikampus kita ada ukhty." celetuk Leo pada Rangga.


" Mata lu tiap lihat cewe lewat pasti selalu hijau. Mana mungkin dia mau kenalan sama lu." ujar Rangga menimpuk wajh Leo dengan buku yang ada ditangannya pelan.


" Eh sialan lu bro ganggu orang lihat hareem yang bening saja." sahut Leo menepis pukulan kedua Rangga.


" Buruan ayo masuk mau lu dihukum dosen lagi." ujar Rangga berlalu berjalan meninggalkan Leo yang tertegun melihat sosok gadis yang baru saja lewat.


Leo bukannya mengikuti langkah Rangga sahabatnya masuk kedalam kelas, namun ia kembali ke parkiran. Sepintas kedua bola mata Leo melihat sosok gadis berhijab itu turun dari sebuah mobil sport warna merah menyala.

__ADS_1


Leo mengitari mobil sport warna merah menyala itu, merasa seperti kenal dengan mobil tersebut. Akhirnya Leo pun menuju bagian belakang melihat plat nomor yang terpampang. Betapa kaget Leo melihat plat yang tertera.


Leo masih ingat betul berapa nomor plat mobil milik Annisa, gadis yang beberapa waktu lalu pernah mereka culik.


" Tidak pasti ini salah, apa gadis berpakaian syar'i barusan adalah Annisa. Gue harus beritahu Rangga untuk berhati hati, karena Annisa telah kembali." gumam Leo merogoh ponsel disaku celananya.


Dert....dert....dert.... ponsel milik Rangga berbunyi, diangkat nya ponsel yang ada didalam saku kemeja, dilihat dan ternyata nomor Leo.


" Astaga ini anak bukannya segera ke kelas malah masih kelayapan, buruan sebentar lagi kelas dimulai." ucap Rangga mengomel pada sahabatnya dari balik ponsel.


" Bro buruan kemari, gue ada dihalaman parkir, ada berita penting gawat sekali." sahut Leo dengan nafas memburu karena panik.


" *Gila lu ya Le, kelas dosen kutub sebentar lagi dimulai, apa lu mau gue di black list dan dikeluarin dari kelas dia hahhhh?". bentak Rangga kesal.


" Buruan kemari atau riwayat lu akan tamat, ini bersangkutan dengan gadis yang selama ini lu cari*." teriak Leo menunjukkan kepanikan dan seirus tidak main main.


Mendengar ucapan Leo, Rangga seketika langsung faham apa yang dimaksudkan oleh sahabatnya itu. Rangga terpaksa meninggalkan kelas dosen kutub yang tak lain adalah Azzam Muwaffiqi Al Ghifari.


Rangga menyegerakan langkahnya berjalan menuju tempat parkiran. Dan benar Leo tampak sedang berdiri dalam keadaan kacau, bersender di pintu mobil sport warna merah menyala tersebut.


Rangga auto terdiam, matanya mengamati plat tersebut. Rangkaian nomor yang tertera itu membuatnya mulai berkeringat dingin, sebab dari plat itu tertulis angka dan huruf jika digabung membentuk sebuah nama. Dan nama itu tidak asing lagi bagi Rangga.


Rangga menutup mulutnya yang ternganga dengan telapak tangan, hatinya mulai khawatir dan gelisah.


" Jika mobil ini ada disini, terus orangnya mana?? dimana Annisa Le??" tanya Rangga mulai panik, kedua tangannya mengguncang tubuh sahabatnya yang jusa sama sama panik dan ketakutan.


." Gadis yang aku sebut ukhty tadi adalah dia." suara Leo terdengar lesu.


Rangga tak lagi bertanya, tubuhnya seakan lunglai seketika. " Apa sebaiknya kita meminta maaf ke dia langsung ya??" mulut Rangga mulai bersuara.


" Lu yakin dia mau ketemu kita ?? yang ada pasti akan teriak tahu meminta pertolongan dan auto kita dikeroyok, terus digebukin."

__ADS_1


sahut Leo suaranya juga terdengar lemas.


" Sebaiknya kita fikirkan cara lain lagi, agar dia mau bertemu dan berbicara sama kita." timpal Leo kembali.


" Setidaknya Alhamdulillah dia masih hidup dan baik saja, ayo kita ke kelas dulu. Kita fikirkan lagi nanti bagaimana caranya berbicara sama dia." ujar Rangga.


Keduanya segera melangkah berjalan menuju kelas.


Tok..tok..tok... kedua mahasiswa ini mengetuk kelas yang sudah ditutup. Sang dosen pun membuka dan menatap keduanya dengan tatapan datar seperti biasanya.


" Darimana saja kalian?? jam segini baru datang, jika bosan dengan kelas saya,, lebih baik tidak usah masuk." ucap sang dosen yang sudah terkenal dengan julukan dosen kutub.


Rangga dan Leo tertunduk diam tanpa perlawanan atau membela diri. Sebab mereka tahu betul bagaimana disiplinnya dosen muda satu ini.


" Maaf pak barusan mendadak ada masalah sebentar, jadi kami keluar kelas sebelum bapak datang." ucap Rangga memberanikan diri.


" Untuk hari ini saya maafkan, lain kali jika kalian semua seperti dia jangan harap mendapatkan nilai plus dari saya." tukas dosen Azzam ketus, lalu mempersilahkan kedua muridnya duduk.


Jam mata kulaih kelas Azzam pun dimulai, seluruh mahasiswa dan mahasiswi terlihat menyimak ulasan sang dosen dengan seksama.


Beberapa mahasiswa Azzam ada yang terpana saat melihatnya berdiri didepan kelas menyampaikan penjabaran materi. Dan hal itu sedikit membuat Azzam risih sebenarnya.


Namun karena tuntutan profesi, maka Azzam hanya diam pura pura tidak melihat atau tidak menghiraukan, Azzam lebih memilih menutupinya dengan ekspresi kutub Utara, jurus andalan dosen Azzam Muwaffiqi Al Ghifari.


Dan Annisa yang baru saja memulai masuk kembali untuk kuliah, hari itu terlihat sibuk dengan tugas yang tertinggal beberapa waktu, demi mengejar ketertinggalan dan nilai.


Bahkan masih belum sempat untuk bertemu dengan Sinta, karena Nisa bermaksud memberi kejutan pada sahabatnya itu.


*****


. ***JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA

__ADS_1


JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR


JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘***


__ADS_2