HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Nisa kembali Ke Rumah


__ADS_3

Dua Hari Kemudian.....


Seperti yang Azzam sampaikan kepada istrinya, dan kebetulan selama dua hari terakhir kondisi Annisa telah membaik. Dokter pun mengizinkan dia pulang, dengan catatan harus banyak istirahat dan tidak melakukan kegiatan yang berat berat.


Siang itu Annisa dan Azzam telah kembali ke rumah mereka. Rumah yang sudah lama Nisa rindukan. Seluruh keluarga besar juga tampak menyambut kembalinya Nisa dan Azzam.


Tak hanya itu, mereka juga membuat acara tasyakuran kecil kecilan dengan mengundang anak yatim. Berharap semoga do'a keberkahan senantiasa menyertai pasangan tersebut.


" Waaahhh.... indah sekali. Mas kenapa pakai di hias segala, ada acara apa?" tanya Annisa dari dalam mobil saat mobil yang dikendarai Azzam, memasuki pelataran rumah nya.


" Ada acara tasyakuran sayang. Itu semua atas usulan seluruh keluarga besar kita. Han sengaja mendatangkan anak yatim dari yayasan yang biasa abi datangi." jawab Azzam, memarkirkan mobil yang di kendarai ya dihalaman rumahnya.


Beberapa mobil mewah pun berjejer disana. Bahkan Sinta sahabat karib Annisa juga turut hadir menyambut kembalinya sang sahabat.


Azzam mendorong kursi roda yang di duduki Annisa menuju ke rumah. Sedangkan Sinta yang berdiri membantu menata bingkisan untuk anak yatim, melihat kedatangan Nisa. Sontak gadis itu berlari menghampiri sahabatnya.


" Nisaaaaaa.... akhirnya kamu kembali lagi." ucap Annisa memeluk erat tubuh Annisa yang duduk dikursi roda.


Gadis itu menangis meraung mengucap maaf.


" Nisa maafin aku ya hikss.... semua salah ku huuuuu. Maki saja aku marahi aku, atau hukum saja aku asal kamu maafkan ku hiksss....." ujar Sinta mendekap tubuh sahabatnya.


Nisa hanya diam ambigu, tak menjawab sepatah kata pun dari sahabatnya. Mulut Nisa seakan terkunci, ingin marah pun ia tak sanggup. Maka gadis yang sedang duduk dikursi roda itu turut menangis tersedu-sedu.


Keduanya saling membalas pelukan dan menangis bersama. Semua keluarga besar yang menyaksikan adegan mengharukan itu pun juga ikut menangis haru.


" Sudah lah Sinta semua sudah terjadi, dan tidak perlu kamu sesali seperti itu. Segala sesuatu yang menimpa Nisa adalah atas kehendak Allah, mungkin kamu hanya perantara penyebabnya. Karenanya jangan terus-terusan menyalahkan dirimu sendiri. Nisa dan aku sudah ikhlas memaafkan semuanya."


timpal Azzam.


Dan kedua sahabat ini pun melepas pelukan, serta saling mengusap air mata yang menempel di pipi, satu sama lain.

__ADS_1


Sinta mendorong kursi roda itu menuju kamar. Disana Sinta membantu sahabatnya berganti pakaian, tak lama berselang setelah Nisa muncul ditengah keluarga besar, acara dan do'a serta mengaji bersama pun dimulai.


Diatas kursi rodanya Nisa menyalami satu persatu anak yatim yang hadir disana..Semua tampak mengucap do'a untuk Annisa sekeluarga.


******


Flashback On.....


Setelah mendengar penuturan Azzam tentang keterlibatan sang kakak terhadap peristiwa yang Nisa alami. Maka Sinta segera memberitahukan kebejatan sang kakak kepada orangtuanya.


" Sinta kenapa seharian ini kamu mengurung diri terus dikamar nak? apa terjadi sesuatu di kampus?" tanya ibu nya Sinta.


Gadis yang tampak murung, dan terusan menangis, membenamkan wajahnya ke dalam bantal itu menggeleng.


" Lantas kenapa Sinta menangis dan mengurung diri ?" timpal ibunya Sinta lagi.


" Huaaaaaaa..... hari ini Nisa kecelakaan ma. Hiksss... dan semua itu karena ulah Sinta dan bang Harry jahat." sahut Sinta masih terisak.


" Apa Annisa kecelakaan, lantas bagaimana kondisinya saat ini?? dia baik baik saja kan?"


" Nisa harus menjalani operasi dan belum sadar ma huuuuuui." jawab Sinta kembali.


" Innalilahi wa innailaihi roji'un. Lantas apa maksud kamu hubungannya dengan Abang dan kamu?" ibunya Sinta makin penasaran.


" Bang Harry sangat jahat dan bejat ma hiksss...


Abang hampir menodai Nisaaaa huaaaaaa." tangis Sinta kian pecah dan menjadi.


Bagai disambar petir saat itu ibunya Sinta, bahkan wanita tersebut mendesak dan mencecar Sinta dengan perbagai pertanyaan.


Jawaban Sinta membuat sekujur tubuh wanita paruh baya ini lemas lunglai. Mulutnya ternganga tidak percaya. Bahkan Harry yang kebetulan diancam Sinta untuk kembali pulang, akhirnya datang juga kembali ke rumah.

__ADS_1


" Maafkan Harry ma, waktu itu Harry dalam pengaruh obat. Jadi tidak sadar apa yang hendak aku perbuat waktu itu ma. Tolong mama percaya sama Harry." ucap Harry yang tiba tiba datang dan berdiri di depan pintu kamar adiknya, yaitu Sinta.


Wanita paruh baya yang baru saja terguncang itu pun berdiri, ditampar dengan keras dan berkali-kali wajah Harry. Tak sedikitpun pria bejat ini membalas atau mengelak pukulan sang mama.


Harry bersimpuh dibawah kedua kaki ibunya. Bahkan ayah Sinta yang kebetulan mendengar langsung perbuatan anaknya yang tidak senonoh saat di telfon oleh Sinta, sontak segera pulang dan tak ayal mendengar semua ucapan putra sulung mereka.


" plakkkk....." sebuah tamparan yang cukup keras, menghampiri wajah Harry.


Tak hanya sekali ayah Sinta pun menghajar Harry tanpa ampun.


" Inikah hasil didikan mama sama papa? sejak kapan kamu menjadi pria berhati binatang seperti itu, jawaaaab !!" hardik ayah Sinta.


Dengan bibir yang sedikit robek dan luka lebam diwajahnya, Harry tetap diam menerima hukuman sang ayah yang tengah murka, akibat ulahnya tersebut.


Sementara Sinta dan mamanya sedang menangis histeris. Dengan kalap mata, ayah Sinta menyeret dan membawa Harry putra sulungnya, menemui Amir Syah Alam dikediamannya dengan di antar oleh Sinta.


" Kami sudah memaafkan dan menutup rapat peristiwa yang menimpa putri kami. Bukan wewenang kita untuk menghukum anak kalian. Peristiwa hari ini yang dialami putri saya, cukup membuat kami bersedih dan merasa syok. Silahkan anda urus putra anda dan bawalah pergi menjauh dari kehidupan putri kami." ujar Amir dengan penuh wibawa mengikhlaskan semua pelaku yang menimpa putri semata wayangnya.


Harry pun bersimpuh dibawah kedua kaki Amir, memohon agar menghukumnya. Atau melaporkan dirinya kepada polisi. Namun sayang hal itu tidak Amir lakukan. Bahkan Amir meminta keluarga Sinta untuk segera pergi meninggalkan kediaman nya. Karena harus ke rumah sakit mengunjungi putrinya yang tengah terbaring di rumah sakit.


Flashback off.....


Kedua orang tua Sinta hadir dalam acara tersebut, turut memberikan do'a untuk kesembuhan Annisa.


Azzam dan Annisa telah bersungguh-sungguh menutup lembaran dan peristiwa menyakitkan yang menimpa Nisa.


Acara tasyakuran itu berjalan dengan lancar dan khidmat. Setelah para anak yatim kembali pulang, Azzam mengantar Nisa untuk beristirahat di kamar.


Sementara Safa dan Hanafi beserta Sinta membantu beberes membersihkan sisa sisa makanan dan peralatan serta karpet yang baru saja dipakai acara barusan.


Setelah semua tertata rapi dan kembali bersih, semuanya kembali pulang. Meninggalkan kediaman Azzam. Tinggallah Azzam yang sedang menemani Annisa beristirahat di kamar, rebahan diatas kasur.

__ADS_1


********


BERSAMBUNG.....


__ADS_2