
Tak ada obrolan yang tercipta dari mulut Annisa dan Azzam. Keduanya terlihat diam ambigu, dengan pikirannya sendiri sendiri.
Setelah melaju selama hampir dua puluh menit, mobil sport warna merah menyala itu telah sampai di bengkel, tempat mobil Azzam di servis.
" Ayo kita sholat dulu, didalam sana ada musholla, turunlah !!" seru Azzam, kali ini pria yang dingin itu berusaha menjadi ramah dan perhatian.
" Terimakasih mas." ucap Annisa saat Azzam membuka pintu untuknya.
Mereka berjalan menuju musholla yang ada dibelakang bengkel. Azzam sering membawa mobilnya untuk diservis disini, karenanya ia hafal betul tempat ini.
*****
Setelah melaksanakan sholat Dzuhur bersama Annisa, Azzam mengajak Annisa untuk makan siang di restoran yang ada disamping bengkel.
Tak ada bantahan yang keluar dari mulutnya, Annisa pun mengikuti langkah Azzam, bak kerbau di cocok hidungnya, gadis yang biasanya berontak dan selalu protes itu, entah mengapa siang itu terlihat lebih menurut, setelah Azzam mengklaim dirinya sebagai calon istri dihadapan para mahasiswa dan mahasiswi.
" Mau pesan apa?" tanya Azzam memperlihatkan buku menu.
" Terserah mas Azzam saja." jawab Annisa singkat.
Azzam memanggil pelayan, dan memesan dua porsi udang asam manis, beserta minuman dan bistik.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka. Meski dalam hatinya masih dipenuhi rasa tidak percaya akan perhatian dan kelembutan sikap Azzam. Namun Annisa tetap berusaha bersikap ramah dan menghabiskan makanan yang dipesan Azzam.
Lama berlalu setelah makan siang berakhir, di kota M, Azzam mengantar Annisa pulang ke rumah. Dengan mobil masing masing.
" Aku langsung pamit pulang, sampaikan salam ku kepada mama dan papa, Insya Allah berkunjung Sabtu depan." ucap Azzam pamit pada Annisa.
Annisa mengangguk dan melambaikan tangannya pada Azzam, mobil yang dikendarai Azzam pun meninggalkan kediaman keluarga Amir.
******
" Apa dia salah minum obat ya tadi, perasaan waktu di perpustakaan dia cuek cuek saja, saat aku menawarinya mampir. Lah kenapa sekarang mendadak perhatian seperti ini. Hiii bikin takut saja, pasti nanti dia berencana mengerjaiku lagi pasti." gumam Annisa, berjalan menuju rumah.
" Assalamu'alaikum, ma Nisa pulang." teriak Annisa saat memasuki rumah.
Devi menyambut kedatangan sang putri tercinta " Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh, eh sudah pulang sayang, kok sampai sore." ujar Devi membalas salam Annisa.
__ADS_1
Nisa mencium punggung tangan Devi dan mendudukkan bokongnya disofa empuk, tempat Devi duduk.
" Iya ma, mas Azzam mobilnya masuk bengkel tadi pagi, terus ke bengkel bareng Nisa, barusan juga anterin Nisa kesini, cuma keburu jadi titip salam buat mama sama papa, Insya Alalh Sabtu depan main kesini katanya."
jawab Annisa.
" Iya kah, harusnya Nisa panggil mama dong, kan bisa menyapa calon mantu." celetuk Devi.
" Kok mama jadi yang genit ya, iya besok besok Nisa tarik mas Azzam kemari ketemu calon mertua." timpal Annisa kesal.
" Loh kok Nisa ngomongnya gitu sayang, bukan maksud mama genit nak, kan nggak sopan calon mantu mampir, mama nggak menyapa." kilah Devi.
Nisa berjalan masuk ke kamar meninggalkan Devi yang tengah menonton televisi.
*****
" Kenapa Nisa tiba tiba berubah jadi kalem ya, biasanya mulutnya selalu protes dan nyamber terus, apa ada yang salah dengan sikapku ya?" gumam Azzam, berfikir seraya mengemudikan mobilnya, beberapa meter lagi sudah sampai dirumah.
Setelah sampai dirumah, umi Fatimah menyambut kedatangan putra sulungnya.
"'Iya umi, tadi pagi mobil Zam masuk bengkel, terus pulangnya ikut Nisa minta anter ke bengkel, lalu Zam anter dia pulang." jawab Azzam membuka kancing kemeja bagian leher.
Dosen muda ini duduk disamping umi Fatimah, merebahkan kepalanya kepangkuan sang ibunda.
" Beneran kamu Zam bareng nak Nisa? wah yang sudah main antar sekarang ya, umi ketinggalan info nih." ledek Fatimah memijit pundak Azzam.
" Ceritanya panjang umi, nggak seperti yang umi bayangkan." balas Azzam datar.
Sejenak Azzam kembali teringat akan kejadian dikampus beberapa saat tadi. Dosen muda ini menggumam dengan kesal " Sepertinya Rangga harus diawasi, bisa saja kapan pun ia mengganggu Nisa kembali. Awas saja kalau dia berani, ancaman ku tidak main main."
Azzam lalu pergi ke kamar tanpa menceritakan semua kejadian dikampus tadi siang.
*****
Malam itu seperti biasa, Rangga pergi ke tongkrongan milik Leo. Ia mengendarai moge kesukaannya. Dengan wajah yang ditekuk Rangga masuk ke cafe Leo.
" Malam bro, wait.... kenapa wajah mu ditekuk bak bantal kucel begitu bro." ledek Leo saat Rangga baru tiba.
__ADS_1
" Assem lu Le, disamain bantal." sahut Rangga datar, seraya tangannya meninju lengan Leo.
Leo memberi kode pelayan, agar membawakan pesanan seperti biasa untuk Rangga.
" Katakan gimana usaha lu tadi, berhasil??"
tanya Leo.
Rangga terdiam sejenak tak menimpali pertanyaan Leo.
" Lu tahu nggak Le, ternyata gadis itu adalah calon istri pak Azzam. Dosen yang sering disebut kutub itu." ujar Rangga terpaku dengan pandangan kosong.
" Benar kah ? tahu darimana lu bro ?" tanya Leo penasaran.
" Iya Le, pak Azzam sendiri yang mengatakannya. Dia juga melarang aku mendekati Nisa. " keluh Rangga.
Setelah mendengar cerita Rangga, Leo menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar.
" Sudah lah Ga, jangan kejar Annisa lagi, bukan kah dia sendiri yang menyuruhmu melupakan semua nya dan impas. Jangan buang waktu dan energi lu, apa lagi lu tahu kan bagaimana sifat pak Azzam." ujar Leo menasehati.
" Entah kenapa sakit rasanya Le, lihat pak Azzam menggandeng tangan Nisa." ucap Rangga lesu.
" Bentar bentar, jangan bilang lu suka sama gadis itu, gila lu ya. Mana mungkin dia mau sama lu, sebelum berhijab saja kalian seperti Tom n Jerry. Apalagi sekarang dia berubah drastis seperti itu." tukas Leo memperingatkan.
Rangga diam tak membalas komentar Leo, masih terus teringat adegan Azzam membawa pergi Annisa dari hadapan nya.
Entah sejak kapan fikiran Rangga terkuras habis memikirkan Annisa terus, semenjak peristiwa yang menimpa gadis itu, Rangga terus dihantui rasa bersalah dan kini ia pun tak sadar, perasaan apa yang sedang bermain dalam hatinya.
******
**BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA
JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA
JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘**
__ADS_1