
Setibanya di rumah, Annisa segera merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk yang ada di ruang tengah, melepas kepenatan sekaligus rasa kesalnya terhadap Rangga dan ocehan mulut nyinyir di kampus.
" Ihhhh.... si Sinta kenapa nggak aktif ya ponselnya, apa dia sakit?? gara gara kelamaan nungguin dia jadi bertemu tuh cowok menyebalkan lagi." gerutu Nisa memasang wajah kesal.
Di usap layar ponsel, mencari nomor Sinta namun sayang masih belum juga ada jawaban. Semakin kesal tak ada jawaban, Nisa pun memainkan ponselnya membuka salah satu aplikasi sosmed yang ia punya.
Betapa kaget Nisa saat mendapati foto Sinta sahabatnya, tengah makan bersama dengan cowok yang hampir saja merenggut kesuciannya.
" Whatttt???? Sinta sama cowok brengsek itu? apa nggak salah dia. Eh bentar, kalau di lihat lihat kok wajah mereka mirip sekali ya. Gue harus minta penjelasan sama Sinta besok."
gerutu Nisa semakin kesal hatinya saat itu.
Menggerutu tak jelas sambil mengomel sendiri, ternyata tanpa disadari, Annisa terlelap. Masih menggenggam benda pipih dalam tangannya. Tanpa melepas hijab yang dikenakan.
Jam sudah menunjukkan jam 12.30 waktu setempat, kelas Azzam baru saja berakhir. Pria itu pun segera bergegas pulang, sebentar jauh dari Annisa membuat Azzam merasa kangen sekali, bayangan akan wajah kaget Nisa saat ia melakukan hal yang romantis dan tak terduga, terlihat jelas di benaknya.
Sambil mengulum senyum di bibir, Azzam berjalan menuju parkiran, hendak membuka pintu, tiba tiba sesosok wanita mengagetkannya.
" Zam nebeng pulang dong, mobil aku lagi di bengkel dari kemarin. Boleh ya ?" pinta Linda memasang wajah melas.
" Emmm.... gimana ya, sorry Lin bukannya aku enggak mau bantu. Akan menimbulkan fitnah jika kita jalan bareng berduaan. Lagian ada hati yang harus aku jaga, yaitu istriku Annisa, maaf."
Dosen muda ini pun bergegas masuk kedalam mobil Alphard warna hitam, meluncur meninggalkan area kampus.
" Sialan, brengsek kamu Zam. Aku tidak akan tinggal diam dicuekin seperti ini. Tunggu saja." ujar Linda mengumpat dan memaki maki Azzam.
******
Jalanan kota M mulai terlihat macet, jam makan siang dan istirahat perkantoran, membuat hampir separuh orang sedang berada diluar. Namun tak menyurutkan tekad Azzam untuk segera pulang. Bayangan wajah Annisa kian menari nari.
Karena antrian jalanan yang lumayan panjang, Azzam menepikan mobilnya, berhenti tepat disebuah rumah makan. Pikir Azzam Nisa pasti belum masak. Jadi ia tidak ingin istrinya kelelahan karena harus memasak untuknya.
__ADS_1
Tak berapa lama makanan yang dipesan Azzam pun telah selesai dibungkus. Ia segera kembali ke mobil, setelah membayar ke kasir makanan tersebut.
Dan mobil Alphard warna hitam itu kembali menyusuri jalanan kota M.
*****
" Ting tong Ting tong....." bunyi bel rumah Azzam.
Tidak ada sahutan, berulang bel tersebut Azzam pencet namun tidak ada jawaban. Ia pun mencoba membuka pintu, ternyata tidak terkunci.
" Assalamu'alaikum, Nisa sayang aku pulang."
ucap Azzam saat berada di dalam rumah.
Masih tak ada sahutan, saat tiba diruang tengah, rupanya orang yang dicarinya tengah tertidur pulas dengan nyenyak nya.
Di kecup nya lembut kening Annisa yang tertidur pulas oleh Azzam. Hanya sedikit menggeliat, namun gadis ini masih tetap terpejam.
Diletakkan perlahan tubuh seksi itu diatas kasur, dan Azzam dengan posisi setengah duduk menarik tangannya perlahan, agar tidak membangunkan Annisa, ternyata wanita yang tertidur lelap itu malah melingkarkan tangannya ke leher Azzam tanpa sadar.
Hal itu membuat jantung Azzam berdegup hebat. Adrenalin nya sebagai seorang lelaki mulai bangkit, bahkan berkali kali Azzam menelan salivanya saat posisinya berhadapan langsung dengan Annisa.
Takut membuat istrinya terbangun, maka Azzam pun ikut merebahkan tubuhnya sekalian disamping Nisa. Dan hal itu semakin membuat Nisa memeluknya tanpa sadar.
" Sabar Zam sabar, masa iya kamu mau melakukan serangan fajar saat istrimu terlelap, itu namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan Zam. Sabar ya sampai istrimu sendiri yang rela menyerahkan semuanya kepadamu nanti." gumam Azzam berperang dengan hawa nafsu, akal dan hatinya.
Lama tak segera berpindah posisi tidur wanita disampingnya, hal itu membuat Azzam juga mulai diserang kantuk. Dan ia pun ikut terlelap saat itu, menikmati tidur singa bersama.
******
Jarum jam dinding rumah Azzam mulai berbunyi, dan saat itu jam menunjukkan pukul setengah tiga sore.
__ADS_1
Mendengar suara jarum jam berbunyi, Nisa mulai terbangun dan mengerjap kan mata, melihat siapa yang tertidur didepannya. Betapa kaget Nisa saat tersadar ia bangun dalam keadaan memeluk Azzam.
" Lah jadi kok malah aku meluk mas Azzam sih, perasaan aku tadi tidur disofa. " gumam Annisa saat tersadar.
Dan saat ia teringat belum sholat Dzuhur, Nisa pun melirik jam dinding yang ada dikamar. Rupanya sudah jam setengah tiga sore.
" Astaghfirullah, sudah jam setengah tiga, aku belum sholat pula. Mas bangun mas, mas Azzam bangun sudah setengah tiga. Ayo kita sholat." ucap Annisa tepat ditelinga Azzam.
Pria yang tampak tertidur pulas ini mulai bangun, saat Nisa terus mengguncang tubuhnya dan mengatakan sholat sholat.
" Subhanallah, sudah hampir habis waktu Dzuhurnya. Ayo buruan kita sholat sayang." ucap Azzam bergegas bangun dan segera menuju kamar mandi mengambil wudhu.
Keduanya segera menunaikan ibadah sholat Dzuhur, mengingat waktu ashar sudah hampir tiba.
" Alhamdulillah, enggak hilang waktu Dzuhur kita. Maaf ya tadi mas pindahin kamu, terus ikut ketiduran.". ujar Azzam, seusai sholat Dzuhur.
" Nisa yang harusnya minta maaf mas, malah ketiduran di sofa, sudah tahu belum sholat. Jadinya kan mas ikutan ketiduran." sahut Nisa.
" Emmm.... maaf mas, tadi Nisa reflek enggak sadar malah meluk mas Azzam, pas tidur." tukas Nisa kembali, dan keduanya masih duduk diatas sajadah, sekalian menunggu waktu sholat Ashar tiba sesaat lagi.
Azzam tersenyum, " Kenapa harus minta maaf , itu kan wajar sayang, kita kan sudah resmi suami istri. Apa mau sekalian kah itu nya hehehe." goda Azzam.
Mendengar ucapan suaminya, Nisa jadi tersipu malu, wajahnya memerah bak kepiting rebus.
Tak lama berselang setelah bercanda sebentar, suara adzan ashar pun berkumandang. Pasangan suami istri ini segera melaksanakan sholat ashar.
Dan seusai sholat, mereka segera makan siang bersama, dengan menu yang dibeli Azzam tadi. Setelah Nisa memanaskan kembali masakan tersebut.
Begitulah hari hari pasangan, yang baru mulai tumbuh perasaan masing-masing dari hati keduanya.
******
__ADS_1
BERSAMBUNG.....