HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA
Malam Pertama Yang Menyerukan


__ADS_3

Seusai acara pesta perayaan pernikahan mereka, Nisa dan Azzam kini berada dalam satu ruangan, yaitu di dalam kamar.


Annisa terlihat gugup dan canggung saat berduaan dengan Azzam, suaminya saat ini.


Azzam melepas baju pengantin yang dikenakan, melihat tingkah Azzam yang demikian, Nisa seketika menutupi matanya dengan kedua tangan.


" Kenapa ekspresi kamu selalu gugup seperti itu. Kita sudah sah loh Nis, wajar kan aku membuka baju didepan kamu." celetuk Azzam meraih handuk yang tertata di meja. Mengenakannya dan menutupi tubuh bawahnya.


" Iya tahu, tapi nggak harus dibuka disini kan?? di kamar mandi juga bisa, kebiasaan banget." timpal Annisa, masih menutupi wajahnya dengan tangan.


" Lah suka suka aku dong, mau aku buka dimana. Entar lama lama juga kamu akan terbiasa dengan pemandangan seperti ini." celetuk Azzam, berlalu ke kamar mandi.


" Kalau mau boleh kok, ayo kita mandi bersama ha ha ha ha...." ledek Azzam menutup pintu kamar mandi.


Mendengar suara tertawa sang suami, Nisa merasa kesal sekali. Memukul sofa tempat ia duduk.


" Aku pikir itu si kutub nggak bakalan jaim seperti ini, bisa bisanya ya dia bercanda terus dari tadi, salah minum obat pastinya." gerutu Annisa masih tak percaya dengan sikap Azzam.


Didalam kamar mandi, Azzam mengguyur semua bagian tubuhnya dengan air dari shower, dan beberapa saat tubuhnya kembali segar.


" Sana mandilah biar segar, biar nggak manyun terus itu bibir, macam donald bebek saja." ujar Azzam, saat baru keluar dari dalam kamar mandi.


" Apa??? mas ngatain aku donald bebek, mas sendiri nggak nyadar apa, si kutub Utara hari ini tiba tiba meleleh dan mencair, karena salah minum obat." sahut Annisa masih manyun, melipat kedua tangannya melihat ke tembok.


" Ha ha ha ha, siap siap saja terima perubahan aku ya sayangku. Sudah sana gih mandi, mau sampai kapan tembok itu kamu pandangi, juga akan tetap tembok yang sama, nggak akan berubah. Buruan mandi, kita sholat isya lalu makan malam." seru Azzam terkekeh, melihat sikap Annisa.


" Dasar kutub ngeselin." sahut Annisa, bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Nisa merileks kan tubuhnya kedalam bath tub, membuang semua kepenatan seharian ini, yang membuatnya lelah.


Tiba tiba Nisa tersadar, " astaga kenapa aku sampai lupa. Kenapa aku langsung mandi aja, padahal baju gantinya nggak tahu ada atau enggak." keluh Nisa merutuki kecerobohan nya.


" Masa iya aku mau pakai baju itu lagi, pasti bau juga gerah sekali pas dipakainya." gumam Nisa kembali.


Istri Azzam ini pun segera membasuh tubuhnya dan beberapa saat kemudian berubah menjadi segar kembali.


" Tok tok tok...." Annisa mengetuk pintu kamar mandi dari dalam.


" Mas, maaf mau tanya, baju ganti Nisa ada nggak?? masa iya Nisa pakai baju ini lagi." teriak Nisa dari dalam kamar mandi.


" Ada kok, itu dimeja sudah disiapkan baju ganti kamu, pakai saja !!" sahut Azzam, tengah berbaring diatas tempat tidur menunggu snag istri selesai mandi.

__ADS_1


" Syukurlah, mmmm.... boleh minta tolong kah mas??." tanya Nisa.


" Iya katakanlah !!" jawab Azzam.


" Tolong ambilin baju gantinya dong mas !!" pinta Annisa memohon.


" Bayarannya apa nih?? ciuman atau pelukan?" sahut Azzam balik bertanya menggoda.


" Astagah kumat dia si kutub. Nggak mau ya sudah, nggak jadi." teriak Nisa kembali.


" Ha ha ha, yakin nggak mau baju ganti?? atau mau pakai baju bau itu lagi?? ya sudah terserah kamu saja." timpal Azzam masih menggoda istrinya.


" Dasar kutub Utara jelek." sahut Annisa terdengar sangat kesal.


Sambil tertawa dan tak dapat ditahan lagi, Azzam pun mengambil baju ganti Annisa, yang ada diatas meja.


" Tok..tok..tok...paket...... Bu paketan anda sudah datang, mau ditaruh dimana?" goda Azzam lagi.


" Nggak lucu, nggak usah." sahut Nisa dari dalam, lalu Nisa keluar mengenakan baju yang sama, yang tadi ia pakai.


Ceklek...pintu kamar mandi pun terbuka. Azzam yang berdiri didepan pintu, hampir saja terjatuh, untung saja Annisa segera menahan tubuh Azzam agar tak terjatuh, dan kini hanya berjarak beberapa senti saja.


Sama sama merasa canggung dan malu, Annisa mengambil baju tersebut, dan kembali ke kamar mandi segera. Azzam pun menutup pintu kamar mandi, dan menunggu Annisa diatas sajadah. Sesaat kemudian, keduanya melaksanakan shalat isya bersama.


******


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas, tengah malam tepat. Setelah sholat Isya', Azzam meraih telepon yang ada di samping tempat tidur, menekan tombol CS.


" Tolong siapkan makan malam untuk kami, kirim ke kamar kami segera !!"


Tak lama berselang, waiters datang dengan troli berisi hidangan makan malam, pesanan Azzam.


Sementara itu, seluruh keluarga besar telah kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat.


" Duduklah, ayo kita makan." seru Azzam, menepuk sofa kosong disebelahnya.


Annisa kembali canggung, antara ingin duduk atau tidak. Dalam hati terus bergejolak, " duduk, enggak, duduk, enggak?"


Tak berfikir panjang, Azzam menarik tangan Annisa dan membuatnya duduk tepat disampingnya.


Annisa mengambil piring untuk dirinya sendiri, namun lagi lagi Azzam mencegahnya.

__ADS_1


" Bukan kah sudah aku katakan, aku ingin kita makan dalam satu piring yang sama, taruh itu piring. Mau lauk apa?" ujar Azzam menatap wajah Annisa yang terlihat merona kemerahan, karena gugup.


Tak bisa membantah, Annisa pun mengikuti kemauan Azzam, dan malam itu kedua kalinya mereka makan sepiring bersama kembali.


Tak ada sepatah kata yang terucap, saat makan malam waktu itu, hanya suara dentingan sendok garputala yang terdengar. Lagi lagi Azzam dan Annisa makan bersama ala Rasulullah SAW. Yaitu suap suapan.


*****


Seusai makan malam, mata Annisa seakan tak dapat ditahan lagi rasa kantuknya. Ia segera mengambil bantal dan selimut, hendak tidur di sofa.


" Kenapa harus tidur di sofa, tidurlah dikasur. Lagian wajarkan suami istri tidur bersama." tandas Azzam.


Annisa kembali terlihat gugup dan bingung, antara tidur di sofa, atau mematuhi perintah imamnya saat itu.


" Maaf, aku belum siap mas." sahut Annisa tertunduk malu, dengan suara lirih.


" Hahahaha...... dasar omes kamu tuh ya, yang mau ngajakin kamu begituan itu siapa? aku juga capek banget malam ini. Makanya aku menyuruh kamu tidur dikasur, biar bisa istirahat nyenyak." tukas Azzam mentertawakan Annisa.


" Kalau mas khilaf gimana?" tanya Nisa ragu.


" Ya kalau aku khilaf, berarti Allah sedang memberi aku sebuah nikmat, yang tiada duanya. Syurga dunia." balas Azzam enteng tanpa berdosa.


Mendengar ucapan suaminya Annisa tertegun dan melototi wajah Azzam. Sembari memasang wajah manyun kembali.


Tak mau ambil resiko, Annisa melangkah menuju sofa, namun tiba tiba Azzam menggendong tubuh mungilnya dan menaruhnya diatas kasur perlahan dan lembut.


Tak bisa melakukan perlawanan lagi, Annisa kembali dibuat tak berkutik oleh Azzam. Hingga terpaksa membuatnya tidur diatas kasur yang dipenuhi kelopak bunga mawar merah.


Tak sampai disitu perdebatan mereka. Annisa memasang dua guling sebagai pembatas diantara dirinya dan sang suami. Bahkan selimut pun ia letakkan ditengah tengah menjadi pembatas area zona tidur ternyaman keduanya.


" Mau bagaimana pun diberi pembatas, kalau yang namanya sama sama khilaf bagaimana.Iya kalau yang khilaf aku, nah kalau situ duluan yang khilaf, ha ha ha ha." ledek Azzam kembali, dan keduanya kembali beradu mulut hingga tanpa sadar, sama sama tertidur dan terlelap sekali.


********


**BERSAMBUNG.....


JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA


JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA


JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2