
Di sepanjang perjalanan, sepasang pengantin baru ini saling ber agumentasi dalam hati masing-masing, tanpa ada sepatah kata yang terucap dari bibir keduanya. Hanya tatap mata yang sesekali bertabrakan.
Mobil Alphard warna hitam itu akhirnya sampai, di halaman rumah Azzam yang baru. Sebuah rumah dengan desain minimalis, namun memiliki halaman dan ruangan yang sangat luas. Apalagi jika hanya di huni oleh dua orang saja.
Annisa keluar dari mobil tanpa bantuan Azzam, matanya menatap kagum akan keindahan rumah baru tersebut. Seperti ada daya tarik tersendiri yang membuat Annisa tanpa sadar terus melangkah menuju rumah baru tersebut.
Azzam juga heran, tidak menyangka jika wanita yang baru saja dinikahi nya itu terpukau akan keindahan rumah barunya.
" Gimana, apa kamu suka?" tanya Azzam membuntuti Annisa dibelakang nya.
Tetap tak ada jawaban dari lawan bicaranya. Annisa masih fokus terkesima saat Azzam membuka pintu rumah.
" Mengapa desain dan seisi barang di rumah ini mirip seperti di mimpiku. Atau mas Azzam memang tahu apa selera aku ? " gumam Annisa terus mengitari satu persatu, setiap ruangan yang ada, dan Azzam masih tetap mengekor dari belakang.
" Bagaimana nyonya Azzam ? apa anda suka dengan desain rumah ini?? kalau tidak suka tinggal katakan saja, pasti akan segera aku perbaiki." celetuk Azzam kembali .
" Jangan !!" sahut Annisa singkat dan datar.
" Apa ini berarti anda menyukainya ?" timpal Azzam lagi.
Tapi Annisa hanya diam tak melanjutkan kalimatnya, hingga langkah kakinya sampai pada kamar yang telah tertata rapi oleh hiasan bunga bunga beserta aroma yang sangat wangi menyerbak.
" Masuk lah !! itu kamar kita." ucap Azzam mengagetkan Annisa yang tengah asyik melihat satu persatu isi kamar.
Azzam segera membuka baju ngasal, yang sedari tadi membuatnya gerah sekali.
" Eh mas Azzam mau ngapain? kenapa itu dibuka?" ucap Annisa kaget sembari menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangan nya.
" Kenapa kamu kaget begitu, kita kan sudah sah menjadi suami istri. Jadi ya bebas dong aku mau buka baju di depan kamu, jangan takut sini !! kenapa kau tutup matamu?" sahut Azzam membuka kurta dan terus berjalan mendekat ke arah Annisa yang gelagapan entah karena malu atau takut.
" Stop mas, aku bilang stop, jangan mendekat !!" teriak Annisa mulai panik, terus berjalan mundur.
Sementara Azzam terus mendekat, membuat tubuh Annisa terkunci di depan tembok, tak bisa berlari kemana lagi.
Azzam kini berdiri tepat di depan Annisa, tanpa baju yang menempel di bagian tubuh atasnya.
__ADS_1
Tanpa jarak apapun, sementara Nisa jantung nya berdegup makin kencang, bahkan deru nafasnya pun terdengar.
" Ma mau.. a apa, ka kam... mas mas Azzam." ujar Annisa gugup dan terbata. Wajahnya dipenuhi keringat dingin.
Perlahan Azzam mendekatkan wajahnya ke wajah Annisa, merasa gadis di depannya ketakutan setengah mati, Azzam pun tertawa terbahak sembari meniup wajah Annisa dan berlalu pergi ke kamar mandi.
" Ha ha ha ha..... lucu juga melihat tingkah kamu yang ketakutan seperti itu." teriak Azzam seraya menutup pintu kamar mandi.
" Cepat lah ganti pakaian mu, kita sholat Dzuhur bersama !!" seru Azzam dari dalam kamar mandi, sembari mengguyur seluruh tubuhnya yang terasa gerah dan lengket.
*******
Berhasil mengerjai sang istri hingga gelagapan dan panik, Azzam kini telah rapi dan berdiri diatas sajadah warna hijau yang terhampar di sudut kamar, menunggu Annisa yang tengah membersihkan badan.
Meski Annisa belum sempat membawa persiapan baju ganti, rupanya Azzam telah melengkapi isi lemari milik Annisa dengan beberapa baju, mulai dari baju tidur, baju sehari hari, hingga baju semi formal.
" Busyet, ini orang kenapa tahu banget selera gue sih, dan sejak kapan dia menyiapkan semuanya." gumam Annisa, mematung didepan almari yang terbuka.
" Sudah jangan kebanyakan mikir dan bengong, cepat ganti lah !! masa iya kamu masih pakai baju itu lagi." ujar Azzam berkomentar.
******
" Mau makan apa ? biar aku buatkan untuk kamu, pasti sudah lapar bukan?" suara Azzam kembali terdengar, seusai sholat bersama.
" Maaf aku masih kenyang mas." sahut Annisa, melipat mukenah yang dipakainya.
" Jangan menahan lapar, acara masih lama. Aku nggak mau pas pesta perayaan nanti malam kamu jatuh pingsan, entar mama sama papa pasti marah dan mengira aku sudah ngapa ngapain kamu." balas Azzam
Azzam berjalan menuju dapur, dalam persediaan dari kulkas terdapat telur dan sayur sederhana. Maka siang itu Azzam membuat nasi goreng untuk Annisa.
Sementara Azzam berjibaku menyiapkan nasi goreng untuk makan siang mereka berdua, Annisa masih terus mematung, tak percaya Azzam bakal se perhatian ini kepadanya. Mengingat sikap nya selama ini yang super cuek dan cool.
" Berhenti menatap ku seperti itu !! , nanti aku semakin ge er." celetuk Azzam kembali terkekeh, sembari tangannya mengaduk nasi goreng.
" Apaan sih ga je banget, siapa juga yang lihatin kamu." jawab Nisa sedikit cemberut.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, nasi goreng buatan Azzam pun telah jadi. Nisa mengambil dua buah piring, dan diletakkan di atas meja.
" Siapa suruh ambil dua piring, ini kan makan bersama kita pertama kali, aku mau kita makan sepiring berdua, letak kan piring satunya lagi !!" seru Azzam datar, tak mau ada bantahan.
Nisa kaget setengah mati mendengar perkataan Azzam. " Apaaaa?? mas hati ini nggak ngigau kan?? hallooooo." jawab Annisa melotot kaget.
Tak banyak berkata lagi, Azzam meletakkan piring satunya di atas rak, lalu mengisi piring kosong yang ada diatas meja dengan nasi goreng buatannya.
Lagi lagi mulut Annisa hanya bisa ternganga, melihat sikap aneh pria dingin yang baru saja dinikahinya.
" Aku nggak mau kamu berfikir aku ini suami yang dingin bagaikan kutub Utara. Jadi jangan kaget akan kejutan kejutan dariku." timpal Azzam, membuka kursi yang ada dimeja makan untuk Annisa.
" Duduk lah, buka mulut kamu aaaaa....." perintah Azzam yang kini duduk di dekat Annisa.
Merasa ambigu diperlakukan seperti itu oleh Azzam. Annisa bingung harus marah atau bagaimana. Semua terjadi begitu tiba tiba, dan anehnya lagi, pria yang selama ini di kenal sebagai kutub Utara atau ice cool, mengapa tiba tiba mendadak romantis dan begitu perhatian. Hal itu semakin membuat Annisa berfikir, apa rencana yang telah di persiapkan oleh Azzam untuk mengerjainya.
" Aaaaa.... ayo buka mulut mu. Setelah itu kamu suapi aku gantian." tukas Azzam kembali.
Annisa melotot ke arah Azzam, " apaaaa??? aku suapin mas Azzam?"
Azzam tersenyum dan mengangguk bak anak kecil yang tiada berdosa dan bersalah, menatap keterkejutan istrinya.
Tak perduli wanita dihadapan nya itu kaget atau tidak, Azzam memaksa Annisa membuka mulutnya, lalu memberikan sendok kepada Nisa, untuk bergantian menyuapinya.
Meski awalnya canggung, kaget dan entah perasaan apa lagi yang dialami Annisa saat itu, pertama kali makan berdua suap suapan dengan seorang lelaki. Hal itu membuatnya tidak percaya, seakan mimpi di siang bolong.
Begitulah siang itu Azzam memperlakukan Annisa dengan begitu penuh perhatian. Hingga sore hari seusai sholat ashar, keduanya kembali ke hotel, tempat acara pesta pernikahan nya dilaksanakan.
******
**BERSAMBUNG......
JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA
JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA
__ADS_1
JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘😘**